Oleh Dolly Indra | Pada Minggu, 25 Juli 2010
* * *

Makam Ki Tuan Syarif Penancangan atau yang lebih dikenal masyarakat dengan nama Makam Stadion Maulana Yusuf, merupakan salah satu pemakaman umum yang berada tepat di sebelah utara wilayah Penancangan, Serang dengan luas sekitar 1 (satu) hektar.

Pintu masuk Komplek Pemakaman Stadion Maulana Yusuf

Pintu masuk Komplek Pemakaman Stadion Maulana Yusuf

Pemakaman ini merupakan peninggalan dari Syarif atau biasa dikenal sebagai Ayip yang merupakah salah satu tokoh Banten yang terkenal pada masanya. Sehingga tidaklah mengherankan jika banyak tokoh-tokoh Banten yang cukup terkenal dimakamkan di Komplek Pemakaman Stadion Maulana Yusuf, seperti Syarif Rubi salah satu Bupati Bogor, Eyang Kijakrana salah satu jaksa yang hidup pada masa kesultanan Banten, Patigula Geseng yang menurut cerita merupakan panglima dari Sultan Banten dan dikenal sebagai panglima yang paling galak pada masa itu.

Makam Ki Tuan Syarif

Makam Ki Tuan Syarif Penancangan

Selain itu di Komplek Pemakaman Stadion Maulana Yusuf ini tedapat beberapa makam yang keberadaannya belum diketahui tapi diyakini dimakamkan di Komplek Pemakaman Stadion Maulana Yusuf seperti Tubagus Jaed, Eyang Ali, dan Eyang Sembaga. Ketiga tokoh ini merupakan sesepuh Banten yang sangat fenomenal dan terkenal di lingkungan masyarakat Banten sendiri. Kemudian terdapat dua makam tokoh perempuan Banten yang masih merupakan keturunan Kesultanan Banten, yaitu Ratu Gede Syarifah dan Dewi Arum yang terletak tepat di belakang pemakaman atau berdekatan dengan makam Eyang Kijakrana.

Salah satu makam yang tidak

Salah satu makam yang tidak diketahui identitasnya (terdapat di luar komplek pemakaman)

Dari banyaknya tokoh dan sesepuh yang dimakamkan di Komplek Pemakaman ini, berkembanglah kepercayaan di lingkungan masyarakat Banten yang meyakini bahwa Komplek Pemakaman Stadion Maulana Yusuf sebagai pemakaman kramat, sehingga acap kali Komplek Pemakaman ini menjadi salah satu tempat masyarakat Banten meminta petunjuk pada saat menginginkan sesuatu.

Salah satu masyarakat yang telah lama tinggal di Komplek Pemakaman ini adalah Pak Apen, warga Ciomas yang telah lama meninggalkan keluarganya hanya untuk mencari ilmu di makam ini. Pak Apen datang ke pemakaman ini bermula dari mimpinya yang memberikan petunjuk agar dia dapat berguru di Komplek Pemakaman ini. Menurutnya tidak hanya manusia yang berguru ke Komplek Pemakaman ini, tetapi ‘bangsa lain’ (mahluk halus) juga turut serta. Sehingga pada saat kita memasuki komplek pemakaman ini kita dapat merasakan situasi yang sangat berbeda, mungkin karena dominannya unsur mistis yang terpancar dari Komplek Pemakaman Stadion Maulana Yusuf. Karena itu Pak Apen pun memberikan saran kepada pengunjung yang ingin berziarah ke Komplek Pemakaman ini agar tidak berbicara dan bertingkah laku sembarangan selama berada di wilayah Komplek Pemakaman ini karena akan langsung terkena akibatnya ketika seseorang berkelakuan atau pun berbicara sembarangan dan tidak sopan.

Kandungan mistis yang diyakini masyarakat ini kemudian memunculkan banyak cerita tentang keganjilan-keganjilan yang tidak lazim, seperti banyaknya kecelakaan tanpa sebab ketika si pengendara motor menampakkan arogansinya pada saat mengendarai motor. Sampai-sampai ada tembok pemakaman yang bolong akibat dari banyaknya kecelakaan yang terjadi di sana. Biasanya kecelakaan itu akan berakibat pada patah tulang, luka parah bahkan kematian.

Dinding yang rusak karena banyak terjadi kecelakaan

Dinding yang rusak karena banyak terjadi kecelakaan

Dinding yang

Dinding yang rusak karena banyak terjadi kecelakaan

Menurut salah satu pengendara motor yang  pernah mengalami kecelakaan di sana, ia merasa ada hawa gaib sehingga ia tidak bisa mengendalikan kendaraannya. Ada pula salah satu cerita dahulu yang beredar di masyarakat mengenai kemistisan Komplek Pemakaman ini. Alkisah ada pesawat yang tidak dapat bergerak kemana-mana, pesawat itu tidak bisa terbang ke luar Komplek Pemakaman, padahal pilot pesawat tersebut telah berusaha untuk mengendalikan pesawatnya.

Berbagai cerita yang disampaikan dari berbagai sumber tersebut menyimpulkan bahwa pada dasarnya kita sebagai manusia harus bisa membawa diri dan tidak sembarangan dalam bertindak, karena bagaimana pun Tuhan menciptakan manusia dengan akal dan hati nurani sehingga seharusnya tidak ada istilah manusia lain lebih baik dari manusia lainnya.

Terlepas dari nilai mistis yang terkandung dari Komplek Pemakaman Stadion Maulana Yusuf tidak selayaknya pula manusia mengkultuskan Komplek Pemakaman sebagai tempat selayaknya Tuhan yang bisa memberikan semua keinginan manusia tanpa melakukan usaha apa pun.

Your email:

 

4 pembaca suka artikel ini.
Bagi dan Sebarkan:
  • PDF
  • Print
  • email
  • RSS
  • Facebook
  • MySpace
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Ping.fm
  • Digg
  • Reddit
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Tumblr

Tak ada artikel terkait.


Anda dapat meninggalkan respon, atau jejak balik dari situs anda.

Komentar (4)

 

  1. nuril mengatakan:

    semoga tulisan2 yang ada ini dapat menjadi sebuah hal yang dapat bahan referensi bagi kita semua yang akan mencoba mengetahui serang, kami disini masih sangat membutuhkan kritik, saran serta pengajaran dalam berbagai hal baik itu tulisan,vidio dsb.
    terimakasih atas sambutannya.

  2. Dolly Indra mengatakan:

    Mansyur zikri:Terima kasih, senang rasanya bergabung di akumassa, tapi saya masih harus banyak belajar dari mas yang satu ini…
    Pak Jaiz : Masih inget Pak, justru itu menurut saya cerita yang beredar itu sangat menarik dan unik.
    Iya pak laen kali saya akan buat cerita lain tentang Banten yang lebih seruuu, terima kasih atas sarannya.

  3. Emjaiz mengatakan:

    hehe..cerita-2 gini nih yang mengundang stereotype bahwa orang Banten percaya hal-2 mistik, ’sakti’, mengeramatkan kuburan..dll…[masih inget sm kuliah psikologi komunikasi kita Dol?]

    But it’s OK.. sah-sah aja ya..ini kan sekedar menunjukkan bahwa daerah kita kaya dengan khazanah-2 unik…

    Next time Si Dolly bikin yg rada ‘Urban Legend’ aja Dol tentang Banten..misalnya tentang cerita “Penunggang Kuda Putih dari Kampung Pegantungan’..cerita “Misteri Kaujon Kali Mati’…”Penunggu Lantai 3Gedung B Untirta’ dll..

  4. manshurzikri mengatakan:

    Selamat dataaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang Komunitas Sebumi, selamat bergabung di akumassa!!!!!!!

    tulisannya bagus, mengandung cerita yang beredar di masyarakat.

    akumassa abiiiissss!!!!!!

    lanjut, Gan!
    :)

Tinggalkan pesan balasan

ACARA

PESAN

Tentang Perubahan Iklim Dunia

Kami mengajak kawan-kawan komunitas untuk berpartisipasi dalam melakukan gerakan kesadaran terhadap perubahan iklim ini. Komunitas-komunitas merupakan yang paling terdepan dan secara langsung menghadapi perubahan yang dialami oleh masyarakat. Jadi, mulailah kita berubah dari kebiasaan yang merusak lingkungan. Kita pasti bisa menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan bumi yang sudah semakin panas ini.

  • Forum Lenteng Channel on Youtube

PROMOSI

  • Sinau Art Course

POTRET

ARTIKEL ACAK

      Pameran Video akumassa: Pertama di Blora

      (Randublatung - Blora, Jawa Tengah)

      keramaian-massa-6
      Setelah melalui proses kerja sebulan penuh bahkan lebih, akhirnya pameran untuk program akumassa di Randublatung–Kabupaten Blora diadakan. Acara ini bertempat di markas Anak Seribupulau di Jalan Onggososro No. 20 RT.05/RW.02 Randublatung–Kabupaten Bl ...

      (Ada 16 komentar pada artikel ini)

      Perayaan Imlek di Sekolah Putra Nirmala

      (Cirebon, Jawa Barat)

      Perayaan Imlek di Sekolah
      Pada tanggal 14 Februari 2010  masyarakat keturunan Tiong Hoa merayakan Tahun Baru Cina atau Imlek ke-2561. Di Cirebon masyarakat merayakannya dengan berbagai acara... Dan ini adalah salah satu kegiatan Imlek yang di dakan di sebuah sekolah yang mana ...

      (Ada 0 komentar pada artikel ini)

      Sisakan Satu Pohon Saja

      (Randublatung - Blora, Jawa Tengah)

      Blora
      SELAMATKAN BUMI ! Itu seharusnya yang harus didengar dan kita lakukan, kerusakan alam yang telah terjadi di negeri ini bukanlah hal yang baru kita lihat. Penjarahan besar-besaran yang dimulai sejak dahulu, bahkan sebelum lengsernya Rezim Orde Baru da ...

      (Ada 4 komentar pada artikel ini)

      Melihat Lebak Sekarang

      (Rangkasbitung - Lebak, Banten)

      rumah sakit Misi, rangkasbitung
      14 Desember 2008 Melanjutkan di hari sebelumnya, dimulai pukul satu siang, kesepakatan telah dimulai. Untuk membuat jadwal pertemuan kami, misal dalam waktu kumpul untuk berdikusi tentang riset yang telah didapat. Dihari ini riset antara saya sebagai ...

      (Ada 0 komentar pada artikel ini)

      Rakit Ciujung

      (Rangkasbitung - Lebak, Banten)

      diskusi lebak
      Beberapa lokasi di Rangkasbitung mulai menarik perhatian kami untuk beranjak membicarakan ide karya Aku Massa. Alun-alun, Pasar Rangkasbitung (tradisional dan subuh), Sungai Ciujung dan Ciberang, Jalan Multatuli, Kampung Muara, Komplek Pendidikan (pe ...

      (Ada 0 komentar pada artikel ini)

      Kitarung Underground (KUG)

      (Rangkasbitung - Lebak, Banten)

      Pamflet konser Iron KUG tahun 2005
      23 Januari 2009 [caption id="attachment_970" align="alignnone" width="300" caption="Pamflet konser Iron KUG tahun 2005 "][/caption] “Beng…, rek moal ngarental Band?” (Beng, mau ngerental band nggak?). Begitulah kalimat yang sering diucapkan temanku T ...

      (Ada 11 komentar pada artikel ini)

STATISTIK

    • Artikel:  387
    • Komentar:  2,185
    • Halaman:  13
  • KUNJUNGAN

    Saat ini: 60

    Total: 80265

  • www.akumassa.org adalah media informasi komunitas yang digagas oleh Forum Lenteng Jakarta
    untuk merekam informasi tentang persoalan lokal dalam konteks sejarah dan kekinian yang diproduksi oleh komunitas.

    FB | TWEET
    RSS | Kontak | Jaringan | Forum Lenteng | Jurnal Footage | DariVisual | Context Creative Media