Tontonan Kolonial yang Menjadi Tradisi

Oleh / pada 20 Agustus 2009 / di Lenteng Agung, Jakarta Selatan // 13 Komentar

 

Dimulai dari zaman penjajahan Belanda di Indonesia, panjat pinang adalah acara yang dibuat poleh para penjajah sebagai bahan tontonan yang diadakan pada saat ada perhelatan besar seperti pesta pernikahan, kenaikan jabatan atau pesta ulang tahun.

12

dsc04479

dsc04476

dsc04474

Permainan ini tergolong seru dan mengundang banyak tawa, sebab batang pohon pinang yang tingginya mencapai 5-7 meter dilumuri cairan gemuk atau oli, yang meyebabkan pemanjat sangat kesulitan memanjat batang pinang yang menjadi licin.

dsc04465

dsc04468

dsc04470

dsc04491

Peserta harus berlomba-lomba meraih dan memperebutkan hadiah-hadiah yang tergantung di ujung atas pohon pinang. Mereka rela kepalanya diinjak, badannya ditindih, dan sebaliknya peserta lain tega menginjak dan menindih tubuh kawannya, demi mendapatkan hadiah-hadiah yang tak sebegitu mewah.

dsc04477

dsc04481

dsc04485

dsc04486

dsc04462

Di jaman penjajahan Belanda dulu, biasanya hadiah yang ditawarkan berupa keju atau gula. Sekarang sudah makin berkembang menjadi sepeda, peralatan dapur seperti kompor dan sebagainya. Mungkin tahun-tahun berikutnya akan ada motor atau mobil.

dsc04490

dsc04472

dsc044711

Awalnya lomba ini hanya diikuti oleh orang-orang pribumi kelas bawah, sementara para tuan tertawa-tawa menyaksikan mereka bersimbah peluh dan saling menginjak demi mendapatkan hadiah.

dsc044781

dsc044751

dsc04467

dsc04482

Namun kini, tradisi terus berlanjut sebagai perlombaan sekaligus tontonan khas tiap tahunnya dalam perayaan hari kemerdekaan bangsa kita.

dsc04487

dsc04488

dsc04480

dsc044901

Eko Yulianto

Tentang Penulis

Eko Yulianto

Dilahirkan di Jakarta pada tanggal 4 Juli 1983. Ia telah menyelesaikan studinya di Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta. Sekarang ia bekerja sebagai producer di aliftv.

13 Komentar pada "Tontonan Kolonial yang Menjadi Tradisi"

  1. Hafiz 20 Agustus 2009 pukul 15:53 · Balas

    BAGUS!!! Tetap memotret Eko.

  2. Grace Samboh 20 Agustus 2009 pukul 16:52 · Balas

    Ini warisan Belanda yang berharga. Hadiahnya hanya bisa didapat kalau semua pesertanya bekerjasama (dalam bahasa “resminya”, gotong-royong). Kalau semua orang bersatu, satu orang yang paling atas kan bisa mengambil semua hadiahnya :)

  3. chika 20 Agustus 2009 pukul 16:55 · Balas

    keren….!top markotop deh anglenya!

  4. tien 20 Agustus 2009 pukul 17:04 · Balas

    mantap…. merdeka lah pokoknya
    om…om… ajarin motret om..

  5. diki 20 Agustus 2009 pukul 18:27 · Balas

    dodol . . . . lo hrs berenti kerja. jd fotografer aj . . . gw mo kuratorin he he he . . .

  6. pashanova 20 Agustus 2009 pukul 20:32 · Balas

    gilaaaaaaaaaaaa…….keren.. sembah sujud gw

  7. Kikie Pea 20 Agustus 2009 pukul 21:34 · Balas

    Bisa juga lu ndra? Beli kamera donk!

  8. fen 20 Agustus 2009 pukul 22:19 · Balas

    mas ekooo fotonya keren ekspresif banget…
    two tumbs up deh..

  9. bang_angker 20 Agustus 2009 pukul 22:46 · Balas

    klo di fesbuk pake jempol disini..saya pake ajip…ekspresionis yang tidak teoritis (asal jeplak0 hahaha… maknyus mas…. hebat semua jempol !!! harusnya ngajar di robi darwis kotokopi.. hehehe..

  10. gina 20 Agustus 2009 pukul 23:29 · Balas

    keren banget!!!
    SALUT deh buat karyanya^^

  11. yadi auto focus 21 Agustus 2009 pukul 00:47 · Balas

    widiihh..nih poto enerjik sekali… sangat erotis dan tidak statis

  12. hilmi 16 Desember 2009 pukul 22:31 · Balas

    wuiiiii foto2nya manstap

  13. iriel 16 Januari 2010 pukul 11:05 · Balas

    kren-kren ftonya…jd pengen bikin…

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung - Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org

© Agustus 2008 - 2009 ( akumassa )

// Forum Lenteng // Jurnal Footage // Arkipel // Dongeng Rangkas // Naga // Anak Sabiran // Radio akumassa //