Rencana Bingkaian Video akumassa Serang

Oleh / pada 13 Agustus 2010 / di Serang, Banten // 4 Komentar

Workshop akumassa di Kota Serang bersama Komunitas Sebumi menghasilkan beberapa bingkaian video, yaitu:

 

1.  Alun-alun

Alun-alun Barat

Alun-alun menjadi ruang massa yang baik bagi masyarakat Serang. Terbukti dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan di sana, terlebih di akhir minggu. Mulai dari pasar kaget, konser musik, senam pagi, latihan marching band, breakdance, hingga wisata kuliner ada di sana. Alun-alun Kota Serang terbagi menjadi dua bagian, yaitu Alun-alun Barat dan Alun-alun Timur. Di antara Alun-alun terdapat Monumen Perjuangan Masyarakat Banten yang dibuat pada 24 November 1980.

2.  TPSA Cilowong


Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Cilowong menjadi penampungan segala sampah masyarakat Serang dan sekitarnya. Pengolahan sampah di TPSA Cilowong memang masih menggunakan sistem open-dumping (pembuangan sampah terbuka), namun di sini sampah dikelola dengan lebih baik. Sampah yang sudah menahun diolah menjadi pupuk kompos dan limbahnya disaring hingga dapat digunakan untuk mengairi sawah di sekitar TPSA. Namun, saat ini pengelolaan sampah menjadi pupuk kompos sedang terhenti sementara, seperti yang diungkapkan para pekerja dalam percakapan santai mereka di waktu istirahat.

 

3.  Taman Sari


Taman sari merupakan nama suatu tempat di Kota Serang, di sana terdapat Tugu Pahlawan yang di kelilingi relief gambar perjuangan pahlawan Serang pada masa penjajahan. Tidak jauh dari sana terdapat Stasiun Kereta Api Serang sebagai jalur transportasi. Aktifitas massa yang terdapat di Taman Sari di antaranya transaksi jual-beli di pasar kaget pada pagi hari, pasar ikan pada siang hari dan ‘pasar bencong’ di malam hari. Aktifitas itu menjadi sebuah aplusan rutin di Taman Sari.

 

 

4.  Karangantu

Pelabuhan Karangantu merupakan salah satu situs bersejarah yang tergabung dalam Kompleks Obyek Wisata Banten Lama. Karangantu menjadi gerbang penjajah masuk ke Banten. Pelabuhan Karangantu juga memiliki Pasar Ikan yang menjadi tempat pertemuan nelayan dan para pemborong ikan maupun pembeli eceran.

 

 

5. Terminal Pakupatan


Terminal Pakupatan merupakan terminal antar kota dan  antar provinsi di Banten, yang berfungsi sejak tahun 1995. Pada tahun 2010 keadaan terminal pakupatan sangatlah buruk, dapat dilihat dari parahnya kerusakan jalan. Dengan potret fenomena seperti itu, salah satu media massa online sampai menyebutkan bahwa Terminal Pakupatan merupakan terminal terburuk di Pulau Jawa.

 

 

6.  Klenteng


Vihara Avalokitesvara merupakan klenteng tertua di Banten. Klenteng ini awalnya dibangun di Desa Dermayon (500 meter dari masjid ke arah selatan), dan dipindahkan pada 1774 ke lokasi klenteng saat yang ini berada di sebuah desa yang memiliki dua penyebutan, yakni desa Pamarican atau bisa juga disebut sebagai desa Pabean. Selain menjadi tempat beribadah umat Budha di Banten dan sekitarnya, klenteng ini juga punya cerita yang menakjubkan saat terjadi tragedy meletusnya Gunung Krakatau. Alkisah, para umat yang berlindung di dalam klenteng ini selamat dari bencana itu. Saat ini Klenteng Avalokitasvara sedang mengalami pemugaran setelah mengalami kebakaran pada Altar Utama satu tahun lalu.

 

 

7. Keraton Surosowan

Keraton Surosowan merupakan salah satu situs bersejarah di Serang. Keraton ini dibangun sekitar tahun  1522-1526, pada masa Sultan Maulana Hasanudin yang merupakan sultan pertama Banten. Pada malam Jum’at beberapa kalangan sering memanfaatkan Keraton Surosowan untuk melaksanakan pengajian dengan hanya diterangi lilin sebagai pencahayaan utama.

 

 

8. Paninjauan

Paninjauan merupakan salah satu objek wisata alam yang terletak di Gunung Sari, Serang. Dari ketinggian dataran di Paninjauan para pengunjung dapat menikmati indahnya pemandangan alam Gunung Sari. Selain itu, terlihat pula Rawa Danau yang terletak di bawahnya. Rawa Danau kini menjadi sumber pengairan industri-industri di Cilegon, yang dikelola oleh LSM Rekonvasi Bhumi melalui program DAS (Daerah Aliran Sungai) Cidanau.

 

9.  Kepandean

Kepandean memiliki sejarah pergantian fungsi yang cukup panjang. Awalnya lokasi ini menjadi kompleks kuburan Cina, sebelum akhirnya dipindahkan ke Sepang. Kemudian, lokasi bekas kuburan Cina tersebut difungsikan sebagai terminal, yang dikenal dengan Terminal Kepandean. Namun, tidak berjalan sesuai fungsinya. Terminal Kepandean kini justru berfungsi sebagai pasar tradisional pada pagi hari dan ‘diskotik dangdut’ pada malam harinya.

 

10.  Bioskop Pelita

Aktifitas di Bioskop pelita saat ini sudah tertelan oleh jaman, yang ada hanya tinggal kenangan bagi beberapa manusia yang pernah merasakan keberadaan Bioskop Pelita. Dahulu, bioskop ini sering menayangkan film-film tenar pada era orde baru. Saat ini yang tersisa tinggal sebuah bangunan kecil yang difungsikan sebagai tempat bermain bilyar yang bernama Pelita Billyard.


 

Be Sociable, Share!

Tentang Penulis

akumassa forum lenteng

Website: http://akumassa.org/

www.akumassa.org terbit didasari atas gagasan tentang jurnalisme warga, masyarakat khususnya pekerja kreatif muda (usia 20-30 tahun) yang dapat memanfaatkan teknologi modern dan internet global ini sebagai media informasi alternatif dan juga untuk melengkapi maupun memeriksa fakta-fakta yang diberitakan dalam media. Apa yang dikerjakan oleh Forum Lenteng selama ini, adalah sebuah usaha mengumpulkan narasi-narasi kecil tentang kota, Jakarta khususnya. Narasi-narasi yang dituturkan ’sendiri’ oleh masyarakatnya. Karena selama ini berita-berita yang diketahui oleh masyarakat berada pada kuasa media massa besar. Dengan gagasan tersebut di atas Forum Lenteng berinisiatif untuk membuat media massa alternatif berbasis jaringan internet dalam bentuk blog yang diaplikasikan ke dalam program dan ide akumassa. Isi dalam artikel-artikel yang terbit dalam www.akumassa.org berisi tentang kepingan-kepingan kecil akan sejarah dan peristiwa di tiap kota dampingan ataupun kota di luarnya.

4 Komentar pada "Rencana Bingkaian Video akumassa Serang"

  1. Papap 15 Agustus 2010 pukul 05:05 · Balas

    Waah..komprehensif sekali bingkaiannya. Untuk project pertama sih sudah merengkuh semua lah ya..dari pesisir utara sampai pegunungan selatan, dari aspek sejarah sampai budaya populer. Mantapz lah Sebumi.

  2. Muhammad Sibawaihi 15 Agustus 2010 pukul 22:40 · Balas

    Yepppzzz… sungguh menarik…
    tetap semangat kawan-kawan

  3. zein 22 Agustus 2010 pukul 02:08 · Balas

    wah asik euy udah ada akumassa serang..
    pengen ke paninjauan lagi lah..langsung dah ke anyer..hihihi..
    komunitas sebumi serangnya belah mana yak..??
    salam hangat dari teman2 komunitas juanda. :)

  4. AMPAS 27 Agustus 2010 pukul 19:18 · Balas

    terima kasih atas semuanya.
    tetapi kalau berita tentang Tpsa cilowong lebih baik dikaji ulang, kami dari Aliansi Msayarakat Peduli Sampah (AMPAS) sangat prihatin dengan adanya tpsa tersebut, karena bukan keuntungan tapi kerugian yang kami dapat, dimana sumber2 air yang ada diwilayah Tpsa tidak sehat lagi, warga terserang penyakit gatal2, tanaman padi warga tidak produktif lagi karena air yang mengaliri sawah berwarna kecoklatan. tolong tulislah tentang Tpsa cilowong dengan kajian2 yang benar dan akurat.

    kami bertanya pada akumassa bagaimana kalau TPSA itu kami pindahkan dilingkungan anda…………..???

    pesan Kami :
    demi masa depan yang sehat untuk generasi kami lebih baik TPSA ditutup. (AMPAS)

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung – Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org



© Agustus 2008 - 2010 ( akumassa )

// Forum Lenteng // Jurnal Footage // Dongeng Rangkas // Naga // Radio akumassa //