Kecamatan: Randublatung

Rencana Bingkaian akumassa Blora

1. Sapi

sapiMenjaga dan merawatmu seperti anak sendiri, terkadang aku juga memecut kalian. Itu semua aku lakukan karena sayang padamu. Budaya kesapian sudah ada sejak zaman nabi , ada agama yang menganggapnya sebagai hewan suci. Bahkan dalam Al-Qur’an terdapat surat Al-Baqarah yang artinya sapi betina. Sapi selain mempunyai kesakralan, oleh sebagian masyarakat Indonesia yang tradisional dijadikan sebagai lambang status sosial dan juga digunakan sebagai tabungan. Membingkai dan menyusunnya kedalam medium ini untuk dijadikan sebuah cerita yang senantiasa terekam dan tak pernah mati.

2. Sepakbola

"Lurah Cup"

"Lurah Cup"

Siapa tidak kenal Sepakbola? Ya, ini adalah olahraga yang paling digemari di seluruh belahan dunia. Permainan ini tak ubahnya seperti sedang menyusun strategi perang. Diperlukan fisik yang kuat guna memainkan skema yang telah disusun. Sebuah potret  tentang pertandingan sepakbola “Lurah Cup” di Randublatung yang dijadikan sebagai alternatif hiburan dan arena silaturahmi massa.

3. Tembakau

3

Sejak dulu Pulau Jawa sudah dikenal sebagai daerah penghasil tembakau yang berkualitas dan menjadi komoditas ekspor yang bisa diandalkan saat musim kemarau tiba. Randublatung adalah salah satu daerahnya. Ini adalah sebuah cerita  ibu-ibu paruh baya yang berasal dai Bojonegoro. Mereka  bekerja dibagian penyortiran tembakau di desa Randublatung. Uniknya, para pekerja didatangkan dari daerah lain, bukan dari Randublatung, kenapa? Dalam potret inilah kami akan mencoba menyajikannya dalam sebuah rangkaian video yang akan membahas isu tersebut, selain itu ada pula potret proses pengeringan tembakau.

4. Penjual Daun Jati

menjual daun jati di malam hari

menjual daun jati pada dini hari

Obor dinihari dengan langkah pasti dari sekumpulan ibu yang menjual daun jati. Ya ini adalah sebagian kecil dari pohon jati di Blora yang kekokohannya sudah dikenal luas. Bingkaian tentang penjual daun jati ketika dini hari.

5. Air

air

Air merupakan zat terpenting yang sangat dibutuhkan oleh alam dan manusia, air adalah salah satu sumber kehidupan bagi makhluk hidup. Bagaimana jika kita termasuk dalam daerah yang kekurangan air? Kami coba membingkai ini untuk sejenak kita melihat, mengapa?

6. Sendang

Sendang

Sendang

Sendang adalah sebutan untuk tempat yang dikeramatkan oleh penduduk sekitar di Randublatung. Hampir di setiap desa ada tempat yang dikeramatkan. Didalamnya terdapat legenda dan mitosnya sendiri. Biasanya tempat semacam itu selalu ada pohon yang besar, sumur dan makam. Menurut masyarakat situs tersebut merupakan cikal bakal desa mereka. Bingkaian ini akan bercerita tentang tempat-tempat yang di keramatkan di Randublatung.

7. Reyeng

Adalah penjual sayur tradisional di daerah ini. Dengan menggunakan sepeda motor, mereka menjual berbagai macam kebutuhan pokok seperti sayur, minyak sayur dan terkadang beberapa lauk pauk. Cara pemasarannya dengan megelilingi hampir seluruh daerah di desa. Keberadaannya masih tetap ada walaupun di sini telah dibangun sebuah mini market “Indomaret”.

8. Makam Onggososro

makam

Adalah sebuah makam desa yang namanya diambil dari Mbah Onggo yang kebetulan dimakamkan disana. Hampir tiap desa memiliki Tempat Pemakaman Umum (TPU) dan namanya berbeda-beda. Setiap ada anggota keluarga yang meninggal, ahli warisnya pasti akan memakamkannya di tempat para leluhurnya dimakamkan. Pemakaman tidak dipungut biaya, karena di sini masih kental sekali semangat gotong royong.

9. Minyak Tradisional

minyak

Di Blora masih ada pengolahan minyak yang tradisional. Pengambilan latung (minyak mentah) biasanya ada di sumur-sumur peninggalan Belanda yang masih ada latung-nya dan digarap Pertamina, Exxon Mobil dan yang lainnya.

10. Sedulur Sikep

sedulur-sikep

Potret tentang kehidupan masyarakat petani tradisional di Timur Randublatung. Jujur, ramah, santun dan tulus. Itulah cermin masyarakat ini. Masyarakat ini masih tetap ada, dan selalu ada disana.

11. Ukir Kayu

mengukir kayu

Ada banyak pengukir di Randublatung. Kebanyakan para seniman kayu tersebut membuat karyanya sesuai pesanan konsumen. Terkadang mereka juga ikut berbagai dalam festival kesenian.

About the author

Avatar

akumassa

Program Pendidikan dan Pemberdayaan Media Berbasis Komunitas, atau biasa disebut AKUMASSA, adalah sebuah program pemberdayaan media yang digagas oleh Forum Lenteng sejak tahun 2008, berkolaborasi dengan komunitas-komunitas lokal di beberapa daerah di Indonesia untuk melaksanakan lokakarya dan memproduksi beragam bentuk media komunikasi (tulisan, gambar/foto, audio, dan video).

8 Comments

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.