Oleh Mira Febri Mellya | Pada Selasa, 27 Juli 2010
* * *

Sudah tiga hari ini aku berada di Kota Serang untuk keperluan program akumassa Serang. Seperti pendatang pada umumnya aku merasa terpanggil untuk berjalan-jalan dan mengenal Serang lebih dekat lagi. Walaupun sebenarnya kota ini tak begitu jauh dan berbeda dari tempat tinggalku di Tangerang Selatan.

Beberapa tempat sudah aku datangi lewat jalan-jalan iseng bersama teman-teman Komunitas Sebumi yang menjadi komunitas dampingan akumassa Serang. Salah satu tempat yang aku datangi adalah alun-alun Kota Serang. Kebetulan saat aku berkunjung ke sana pada 25 Juli 2010 lalu, Pemerintah Provinsi Serang sedang memberlakukan jam Car Free Day (Hari Bebas Kendaraan Bermotor) di sekitar alun-alun yang berada di Jalan Ahmad Yani. Jalan tersebut merupakan jalan protokol Kota Serang.

Ini merupakan Car Free Day yang ke empat kalinya di Kota Serang. Pada jadwal yang aku lihat di sebuah website sebelum acara ini dilangsungkan, Car Free Day ini akan diberlakukan dari pukul 6-10 pagi. Namun, pada pelaksanaannya Car Free Day tersebut hanya dilaksanakan hingga pukul 8 pagi. Karena lahan parkir yang tersedia tidak cukup lagi untuk menampung kendaraan-kendaraan masyarakat yang ingin ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan Car Free Day.

Setelah menaiki becak dari Sempu hingga memasuki wilayah sekitar alun-alun, aku lalu meneruskannya dengan berjalan kaki. Bersama para pejalan kaki lainnya, aku membaur menikmati jalan yang lengang tanpa kendaraan bermotor menuju alun-alun. Tiba-tiba sebuah pemandangan memunculkan rasa penasaranku. Beberapa warga berkendaraan bermotor mengerumuni seorang polisi penjaga lalu lintas yang bertugas menutup ruas jalan, maka aku pun mendataginya.

Beberapa warga

Beberapa warga yang protes mengenai pemberlakuan Car Free Day

Dari polisi yang seragamnya bertuliskan A. Adi A. tersebut, aku mengetahui bahwa para warga itu memaksa untuk dapat melintas di ruas jalan yang sedang diberlakukan Car Free Day tersebut. Pak Adi mengaku untuk pelaksanaan Car Free Day kali ini memang sosialisasi terhadap warga kurang dilakukan sebelumnya, karena itu banyak protes yang dilontarkan warga terhadap aparat keamanan. Padahal menurut Pak Adi, jalan alternatif selama diberlakukannya Car Free Day bisa diakses tanpa harus mengganggu jalannya Car Free Day.

“Ini jalan ditutup Pak, kan udah ditulis di sebelah sana itu kalau pagi ini diberlakukan Car Free Day,” jelas Pak Polisi berkali-kali untuk meredam protes warga yang memaksa menggunakan ruas jalan tersebut.

Namun, terlepas dari protes beberapa warga tersebut pelaksanaan Car Free Day cukup berjalan lancar. Banyak warga Serang yang memanfaatkan jalanan tanpa kendaraan bermotor itu sebgai jogging track, tempat freestyle sepeda, bermain bola, dan untuk sekedar berjalan pagi menikmati Kota Serang.

Beberapa warga memanfaatkan jalan lengang untuk berolahraga

Beberapa warga memanfaatkan jalan lengang untuk berolahraga

Alun-alun timur

Alun-alun timur

Alun-alun Kota Serang terdiri dari dua bagian, alun-alun timur dan alun-alun barat. Alun-alun timur dimeriahkan dengan pasar kaget yang terdiri dari para pedagang kaki lima. Seperti sebuah acara pada umumnya, Car Free Day ini juga menjadi lahan para pedagang kaki lima untuk menambah penghasilan mereka. Pasar kaget yang memang selalu hadir setiap hari minggu di alun-alun timur tersebut menjadi beberapa kali lipat lebih ramai karena diberlakukannya Car Free Day.

Pasar kaget di alun-alun timur

Pasar kaget di alun-alun timur

Mall Serang

Mal Serang

Tidak seperti Jakarta, di Serang para muda-mudi lebih memilih nongkrong dan menggunakan alun-alun sebagai ruang publik. Padahal di seberang alun-alun timur, terdapat salah satu mal besar di Kota Serang, bernama Mal Serang.

Menurut beberapa temanku di Komunitas Sebumi, Car Free Day kali ini tidak semeriah pada pelaksanaannya pertama kali. Saat itu Polisi dibantu Rekonvasi Bhumi (Sebuah Komunitas Pemerhati Lingkungan di Serang) mengadakan sosialisasi sebelum pelaksanaan Car Free Day tersebut selama 3 bulan. Pada saat acaranya berlangsung pun, Car Free Day pertama Serang dimeriahkan dengan acara musik, bazaar, menanam pohon bersama dan acara lainnya. Karena itu, kemeriahannya lebih terasa dibandingkan Car Free Day ke empat ini.

Senang rasanya Car Free Day sudah mulai diberlakukan di beberapa kota lain selain Jakarta. Rencananya Car Free Day Serang akan diberlakukan setiap bulan di minggu ke tiga. Semoga saja Car Free Day bisa mencapai tujuan yang sebenarnya, yaitu mengurangi polusi udara dan menghambat pemanasan global. Bukan hanya pengalihan jalan seperti yang sudah-sudah dan berujung kepada macet serta tumpukan sampah setelah acara berlangsung.

Foto oleh: Sammy

Your email:

 

5 pembaca suka artikel ini.
Bagi dan Sebarkan:
  • PDF
  • Print
  • email
  • RSS
  • Facebook
  • MySpace
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Ping.fm
  • Digg
  • Reddit
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Tumblr

Artikel terkait:

  1.           Rencana Bingkaian Video akumassa Serang
  2.           Pemutaran Video akumassa Serang
  3.           17 Agustus di Alun-alun Kota Serang
  4.           Workshop Video: Pemuda-Pemudi Kompleks UNTIRTA, Serang
  5.           Profil Partisipan akumassa Serang
Anda dapat meninggalkan respon, atau jejak balik dari situs anda.

Komentar (6)

 

  1. Emjaiz mengatakan:

    Sorry..menurut saya… kalo gak keburu diantisipasi, maksud saya bila pembangunan fisiknya tak terkendali..Serang akan menjadi kota tak berwajah..gak ada ‘tetenger’-nya lagi..cuma jadi deretan ruko tak bernyawa..Komunitas Sebumi yg diasuh Forum Lenteng akan coba menjadi ‘watch dog’ untuk itu…yakin!

  2. Emjaiz mengatakan:

    Sorry..menurut ssya… kalo gak keburu diantisipasi, maksud saya bila pembangunan fisiknya tak terkendali..Serang akan menjadi kota tak berwajah..gak ada ‘tetenger’-nya lagi..cuma jadi deretan ruko tak bernyawa..Komunitas Sebumi yg diasuh Forum Lenteng akan coba menjadi ‘watch dog’ untuk itu…yakin!

  3. radit tea mengatakan:

    semoga serang menjadi kota yang lebih baik lagi. seperti pada masa kejayaannya dahulu.karena serang memiliki banyak peninggalan sejarah.

  4. Sussa Sukka sukka mengatakan:

    serang indah bukannnn :D

  5. temysuhuda mengatakan:

    Sebagai warga serang, sy sangat mendukung kegiatan Car Free Day ini, tp memang sebaiknya sosialisasinya ke masyarakat lebih gencar lagi, agar tdk lagi ada kendaraan yg ngotot melintas dijalur Car Free Day karena merasa tdk ada pemberitahuan sebelumnya…..btw thx Mere….Nice Text, Nice Pictures…..

  6. otty widasari mengatakan:

    Serang adalah kota yang paling meninggalkan kesan mendalam buat gue. gue sempat tinggal di kota ini selama sekitar 4 tahun, dan menghabiskan masa kecil menuju remaja gue di sini. saat itu Serang terasa begitu indah dan jauh dari gambaran hiruk pikuk sebuah kota yang terus tergerus arus industri. namun keadaannya saat ini sangat jauh berbeda. apakah acara ‘car free day’ yang direncanakan akan dilangsungkan setiap bulannya ini akan mengembalikan suasana indah, nyaman dan tak berpolusi seperti sedia kala? gue rindu masa-masa itu di Kota Serang.

Tinggalkan pesan balasan

ACARA

PESAN

Tentang Perubahan Iklim Dunia

Kami mengajak kawan-kawan komunitas untuk berpartisipasi dalam melakukan gerakan kesadaran terhadap perubahan iklim ini. Komunitas-komunitas merupakan yang paling terdepan dan secara langsung menghadapi perubahan yang dialami oleh masyarakat. Jadi, mulailah kita berubah dari kebiasaan yang merusak lingkungan. Kita pasti bisa menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan bumi yang sudah semakin panas ini.

  • Forum Lenteng Channel on Youtube

PROMOSI

  • Sinau Art Course

POTRET

ARTIKEL ACAK

      Gas Tiga Kilo

      (Rangkasbitung - Lebak, Banten)

      lorong masuk Saidjahforum
      Ruang yang aku tempati sedikit cahaya. Terlihat di balik celah pohon bambu, awan hitam berjalan pelan dari arah barat kota. Gelaplah cuaca, seketika berubah menjadi siklus sedang. Tidak lama butir-butir air yang halus berjatuhan dari langit menambah ...

      (Ada 2 komentar pada artikel ini)

      Musik Cepat dan Gairahnya Anak Muda

      (Randublatung - Blora, Jawa Tengah)

      anak-anak punk Blora
      Musik adalah bahasa universal yang bisa dinikmati oleh semua orang, dari yang muda hingga yang tua. Musik juga menjadi media pelepasan hasrat bagi yang dilanda kasmaran maupun yang sedang patah hati. Selain  berfungsi sebagai penghibur orang yang sed ...

      (Ada 8 komentar pada artikel ini)

      “Iye arek digusur“ (Ini mau gusur)

      (Rangkasbitung - Lebak, Banten)

      jalan kitarung
      “Iye arek digusur“ (Ini mau gusur) Hah! “Ceunamah tahun dua rebu salapan - sapuluh”. (katanya sih tahun 2009 - 2010) “ imah-imah arek diratakeun”. (Rumah semua akan diratakan) “imahna si Dableng geh kan di sisi jalan”, (si Dableng juga rumahnya kan d ...

      (Ada 2 komentar pada artikel ini)

      Bisnis Video Baralek Sambil Kuliah

      (Padang Panjang, Sumatera Barat)

      Baralek
      1 Februari 2009 Saya mengenal kamera sejak duduk di bangku SMP 1 Padang. Meski tidak menguasai teknis dan teorinya, secara awam saya tahu bahwa kamera itu ada dua, kamera foto dan video. Sebelumnya tidak ada bayangan mau kemana saya setelah lulus SMA ...

      (Ada 16 komentar pada artikel ini)

      Rencana Bingkaian Akumassa Blora

      (Randublatung - Blora, Jawa Tengah)

      sapi
      1. Sapi Menjaga dan merawatmu seperti anak sendiri, terkadang aku juga memecut kalian. Itu semua aku lakukan karena sayang padamu. Budaya kesapian sudah ada sejak zaman nabi , ada agama yang menganggapnya sebagai hewan suci. Bahkan dalam Al-Qur’an te ...

      (Ada 8 komentar pada artikel ini)

      Akhirnya Datang Juga

      (Padang Panjang, Sumatera Barat)

      Rapat kesepakatan jadwal
      Padangpanjang, 25 Januari 2009 Jumat, 23 Januari 2009 warnet Om Wawan yang bersebelahan dengan gerbang STSI Padangpanjang penuh dengan ributnya anak-anak Sarueh yang lagi chating dengan mbak Otty yang akan datang besoknya ke kota hujan ini. Diantara ...

      (Ada 3 komentar pada artikel ini)

STATISTIK

    • Artikel:  387
    • Komentar:  2,185
    • Halaman:  13
  • KUNJUNGAN

    Saat ini: 54

    Total: 80264

  • www.akumassa.org adalah media informasi komunitas yang digagas oleh Forum Lenteng Jakarta
    untuk merekam informasi tentang persoalan lokal dalam konteks sejarah dan kekinian yang diproduksi oleh komunitas.

    FB | TWEET
    RSS | Kontak | Jaringan | Forum Lenteng | Jurnal Footage | DariVisual | Context Creative Media