Oleh Hafiz | Pada Senin, 26 Oktober 2009
* * *

Tahukah Anda tentang Blora?
- Wah…yang saya tahu menurut buku pelajaran, Blora banyak hutan jati-nya!
Ah…masa hanya itu?!  Anda tidak tahu tentang Pramoedya Ananta Toer?
- Wah…siapa itu ya?
Waduh…anda ini bagaimana, mahasiswa kok tidak tahu penulis besar kita yang pernah dinominasikan Nobel Sastra itu?
- Maaf mas…saya memang tidak tahu Pramoedya dan Blora selain kayu jati.

Begitulah sekelumit pembicaraan tentang Blora dengan generasi muda jaman sekarang. Kota tua yang mempunyai banyak cerita namun hilang di antara cerita-cerita baru yang muncul di dunia media massa sekarang. Generasi yang hidup setelah reformasi pada umumnya tidak mengenal nama Pramoedya dan Blora. Nama itu hanya terngiang dalam bunyi-bunyi yang abstrak di antara hingar bingar jutaan informasi yang dianggap lebih cool dibandingkan membicarakan Blora.

 

peta kabupaten Blora

peta kabupaten Blora

Tahukah Anda tentang Blora?
Blora adalah sebuah kabupaten di pinggiran Jawa Tengah yang berbatasan lansung dengan Jawa Timur. Secara administratif terletak di wilayah paling ujung (bersama Kabupaten Rembang) di sisi timur Propinsi Jawa Tengah. Kabupaten diapit oleh lima wilayah administratif, yaitu bagian utara oleh Kabupaten Rembang dan Kabupaten Pati, bagian Timur oleh Kabupaten Bojonegoro, bagian Selatan oleh Kabupaten Ngawi dan bagian barat oleh Kabupaten Grobogan. Luas wilayah administrasi kabupaten yang didominasi oleh pegunungan kapur ini adalah1820,59 km² pada ketinggian 96,00-280 m di atas permukaan laut.  Hampir 50% wilayah ini arealnya adalah hutan yang meliputi hutan negara dan hutan rakyat, 25% areal persawahan dan sisanya perumahan dan lain-lain.

stasiun kereta tahun 1902

stasiun kereta tahun 1902

Daerah ini merupakan kawasan krisis air dan rawan banjir longsor saat musim hujan. Ada Sungai Lusi yang merupakan sungai terbesar di Kabupaten Blora yang sumber mata airnya dari pegunungan Kapur Utara (Rembang).

Menurut cerita, nama Blora berasal dari kata belor (Lumpur) yang berkembang menjadi mbeloran. Ada juga yang melihat dari kata wai (Air) dan lorah (Jurang/Dataran Rendah), sehingga disebut wailorah atau bailorah yang kemudian berkembang menjadi balora atau Blora.

hutan jati

hutan jati

Hari jadi kabupaten ini pada 11 Desember 1749. Wilayah yang didominasi oleh hutan jati ini tidak pernah lepas dari konflik kepentingan dari jaman ke jaman. Sejak jaman kerajaan Demak, Mataram hingga sekarang, wilayah ini menjadi primadona karena hasil buminya.

Tahukah Anda tentang Blora?

wong samin

wong samin

Blora adalah kawasan yang melahirkan orang-orang yang sangat penting dalam sejarah Indonesia, baik dalam perspektif sosial-politik dan kebudayaan. Ada nama Raden Kohar atau Samin Surasentiko yang merupak tokoh perlawanan petani yang menggunakan protes pasif (tidak menggunakan senjata). Pergolakan di Blora pada jaman penjajahan terutama disebabkan oleh penerapan berbagai macam pajak, perubahan pemakaian tanah komunal, pembatasan dan pengawasan oleh penjajah mengenai penggunaan hasil hutan oleh masyarakat.

Sedulur Sikep atau lebih dikenal sebagai Wong Samin diketahui bermula dari Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarjo, Kabupaten Blora. Desa ini terletak kurang lebih 25 kilometer di sebelah utara Randublatung. Sebuah perkampungan yang terletak di tengah hutan jati. Menuju Klopoduwur, maka akan melintasi areal hutan jati yang termasuk wilayah kerja HPH (Hak Pemangku Hutan) Kabupaten Blora.  Raden Kohar lahir pada 1859 ini sejatinya berasal dari Desa Ploso Kedhiren, Randublatung Kabupaten Blora. Namun, lelaki buta aksara ini memilih daerah Klopoduwur, Blora, Jawa Tengah sebagai tempat pengembangan ajarannya.

kayu jati

kayu jati

Pada 1890 pergerakan Samin berkembang di dua desa hutan kawasan Randublatung dan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Gerakan ini lantas dengan cepat menjalar ke desa-desa lainnya. Mulai dari pantai utara Jawa sampai ke seputar hutan di Pegunungan Kendeng Utara dan Kendeng Selatan. Ajaran yang pada permulaannya hanya dipandang sebelah mata oleh Pemerintah Kolonial Belanda ini, ternyata berkembang dengan cepat. Dalam waktu kurang lebih 17 tahun pengikut ajaran Samin telah mencapai sekitar 5000 orang. Mulai tahun 1907 banyak pengikut Samin yang ditangkap dan dipenjarakan oleh pemerintah (Belanda). Samin beserta delapan pengikutnya, ditangkap dan kemudian diasingkan di Sawahlunto, Sumatra Barat hingga meninggal pada tahun 1914.

Tahukah Anda tentang Blora?

Blora, kaya akan minyak

Blora, kaya akan minyak

Adrian Stoop, pemilik perusahaan minyak Belanda De Dordtsche Petroleum Maatschappij melakukan usaha pencarian minyak di Surabaya tahun 1887 dan menemukan semburan minyak di Desa Ledok Kecamatan Sambong, Blora. Kemudian ia mendirikan Kilang Wonokromo (1890) dan di Cepu Jawa Tengah (1894), yang sekarang menjadi wilayah kerja Pertamina. Kawasan ini merupakan awal mula eksplorasi minyak bumi di Indonesia.

stasiun kereta Cepu tahun 1957

stasiun kereta Cepu tahun 1957

Blora mendapat sorotan nasional ketika di kawasan Blok Cepu ditemukan cadangan minyak bumi sebanyak 250 juta barel. Bulan Maret 2006 Exxon Mobil Indonesia ditunjuk sebagai pengelola tambang tersebut. Penunjukan ini menuai kontroversi dari berbagai kalangan karena dianggap menjual potensi alam Indonsesia kepada perusahaan asing. Perjanjian antara pemerintah Indonesia dengan Exxon Mobil Indonesia dianggap tidak berimbang, karena konsesi harga yang jauh lebih tinggi daripada yang ditawarkan oleh perusahaan milik negara yaitu PT. Pertamina.

penambangan minyak

penambangan minyak

Tahukah Anda Tentang Blora?

pohon jati

Hutan alam dan tanam yang luas di Pulau Jawa seperti hutan jati memiliki nilai ekonomis, ekologis, dan sosial yang penting. Kayu jati jawa telah dimanfaatkan sejak zaman Kerajaan Majapahit. Jati terutama dipakai untuk membangun rumah dan alat pertanian. Hingga masa Perang Dunia Kedua, orang Jawa pada umumnya hanya mengenal kayu jati sebagai bahan bangunan. Kayu-kayu bukan jati disebut ‘kayu tahun’. Artinya, kayu yang keawetannya untuk beberapa tahun saja.

Jati banyak digunakan dalam membangun kapal-kapal niaga dan kapal-kapal perang. Tegal, Juwana, Tuban, dan Pasuruan adalah pusat-pusat galangan kapal dulunya.  Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) bahkan sedemikian tertarik pada “emas hijau” ini hingga berkeras mendirikan loji pertama mereka di Pulau Jawa —tepatnya di Jepara— pada 1651. Perusahaan kolonial ini juga memperjuangkan izin berdagang jati melalui Semarang, Jepara, dan Surabaya karena mereka menganggap perdagangan jati akan jauh lebih menguntungkan daripada perdagangan rempah-rempah dunia.

 

kerajinan kayu jati

kerajinan kayu jati

Di pertengahan abad ke-18, VOC mewajibkan para pemuka bumiputera untuk menyerahkan kayu jati kepada VOC dalam jumlah tertentu yang besar. Melalui sistem blandong, para pemuka bumiputera ini membebankan penebangan kepada rakyat di sekitar hutan. Sebagai imbalannya, rakyat dibebaskan dari kewajiban pajak lain. Jadi, sistem blandong tersebut merupakan sebentuk kerja paksa. VOC kemudian memboyong pulang gelondongan jati jawa ke Amsterdam dan Rotterdam. Kedua kota pelabuhan terakhir ini pun berkembang menjadi pusat-pusat industri kapal kelas dunia. Jati-jati yang dibawa oleh VOC ini berasal dari Blora sebagai salah satu kawasan penghasil kayu jati terbaik di pulau Jawa.

Tahukah Anda tentang Blora?

Cerita dari Blora (1952), pemenang karya sastra terbaik dari Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional, Jakarta, 1953. Penulisnya adalah Parmoedya Ananta Toer seorang yang hampir sebagian besar hidupnya mendekam dalam bui dari jaman kolonial Belanda dan Jepang hingga rejim Soeharto. Nama penulis ini tidak pernah lepas dari Blora dimana dia berasal. Pramoedya lahir pada 6 Februari 1925 dan wafat di Jakarta pada 30 April 2006. Ia adalah salah seorang penulis yang paling produktif dalam sejarah sastra Indonesia. Lebih dari 50 karya sastra dibuatnya dan telah diterjemahkan lebih dari 41 bahasa asing.

 

Pramudya Ananta Toer

Pramoedya Ananta Toer

Nama asli Pramoedya adalah Pramoedya Ananta Mastoer seperti yang ia tulis pada buku Cerita Dari Blora (sebuah semi autobiografi), ia menghilangkan penggalan Mas menjadi Toer saja, karena menganggap Mastoer terlalu aristokratik. Setelah tragedi 1965, ia ditahan rezim Soeharto karena pandangan komunis-nya. Buku-buku Pram dilarang beredar. Ia ditahan tanpa pengadilan di Nusakambangan dan kemudian dipindahkan ke Pulau Buru, tempat ia menghabiskan waktu selam 14 tahun dalam tahanan politik.

Meskipun dilarang untuk menulis selama penahanan di Pulau Buru, Pram berhasil menghasilkan tetralogi Minke yang merupakan salah satu karya terbaiknya. Tetralogi ini dimulai dengan buku berjudul Bumi Manusia, yang merupakan semi fiksi sejarah Indonesia dengan tokoh utama Minke, bangsawan kecil Jawa (yang merupakan penggambaran RM Tirto Adisuryo seorang tokoh pergerakan zaman kolonial yang mendirikan Sarekat Priyayi yang dianggap oleh Pramudya sebagai organisasi nasional pertama di Nusantara). Buku ini dibawakan secara oral kepada kawan-kawan sepenjara dan diselundupkan ke Australia yang kemudian diterbitkan dalam bahasa Inggris dan Indonesia.

Pramoedya adalah salah satu kepingan anak-anak Blora yang mempunyai peran besar dalam perkembangan sejarah dan kebudayaan Indonesia. Saat ia wafat, kawan dan lawan datang melayat sebagai sebuah penghargaan terhadap intergritas seorang Pramoedya Ananta Toer sebagai pelaku sejarah kebudayaan di Indonesia.

Tahukah Anda tentang Blora?

Banyak kepingan-kepingan yang perlu dibaca kembali oleh kita tentang wilayah dengan nama Blora. Untuk itulah program AKUMASSA Forum Lenteng merasa perlu untuk masuk dan berbagi pengalaman dengan kawan-kawan komunitas tentang “bagaimana Blora” sekarang? Untuk kali ini Forum Lenteng bekerjasama dengen Komunitas Anak Seribu Pulau, yang merupakan komunitas anak muda di kawanan Randublatung Blora. Komunitas ini banyak bekerja menggunakan media seni grafis dan musik punk sebagai ekspresi persoalan-persoalan sosial-politik dan kebudayaan.
Semoga kerjasama jaringan AKUMASSA dengan Komunitas Anak Seribu Pulau dapat terjalin dengan baik.

Disarikan dari berbagai sumber.

Your email:

 


 

9 pembaca suka artikel ini.
Bagi dan Sebarkan:
  • PDF
  • Print
  • email
  • RSS
  • Facebook
  • MySpace
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Ping.fm
  • Digg
  • Reddit
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Tumblr

Artikel terkait:

  1.           600 Seniman Blora Deklarasikan Barongan
  2.           Blora: Kota Sejuta Pohon Jati
  3.           Rencana Bingkaian Akumassa Blora
  4.           Dini Hari Bersama Blora Jaya Ekspress
  5.           Pameran Video akumassa: Pertama di Blora
Anda dapat meninggalkan respon, atau jejak balik dari situs anda.

Komentar (12)

 

  1. riana mengatakan:

    hai…bangga jadi warga blora…tapi mengapa kehidupan rakyatnya masih selalu dekat dengan kemiskinan.padahal hasil kekayaan alam melimpah.Jati dan minyak misalnya.semestinya kekayaan tsbt dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat blora.itu yang harus dipikirkan…???

  2. wulan mengatakan:

    thx ya….aku jadi tertarik baca artikel2 blora, terutama randublatung, soalanya kekasih hatiku berasala dari sana, jadi minimal aku taulah….thx ya….keep posting..

  3. muhammad yaban mengatakan:

    thank yaa… gw jadi tahu.. asal muasal perkembangan kpung qu… hehehe

  4. Hafiz mengatakan:

    Untuk Lilik REMBES (kumunitas remaja berjiwa seni), jln .ayani.44a blora (ketangar )jateng. Komunitas Anda dapat bekerjasama dengan Komunitas Anak Seribu Pulau (ASP) dalam mengembangkan berbagai kegiatan seni dan media. Kawan-kawan ASP pasti akan membantu dan dengan senang hati mau bekerjasama. Anda juga dapat menulis di webblog ini tentang hal-hal kecil yang Anda lihat disekitar. Kami membuka semua informasi penting dari komunitas untuk kita semua.

    Salam
    Hafiz
    Ketua Forum Lenteng

  5. pebrix mengatakan:

    mblora memang oke, dan oke bangetttttsssss

  6. lilik mengatakan:

    asalamualaikum,om swastiastu,salam sejahtera.
    BLORA
    BLORA, BLORA ,blora kuta kang wicak sana kuta kang ndweni seni lan hasil bumi kang bisa nghauripi masyarakat

    MANGGA ,MANGGA,MANGGA kersa rawuh ing blora kang nduweni kesenian kang bisa nyeneng ake ati

    DUH cah bagus aja ngasi lali karo kuto blora kuta kang ndweni cerita bangsa……………..!tembang blora iki tak gawe saka atiku seng palin jero kanggo para masyarakat seng ngelalaiek ake blora………….salam kenal dari kumunitas remaja berjiwa seni (REMBES)jln .ayani.44a blora (ketangar )jateng.ketua lilik

  7. andangkelana mengatakan:

    disatukan oleh jalur kereta. padang panjang, lebak, lenteng agung, cirebon, blora.

  8. iwan ken mengatakan:

    Saat anda dah mengenal kota blora dan tertarik untuk main k,blora jangan lupa mampir di Randublatung sebelah selatan dari kota Blora.Randublatung punya makanan yang mengeluarkan keringat yang banyak dan bikin semangat dan kuat beraktifitas.RICA-RICA SALEWANG(anjing) mungkin kawan2 asing mendengarnya,tapi kalo kita rasakanya memiliki rasa yang kas pedasnya…!!!Ayo sapa yang mau coba datang di blora…….

  9. iwan secen. mengatakan:

    TPK…(tempat penimbunan kayu) yang selama ini tempat mangkalnya hasil hutan yang di angkut dari truk_truck tua seperti mercy atu yang lebih di kenal dengan istilah truck pesek.dan penebangan hutan itu tidak seperti halnya ritual adat kayak seperti sedekah bumi(tahunan)dan anehnya disini masyarakat pinggiran hutan di sini tidak dapat merasakan hasil hutan,pasdahal kalo kita melihat dan pelajari program-progan perhutani seperti halnya,LMDH(lembaga masyarakat desa hutan)atau dengan,PHBM(penanaman hutan bersama masayarakat)tidak berpihaknya pada masyarakat pinggiran hutan,la di situ kita bisa lihat bawasanya mereka tidak memberikan sebuah keterbukaan dan pendidikan agar mereka menjaga hutanya…..

  10. fd mengatakan:

    senang bisa mendapat kabar dari blora… salam kenal dan sukses untuk kawan-kawan disana

Tinggalkan pesan balasan

ACARA

  • The Loss of The Real

PESAN

Tentang Perubahan Iklim Dunia

Kami mengajak kawan-kawan komunitas untuk berpartisipasi dalam melakukan gerakan kesadaran terhadap perubahan iklim ini. Komunitas-komunitas merupakan yang paling terdepan dan secara langsung menghadapi perubahan yang dialami oleh masyarakat. Jadi, mulailah kita berubah dari kebiasaan yang merusak lingkungan. Kita pasti bisa menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan bumi yang sudah semakin panas ini.

  • Forum Lenteng Channel on Youtube

PROMOSI

  • Sinau Art Course

POTRET

ARTIKEL ACAK

      Halte yang damai untuk berpulang

      (Lenteng Agung, Jakarta Selatan)

      Halte Lenteng Agung
      Apa yang kamu tahu tentang halte? Jika jawabnya adalah tempat untuk menunggu angkutan umum, kamu mendapat nilai limapuluh!. Baik, sejenak kita lupakan limapuluh itu. Sekarang aku akan sedikit mendongeng tentang salah satu halte di daerah Lenteng Agun ...

      (Ada 15 komentar pada artikel ini)

      Berita Duka

      (Pengantar)

      Keluarga besar Forum Lenteng dan akumassa turut berduka atas meninggalnya Rit Liawati, ibunda dari kawan kita Bima Mulia (Saidjahforum–Lebak, Banten). Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga serta kerabat yang ditingga ...

      (Ada 1 komentar pada artikel ini)

      Project Audisi 10 BAND TERBAIK dan Issu Red Studio

      (Rangkasbitung - Lebak, Banten)

      antusiasme masyarakat Lenak di acara peringatan HUT Lebak ke 181
      Sebuah obsesi lahir dari mimpi. Kenyataannya tidak semudah meninggalkan jejak langkah. Acara musik fenomenal kadang lahir dari hal yang tidak pernah diduga. Tetapi yang pasti semua hasil yang besar hampir mutlak disokong oleh kerja keras, kejujuran, ...

      (Ada 8 komentar pada artikel ini)

      Pak Halim Sang Komandan

      (Ciputat, Tangerang Selatan)

      Pak Halim mengenakan seragam dinas kebanggaannya
      Bulan kedua ini akan segera berakhir. Tinggal menghitung hari, libur panjang ini akan usai. Aku masih menunggu matahari yang belum nampak hingga kini menjelang siang. Mendung, seketika hujan turun dengan derasnya tanpa aba-aba rintikan air di kulit i ...

      (Ada 6 komentar pada artikel ini)

      Selamat Jalan Gus Dur

      (Pengantar)

      Kyai Haji Abdurrahman Wahid
      [caption id="attachment_3269" align="alignnone" width="470" caption="Kyai Haji Abdurrahman Wahid"][/caption] Kami segenap redaksi akumassa turut berduka cita atas meninggalnya Kyai Haji Abdurrahman Wahid, yang akrab dipanggil Gus Dur. Presiden ke-4 R ...

      (Ada 2 komentar pada artikel ini)

      Bingkaian Rekam Akumassa Ciputat

      (Ciputat, Tangerang Selatan)

      TPS
      TPS Pasar Ciputat Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang berada di pinggir jalan dan menyatu dengan lantai dasar Pasar Ciputat. Aromanya sangat menyengat hingga mengganggu pengguna jalan, apa lagi di depan TPS tersebut terdapat sebuah yayasan sekolah, y ...

      (Ada 3 komentar pada artikel ini)

STATISTIK

    • Artikel:  368
    • Komentar:  2,031
    • Halaman:  13
  • KUNJUNGAN

    Saat ini: 43

    Total: 68999

  • www.akumassa.org adalah media informasi komunitas yang digagas oleh Forum Lenteng Jakarta
    untuk merekam informasi tentang persoalan lokal dalam konteks sejarah dan kekinian yang diproduksi oleh komunitas.

    FB | TWEET
    RSS | Kontak | Jaringan | Forum Lenteng | Jurnal Footage | DariVisual | Context Creative Media