Masberto

Oleh / pada 3 Agustus 2010 / di Randublatung - Blora, Jawa Tengah // 7 Komentar

Masberto merupakan sebuah grup band dari Blora yang beraliran Anarcho Punk. Grup band ini berbeda dari mayoritas grup band lainnya, karena Masberto tidak mementingkan suatu popularitas tetapi memikirkan bagaimana caranya musik dapat menjadi media untuk melawan suatu penindasan, intimidasi, ketidakadilan, korupsi dan hal-hal negatif lain yang terjadi di negeri yang kaya raya ini. Karena seharusnya tanpa hal-hal itu kehidupan rakyat bisa lebih makmur dan ke luar dari garis kemiskinan.


Masberto terdiri dari lima orang personil, yaitu Wilu (vocal), Didik (drum) Momok (bass), Edy (guitar) dan aku sendiri Yoga (guitar/melody & Backing vocal).

Waktu demi waktu terus berjalan, dan setiap orang pasti memikirkan masa depan mereka. Begitu juga yang terjadi pada para personil Masberto. Sebagian dari kami merasa sudah waktunya memikirkan hidup sendiri-sendiri. Pernikahan mungkin menjadi suatu penyebab kegagalan dari apa yang kita harapkan bersama, yaitu Masberto dapat maju dan terus bersinar. Di antara kami ada yang menjadi kaum pekerja untuk menghidupi istrinya. Oleh karena itu sekitar setengah tahun kami vacum bermain musik dan jarang berkumpul  untuk membicarakan kelangsungan Masberto.

Walaupun begitu, semangat yang ada di jiwaku tidak goyang sedikit pun. Dalam kesendirianku, aku berpikir bagaimana caranya agar Masberto yang telah dikenal, walaupun hanya lingkup kecamatan, tidak berakhir hanya karena persoalan materi yang telah menghantuiku. Aku pun berdiri dari tempat duduk dan berjalan mengambil gitar yang mulai dihiasi debu di atasnya. Sambil termenung melihat kondisi yang terjadi di negeri ini, tidak sengaja satu dua lagu telah tercipta olehku.

Masberto saat tampil di Blora

Masberto saat tampil mengisi sebuah acara lokal di Blora

Saat ada waktu luang di tengah-tengah kesibukan pada waktu workshop akumassa di Randublatung, aku juga sempat mengajak kawan-kawan untuk bermain musik dengan sebuah gitar, kentrung, gelas, botol dan sebuah alat perekam, yang membuat sebuah konsep musik menjadi berbeda. Kami merekam lagu yang berjudul Kabar Kepada Kawan.

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Kabar Kepada Kawan berisi ajakan kepada kawan-kawan untuk mengabarkan sebuah penolakan ketidakadilan di negeri ini. Diawali dari ‘kegerahan’ kami melihat keadaan di negeri ini bahwa yang kuasa selalu berkuasa dan yang lemah selalu mendapatkan ketidakadilan. Lewat lagu Kabar Kepada Kawan, kami menaruh sebuah harapan agar penindasan dan ketidakadilan terhapus dari bumi pertiwi.

Selain lagu Kabar Kepada Kawan, kami juga menciptakan beberapa lagu lainnya, di antaranya Sisakan Satu Pohon Saja, dan Jalanan. Walaupun dengan alat serderhana dan kemampuan yang juga ‘sederhana’, tapi lewat lagu-lagu itu kami berharap dapat menyalurkan aspirasi kami kepada massa.

 

Mungkin di hari nanti lagu ini akan bermanfaat, terutama ketika para personil Masberto kumpul bersama lagi dengan semangat kebersaman. Terima kasih untuk kawanku Wilu, Ronggot, Didin, Abun, dan kawan-kawan lainnya yang telah mau mendengarkan lagu ini.

 

Be Sociable, Share!

Tentang Penulis

Septian Triyoga

Dilahirkan di Blora pada tanggal 20 September 1990. Ia menyelesaikan pendidikannya di SMK Katolik ST. Louis, Randublatung. Sekarang ia sibuk dalam kegiatan di Komunitas Anak Seribu Pulau.

7 Komentar pada "Masberto"

  1. mirzajakasuryana 4 Agustus 2010 pukul 05:31 · Balas

    Saya kurang mengerti apa yang ingin disampaikan. Tulisan ini tidak memuat detail. Kalo bicara soal ketidakadilan, ketidakadilan seperti apa? Lalu aliran musik anarcho punk itu spt apa? Beda dgn genre punk yg lain?

  2. kikie pea 4 Agustus 2010 pukul 09:42 · Balas

    rock on mas ber!!!

  3. yg 5 Agustus 2010 pukul 14:11 · Balas

    saya juga tak mengerti apa yang anda pertannyakan?
    klo masalah ketidak adilan seh banyak yang terjadi negri ini? contoh kecil pendidikan sekolah yang ada,,,, hanya manusia beruang saja yang bisa sekolah,, banyak anak2 daerah hutan yang tidak sekolah,,, hanya karena orang tuannya tidak bisa membiayai anak untuk sekolah. semua hanya bisa dengan bahasa uang.. bahkan apabila kita punya uang banyak kita bisa membeli pekerjaan yang kita inginkan. apa ini yang di sebut keadilan???keadilan buat rakyat yang hidupnya dengan penuh harapan?

    Anarko-punk adalah bagian dari gerakan punk yang dilakukan baik oleh kelompok, band, maupun individu-individu yang secara khusus menyebarkan ide-ide Anarkisme. Dengan kata lain, Anarko-punk adalah sebuah sub-budaya yang menggabungkan musik punk dan gerakan politik Anarkisme. Tidak semua punk diiidentikkan dengan anarkisme. Namun, anarkisme memiliki peran yang signifikan dalam punk. Begitu juga sebaliknya, punk memberikan pengaruh yang besar pada wajah dunia anarkisme kontemporer.
    makasih

  4. Hafiz 5 Agustus 2010 pukul 22:13 · Balas

    Halo Yoga, jawabanmu pada pertanyaan Jaka mestinya kamu tuliskan dalam tulisanmu. Menuliskan sesuatu sebaiknya memang ada data-data yang “bisa dipertanggungjawabkan” secara fakta.
    Memang kemiskinan bisa dilihat dimana-mana. Bukan hanya di sana, di sini juga. Ada banyak kemiskinan itu. Dalam membangun kesadaran tentang pentingnya kita melawan kemiskinan yang kita maksud perlu sasarannya dalam tulisan.
    Ayo menulis lagi Yoga…kamu pasti jadi penulis yang handal.

    Kapan-kapan kamu ke Jakarta ya…

    salam Hafiz

  5. mirzajakasuryana 6 Agustus 2010 pukul 04:58 · Balas

    Betul! Saya sepakat dgn hafiz! Jawabanmu atas pertanyaan lbh bisa menjelaskan, meski blm semuanya. Yg mau saya bilang: Pertama musik adalah bahasa universal. Kedua apa hubungan musik dgn masalah lokal, terutama di randublatung, itu yang blm terpaparkan.ketiga, ketika pun musik punya peran dlm menyuarakan suara lokal, kenapa memilih punk, lebih khusus lg anarcho punk? Bagaimanapun punk merupakan subkultur modern (barat). Akan menarik, barangkali, bicara soal pilihan gerakan,krn itu akan memperkaya perspektif dan signifikansi anarcho punk di randublatung.

  6. anarko 14 Agustus 2010 pukul 13:41 · Balas

    kok anarko punk toh mas aliran musiknya?
    wah gpp lah tetap semangath

  7. iwan seken 13 November 2011 pukul 15:58 · Balas

    ketidak adilan iya datang dari sudut pandang atau persepsi kalian masing masing…

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung – Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org



© Agustus 2008 - 2010 ( akumassa )

// Forum Lenteng // Jurnal Footage // Dongeng Rangkas // Naga // Radio akumassa //