Pemutaran Video akumassa dan Diskusi Bersama Lensa Massa

Oleh / pada 22 Februari 2012 / di Depok, Jawa Barat // 5 Komentar

Suburbia dan Lensa Massa serta bebera mahasiswa lainnya foto bersama

Kali ini, video akumassa Depok kembali diputar dan dipresentasikan di hadapan publik, tepatnya di hadapan mahasiswa Universitas Indonesia, Senin, 20 Februari 2012. Acara ini digelar di ruang 4101 gedung IV, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Indonesia (UI). Kegiatan pemutaran, yang terselenggara berkat kerjasama antara Komunitas Lensa Massa dan Komunitas Suburbia ini, menampilkan enam video karya akumassa Depok, di antaranya, Banjir Tanpa Libur, Suara Depok, Blora di Ujung Depok, KPP dan Terminal Belajar. Acara pemutaran dimulai sejak pukul empat sore. Meskipun langit menurunkan hujan, tiga per empat ruangan sudah terisi sejak awal acara. Lampu dimatikan, tombol play ditekan, video pun diputar. Para hadirin menyaksikan semua video yang ditampilkan dengan khidmat dengan sesekali suara tawa terdengar.

Pemutaran video akumassa Depok bersama Lensa Massa

Para penonton sedang menyaksikan video Terminal Belajar

***

Sedikit menilai jalannya pemutaran, jujur saja, kegiatan yang berlangsung hari itu belum berjalan dengan sempurna. Dari segi teknis, terlihat kurang adanya kesiapan dari penyelenggara, baik itu Komunitas Lensa Massa maupun dari Komunitas Suburbia. Salah satunya ialah kesiapan audio yang kurang memadai. Selama pemutaran berlangsung, suara kresek-kresek dan dengung melengking yang berasal dari microphone yang didekatkan ke speaker laptop menjadi penyebab ketidaknyamanan dalam menonton. Jelas, ketidaksiapan ini menjadi kritik bagi kami penyelenggara acara pemutaran. Semoga hal seperti itu tidak terulang lagi di kegiatan pemutaran berikutnya.

Satu setengah jam sudah berlalu. Lampu kembali dinyalakan, dan sesi diskusi pun dimulai. “Ayo, buat yang terlibat di balik layar silahkan maju ke depan,” salah satu anggota Lensa Massa berseru, mempersilahkan para pembuat video, yang merupakan anggota Komunitas Suburbia, maju ke depan ruangan untuk mempresentasikan secara lebih jauh terkait dengan proses pembuatan video akumassa Depok dan pembahasan isu-isu yang ada di dalam karya tersebut.

Aku, Lulus, Ageung, Barjow dan Jayu pun maju satu per satu untuk memperkenalkan diri. Awalnya, aku merasa canggung berada di hadapan mahasiswa dan mahasiswi UI, namun setelah aku memperkenalkan namaku dan menceritakan sedikit tentang latar belakangku, perasaan itu pun segera sirna.

Dari kiri: Ageung, Zikri, Barjow dan Lulus

Berbagai macam pertanyaan timbul dari para calon sarjana itu, seperti bagaimana cerita di balik layar, bagaimana cara memilih isu hingga pertanyaan-pertanyaan seputar konsep tentang akumassa itu sendiri. Menariknya, ada sebuah pertanyaan yang cukup kritis, menurutku. Salah seorang penanya memperkenalkan dirinya bernama Batara, barasal dari Komunitas FIKTIF—komunitas yang juga giat dalam kegiatan diskusi dan produksi filem di kalangan mahasiswa di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI. Ia meminta penjelasan tentang video yang berjudul Suara Depok. “Pada video Suara Depok, kalian dibayar berapa sama iklan? Maaf, karena saya melihat begitu banyak iklan filem di video itu.”

Pertanyaan itu dengan sigap dijawab oleh anggota Suburbia secara begantian. “Jujur saja, kami tidak dibayar sama sekali, dan kami memang tidak ada berniat untuk mempromosikan studio yang menjadi lokasi di mana isu itu muncul,” aku mencoba menjelaskan. “akan tetapi, di dalam video Suara Depok, kami menangkap dan menyajikan visual dari masyarakat apa adanya. Ketika kita berjalan di Jalan Margonda, dan mendengar suara radio yang sangat kencang, kemudian melihat ke arah sumber suara, visual itu lah yang kita lihat. Dengan kata lain, dalam video ini kami menghadirkan hasil pandangan dari mata massa itu sendiri sesuai jalur sirkulasinya.”

Diskusi berlangsung selama lebih kurang tiga puluh menit. Keseluruhan acara itu berakhir sekitar pukul enam sore. Sebenarnya, masih banyak pertanyaan dari teman-teman mahasiswa yang hadir. Namun, karena sepertinya sudah ada sinyal dari petugas, yaitu hidup-matinya lampu ruangan, maka kegiatan tersebut, dengan berat hati, mau tidak mau harus ditutup. Satu per satu orang-orang pun meninggalkan ruangan.

Kegiatan itu menjadi pengalaman tersendiri bagi Komunitas Suburbia. Rencananya, Komunitas Suburbia akan terus melanjutkan jaringan pertemanan dengan Komunitas Lensa Massa ini dalam bentuk pengerjaan semacam proyek bersama untuk memproduksi karya video atau filem. Aku berharap, semoga rencana ini dapat terwujud.

Be Sociable, Share!

Tentang Penulis

Manshur Zikri

Website: http://manshurzikri.wordpress.com

Manshur Zikri (21 tahun) adalah seorang mahasiswa Program Studi Kriminologi, FISIP, Universitas Indonesia. Saat ini dia menjadi salah seorang pemantau dalam Program Pemantauan Media Berbasis Komunitas yang digagas oleh Forum Lenteng, untuk perwakilan lokasi Kota Depok. Selain aktif berkegiatan di Forum Lenteng, Zikri juga aktif dalam kegiatan jurnalisme warga bersama komunitas akumassa Depok, SUBURBIA, yang mengkaji persoalan sosial, budaya dan media di Kota Depok dan sekitarnya.

5 Komentar pada "Pemutaran Video akumassa dan Diskusi Bersama Lensa Massa"

  1. Lulus Gita 23 Februari 2012 pukul 14:16 · Balas

    Semangat terus buat Suburbia!!! Zik foto lw sotoy bgt, ahhahah

  2. manshurzikri 23 Februari 2012 pukul 23:40 · Balas

    yoi.. haha

  3. Albert 24 Februari 2012 pukul 01:34 · Balas

    Keep spirit.. Selamat mencerdaskan kehidupan bangsa.. ;D

    • Lulus Gita 24 Februari 2012 pukul 14:47 · Balas

      Thanx Albert, dukungannya sangat berarti buat kami :)

  4. angga 28 Februari 2012 pukul 20:45 · Balas

    cieeeeee…… sukses yaa buat suburbia

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung – Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org



© Agustus 2008 - 2012 ( akumassa )

// Forum Lenteng // Jurnal Footage // Dongeng Rangkas // Naga // Radio akumassa //