Video akumassa Cirebon: Keramaian di Pasar Kanoman Membuat Keraton Terasing dari Masyarakat

Oleh dan / pada 6 Januari 2009 / di Cirebon, Jawa Barat // 3 Komentar

Pagar Keraton Kanoman menuju arah Pasar Kanoman
Pagar Keraton Kanoman menuju arah Pasar Kanoman

Dalam suatu tata arsitektur, terdapat Pasar Kanoman yang menjadi bagian dari konstruksi Keraton Kanoman. Keraton ini didirikan oleh para wali, salah satu dari wali itu adalah Sunan Gunung Jati yang menjadi pemimpin agama sekaligus pemimpin politik pada zamannya. Peninggalan sejarah ini, menyimpan banyak cerita di dalamnya. Keraton sendiri menyimpan benda–benda pusaka, bahkan di dalam nya masih bercokol generasi kesultanan Cirebon, kerabat dan keluarga keraton. Namun ‘keagungan’ keraton sendiri telah terlupakan, yang terlihat kini hanya kesunyian dan keterasingan. Ada banyak kemungkinan penyebabnya. Salah satunya, tata letak pasar yang menutupi keraton tersebut dari jalan utama Kanoman.

Keraton Kanoman dilihat dari atas Pasar Kanoman
Keraton Kanoman dilihat dari atas Pasar Kanoman

Video ini membingkai aktifitas ekonomi di pasar kanoman yang sangat sibuk. Karena sirkulasi padat pasar tersebut, keraton Kanoman seperti terabaikan dari masyarakat. Lalu–lalang kendaraan yang ada di sekitar pasar, menambah kebisingan suasana pasar. Pasar Kanoman menyediakan kebutuhan pangan masyarakat di kota Cirebon seperti, sayur-mayur, rempah-rempah, daging, ikan dan terutama sembako. banyak juga selain bahan pokok yang dijual disana seperti, bunga rampai dan barang-barang antik. Terlihat pembeli yang berdatangan untuk membeli dagé (oncom), bumbu-bumbuan seperti bawang, daun salam dan daun sereh.

Penjual pakaian di Pasar Kanoman
Penjual pakaian di Pasar Kanoman

Konstruksi bangunan pasar Kanoman terdiri dari dua blok pasar yang masing-masing memiliki dua lantai. Secara keseluruhan, lantai satu menjadi tempat penjualan kebutuhan pangan. Sedangkan, lantai atas menyediakan kebutuhan sandang dan kebutuhan lainnya. Karena faktor kepadatan, tidak jarang pedagang berjualan di tepian tangga.  Dari lantai dua, pasar Kanoman terlihat keraton Kanoman yang tampak sepi.

Penjual bnga rampai di Pasar Kanoman
Penjual bunga rampai di Pasar Kanoman

Tim akumassa Cirebon

Tentang Penulis

Gardu Unik

Sanggar Gardu Unik didirikan 29 September 2005 oleh Nico Broer di kota Cirebon. Sanggar ini memfokuskan kegiatannya pada pendidikan, terutama bidang seni rupa. Anggota sanggar ini sebagian besar merupakan pengajar di sekolah-universitas.

akumassa forum lenteng

Website: http://akumassa.org/

www.akumassa.org terbit didasari atas gagasan tentang jurnalisme warga, masyarakat khususnya pekerja kreatif muda (usia 20-30 tahun) yang dapat memanfaatkan teknologi modern dan internet global ini sebagai media informasi alternatif dan juga untuk melengkapi maupun memeriksa fakta-fakta yang diberitakan dalam media. Apa yang dikerjakan oleh Forum Lenteng selama ini, adalah sebuah usaha mengumpulkan narasi-narasi kecil tentang kota, Jakarta khususnya. Narasi-narasi yang dituturkan ’sendiri’ oleh masyarakatnya. Karena selama ini berita-berita yang diketahui oleh masyarakat berada pada kuasa media massa besar. Dengan gagasan tersebut di atas Forum Lenteng berinisiatif untuk membuat media massa alternatif berbasis jaringan internet dalam bentuk blog yang diaplikasikan ke dalam program dan ide akumassa. Isi dalam artikel-artikel yang terbit dalam www.akumassa.org berisi tentang kepingan-kepingan kecil akan sejarah dan peristiwa di tiap kota dampingan ataupun kota di luarnya.

3 Komentar pada "Video akumassa Cirebon: Keramaian di Pasar Kanoman Membuat Keraton Terasing dari Masyarakat"

  1. kartoenbitjara 17 Januari 2009 pukul 11:08 · Balas

    ajo bitjara!!
    dan temukan esensialnya

  2. d1v12Art 23 Februari 2009 pukul 04:03 · Balas

    Setelah menonton videonya

    Saya tidak melihat keberadaan pasar Kanoman ini letaknya bersebelahan dengan Keraton Kanoman.
    Dan dialog massa yang terjadi tidak ada informasi yang didapat kalau keramaian Kanoman membuat Keraton Terasing dari masyarakat. Jika mengikuti jalur sirkulasi dari gambar yang diambil yang tidak ada cut to cut nya saya merasa pusing. Apakah aku mediumnya sedang mabuk atau karena baru bangun tidur dan langsung pergi ke pasar.

  3. hafiz 23 Februari 2009 pukul 09:38 · Balas

    Dalam video akumassa memang akan memusingkan kalo kita membebani kepala kita dengan informasi-informasi standar yang selama ini kita terima dari tv, koran, film holiwood dan lain2. Jadi, sesuatu yang mungkin dengan pendekatan “agak berbeda” terasa asing dan memusingkan. Memang ini butuh keterbukaan pikiran untuk melihatnya. Sering orang2 yang sudah merasa “pintar” di dunia ini terjebak dalam perspektif yang buta. Dari pengalaman; lebih beruntung kalo orang-orang biasa yang menonton…karena mereka lebih apresiatif dan terlibat dengan pengalaman-pengalaman massa yang ada dalam video itu. Video akumassa tidak untuk mendominasi kebenaran visual, tapi membagi pengalaman “berbeda” tenang isu-isu lokal dengan “kemasan” yang berbeda pula. Salam Hafiz

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung - Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org

© Agustus 2008 - 2009 ( akumassa )

// Forum Lenteng // Jurnal Footage // Arkipel // Dongeng Rangkas // Naga // Radio akumassa //