Pai Baburu (Pergi Berburu)

Oleh / pada 9 Februari 2009 / di Padangpanjang, Sumatera Barat // 27 Komentar

Berburu adalah rutinitas yang sudah tidak asing lagi bagi kaum pria Minangkabau. Dahulu kegiatan ini bertujuan untuk olahraga, namun kini sudah menjadi kebiasaan turun-temurun. Seiring perjalanan waktu, orang–orang sekarang menjadikan kegiatan ini hanya sebagai hobi dan menjadi sebuah ladang bisnis. Jika anjing yang dibawanya pintar berburu, maka anjing tersebut akan mempunyai nilai jual tinggi. Pada zaman sekarang, orang yang pergi berburu layaknya pergi kondangan, mereka mengenakan celana jeans, baju bagus dan sepatu yang keren. Orang Minang identik dengan binatang peliharaan contohnya, anjing.

Pai Baburu
Pai Baburu

Di kampung saya Bukittinggi, anjing dirawat sejak kecil dan setelah besar anjing tersebut diajak berburu. Mereka sangat menyayangi binatang ini, kebiasaan mereka tiap pagi dan sore membawa anjing mereka jalan–jalan. Memberi makannya pun teratur 1 sampai 3 kali sehari, tergantung kebiasaan anjing itu sendiri, makanannya pun terkadang telur dan susu. Setiap minggu mereka membawa anjing berburu ke bukit. Saya melihat mereka menggendong anjing layaknya menggendong anak. Terkadang anjing juga buang air di pangkuan mereka. Kalau daerah yang jauh itu mereka berangkat lebih cepat. Seperti ke daerah Lubuk Basung dan Pariaman, bahkan ada yang berangkat dari jam 1 malam. Kegiatan berburu di Bukittingi bertujuan untuk manulak bala (memusnahkan hama), olahraga, serta ada juga orang yang pergi hanya sebatas kesenangan. Umumnya mereka hanya berburu babi. Sekali berburu mereka bisa menangkap 10 hingga 15 ekor bahkan sampai 30 ekor. Tapi kadang ada juga yang tidak membuahkan hasil. Babi itu dibiarkan habis dimakan anjing, tapi kalau ada orang Batak yang ikut, babi itu dibawa pulang lalu dimasak dirumah.

Anjing Pemburu
Anjing Pemburu

Hari berburu orang Bukittinggi tidak tentu, tergantung oleh waktu luang mereka. Pada umumnya, Kegiatan berburu dalam seminggu dilakukan sebanyak satu hingga tiga kali, umumnya hari Selasa, Sabtu dan Minggu. Mereka berangkat di pagi hari, dan pulang ke rumah sore hari sebelum maghrib. Pada umumnya sehari sebelum pergi, si pemburu memandikan dan memberikan anjing mereka makanan yang enak, seperti telor setengah matang, susu, nasi, dsb. Supaya anjing mereka benar–benar fit keesokan harinya.

Mmm… kebayang kan betapa cintanya orang–orang ini pada anjing mereka. Tak terkecuali di Padangpanjang, banyak sekali orang yang ikut berburu bahkan sudah sampai ribuan. Sekitar lima tahun belakangan, masyarakat kota ini tidak lagi berburu di sekitar Padangpanjang, tapi menyingkir dari daerah Jawo, tepatnya di sebelah selatan Padangpanjang. Selain itu, tidak ada lagi tempat yang tepat untuk berburu karena Padangpanjang adalah kota kecil. Kini mereka pergi berburu keluar daerah, seperti Solok, Kayu Tanam, Batusangkar, Pasaman, Pariaman hingga Payakumbuh. Hal itu disebabkan karena muncak buru (ketua berburu) Padangpanjang sudah meninggal dan sampai sekarang belum ada yang kompeten untuk menggantikanya.

Babi Hutan
Babi Hutan

Tugas muncak buru ini adalah membantu dengan cara mencari dan memberi sumbangan bagi para pemburu yang kehilangan anjing, dan jika anjing mereka mati atau cidera. Sumbangan itu diminta dari para partisipan yang berburu. Para pemburu membawa bekal dari rumah, sepeti nasi, air minum, roti, rokok dan saka (gula merah) untuk anjing mereka jika haus. Sedangkan perlengkapan mereka adalah pisau, piarik (tombak) dan sarung yang digunakan untuk berjaga jika babi atau hasil buruannya mengamuk. Sarungnya akan dilemparkan ke babi tersebut dan babinya mengamuk di sarung itu dan si pemburu punya waktu untuk kabur.

Babi hutan Sumatera
Babi hutan Sumatera

Sekali berburu, biasanya mereka mendapatkan lima ekor bahkan sepuluh ekor babi. Berburu terbagi dua macam, yang pertama baburu salek (berburu kecil–kecilan) dan baburu alek (besar–besaran). Baburu salek dilakukan oleh beberapa orang pemburu. Biasanya sekitar tiga puluh orang. Sedangkan baburu alek dilakukan oleh banyak pemburu, bahkan turut mengundang pemburu dari daerah lain ke tempat mereka. Sebelum baburu alek dimulai, diadakan acara rundingan atau mufakat untuk menentukan arah mana yang akan dituju pertama kali. Setelah itu mereka berangkat ke medan perburuan. Di sana mereka berpencar dan satu kelompok terdiri dari 20 orang. Umumnya pemburu di Padangpanjang tidak memakai anjing asli kotanya untuk berburu, mereka memilih anjing dari Jakarta yang dapat dibeli di Bancah Laweh (arena pacuan kuda Padangpanjang). Mereka menganggap anjing Padangpanjang kurang cekatan dibandingkan anjing dari Jakarta.


 


Tentang Penulis

Rudi Rahman Firdaus

Dilahirkan di Bukittinggi pada bulan Januari. Ia kuliah di ISI Padangpanjang, konsentrasi Ilmu Televisi dan Film. Ia juga aktif di komunitas Sarueh.

27 Komentar pada "Pai Baburu (Pergi Berburu)"

  1. koordinator program akumassa forumlenteng 9 Februari 2009 pukul 11:05 · Balas

    tulisan ini menarik banget dan merupakan satu bingkaian yang seharusnya bisa di audio visualkan.

  2. utmjakarta 9 Februari 2009 pukul 19:14 · Balas

    pertama, apa dasar adat bagi kebutuhan berburu; hutan-hutan perburuan itu jenis hutan apa; bagaimana komunitas perburuan memilih seorang ketua berburu; tidak jelas kenapa selasa, sabtu dan minggu ditetapkan sebagai hari-hari berburu; apakah ada cerita-cerita yang lebih tua dari seorang narasumber tentang adat berburu terpaut dengan mitos mahluk penjaga babi hutan; semua pertanyaan ini kiranya bisa dipakai untuk melihat konteks adat berburu hewan yang aku yakin tak sekadar untuk sport; mungkin, ini mungkin, ya, ada semacam rasa harga diri kaum pria untuk melakukannya; tulisan ini tidak menjawab hal itu; saya pikir kisah tentang perburuan babi hutan ini masih sangat umum dan sudah kerap saya dengar; relasi tempat seperti rumah, tempat berkumpulnya kaum pria pemburu, arena pacuan kuda, perlakuan terhadap anjing kesayangan, dan sebagai lingkungan kaum berburu tersebut; bagaimana mereka mulai mempersiapkan, termasuk menentukan hutan perburuan dan sebagainya sampai mereka beroleh hasil buruan; bagaimana apakah mungkin pernah ada tukar-menukar lokasi, anjing, dan senjata berburu; oh, ya, foto-fotonya sepertinya tidak otentik hasil pengalaman penulis; begitulah. salam, ya. utmjakarta

  3. sTiLLaLive 9 Februari 2009 pukul 19:54 · Balas

    wah unik banget ye… mau donk pengembangan tulisannya

  4. ujang chaniago 9 Februari 2009 pukul 23:41 · Balas

    pengalaman yang sungguh menarik.
    Rudy pernahkah kamu ikut berburu?
    saya sangat menunggu kelanjutan cerita ini.

  5. rudi sarueh 10 Februari 2009 pukul 23:16 · Balas

    insya allah saya akan bikin pai baburu 2 secepatnya!!! do’ain ya bang…..

  6. japuy 17 Februari 2009 pukul 21:58 · Balas

    tulisannya bgs bgt, seakan kita ikut larut didalamnya…..
    ditunggu cerita selanjutnya dan lebih bagus lg…..

  7. capaik 18 Februari 2009 pukul 13:13 · Balas

    lai sabana nan ang buek tuuuuuuu………

  8. Michael 19 April 2009 pukul 21:01 · Balas

    ini kegiatan perburuan yg bagus dibanding berburu pakai senjata api, perburuan tradisi seperti ini masih menjaga kearifan lokal untuk tetap menjaga keseimbangan ekosisitem, menjunjung kekesatrian, dan melestarikan bahkan dapat membentuk ras anjing berburu khas indonesia, siapa tahu suatu saat terbentuk padangnese hound dog (anjing berburu padang), seperti halnya german sheperd (gembala jerman), english shepard (gembala inggris), american pittbull (petarung amerika).

  9. safar s.m 2 Mei 2009 pukul 12:59 · Balas

    kpan2 pai ka pariaman di ado kn pobi kota,di ulu banda/nareh’kp.dalam,saya tngu k datanganya..ketua porbi pariaman;safar.sm

  10. anggun 19 Mei 2009 pukul 18:37 · Balas

    sy punya banyak nih anjing buat buru. banyak orang padang datang ke sy beli anjing,eh ternyata bagus kerjanya anjing dari sy. ada yg berminat 081380725551

  11. sarueh 21 Mei 2009 pukul 04:35 · Balas

    insyaAllah..

    nanti kalau udah niat kami hubungi..

  12. sarueh 21 Mei 2009 pukul 04:35 · Balas

    insyaAllah..

    nanti kalau udah ada niat kami hubungi..

  13. iwan yeah 7 November 2009 pukul 12:55 · Balas

    halo kawan-kawan kapan ajak aku berburu babi hutan di tanah merdeka kalian…tak tunggu kabarnya ya???

  14. iwan yeah 7 November 2009 pukul 12:58 · Balas

    ya niat lah bro….

  15. ci boyoih 15 November 2009 pukul 11:19 · Balas

    hai para pemburu babi kapan lgi kita buru bersm di pasaman

  16. memet 21 Februari 2010 pukul 00:32 · Balas

    yo…. lamak ma

  17. oji 4 April 2010 pukul 21:39 · Balas

    baburu di karang putiah tadi lamak bna…?
    pacah2 anjiang wak pulang,,..?
    tapi sayang anjiang bacak wak ndk wk baok do,,,ndk tu bakubng2 plng ny ma………
    di beri tahu kan
    kpda anggota porbi sumbar umum ny d kota padang:mnggu bisuak urang bukak d siguntua,,,,,……lah lamo ndk bukak situ ma,,….babi banyak ……

  18. nda 5 April 2010 pukul 13:59 · Balas

    iyo tu ji???
    kontak2 lah ka sarueh yo…jadi bisa lo kawan-kawan disiko ambiak gambarnyo…
    ko no telp sarueh yg bisa dihubungi : o81993703551
    okeh??

  19. ivan . . . . 22 Mei 2010 pukul 13:05 · Balas

    Da . . . kapan bukak buruh ale” lagi
    undang-undang yo
    orang JAMBI
    Di carikan nian arena
    yang mantap Da ‘

  20. abah 6 September 2010 pukul 13:32 · Balas

    bang siapa yg butuh anjing buat buru?di saya ada udah mantap buat buru hub 081313887115 jawa barat banjar ciamis

  21. odoy 6 September 2010 pukul 23:32 · Balas

    kang ikut dong memburu…kpn gto da acra…?

  22. wal 9 September 2010 pukul 22:26 · Balas

    mancaliak gmbar ko drntaw yo sbna trgak smpai tabaok mmpi

  23. rangga 25 Maret 2011 pukul 08:38 · Balas

    ndeh yo bana taragak wak baburu liak a.
    bisuk la klou pulang kampung pai baburu sapueh2 nyo…

  24. derry 31 Mei 2011 pukul 05:48 · Balas

    hahaha ibo bna cliak klian
    klian plang dri rntau rmbo lah abih,
    kndiak la lari ka langik
    a nan ka klian buru lai

  25. ewin 15 Maret 2012 pukul 14:57 · Balas

    siang uda uda n ma ete ma ete , salam kenal , sy ewin tinggal d pariaman sicincin depan rumah makan sudimoro , mau gabung nanti pai baburu .. skrg ambo pake pitbull 0811864818 / 087873477733 pin bb :270fb886 .. wls

  26. jordan 12 Juni 2012 pukul 18:33 · Balas

    Minta nomor telepon para pemburu
    Info

  27. Frans 10 Agustus 2013 pukul 14:59 · Balas

    Saya punya bull terier mix kampung lokasi garut jabar 089601040688

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung - Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org

© Agustus 2008 - 2009 ( akumassa )

// Forum Lenteng // Jurnal Footage // Arkipel // Dongeng Rangkas // Naga // Anak Sabiran // Radio akumassa //