Oleh Mira Febri Mellya dan Manshur Zikri | Pada Senin, 21 Juni 2010
* * *

Sabtu, 19 Juni 2010 lalu diadakan acara pemutaran video sebagai puncak workshop akumassa Lenteng Agung. Workshop ini bisa dikatakan sebagai workshop lanjutan dari akumassa Lenteng Agung sebelumnya. Namun, dengan partisipan yang sedikit berbeda.

Aku sendiri merasa sangat beruntung, karena menjadi partisipan dalam workshop akumassa Lenteng Agung kali ini dan sebelumnya. Workshop kali ini diikuti oleh Dian Komala (Ageung), Manshur Zikri dan aku.

Dalam workshop ini kami menghasilkan 3 karya video, yaitu  Aplusan, Men At Work dan SD Pondok Cina. Ketiga video ini lah yang kami persembahkan kepada para penonton pemutaran malam minggu lalu. Acara pemutaran digelar di teras perpustakaan Forum Lenteng.

Sebelumnya, acara pemutaran video dibuka dengan sesi nonton bareng Piala Dunia Jepang vs Belanda. Acara dimulai tepat pada waktunya, yaitu 18.30 WIB. Belum banyak yang hadir dan ikut serta menonton pertandingan dua negara bekas penjajah kita itu. Mungkin karena hujan yang sebelumnya sempat mengguyur Lenteng Agung dan sekitar Jakarta.

Namun, aku sendiri tak begitu kaget dengan sepinya penonton yang hadir, karena memang publikasi kami lakukan sangat dekat dengan waktu pemutaran. Mungkin banyak dari mereka yang belum melihat dan membaca publikasi, sehingga tak datang. Tapi, show must goes on!

Setelah pertandingan Jepang vs Belanda berakhir dengan skor 1-0 untuk Belanda, acara pun dilanjutkan ke sesi pemutaran video. Yaitu pukul 21.00 WIB.

Ada sedikit cerita sebelum sesi pemutaran video dimulai. Aku, Ageung dan Zikri baru bisa teriak lega sekitar pukul 20.00 WIB, karena sebelumnya kami masih mengkhawatirkan nasib video yang proses ‘export to DVD’ dan burning-nya begitu lama entah kenapa. Mungkin ini juga yang dirasakan kawan-kawan akumassa di daerah lain, ketika menghadapi saat-saat deadline, pikirku.

Video pertama yang diputar adalah Aplusan. Kemudian dilanjutkan dengan Men At Wok dan SD Pondok Cina. Cuaca dingin sehabis hujan ditemani beberapa makanan ringan dan minuman membuat suasana pemutaran video berlangsung hangat dan sederhana.

Aku, Zikri dan Ageung sungguh tak menyangka, pada sesi pemutaran ini justru bangku penonton mulai terisi penuh. Mulai dari kawan-kawan Forum Lenteng, beberapa mahasiswa IISIP,  hingga teman-teman partisipan akumassa dari daerah lain. Di antaranya perwakilan-perwakilan dari akumassa Padang Panjang, Lebak, Ciputat dan Cirebon.

Para partisipan akumassa Padang Panjang, dan Cirebon kebetulan sedang berada di Jakarta karena mereka ikut serta dalam Pameran Seni Rupa, Fixer, yang berlokasi di NAS (North Art Space) Ancol sejak 18 Juni lalu. Maka itu mereka menyempatkan diri datang ke acara pemutaran video akumassa Lenteng Agung.

Setelah 3 video dihadirkan ke mata para penonton menggunakan proyektor, maka masuklah kami pada sesi diskusi. Berbagai pertanyaan, kritik dan saran mulai menghujani kami semua. Aku, Ageung dan Zikri pun langsung mencatat hal-hal yang didiskusikan bersama itu, untuk membantu kami dalam revisi nantinya.

Sebuah kritik dari Bang Hafiz selaku Ketua Forum Lenteng, membuatku tersenyum kecil,

“Kalau dilihat dari konsep-konsep akumassa, video-video ini sudah cukup baik. Tapi sepertinya kalian terlalu patuh dan kaku menerapkannya ke dalam teknis, harusnya bisa lebih fleksibel sehingga gambarnya bisa lebih menarik, asal logika gambarnya tetap sesuai,” jelasnya.

Entah kenapa, komentar itu lucu bagiku. Mungkin karena yang buruk menurutku selama ini adalah yang tidak sesuai dengan aturan yang ada, tapi ternyata yang terlalu patuh dan kaku pun tak baik. Memang sesuatu yang terlalu itu tidak baik. Aku jadi teringat lirik lagu dangdut berlirik “yang sedang-sedang sajaaa…”

 

Zikri dan Ageung sedang menjawab pertanyaan

Zikri dan Ageung sedang menjawab pertanyaan

Setelah sesi diskusi dan tanya jawab selesai, maka selesai pula acara pemutaran video akumassa Lenteng Agung.

Pemutaran video ini memang berlangsung tanpa sambutan dari Pak RT, Pak lurah, serta acara pementasan apapun. Namun, semua tetap membahagiakan bagi aku dan tentunya Ageung serta Zikri. Apalagi mengingat workshop kali ini berbeda dari workshop-workshop akumassa sebelumnya. Kali ini kami sebagai partisipan lebih punya andil banyak dalam prosesnya, para fasilitator (Otty Widasari dan Riezky Andhika Pradana) hanya memberikan materi, serta mendampingi namun tidak banyak ikut campur. Hal tersebut disengaja, untuk membuat kami lebih mengerti detail proses workshop akumassa dan tidak selalu bergantung dari fasilitator.

Selain itu, kami belajar sesuatu yang sangat berharga saat proses workshop berlangsung hingga ke acara pemutaran. Yaitu, kerja tim.

Mira Febri Mellya

***

Deskripsi 3 Video akumassa Lenteng Agung

1. Aplusan

Kampanye Walikota, spanduk polantas, jalur lalu lintas kendaraan dari Jalan Lenteng Agung dan Margonda, kemacetan, menjadi latar di mana dua pihak berebut tempat untuk melakukan aktivitas dengan latar belakang dan tujuan yang berbeda. Petugas berompi hijau, yang mengemban kewajibban dari Negara untuk mengatur jalan, harus berhadapan dengan para anak jalanan yang ingin mencari makan. Mereka berebut suatu tugas: menertibkan jalan dengan cara yang hampir sama. Polisi lalu lintas dan para Pak Ogah berebut tugas di persimpangan, di bawah fly over, perbatasan Lenteng Agung-Margonda, perbatasan “Kota Satelit” dengan Ibukota.

2. Men At Work
Aroma menusuk mengganggu hidung ketika kita berjalan melintasi jalan di persimpangan menuju Kelapa Dua, tepatnya di sekitar fly over, Depok. Sepetak lokasi dengan segunung sampah menghiasi sisi jalan. Akan tetapi ada beberapa manusia yang setia mengorek sampah untuk didistribusikan ke Bantar Gebang (Tempat Pembuangan Sampah akhir di Bekasi). TPS itu merupakan milik resmi dari RW 1 hingga RW 4, kelurahan setempat. Tetapi masyarakat umum, bahkan yang berasal dari luar kelurahan, mengklaim tempat itu sebagai milik umum. Mereka dengan seenaknya membuang sampah sembari lewat melalui Jalan Akses UI (Universitas Indonesia).

3. SD Pondok Cina

Sebuah kompleks sekolah yang sederhana sudah lama berdiri di sisi Jalan Margonda, tidak jauh dari jembatan penyeberangan yang menghubungkan dua mall besar di Kecamatan Beji. Bangunan ini kontras dengan lingkungan di sekitarnya, yaitu jalan raya dan ruko-ruko. Bangunan tersebut menjadi bagian dari pembangunan kota yang telah digalakkan di Kota Depok dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan. Kompleks sekolah itu adalah SD Pondok Cina.

Manshur Zikri

Your email:

 

6 pembaca suka artikel ini.
Bagi dan Sebarkan:
  • PDF
  • Print
  • email
  • RSS
  • Facebook
  • MySpace
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Ping.fm
  • Digg
  • Reddit
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Tumblr

Artikel terkait:

  1.           Acara Pemutaran Video akumassa Serang
  2.           Acara Pemutaran Video akumassa Pemenang
  3.           Program akumassa di Lenteng Agung, Jakarta
  4.           Acara Pemutaran Filem dan Video
  5.           Pemutaran Video akumassa, Kampus UNTIRTA-Serang
Anda dapat meninggalkan respon, atau jejak balik dari situs anda.

Komentar (2)

 

  1. bobdodee mengatakan:

    maaf engga bs datang kesana,skali lg maaf….

  2. daviddarmadi mengatakan:

    Ageung…celananya keren…
    sangat adem kamu terlihat difoto..haha:)
    tapi uni Mere koq g ada fotonya ya.. ?
    oya uni mere..soal aat-saat deadline mo pemutaran klo di Padang Panjang hampir sama dan tidak jauh berbeda keadaannya dengan lanjtuan akumassa Lenteng Agung. Dan lucunya lagi..si Fandi Taufan tiga jam seblum pmutaran yang udah gencar publikasi muter2 Padang Panjang..pakai mobil..dan teriaknya pake TOA. Sedangkan video akumassanya masih di edit. Hehe…
    Om Diki sampai g tidur…
    hehe

Tinggalkan pesan balasan

ACARA

PESAN

Tentang Perubahan Iklim Dunia

Kami mengajak kawan-kawan komunitas untuk berpartisipasi dalam melakukan gerakan kesadaran terhadap perubahan iklim ini. Komunitas-komunitas merupakan yang paling terdepan dan secara langsung menghadapi perubahan yang dialami oleh masyarakat. Jadi, mulailah kita berubah dari kebiasaan yang merusak lingkungan. Kita pasti bisa menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan bumi yang sudah semakin panas ini.

  • Forum Lenteng Channel on Youtube

PROMOSI

  • Sinau Art Course

POTRET

ARTIKEL ACAK

      Pameran Video akumassa: Pertama di Blora

      (Randublatung - Blora, Jawa Tengah)

      keramaian-massa-6
      Setelah melalui proses kerja sebulan penuh bahkan lebih, akhirnya pameran untuk program akumassa di Randublatung–Kabupaten Blora diadakan. Acara ini bertempat di markas Anak Seribupulau di Jalan Onggososro No. 20 RT.05/RW.02 Randublatung–Kabupaten Bl ...

      (Ada 16 komentar pada artikel ini)

      Monografi Kecamatan Jagakarsa

      (Lenteng Agung, Jakarta Selatan)

      kecamatan-jagakarsa
      Ingat Kecamatan dan Kelurahan. Saya ingat beberapa waktu lalu saya harus memperbaharui KTP (Kartu Tanda Penduduk) saya yang sudah lewat masa berlakunya. Kewajiban memiliki KTP sebagai legalitas seorang penduduk merupakan alasan yang ke-seribu buat s ...

      (Ada 0 komentar pada artikel ini)

      Lewat Jembatan Dua

      (Rangkasbitung - Lebak, Banten)

      Jembatan Dua
      Rangkasbitung, 20 Desember 2008 Kereta pertama pukul 07.00 pagi jurusan Serang- Rangkasbitung melintas melewati Jembatan Dua dalam perjalanannya, setelah itu dua orang lelaki berangkat kerja pergi melintasinya. Tinggi jembatan itu ke bawah sungai Ciu ...

      (Ada 4 komentar pada artikel ini)

      Negeri Para Monyet

      (Cirebon, Jawa Barat)

      monyet sedang memakan buah
      Pernahkah anda melihat monyet sedang panjat pinang? Jawabannya anda harus datang ke situs Makam Sunan Kalijaga pada saat hari peringatan 17 Agustus. Ketika itu sang kuncen membuat panjat pinang mini dengan menggunakan bambu dan di beri pelicin.maka ...

      (Ada 8 komentar pada artikel ini)

      Padang: Kota Seribu Angkot Modis

      (Padang Panjang, Sumatera Barat)

      modifikasi-interior1
      Angkutan kota (angkot) merupakan alat transportasi publik yang utama digunakan di kota Padang selain bus kota. Akses yang mudah dan harga yang terjangkau membuat masyarakat kota Padang lebih memilih menggunakan jasa angkot daripada taksi ataupun oje ...

      (Ada 22 komentar pada artikel ini)

      Keraton Kanoman dan Pelabuhan 1 Cirebon

      (Cirebon, Jawa Barat)

      Iskandar menjadi Aku-Medium merekam aktifitas pasar
      Kanoman Iskandar menjadi Aku-Medium merekam aktifitas pasar Pada tgl 15-16 Desember 2008 tepatnya jam 11 gue brangkat naik angkot menuju ke Keraton Kanoman naik angkot D5 bersama kiki’ terus setibanya di depan pabrik BAT (PT. British American Tobacco ...

      (Ada 2 komentar pada artikel ini)

STATISTIK

    • Artikel:  386
    • Komentar:  2,181
    • Halaman:  13
  • KUNJUNGAN

    Saat ini: 0

    Total: 79143

  • www.akumassa.org adalah media informasi komunitas yang digagas oleh Forum Lenteng Jakarta
    untuk merekam informasi tentang persoalan lokal dalam konteks sejarah dan kekinian yang diproduksi oleh komunitas.

    FB | TWEET
    RSS | Kontak | Jaringan | Forum Lenteng | Jurnal Footage | DariVisual | Context Creative Media