Stasiun Jurang Mangu, Stasiun Anyar di Kota Tangerang Selatan

1

2

Kota Tangerang Selatan kini memiliki stasiun kereta api baru, bernama Stasiun Jurang Mangu. Stasiun ini berada di Jalan Tegal Rotan, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan. Stasiun ini dibangun pada tahun 2002, selesai pada awal bulan September 2009, dan diresmikan pada 16 September 2009 oleh Ir. Jusman Syafii Djamal yang kala itu menjabat sebagai Menteri Perhubungan RI.

3

Aku pertama kali mengetahui keberadaan Stasiun Jurang Mangu ketika sedang melintasi bilangan Bintaro, tepatnya di bundaran Bintaro Sektor 9 di depan Bank Permata. Terpampang, papan penunjuk arah yang berukuran 10 x 30 menandakan lokasi Stasiun Jurang Mangu. Terlintas rasa penasaran, karena sebelumnya tidak ada papan tersebut, dan aku pun baru mendengar nama Stasiun Jurang Mangu. Setelah kutelusuri, ada plang lagi yang menunjukkan letak stasiun tersebut. Aku semakin tertarik dan penasaran untuk segera mengetahui.

5

“Ooohhhhh, ternyata di sini toh,” ucapku dalam hati, ketika menemukan letak stasiunnya. Ternyata letaknya di bawah jembatan Tegal Rotan. Tempat itu pernah menjadi objek risetku waktu semester 1.  Namun aku baru menyadari keberadaannya, apakah karena letaknya yang menjorok ke bawah, di bawah Jembatan Tegal Rotan?

Nama stasiun ini diambil dari nama daerah setempat, yaitu Jurang Mangu. Jurang Mangu sendiri berasal dari kata jurang dan mangu. Jurang berarti tanah yang menjorok ke bawah atau tebing,  karena memang lokasi tersebut berada seperti di bawah tebing. Sedangkan mangu sendiri berarti manggut-manggut. Karena orang pendatang yang mendatangi daerah tersebut akan manggut-manggut karena melihat ke-eksotisan pemandangan daerah tersebut. Aku pun setelah melihat kawasan itu, langsung manggut-manggut, ternyata ada juga kawasan yang masih lestari di pinggiran Kota Jakarta.

4

Daerah Jurang Mangu sebelum ada stasiun merupakan daerah semak belukar yang dipenuhi rumput dan pepohonan liar, seperti hutan. Sebelum Stasiun Jurang Mangu berdiri, daerah itu sudah memiliki stasiun kereta api yang dibuat sejak penjajahan Belanda, dengan nama yang sama. Namun stasiun tersebut hanya untuk kereta uap dan hanya berfungsi satu rel. Ketika muncul kereta api listrik (KRL) stasiun tersebut tidak difungsikan lagi, dan bangunan tersebut kini menjadi perumahan warga.

Aku masuk lagi ke dalam stasiun, terlihat suasana sepi, berbeda dengan stasiun lainnya yang pernah aku kunjungi. Aku melanjuti penyusuranku, menyusuri bangunan stasiun sampai ujung. Ohhh, asri sekali daerah sini, udaranya masih sejuk, seperti berada di kawasan Bogor, jauh dari keramaian kota, aku pun tak mau mencemari udara ini dengan menghisap rokok. Berbeda sekali dengan stasiun lainnya yang kumuh dan bau pesing.

6

Sebelumnya, akses stasiun terdekat dari Stasiun Jurang Mangu adalah Stasiun Pondok Ranji, kira-kira jaraknya 10 km dari Stasiun Jurang Mangu dan Stasiun Sudimara yang jaraknya juga sekitar 10 km. karena kawasan tersebut tidak memiliki stasiun kereta api, maka dibuatlah Stasiun Jurang Mangu yang letaknya tidak jauh dari Stasiun Jurang Mangu yang lama pada masa penjajahan Belanda.

Aku pun menyusuri letak Stasiun Jurang Mangu yang lama, menurut penuturan warga setempat gedungnya sudah rubuh yang tersisa hanyalah bangunan kecil yang ditempati kepala stasiun. Sampai kini bangunan tersebut masih ada, dan masih ditempati oleh keturunan Kepala Stasiun Jurang Mangu yang dahulu, walaupun sudah mengalami sedikit renovasi.

Stasiun ini bisa terbilang stasiun baru, dengan arsitektur modern, dan catnya yang masih mengkilap. Karena stasiun ini masih baru, belum banyak masyarakat yang mengetahui keberadaan stasiun ini. “Dibutuhkan sosialisasi kepada masyarakat khususnya warga Kota Tangerang Selatan mengenai stasiun baru ini.,” ungkap Fariz Kurniawan selaku petugas loket Stasiun Jurang Mangu.

7

Sama seperti stasiun lain yang melintasi rute Rangkasbitung-Serpong-Tanah Abang, Stasiun Jurang Mangu juga melayani para penumpang jurusan yang sama Pulang Pergi (PP).  Di stasiun tersebut juga menyediakan jasa penitipan kendaraan bermotor untuk para penumpang kereta api yang ingin berpergian jauh. Jasa ini  dikenakan biaya Rp.2000.- /hari/motor. Saat itu terlihat hanya beberapa motor saja yang dititipkan, hal ini wajar, karena memang stasiun ini masih terbilang baru.

Menurut warga sekitar, Pak Marwal (70), setelah stasiun ini jadi, warga sekitar sering datang ke sini bersama sanak familinya, hanya untuk rekreasi, duduk menggelar tikar dan makan bersama, karena memang kawasan ini sangat sejuk, dan indah. Warna hijau pepohonan menambah kelestarian kawasan tersebut.

Aku pun jika menjadi warga sekitar sini, akan mengunjungi daerah ini bersama keponakanku, menghabiskan waktu sore yang sangat melelahkan sehabis pulang kuliah. Dengan tawa canda keponakanku yang masih kecil, sepotong roti dan segelas susu dingin, ditemani suasana Jurang Mangu, tentunya sudah cukup membayar kepenatanku dibangku kuliah.

Be Sociable, Share!

Tentang Penulis

Farabi Ferdiansyah

Pria kelahiran 1990 ini sedang menyelesaikan studi di UIN Syarif Hidayatulah, Jakarta jurusan Dakwah dan Komunikasi. Ia aktif di berbagai macam organisasi, seperti Komunitas Djuanda, Komka, akumassa Ciputat dan masih banyak lagi. Pria yang hobi fotografi ini pernah menjuarai beberapa lomba, salah satunya menjadi juara 1 dalam kontes fotografi bertema Animal Husbandry di Institut Pertanian Bogor pada tahun 2010.

Choiril Chodri

Pria kelahiran 1990 ini sedang menyelesaikan studinya di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan aktif diberbagai komunitas, di antaranya Div. Produksi di Komunitas Djuanda, Div. Media di Masyarakat Peduli Karakter Bangsa dan Wakil Ketua di Ikatan Mahasiswa Purworejo Jakarta Raya (Imapurjaya). Selain di kampusnya, beberapa karyanya pernah dipamerkan di Jakarta 32 ruang rupa di Galeri Nasional Indonesia 2010 dan Pameran fotografi 484, Cikini dan pernah presentasi khusus video akumassa di Festival Film Dokumenter (FFD) Taman Budaya, Yogyakarta, 2010.

8 Komentar pada "Stasiun Jurang Mangu, Stasiun Anyar di Kota Tangerang Selatan"

  1. akudiadanmereka 8 Desember 2009 pukul 08:23 · Balas

    kira2,penumpangnya siapa ja ya???

  2. fd 8 Desember 2009 pukul 20:32 · Balas

    hmm..setasiun mengingatkan kenakangan buruk saat naik kereta jurusan rangkasbitung. saya mengalaminya kecopetan beberapa bulan yang lalu. apesnya gara-gara ketiduran. sua saat saya akan coba turun di sini.

  3. manshurzikri 9 Desember 2009 pukul 10:07 · Balas

    wah, seandainya keasrian itu bisa terjaga dengan baik, dan keasrian itu juga diterapkan di setiap stasiun di Indonesia, betapa senangnya,,

  4. vianto 10 Desember 2009 pukul 11:58 · Balas

    boleh tuh…kita naek kereta d st.jurang mangunya bareng2…sekalian beli korek gas,,soalnya murah kalo beli dikereta…

  5. abhie 11 Desember 2009 pukul 15:56 · Balas

    @ akudiadanmereka… penumpangnya warga sekitar jurang mangu, dan mayoritas mereka bekerja di Jakarta.

    @ Vianto.. hahaha, sekalian aja beli gemblong,hehe

    @ manshurzikri… benr tuh, like this, semuanya indah, pasti jarang ada yang bunuh diri gara-gara stress, hoho

    @ Fd… owh,,, so sad! besok-besok dompetnya di gembok ya, hehe

  6. khusnul 2 Maret 2010 pukul 19:07 · Balas

    eMm,.. sya bRu tAu ad Stasiun jurangmangu!!!
    tp sukses & byr irit

  7. acha 25 April 2011 pukul 05:20 · Balas

    halo, mau tanya, jika saya harus tiba di kntr daerah gatot subroto jam 8 pagi, enaknya naik jadwal kereta sudirman atau cijung dari stasiun jurang mangu jam brp ya? terima kasih

  8. grungetris 7 Januari 2012 pukul 17:01 · Balas

    mulai ada kemajuan tentang perkereta apian indonesia ..
    GOOD LUCK !

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung – Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org



© Agustus 2008 - 2009 ( akumassa )

// Forum Lenteng // Jurnal Footage // Dongeng Rangkas // Naga // Radio akumassa //