Oleh akumassa | Pada Minggu, 1 November 2009
* * *

- Ini yang interiornya beda ama KRDI yang laen ya?

- Yang kursinya berhadap-hadapan kayak gerbong kereta biasa?!

- Cepu itu Kabupaten Blora, makanya dikasih nama Blora Jaya Ekspres…..
lagipula Stasiun Blora-nya sendiri sekarang sudah menjadi stasiun mati.

- Sayang, coba kalau Stasiun Blora masih hidup pasti tujuan akhirnya stasiun Blora.
-  Pengen nyobain jadinya……..

- Sebenarnya orang-orang PT KA bisa ngerawat dengan sebaik-baiknya, tapi justru penggunanya yang gak bisa ngerawat, hasilnya ya kaca pecah dan KA jadi kotor.

- Blora jaya ekspress? Bukannya ini Pandanwangi?

- Ini KA Baru mas, jurusan Semarang - Cepu

- Mudah-mudahan awet ya!

- Keren, Mantap!

- Striping nya lebih galak kelihatannya daripada KRDI yg lain

- Relasi SMC-Cepu PP pengganti Cepu odong-odong

- Nih sepur nama baptisnya Blora Jaya. Kabarnya ada toiletnya ya? Yuk, kita coba bareng-bareng

1

Itulah beberapa komentar masyarakat mengenai Kereta Rel Diesel Indonesia (KRDI) Blora Jaya Express jurusan Semarang-Cepu-Bojonegoro di berbagai situs. Perjalanan saya menuju Kecamatan Randublatung yang terletak di Kabupaten Blora kali ini menggunakan jasa kereta api. Tidak ada kereta api langsung dari Jakarta, maka saya menggunakan jasa Kereta Sembrani jurusan Surabaya dan turun di stasiun Cepu, kemudian balik arah lagi ke Semarang menuju Randublatung.

interior Sembrani

interior Sembrani

Kereta Sembrani

Kereta Sembrani

Sesuai kelasnya, Kereta Sembrani lumayan nyaman dengan waktu keberangkatan dan tiba sesuai dengan yang tertulis di tiket kereta yaitu berangkat pukul 18.30 WIB dan tiba pukul 04.30 WIB. Karena terlalu nyaman, Pak Farid orang yang duduk disebelah saya yang kira-kira berusia 60 tahun rela pulang pergi Cepu-Jakarta-Cepu hanya untuk melihat cucunya yang tinggal di Jakarta. Ia berangkat dari Cepu hari Kamis malam dan kembali ke Cepu Jum’at keesokan harinya di kereta dan gerbong yang sama. “kenapa nggak sampai 3 hari atau seminggu pak di Jakartanya? Tanya saya. “Wah, saya sudah biasa pulang pergi seperti ini kok!” Jawabnya datar.

6

8

4

Atas informasi dari Pak Farid juga, dini hari setibanya di Stasiun Cepu, saya langsung membeli tiket Blora Jaya Ekspress menuju Randublatung seharga Rp 15.000. Tiket Blora Jaya Ekspress dari Cepu menuju Semarang sementara dijual seharga Rp 25.000 dengan dua kali pemberangkatan, yaitu pukul 05.00 WIB dan pukul 13.00 WIB dari Cepu. Rencananya tahun 2010, harga tiket kereta yang mampu menampung 574 penumpang itu akan dinaikkan menjadi Rp 28.000.

Stasiun Cepu

Stasiun Cepu

dini hari di Cepu

dini hari di Cepu

Perjalanan dari Cepu menuju Randublatung hanya memakan waktu setengah jam. Sedangkan menuju Semarang sekitar dua jam lebih. Saya termasuk beruntung karena masih merasakan kebersihan dan kenyamanan kereta yang kebetulan baru diresmikan dan beroperasi pada 15 Oktober 2009 ini. Hampir tak terlihat sampah-sampah berserakan di pinggir rel maupun di sekitar area stasiun. Mungkin masyarakat pengguna jasa kereta ini pun menginginkan kenyamanan ini berlangsung lama. Kenyamanan jelas dirasakan jika kita membandingkan kereta Blora Jaya Ekspress dengan kereta Jabodetabek.

22

33

Seperti dikutip dari kompas.com, Kereta Blora Jaya Ekspress menambah empat KRDI yang sebelumnya telah beroperasi di Blora. Kepadatan empat rangkaian kereta yang telah beroperasi mencapai 100 persen per hari. Dengan adanya kereta tambahan, diharapkan penumpang mendapat kenyamanan lebih.

44

Stasiun Randublatung

Stasiun Randublatung

Blora Jaya Ekspress

Blora Jaya Ekspress

66

Stasiun Randublatung

Stasiun Randublatung

Yah… Semoga saja sarana transportasi massa di negeri ini semakin membaik dan kinerja departemen pemerintahan maupun swasta yang terkait lebih memperhatikan kebutuhan masyarakat.

Riezky Andhika Pradana

9 pembaca suka artikel ini.
Bagi dan Sebarkan:
  • PDF
  • Print
  • email
  • RSS
  • Facebook
  • MySpace
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Ping.fm
  • Digg
  • Reddit
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Tumblr

Artikel terkait:

  1.           Dari Blora Ada Cerita
  2.           Pengalaman Pertama bersama Mak Uniang
  3.           Pameran Video akumassa: Pertama di Blora
  4.           600 Seniman Blora Deklarasikan Barongan
  5.           Rencana Bingkaian Akumassa Blora
Anda dapat meninggalkan respon, atau jejak balik dari situs anda.

Komentar (5)

 

  1. Gawik Sudarsono mengatakan:

    Semoga tetap terjaga kebersihannya kereta Blora Jaya Ekspress tersebut.

    Kalau lihat gambarnya kok nggak terlalu jauh beda dibandingkan dengan Subway di Korea maupun Jepang.

    Saya jadi teringat jaman tahun 1968 sampai 1971, saya naik Kereta dari Randublatung ke Cepu pulang pergi untuk sekolah di SMAN Cepu.
    Jaman itu masih dipakai lokomotif uap yang Hitam warnanya

  2. yul mengatakan:

    aku jadi teringat masa kecilku… di stasiun randublatung
    disinilah setiap hari aku berkeliaran. hapal betul setiap sudut areal stasiun mulai pintu masuk sebelah barat hingga sinyal masuk kereta sebelah timur.. disamping kiri kanan ada kantor dan perumahan perhutani.
    didepan stasiun/tepat berhadapan dengan penggergajian kayu,aku pernah tinggal disitu… 35 tahun yg lalu
    kenangan yg indah..
    terima kasih atas dimuatnya photo stasiun randublatung sehingga saya bisa mereview masa lalu

  3. rangga mengatakan:

    keren…

  4. raskikie I mengatakan:

    sing penting tertib… ojo jotos jotosan!!!

  5. sri hartatie mengatakan:

    harapan semoga tetap terjaga kebersihannya…. bravo perkereta apian…

Tinggalkan pesan balasan

ACARA

PESAN

Tentang Perubahan Iklim Dunia

Kami mengajak kawan-kawan komunitas untuk berpartisipasi dalam melakukan gerakan kesadaran terhadap perubahan iklim ini. Komunitas-komunitas merupakan yang paling terdepan dan secara langsung menghadapi perubahan yang dialami oleh masyarakat. Jadi, mulailah kita berubah dari kebiasaan yang merusak lingkungan. Kita pasti bisa menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan bumi yang sudah semakin panas ini.

POTRET

ARTIKEL ACAK

      Rakit Ciujung

      (Rangkasbitung - Lebak, Banten)

      diskusi lebak
      Beberapa lokasi di Rangkasbitung mulai menarik perhatian kami untuk beranjak membicarakan ide karya Aku Massa. Alun-alun, Pasar Rangkasbitung (tradisional dan subuh), Sungai Ciujung dan Ciberang, Jalan Multatuli, Kampung Muara, Komplek Pendidikan (pe ...

      (Ada 0 komentar pada artikel ini)

      DEBORAH

      (Lenteng Agung, Jakarta Selatan)

      Bus Deborah di pangkalan
      Kalau kita googling dengan mengetik keyword "Deborah", yang akan muncul pertama adalah Deborah Gibson, penyanyi asal Amerika Serikat pada zaman dahulu kala. Tapi, Deborah yang aku maksud adalah Deborah yang ada saat ini. Deborah yang tangguh, gesit, ...

      (Ada 8 komentar pada artikel ini)

      Hadhoro-Yuhdhiru-Hadhron-Hadhrotan

      (Ciputat, Tangerang Selatan)

      Tim Hadroh As Su'udi
      Dari namanya mungkin terdengar sangat asing. Namun hadroh sudah sangat populer di kalangan majelis taklim yang dipimpin oleh beberapa ulama, kiyai, dan habib yang kemudian menyebar di kalangan masyarakat. Hadroh dari segi bahasa diambil dari kata ‘ha ...

      (Ada 3 komentar pada artikel ini)

      Persiapan Pemutaran Video Akumassa Randublatung

      (Randublatung - Blora, Jawa Tengah)

      1
      Persiapan pameran pemutaran video akumassa di Randublatung, sudah memasuki tahap display. Tahapan ini dikerjakan oleh para anggota Anak Seribupulau dengan penuh gotong royong, mulai dari konsumsi, penyebaran undangan, publikasi ke sekolah-sekolah dan ...

      (Ada 3 komentar pada artikel ini)

      Al-Mizan, Pusat Dakwah Mandor Baret

      (Ciputat, Tangerang Selatan)

      Musholla Al-Mizan
      Musholla Al-Mizan didirikan pada tahun 2000 di atas tanah wakaf dari almarhum H. Permedi yang biasa disapa Haji Kumed. Beliau mewakafkan tanahnya untuk dijadikan musholla karena pada saat itu di Jalan Mandor Baret Rt 001/07, Kelurahan Pisangan, Ciput ...

      (Ada 2 komentar pada artikel ini)

      Kopi Hanya Sebuah Nama Kampung Di Lebak

      (Rangkasbitung - Lebak, Banten)

      lebak-web2
      Pengalaman Personal Memiliki ayah yang sering berpergian ke luar daerah telah menjadi hal biasa bagiku dan aku berusaha untuk tidak mempedulikan hal itu. Pergi dengan waktu yang cukup lama, bulanan bahkan tahunan sudah menjadi kebiasaan dalam keluarg ...

      (Ada 2 komentar pada artikel ini)

STATISTIK

    • Artikel:  292
    • Komentar:  1,494
    • Halaman:  13
  • KUNJUNGAN

    Saat ini: 35

    Total: 41112

  • www.akumassa.org adalah media informasi komunitas yang digagas oleh Forum Lenteng Jakarta
    untuk merekam informasi tentang persoalan lokal dalam konteks sejarah dan kekinian yang diproduksi oleh komunitas.

    FB | TWEET
    RSS | Kontak | Jaringan | Forum Lenteng | Jurnal Footage | DariVisual | Context Creative Media