Abang, Aku Selalu Menderita

Oleh / pada 18 Maret 2010 / di Padangpanjang, Sumatera Barat // 5 Komentar

Saat ini aku sudah tidak bekerja lagi di PCA radio, namun sekarang aku bekerja di C radio. Letaknya tidak terlalu jauh dari tempat kost ku yang sekarang di Padang Panjang. Tempat  kerja baru, pengalaman dan pendengar yang baru, itulah yang aku rasa saat ini. Memang  benar kata pepatah “lain-lain lubuak, lain ikannya”. Sekarang aku berhadapan dengan pendengar-pendengar setia radio Padang Panjang yang baru. Dari tingkah dan cara mereka menyapa, tentunya berbeda dengan pendengar radio tempatku bekerja sebelumnya.

C Radio Padang Panjang

C Radio Padang Panjang

C radio yang mulai mengudara sejak 2003 ini, sejak November 2009 bertempat di komplek sekolah, tepatnya SMK Cendana Padang Panjang. Program yang aku pegang pertama adalah program request. Alhamdulillah rasa kurang percaya diriku agak berkurang sejak aku membuka acara dengan sapaan yang hangat kepada pendengar radio dengan frekuensi 106,1 FM itu.

Acara sudah berjalan setengah jam, namun tidak ada satu pun pendengar yang ingin menelpon. Kebanyakan mereka hanya mengirim SMS (Short Message Service) saja melalui telepon radio. Memang di radio ini tidak hanya melayani komunikasi melalui telepon saja, tetapi juga melalui SMS yang langsung muncul ke layar monitor di Ruang On Air.

Kantor C Radio tempat aku bekerja menjadi penyiar

Kantor C Radio tempat aku bekerja menjadi penyiar

Dengan nama siar Andika, aku mecoba untuk menarik pendengar lebih banyak lagi. Setelah  beberapa program yang aku jalani, para pendengar sudah mulai mengenal namaku dengan nama tersebut, sampai-sampai ada juga pendengar yang menelponku ke nomor pribadi. Aku bahkan pernah bertemu dengan anak-anak muda Padang Panjang yang suka marah ketika SMS mereka tidak dibalas. Parahnya lagi kemarahan mereka itu berlanjut hingga aku on air. Mereka  menelpon ke telepon radio dan mengatakan aku sombong dan CJ yang pelit pulsa. Oya… CJ adalah panggilan bagi penyiar di C Radio ini.

Sangat banyak pengalaman-pengalaman baru yang aku dapat di radio ini, mari kita mulai dengan sebuah cerita yang berjudul “Abang, aku selalu menderita”. Cerita ini diawali ketika aku membawakan salah satu program  C Love 4 You.  Program yang diadakan setiap minggu ini merupakan program interaktif yang selalu menerima cerita dan curhatan dari para pendengar tentang apa saja, baik itu tentang cinta maupun masalah-masalah yang biasa melanda para pendengar yang kebanyakan anak-anak muda.

Ruang On Air

Ruang On Air

Ada salah satu pendengar, sebut saja Lisa (nama samaran). Setiap  minggu dia selalu menelepon dan curhat kepada saya, tetapi uniknya dengan masalah yang berbeda-beda. Mulai dari dia diputusin sama cowoknya hingga ‘ditembak’ cowok yang baru. Minggu depannya dia curhat lagi diputusin sama cowoknya. Ada lagi masalah dia tidak pernah bertemu dengan ibunya dari kecil hingga sekarang. Pertamanya aku percaya dengan apa yang diceritakannya, tetapi lama kelamaan setiap minggu cerita yang disuguhkannya selalu berubah-ubah. Yang membuat aku ragu, hingga sekarang setiap dia menelpon selalu diiringi dengan kesedihan sampai-sampai dia menangis terisak-isak ketika berbicara dari gagang teleponnya. Tetapi sebagai penyiar yang baik aku selalu memberikan solusi-solusi yang baik untuk dia.

Ternyata tidak semua orang bersimpati kepadanya. Setelah beberapa menit Lisa curhat, datanglah telepon dari salah satu pendengar yang menggubris masalah yang diceritakan oleh Lisa tadi. Program itu menjadi seru karena mendapat respon yang positif dan negatif dari para pendengar. Aku berterimakasih kepada Lisa, mungkin tanpa ada masalah dia yang kadang-kadang terlalu sadis, program ini tidak berjalan hangat.

Aku sedang siaran

Aku sedang siaran

Mungkin ceritaku yang kedua ini akan diberi judul ‘Terlalu semangat, sinyal pun jadi lewat’. Waktu telah menunjukan pukul 08:30 WIB, aku pun mulai mempersiapkan bahan-bahan siaran. Tepat pukul 09:00 WIB aku dan salah satu teman mulai membuka Zona (salah satu program di radio) dengan Zona C Versus, program yang mempertarungkan dua grup band dan akan menerima telepon interaktif dari pendengar. Terserah pendengar mau memilih band yang A atau yang B. Para pendengar boleh me-request (minta) lagu sebagai hadiahnya. Jadi, pemenangnya ditentukan oleh band mana yang paling banyak mendapat dukungan dari para pendengar. Fungsi penyiar di sini hanya sebagai pendukung dari salah satu kubu, sambil memberikan informasi-informasi dari masing-masing band. Tentunya sekedar untuk hiburan, acara ini pun berlangsung hangat dan ceria. Setelah satu jam aku dan teman sesama penyiar memberikan informasi-informasi tentang band yang kami ungguli, belum ada satu pun pendengar yang menanggapi baik itu dari telepon atau pun dari SMS (pesan singkat). Aku pun mulai serba salah, apakah karena caraku membawakan acara ini para pendengar tidak suka dan tidak satu pun masyarakat Padang Panjang yang mendengarkan siaran kami? Oke, aku pun mengambil inisiatif untuk memutarkan lagu dulu. Setelah tiga lagu terputar, manajer di radioku pun  tersenyum setelah keluar dari ruangannya. Ia langsung tertawa melihat kami berbicara komat-kamit di depan mikrofon, namun pemancar radionya tidak dinyalakan.

Ternyata aku baru ingat bahwa sekitar pukul 08:45 WIB, Kota Padang Panjang mati lampu sekitar 10 menit. Pada saat lampu hidup aku hanya ingat untuk menghidupkan komputer, namun pemancar yang dimatikan pada saat mati lampu sebelum aku siaran, tidak aku nyalakan kembali.

Gedung Kantor C Radio yang menyatu dengan SMA Cendana Padang Panjang

Gedung Kantor C Radio yang menyatu dengan SMK Cendana Padang Panjang

Ya, apa boleh buat? Siaranku sudah berjalan satu setengah jam, jadi selama itu, siaran kami hanya dapat dinikmati oleh kami, dari kami dan untuk kami.

Manajerku yang masih bujangan itu hanya tersenyum dan kembali ke ruangannya untuk menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk sebelum dia pulang jam 12 malamnya.

 

Tentang Penulis

M Fandi Taufan

Dilahirkan di Padang pada tanggal 12 Maret 1989. Ia kuliah di ISI Padang Panjang konsentrasi pertelevisian. Selain itu ia juga aktif mengelola studio foto di Padang.

5 Komentar pada "Abang, Aku Selalu Menderita"

  1. Mira 19 Maret 2010 pukul 10:37 · Balas

    waaah asyik banget kerja di radio. :-)

  2. achy 19 Maret 2010 pukul 15:30 · Balas

    cendana FM.. dlu itu namanya..
    kini tlah jadi c radio..
    yang senior entah kemana batang hidungnya..
    kini tinggal generasi penerusnya..

    hahahaha.. malu”in deh siaran tapi receiver’a gga nyala..
    wakakakaka..

    asli!
    salam ja dweh klu siaran untuk bapak kos sarueh tersayang!

  3. fandi 20 Maret 2010 pukul 13:42 · Balas

    iya nih hahahahahaitu ajha yang ngak asiknya…
    gara-gara itu jadi ngak semangat nyiar udah lama. ternyata ngak ada yang dengerin..
    hahahahhaa

  4. nda 20 Maret 2010 pukul 14:14 · Balas

    fandi2…
    dodol mu berlarut2 smpe ke c radio…
    hahaha…

  5. ikankoki 20 Maret 2010 pukul 18:45 · Balas

    iiiiiiiiiihhhhhhh .. serunya !!

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung - Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org

© Agustus 2008 - 2010 ( akumassa )

// Forum Lenteng // Jurnal Footage // Arkipel // Dongeng Rangkas // Naga // Radio akumassa //