Jurnal Kecamatan: Harjamukti Kota: Cirebon Provinsi: Jawa Barat

Gaib

Avatar
Written by Nico-Permadi
Awal bulan Juli 2009, ketika sedang berkumpul di saung, kami dikagetkan oleh suara jeritan seorang perempuan. Seketika kami berhamburan keluar mencari sumber suara yang ternyata datang dari istri Pak Joni. Suaranya nyaring tertawa kadang menangis bergantian. Rambutnya terurai dengan wajah pucat dan mata melotot… Semua orang terlihat kecut dan berdoa sebisanya.

kamar Bu Joni

Kamar tempat Bu Joni kesurupan.

Di tengah jeritan dan amarahnya dia menyebut-nyebut nama saya. Saya kaget setengah mati..”Ndi Nico.. bocah ndlogdog bli weru sopan..” umpatan kasar dalam bahasa Cirebon yang artinya kurang lebih “Mana Nico.. anak kurang ajar tidak tahu sopan santun..” Saya tambah ciut dan lemas rasanya lutut ini..”Ari ana slametan bli ngajak- ngajak, nawarita apa..” (‘Kalau ada selametan ga ngajak-ngajak, sekedar menawari, kek.’). Kontan teman-teman dan orang yang sedang berkumpul menatap sinis ka arah saya. Dian yang saat itu memegang kaki Ibu Joni menyuruh saya untuk minta maaf, demikian juga Pak Joni yang terlihat gugup menyiapkan permintaan kopi pahit dan rokok Gudang Garam merah. Saya bingung harus minta maaf untuk apa?

pak Joni menunjukkan keris Bali

Pak Joni menunjukkan keris Bali.

Katanya, pada acara ulang tahun Aples, ketika memotong tumpeng dan makan bersama saya tidak ijin dan basa-basi menawarkan atau sekedar membuang sedikit nasi kuningnya ke pojok ruangan. Hal yang aneh.. Mana saya tau di pojok ada Mbah Buyut yang lagi nongkrong nunggu nasi kuning. Pak Hendra yang saat itu menggunakan baju koko dan topi kopiah memaksa saya untuk masuk ke kamar Pak Joni yang berantakan. Lampu yang tidak terlalu terang membuat suasana semakin ‘pas’. Di kamar saya lihat beberapa orang memegang tangan dan kaki Bu Joni. Saya langsung minta maaf dan Si Mbah Buyut penghuni pohon besar itu memperkenalkan diri sebagai Nyi Kesih. Sebelum pamitan beliau menenggak kopi panas dan menghisap rokok kretek dalam-dalam lalu pergi. Ibu Joni langsung jatuh pingsan..suasana kembali tenang.

pohon yang konon dihuni Mbah Buyut

Pohon yang konon dihuni Mbah Buyut.

Fenomena yang lucu tapi seram ini kerap kali terjadi di sekitar saung, dimana tempat petilasan itu terkenal angker. Yang aneh lagi, kok bisa arwah gentayangan itu kenal nama saya. Bagaimana itu bisa terjadi. Apa lagi permintaannya harus disediakan rokok dengan merk tertentu. Apa ada hubungan antara bagian promosi rokok kretek tersebut dengan alam gaib, saya sendiri tidak tahu.

4

Dua hari kemudian saya mengundang Pak Trisno, paranormal sekaligus juru masak kami yang handal. Kami panggil dia Mamah Ntis karena selain kemampuanya melihat hal-hal gaib, beliau juga jago tawar menawar sayuran di pasar. Masakannya tidak kalah enak dengan ibu-ibu PKK.

Sekitar pukul 23.30 malam Mamah Ntis datang dengan gayanya yang seram tapi penuh keibuan, menanyakan duduk permasalahannya kenapa Ibu Joni bisa kesurupan. Lho kok malah tanya..?

koleksi-keris-2

Dengan penuh keyakinan beliau duduk bersilah dan komat kamit layaknya dukun. Setelah satu jam beliau menjelaskan bahwa Ibu Joni kesurupan dan dirasuki salah satu penghuni pohon tua di belakang saung. Lalu beliau memberikan air putih yang sudah dicelup dengan tasbih batu. Betapa joroknya mengingat tasbih adalah alat hitung dengan jari. Tapi apa boleh buat demi kesembuhan sang istri, Pak Joni nurut saja. Saat mendekati tengah malam Mamah Ntis meminta saya mengeluarkan keris dari kamar saya. Keris itu sebenarnya peninggalan leluhur saya yang tidak pernah diurus. Kotor dan berdebu. Saya hanya menganggap bahwa keris itu sekedar barang antik milik leluhur selebihnya tidak ada. Teman-teman biasa menyebutnya Ki Buyut Metal.

5

Malam itu ada saya, Bulu, Agus Gemblung, Pak Achris, Momon, dan Dian yang menyaksikan Mamah Ntis berusaha membuat keris itu berdiri dan bergoyang-goyang. Saya meminta ijin dulu untuk mengabadikan kejadian ini karena takut salah dan takut kesurupan. Semerbak bau minyak nyong-nyong membuat perut rasanya mual. Ritual dan cerita-cerita gaib pun mengalir sampai pagi. Semua bertahan hingga pagi entah karena asyik atau karena mereka takut pulang.

6

Di Cirebon,paranormal banyak dijumpai di pinggiran kota. Dari kejadian di atas saya mencoba mencari-cari asal muasal dukun dan paranormal. Kata paranormal sendiri dalam Bahasa Inggris artinya kata sifat untuk menunjukan fenomena yang tidak bisa di jelaskan dengan hukum alam yang telah di ketahui oleh manusia. Sedangkan manusia yang mempunyai kemampuan bathin atau indera ke enam disebut psychic dan bisa siapa saja. Anak-anak remaja, atau mungkin juru masak seperti Mamah Ntis ini. Sedangkan dukun dalam Bahasa Arab di sebut kahin (tunggal) atau kuhan (jamak). Menurut Syaikh Al Fauzan perdukunan merupakan pengalaman mengetahui perkara gaib seperti halnya memberitahukan akan terjadi sesuatu di muka bumi dengan bersumber pada hal tertentu yaitu dengan mencuri kabar dari langit. Menurutnya, ketika itu jin mencuri kabar dari malaikat lalu dibisikkan pada telinga para dukun dan kemudian dia menambahkan dengan seratus kebohongan sehingga orang-orang menilai hal itu benar adanya.

Mungkin saja sang dukun berbohong agar dapat meyakinkan orang, tapi bagaimana dengan orang yang kesurupan sambil minum kopi panas dengan santainya tanpa takut lidahnya terbakar…

Ketika saya mencoba ke arah selatan kota Cirebon tepatnya di Desa Talun saya menemukan tempat ziarah bernama Cimandung. Hampir sama seperti di Kalijaga. Di sana terdapat monyet liar juga yang sepertinya agak kurang gaul karena letaknya di tepi hutan. Jadi terlihat lebih galak dan sulit didekati. Ada beberapa orang yang sedang workshop ilmu gaib, ada juga yang sedang bersemedi atau tirakat, beberapa orang hanya leyeh-leyeh dengan wajah datar. Terlihat mereka sedang berpuasa demi memohon keinginan. Saya mencoba mendekati kakek tua yang sedang merokok di warung. Kontan dia menyapa dengan akrab seperti sudah kenal ratusan tahun dan memperkenalkan dirinya sebagai Mbah Masduki.

7

Beliau menawarkan beberapa doa mujarab. Saya sulit bisa mendengar dan memaknai ucapannya karena kondisi gigi yang sudah habis apalagi beliau bicara sambil makan. Saya mencoba bertanya tapi faktor usia membuat pendengaran agak berkurang. Alhasil doa-doa mujarab pun lewat begitu saja. Iseng-iseng saya mencoba bertanya bagaimana cara memikat seorang gadis. Beliau tertawa karena hampir setiap pemuda menanyakan hal yang sama. Katanya itu ilmu paling gampang di jajaran ilmu sakti Cirebon.

8

Bahkan beliau mengaku punya beberapa, di antaranya ada yang berumur belasan tahun. Sungguh kasihan istri-istrinya. Semoga mereka mendapat hidayah agar bisa tahu bahwa di kota banyak pria ganteng yang masa depanya lebih cerah di banding kakek mesum ini. Kakek ini boleh disebut setengah dukun karena beliau bisa menyembuhkan beberapa penyakit kronis dari mulai asam urat, pijat sampai pelet. Memang pemandangan yang aneh, karena banyaknya tamu yang berwisata ziarah. Sepertinya hanya ada di Indonesia orang pergi wisata ke kuburan. Hanya sekedar duduk-duduk lalu bertemu Si Mbah setengah dukun beristri banyak itu.

9

Desa Tuk yang berada persis di perbatasan kota Cirebon juga mempunyai cerita unik. Dahulu kala pada pertengahan abad 14 ada tiga orang ksatria yang tengah mencari sumber mata air bagi warga desa yang saat itu tengah di landa kemarau panjang. Ketiga pemuda itu adalah Ki Matang Jimat, Ki Jaka Tawa, dan Ki Mancur Jaya. Di tengah perjalanan yang melelahkan serta dahaga yang luar biasa, ketiga ksatria itu duduk di sebatang pohon tumbang. Ketika pohon itu diangkat ternyata di bawah batang tadi terdapat rembesan air . Para pemuda itu berkeliling lalu menemukan sebuah tempat beristirahat pangeran Walangsungsang atau Mbah Kuwu Cirebon.Setelah mendapat wangsit dari sang empunya petilasan  maka sang ksatria pun mengetuk tanah basah itu. bunyi ’tuk’ kemudian menjadi asal muasal nama Desa Tuk sekarang. Dari situlah mengalir sumber mata air yang dapat menghidupi dan menyelamatkan warga desa. Pangeran Mancur Jaya mendapat amanat untuk menjaga sumber air tersebut dan menyarankan kepada setiap penduduk desa untuk membaca dua kalimat syahadat sebelum menggunakan air kramat itu. Hingga saat ini batang kayu masih tersimpan di dalam kolam mata air dan diangkat setiap tanggal 19 bulan maulud. Saat ini keturunan terakhir dari Pangeran Mancur Jaya adalah Raden Mas Suparja. Pengurus sekaligus paranormal handal di wilayah sekitar desa.

ada-mas-radenmas-raden-ada

Beliau mengobati berbagai macam penyakit dari mulai rematik, asam urat, ilmu pelet gendam, ingin awet muda, gampang cari jodoh, dan lain-lain. Barangkali anda berminat? Bisa menghubungi nomor telepon 08122140920. Konon anda bisa memiliki ketampanan dan kecantikan abadi, serta panjang umur seperti  Dinosaurus.

___
Foto: Nico Permadi dan Iskandar Abeng

About the author

Avatar

Nico-Permadi

Pernah aktif di Komunitas Gardu Unik dan pernah mengikuti workshop akumassa.

11 Comments

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.