Jurnal Kota: Tangerang Selatan Provinsi: Banten

Bingkaian Rekam AKUMASSA Ciputat

Avatar
Written by Komunitas-Djuanda
Berikut ini adalah sejumlah bingkaian (topik) yang direncanakan akan diproduksi menjadi konten video akumassa dalam rangka lokakarya AKUMASSA Ciputat, berdasarkan hasil penelitian lapangan yang dilakukan oleh para partisipan (anggota Komunitas Djuanda, komunitas yang menjadi kolaborator dalam program ini).

TPS Pasar Ciputat

Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang berada di pinggir jalan dan menyatu dengan lantai dasar Pasar Ciputat. Aromanya sangat menyengat hingga mengganggu pengguna jalan, apa lagi di depan TPS tersebut terdapat sebuah yayasan sekolah, yang di sekitarnya banyak penjual makanan. Sampah dari Pasar Ciputat dibersihkan dan diangkut oleh petugas kebersihan setiap dua hari sekali. Tidak pernah dalam sehari TPS itu bersih dari sampah. Secara tidak langsung sampah yang menumpuk akan berpengaruh pada perubahan iklim akibat adanya kenaikan temperatur bumi atau yang lebih dikenal dengan istilah pemanasan global.

Gambar yang hadir bukan untuk menyalahkan, mungkin dari gambar yang hadir membuat kita harus bertanya kepada individu-individu yang beraktifitas setiap harinya di wilayah TPS. Untuk rekaman pengambilan gambar, bingkaian ini banyak direkam pada pagi hari saat aktivitas massa baru dimulai. Dinas kebersihan, pedagang, tukang ojek, tukang sampah, pelajar hingga pejalan dan sekedar lewat menjadi aku setempat dalam bingkaian ini.

___

Town House

townhouse

Bermula dari pengamatan di lingkungan kami, Komunitas Djuanda, yang lokasi keberadaannya dikelilingi oleh perumahan, diantaranya Komplek Inhutani, Komplek Pondok Hijau dan Town House Bukit Hijau. Dari ketiga perumahan tersebut Town House Bukit Hijau menjadi salah satu bingkaian rekam kami karena keberadaan town house di kawasan kampung Legoso terbilang aneh, seperti kota di dalam kampung. Informasi didapat dari penuturan sang satpam yang pertama kali menjaga sejak berdirinya perumahan megah ini. Mulai dari cerita si satpam tentang awal berdiri sampai kejadian mistis di lingkungan Town House Bukit Hijau.

___

Pos Satpam (Apel dan Warung Satpam)

satpam

Merekam aktivitas para petugas keamanan (satpam) Komplek Pondok Hijau di depan Warung Pak Purnomo di Jalan Mandor Baret, selama 24 jam. Banyak kisah unik, lucu dan menggigit dari mulut para satpam tersebut. Sejarah, ekonomi, sosial politik termasuk berbagai cerita horor yang mereka alami saat bertugas di malam hari semuanya terekam disini.

___

Bus PT Sandratex

bus-sandratex

Bus Sandratex merupakan bus antar jemput para karyawan PT Sandratex yang tinggal jauh dari Sandratex. Sandratex memiliki empat bus dengan rute yang berbeda-beda. Antara lain Rempoa, Bintaro, Pasar Rebo dan Parung. PT Sandratex sendiri merupakan sebuah perusahaan tekstil yang mempekerjakan 1000 karyawan di dalamnya.

___

Madrasah Situ Gintung

Kawasan Situ Gintung kini

Madrasah ini terletak tepat di belakang tanggul jebolan Situ Gintung. Kami mencari informasi melalui Dewan Kerja Masjid (DKM), mereka memberi banyak informasi tentang madrasah tersebut. Madrasah yang kini menjalani aktivitasnya setiap hari senin hingga jumat dari pukul 15.30-17.00 WIB, menampung lebih dari dua puluh siwa-siswi berusia antara 4-13 tahun dan dari hari kehari muridnya terus bertambah.

___

Situ Kuru

situ kuru

Nama Situ Kuru tertelan oleh nama besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Melalui bingkaian ini kami mencoba untuk mengetahui sekelumit kisah mengenai situ yang kini hanya tersisa satu hektar saja dari empat hektar ukuran aslinya. Apa yang terjadi pada Situ Kuru? Bagaimana keadaan dan aktivitas yang terjadi disekitar kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang menjadi penyebab utama terjadinya penyempitan area situ tersebut? Masyarakat sekitar Situ Kuru mulai kehilangan wadah tampungan air mereka yang akan mengakibatkan banjir di musim penghujan dan kekeringan di musim kemarau. Selain itu masyarakat yang jauh dari situ juga turut terkena imbasnya.

___

Perempatan Gaplek

gaplek

Perempatan Gaplek merupakan titik pertemuan antara Pamulang, Ciputat, Lebak Bulus, dan Sawangan, menjadi ramai pada jelang dini hari yang terkonsentrasi di Warung Nasi Uduk Wahyu. Tepat di depan warung nasi uduk tersebut berdiri kedai makan siap saji Mc. Donald, rumah sakit dan warung-warung yang berjejeran di sana, untuk itu proses perekonomi juga berperan penting di sana. Maka dari itu kami ingin melihat perempatan gaplek melalui aku setempat sebagai proses kekinian.

___

Pool 510

pool-510

Pengambilan gambar kami lakukan di berbagai sudut pengambilan yang merekam rotasi Bus Koantas Bima 510 yang ngetem bergantian selama 10 menit, kemudian masuknya Bus Koantas Bima 510 ke areal terminal bayangan ini. Dalam proses rekam kami berbincang-bincang dengan aku setempat untuk menggali informasi perihal keberadaan terminal bayangan ini dan menurut penuturan mereka di Pool 510 ini nantinya akan di bangun Terminal Ciputat, jika benar di bangun berarti terminal ini menjadi satu-satunya terminal yang berada di Kota Tangerang Selatan. Di Pool 510 inilah terdapat bangunan ruko yang sangat besar, yaitu Ciputat Niaga Lestari. Isu-isu tentang disfungsi tata ruang kota kami coba bongkar dalam video ini.

___

Pertigaan Mini Market

pertigaan-minimarket

Menjamurnya pendirian mini market di setiap daerah berlangsung secara sporadis dalam kurun waktu terakhir ini. Begitupun dengan berdirinya ketiga mini market yang terletak di pertigaan Jalan Legoso Raya yang menuju ke Komplek Pondok Hijau dan jalur menuju Pondok Cabe. Minimarket-minimarket yang berdiri tersebut ialah Indomaret, Alfa Mart dan Alfa Midi. Tentunya berdirinya mini market tersebut semakin memudahkan warga dalam berbelanja, namun apakah pendirian mini market tersebut memperhitungkan kondisi sosial ekonomi masyarakat, keberadaan pasar tradisional serta usaha kecil dan menengah yang ada di wilayah yang bersangkutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan rencana wilayah tata ruang kota?

___

Bioskop Niagara

niagara-2

Bioskop Niagara adalah salah satu bioskop yang pernah berjaya di Ciputat. Letaknya bersebelahan dengan Pasar Ciputat, tepatnya di Jalan Aria Putra. Kini, Bioskop Niagara kondisinya memprihatinkan sehingga ditutup pada tahun 2007.  Bioskop ini tutup disebabkan menurunnya jumlah penonton dan hadirnya kepingan DVD/VCD film di akhir tahun 1999, yang membuat penonton beralih ke DVD/VCD. Kami mencoba membingkai ini dari cerita aku setempat yang dulu berkerja sebagai manajer bioskop dan mencoba menguak lagi kejayaan bioskop ini.

About the author

Avatar

Komunitas-Djuanda

Komunitas Djuanda adalah kelompok studi berwawasan komunitas, egaliter dan kritis. Bertujuan membangun kebudayan visual berbasis media melalui diskusi, penelitian, produksi dan diseminasi. Didirikan oleh mahasiswa komunikasi/jurnalistik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 17 Oktober 2009. Komunitas Djuanda berperan aktif menggagas pengembangan media alternatif kepada khalayak dan meningkatkan kepedulian anggotanya terhadap permasalahan sosial dan budaya.

3 Comments

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.