Punk Muslim

Oleh dan / pada 23 Maret 2010 / di Ciputat, Tangerang Selatan // 40 Komentar

P-U-N-K, mendengar keempat huruf itu, nampaknya ada sebagian orang yang akan menutup kuping, menutup mata ataupun ingin me-remove kata itu dari benaknya karena trauma atas perilaku negatif yang pernah dirasakannya atau takut karena melihat penampilan para anak punk.

 

Punk Blora

Punkers dari beberapa daerah di Indonesia

 

Kata ‘punk‘ sebenarnya biasa-biasa saja, namun yang membuat kata itu menakutkan adalah penganut kata-kata tersebut, atau penganut aliran musik keras yang selalu dikaitkan dengan punk. Entah benar atau tidak, banyak orang yang beranggapan dunia punk adalah dunia yang berkaitan tentang hal-hal yang dianggap negatif. 

Di tempatku (Blora, Jawa Tengah), aku sudah terbiasa bergaul dengan anak-anak punk, karena mayoritas teman-temanku di Komunitas Anak Seribupulau adalah anak punk. Hampir bosan aku melihat anak punk, entah kutukan atau apa, setiap aku keluar kota, aku juga selalu menemui anak punk. Ironis? Tidak juga. Terlalu berlebihan? Sangat!

 

Punk Blora

Punk Blora

 

Terkadang persepsi orang terhadap anak punk sangat berlebihan. Akulah saksi hidupnya, Ariyanto ‘Petek’ dari Blora. Aku sering bersama mereka, susah senang bersama, berkarya dan berkreatifitas bersama. Contohnya, dengan mendaur ulang sampah, memahat, cukil kayu menggunakan pisau (cutter), melukis, dan masih banyak lagi. Dan yang pasti menggunakan imajinasi kita sendiri. Ya mungkin itu gambaranku mengenai anak punk di daerahku, walaupun tampang mereka beringas, tapi kreatifitas mereka lebih beringas dari tampangnya. Nasi telah menjadi bubur, namun anak-anak punk di sekitarku mampu mengubahnya menjadi bubur yang enak sekali, walaupun jiwa mereka sudah berkarat dengan aliran punk, mereka tetap kreatif dan inovatif, itulah sebabnya mereka masih bisa bertahan dan berkarya hingga detik ini. Aku pun bersyukur bisa berada di sekitar mereka.

 

Cukil kayu karya Komunitas Anak Seribupulau

Cukil kayu karya Komunitas Anak Seribupulau

 

Setelah disinggung, aku mulai bertanya, apa itu punk? Dari mana asal mula aliran punk itu? Aku pun yakin mayoritas anak-anak punk tidak tahu sejarah aliran punk yang mereka anut. Hanya petantang-petenteng dan ikut-ikut saja.

Pertanyaanku pun terjawab oleh ‘Paman Google’. Dikatakan, punk merupakan sub-budaya yang lahir di London, Inggris. Punk berarti jenis musik atau genre yang lahir di awal tahun 1970-an. Punk juga bisa berarti ideologi hidup yang mencakup aspek sosial dan politik, anti pemerintahan, idealis, kritis dan atheis.

Harus kuakui, awalnya mereka hanya ikut-ikutan saja, tidak tahu arti punk sebenarnya. Itulah yang dialami oleh anak-anak punk di seluruh Indonesia. Berbeda sekali dengan anak punk di Inggris, mereka bukanlah anak-anak yang hanya hura-hura dan meresahakan para penumpang bus kota, melainkan para politisi yang selalu membaca koran, kritis, idealis, dan pengawas bagi negaranya.

Di sinilah telah terjadi pergeseran makna mengenai punk sesungguhnya, yang dinodai oleh perbuatan dan penampilan yang tidak mengenakkan mata, apabila kita melihatnya.

Itulah sekilas tentang dunia punk di kota tempatku tinggal. Di Ciputat, Tangerang Selatan, ternyata ada sebuah fenomena punk yang juga sangat menarik, yaitu Punk Muslim.

 

Punk Muslim

Punk Muslim

 

Punk Muslim?  Apa itu? Aneh-aneh saja, nampaknya hanya isapan jempol semata, karena menurutku aliran punk adalah aliran yang meniadakan keberadaan Tuhan, jadi mana mungkin bisa berkolaborasi dengan agama.

Ya, seperti itulah aku memfatwakan kata ‘Punk Muslim’. Sekilas aku menafsirkan anak-anak punk sebagai segerombolan anak muda yang anti kemapanan, hidup di jalanan, menjadi pengamen, tindikan dan tato menghiasi tubuh mereka, berpakaian serba hitam serta doyan mabuk-mabukan. Su’uzon? Mungkin, tapi menurutku tidak juga, karena pesan yang kutangkap dari perilaku dan bahasa tubuh mereka seperti itu.

 

Punk Islam sedang beraksi dalam Acara

Punk Islam sedang beraksi dalam Acara ‘Menelisik Lika-liku Kehidupan Punk Moslem’

 

Alhamdulillah, penafsiranku salah besar, ternyata tidak semua aliran punk maupun anak-anak punk seperti itu. Nampaknya stereotip itu tidak melekat pada Punk Muslim. Ya, aku megetahuinya dari acara ‘Menelisik Lika-liku Kehidupan Punk Moslem’ yang diadakan oleh Lembaga Dakwah Kampus Syahid (LDK Syahid) di aula Student Center Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah (18/03). Dari talkshow tersebut aku mendapatkan ‘benang merah’ atas kegelisahanku, dan aku mulai meyakini, bahwa memang benar keberadaan Punk Muslim, dan kini tersebar di Indonesia (Jogjakarta, Palu, Semarang, Bengkulu, Indarmayu).

Merekalah Ahmad Zaki, Adi, dan (alm) Budi penggagas Punk Muslim.  Pada tahun 2002 (alm) Budi menceritakan kegelisahannya kepada Zaki (cendikiawan Muslim), (alm) Budi merasa gelisah, karena hidupnya sudah lanjut dan menyadari dosanya sudah banyak sekali, dan ia tidak mau neraka dipenui oleh anak-anak punk, maka ia mengusulkan agar dibuat pengajian bagi anak-anak punk yang dipimpin oleh (alm) Budi. Pada tahun itu terbentuklah pengajian rutin yang selalu dilakukan hari Kamis, sehabis shalat Isya. Alhamdulillah, itu berjalan, namun tidak beberapa lama Budi meninggal, Zaki tidak patah arang, Adi pun mendampingi melanjutkan perjuangan Budi.  Semakin lama, semakin banyak anak punk yang merapat kebarisan.

 

Ahmad Zaki

Ahmad Zaki (salah satu penggagas Punk Muslim)

 

 

Almarhum Budi, salah satu penggagas Punk Muslim

Almarhum Budi, salah satu penggagas Punk Muslim

 

Perjalanan Punk Muslim bukanlah semudah membalik telapak tangan, sudah banyak sekali tragedi-tragedi yang mengiris hati untuk menegakkan Punk Muslim, karena keberdirian Punk Muslim membuat para punkers gerah, para punkers mengecam para punkers Muslim ini, bahkan hingga harus adu jotos oleh preman Pulo Gadung, mereka kalah. Walaupun begitu idealisme Punk Muslim mereka tidak akan pernah padam, inilah yang layak untuk dikatakan sebagai anak punk. Bahkan kegigihan mereka tergambarkan ketika mereka terpaksa kehilangan base camp yang mereka gunakan untuk mengaji, tidak ada rotan akar pun jadi, mungkin itulah yang membuat mereka terus bertahan. Ketika mereka tidak mempunyai base camp untuk mengaji, halte dan taman pun disulap menjadi tempat mengaji mereka.

 

Darma Putra (Ambon)

Darma Putra (Ambon)

 

Ambon, yang nama aslinya Dharma Putra, adalah salah satu anggota Punk Muslim yang berpendidikan pesantren. Sejak kecil, Ambon memang sudah terjun ke kehidupan jalanan, karena ada masalah internal dalam keluarganya. Walaupun sudah duduk di bangku pesantren, anak keturunan Kalimantan dan India ini tidak bisa meninggalkan dunia punk yang sudah mengalir di setiap aliran darahnya.  Ambon pun sudah lelah berbuat maksiat, tapi dunia punk terus membawanya ke ‘sana’. Ambon pun memilih jalan tengah. Ia pun menjadi bagian dari Punk Muslim. Banyak lagi, seperti Asep, Otoy dan lainnya, walaupun ada dari mereka yang bertato, tapi mereka tetap menjunjung tinggi keislaman mereka, walaupun mereka menyesali di akhir dan takkan mengucilkan mereka untuk beribadah.

Kawan, jangan mengira anak-anak Punk Muslim berpakaian baju muslim, berpeci atau memakai jilbab. Tidak Kawan, penampilan boleh urakan, tapi hati tetap Muslim. Filosofi yang sangat mendasar dari Punk Muslim adalah hadis nabi yang berbunyi, “sampaikanlah walau satu ayat.”  Walaupun mereka bertato, mereka mulai meninggalkan kebiasaan buruk mereka secara bertahap. “Yang dulunya lima botol, jadi tiga botol,” ucap Ahmad Zaki, selaku pembimbing Punk Muslim. Metode yang dilakukan Zaki bukanlah metode sapu jagad, tidak langsung mengatakan “Ini haram! Ini dosa!”, bukan itu cara berdakwah bagi anak jalanan, karena objek dakwah Zaki bukanlah orang yang bertipikal lembut, “Jika saya menggunakan cara itu, mereka pasti langsung kabur, nggak mau ngaji lagi,” ucap Zaki, “Di-Islamin, diurusin, dimandiin, disunatin, dikawinin dan dikuburin,” lanjut Zaki, sang penyejuk hati bagi para Punk Muslim.

 

Penonton Acara Menelisik Lila-Liku Punk Moslem

Penonton Acara Menelisik Lila-Liku Kehidupan Punk Moslem

 

Melejit dengan cepat, itulah perkembangan Punk Muslim, semakin lama semakin melebarkan sayapnya ke seluruh Indonesia, walaupun kecaman terus mengganggu telinga mereka. Kini Punk Muslim akan meluncurkan album ke-duanya, setelah album pertama yang bertajuk Anarchy In The Dark Soul. Para anggotanya pun sudah banyak yang menikah dan bekerja.

 

Album pertama Punk Muslim 'Anarchy in The Dark Soul'

Album pertama Punk Muslim 'Anarchy in The Dark Soul'

 

Harapan Punk Muslim tidak muluk-muluk, hanya ingin anak-anak punk mengetahui filosofi mereka sebagai manusia, makhluk yang diciptakan oleh Sang Pencipta. Terserah kalian berasal dari latar belakang apa, aliran apa, menguikuti kegiatan apa, asalkan kalian jangan melupakan al-hak, sebagai pemeluk agama.

Lalu bagaimana dengan anak punk di sekitar kalian, Kawan?
Apakah mereka hanya punk yang ikut-ikutan saja?

Foto: Dari berbagai sumber

 

Be Sociable, Share!

Tentang Penulis

Farabi Ferdiansyah

Pria kelahiran 1990 ini sedang menyelesaikan studi di UIN Syarif Hidayatulah, Jakarta jurusan Dakwah dan Komunikasi. Ia aktif di berbagai macam organisasi, seperti Komunitas Djuanda, Komka, akumassa Ciputat dan masih banyak lagi. Pria yang hobi fotografi ini pernah menjuarai beberapa lomba, salah satunya menjadi juara 1 dalam kontes fotografi bertema Animal Husbandry di Institut Pertanian Bogor pada tahun 2010.

Ariyanto

Dilahirkan di Blora pada tanggal 8 Mei 1990. Pria yang akrab disapa Pethek ini menyelesaikan sekolahnya di SMK Katolik St.Louis, Randublatung, Blora. Sekarang ia sedang menyelesaikan studinya di IKIP PGRI Bojonegoro jurusan Bahasa Inggris. Ia juga aktif di komunitas lokal di Blora yaitu, komunitas Anak Seribu Pulau.

40 Komentar pada "Punk Muslim"

  1. Chodri 23 Maret 2010 pukul 16:01 · Balas

    Mantepp

  2. manshurzikri (tooftolenk) 23 Maret 2010 pukul 16:19 · Balas

    Andaikan semua anak punk di seluruh Indonesia menyadari status mereka dan peran mereka yang sebenarnya, say percaya bahwa para petinggi di istana tidak akan berani bermain “hukum” = mafia hukum, karena ada anak punk yang selalu mengawasi mereka.

    Mantap!
    :)

  3. riosadja 23 Maret 2010 pukul 18:10 · Balas

    10 tahun lalu di disebuah festival musik punk, Saya dan semua penonton tertawa geli saat vokalis salah satu band peserta festival mengucapkan salam pembuka dengan penuh khidmad: “Assalamualaikum”. Bolehlah, atas nama gaya dan budaya atau sejarah dan sepak terjang punk, lantas ucapan suci ini dianggap tiba2 menjadi aneh ketika diucapkan oleh seorang berpenampilan punk. Sang vokalis punk berhasil menerobos sebuah anggapan demi tujuan melucunya. Pacar teman Saya bernama Chomenk, juga pernah menggali gagasan sama untuk karya videonya, berjudul “Bilal”–seorang punk yang mengumandangkan azan dengan khusuknya.

    Hari ini, (juga) demi sebuah anggapan, Saya kembali tertawa geli. Punk muslim! Jihahaha..!!!! Aduh, bagaimana ini.. hihihi..!!

    • zaein 2 Mei 2012 pukul 09:22 · Balas

      Sepertinya anda salah tangkap dengan istilah “punk muslim”, saya menangkap kalau punk muslim hanyalah sebuah embel2 nama belaka, sedangkan tujuanya adalah meniadakan punk itu sendiri untuk kembali ke jalan yang benar (islam). banyak jalan menuju dakwah, salah satunya dengan membentuk punk muslim. saya lebih mengelus dada melihat punk KAFIR, dan sama sekali TIDAK tertawa geli mendengar dan melihat punk MUSLIM.

  4. daviddarmadi 23 Maret 2010 pukul 19:03 · Balas

    Like This^^

  5. Aku dan saya 23 Maret 2010 pukul 19:57 · Balas

    Kolaborasi yang unik..
    MEMbandingkan 2 tlapak tangan yg berbeda kulit tanpa mendiskriminasi keduanya..
    Punk muslim pun ak jg bru mendengarnya..
    Smoga para punkers mengerti akan al hak mereka

  6. aghs 23 Maret 2010 pukul 22:28 · Balas

    pengen bgt anak punk di sekitar kita tau arti sebenarnya punk itu sendiri kasian kan mereka yang hanya ikut2an dan malah bikin rusak…..
    hehehhehe…

  7. Chocho 24 Maret 2010 pukul 08:16 · Balas

    Kenapa di tertawai?
    Gak ada yang salahkan punk muslim dan punk mengucapkan kata2 suci?
    Menurutku malah bagus..bisa mengubah presepsi org tentang anak punk..
    Kyk yang di critakan sang penulis tulisan ini

    • riosadja 25 Maret 2010 pukul 03:03 · Balas

      Saya kan tidak bilang ada yang salah, juga bukan ngurusin ini bagus atau tidak bagus. Boleh dong ketawa saat menemukan sebuah nama yang bagi Saya terdengar unik –sekaligus juga memancing kembali beberapa memori Saya tentang punk dan muslim. Ini soal pengalaman, dimana Situ juga merasa geli atau tidak.

  8. arie pethek 24 Maret 2010 pukul 11:24 · Balas

    akhrnya tulisan q dah masuk,”alhamdulihah”
    mantap……!!!!!!!!!!
    :-)

  9. iriel 25 Maret 2010 pukul 15:23 · Balas

    Mantepp tekk..!!

  10. exicrot 26 Maret 2010 pukul 11:00 · Balas

    be ur self…A

    • pethek 29 Maret 2010 pukul 12:28 · Balas

      thanks, mas

  11. anggie 27 Maret 2010 pukul 19:46 · Balas

    setiap hari ketemu anak punk, awalnya takut berpikir mereka beringas. ternyata salah… saya pernah ditolong anak punk..
    sekarang ada lg punk muslim, ihiyy… mantap

  12. rhirie 28 Maret 2010 pukul 15:38 · Balas

    jdi tertarik gbung ma punk muslim boleh kud gbung ndak ea….
    oe bleh mnta contact person’a ahmad zaki ndak ea

    • nrl inayah 3 April 2010 pukul 05:56 · Balas

      rhirie..nnti klo mau ikut gabung dtg dlu aj ke Bulungan tanggal 21 april 2010..ada peringatan kartini dsana ad Punk Muslim jg..dtg y

  13. diana 22 April 2010 pukul 20:17 · Balas

    hehehehe,
    ka Zaky exis.. ^_^

  14. abhi 26 April 2010 pukul 16:29 · Balas

    ini email punk muslim: zaki_punkmoeslem@yahoo.com

  15. teguh kurniawan 31 Juli 2010 pukul 01:12 · Balas

    yoi mantap bro punk bukan masalah dandanan tapi hati apalagi da punk muslim tambah mantap lagi gw pernah ditolong anak punk pas rante motor gw lepas semoga gw bisa jadi donatur bwt pergerakan punk muslim suatu hari nanti amin ya ROBB

  16. Outsiders atd 11 Agustus 2010 pukul 15:29 · Balas

    Salut dech…..ma anak2 punk Muslim, T.O.P banget, 1000 jempol bt kalian, Lanjutkan perjuangan kalian……….Allahu Akbar.

  17. ciplux 15 Agustus 2010 pukul 09:13 · Balas

    PUNK
    oi oi oi

  18. baguz 5 September 2010 pukul 00:59 · Balas

    q dari ponorogo…
    q stuju adanya punk muslim…
    q sjalan dengan itu….

  19. andhika dhika 26 September 2010 pukul 12:25 · Balas

    aq snang bget prnh mnjadi salah satu anggota anak punk…….. wlaupun kami d cap sampah masyarakat…. tp akan tetap mnciptakan seni dn berkarya…….. karya kami blum tentu bsa di buat oleh anak mana pun

  20. panjek 22 Oktober 2010 pukul 11:12 · Balas

    wooooy………guookil bagt….bray….

  21. octa 21 November 2010 pukul 20:49 · Balas

    ooi,,oi,,
    aq stju dngan adanya sbtand punk muslim,cz annak punk gak smua Nya ANARKI…………
    :)

    • noor hibatullah 13 Maret 2011 pukul 09:24 · Balas

      “t3rim4ksih untk ank2 punk muslim di indon3sia tl4h m3nj4di tm4n 5p3rju4ng4n kmi k4nb4l4 bkn f4t4morg4n4 b4ngkt trus brdiri sb3lum n3g3ri kt4 bnasa,,,,ok3 lnjutkn p3rjung4n ini,,,,,

  22. Gora angga satria 22 November 2010 pukul 20:23 · Balas

    Alhamdulillah
    Bukan cuma peminum yg bisa jd anak punk

  23. zay 23 November 2010 pukul 10:15 · Balas

    assalamu’alaikum bray zaky………….

    gw sangat salut banget dengan perjuangan lo untuk berdakwah dikalangan komunitas punk karena punk di indonesia menurut pendapat sayah mereka hanya ikut”tan saja untuk di jadikan sebuah wadah bagi mereka untuk kebebasan dan keinginan napsu semata padahal punk sendiri sebeenarnya adalah sekumpulan orang yang berani mengkeritik tentang kemerosotan moral di kalangan elit politik…..

    jadi aku bener” salut dengan perjuangan kalian!!!!

  24. capong 8 Desember 2010 pukul 01:30 · Balas

    assalamu’alaikum brother..
    teruskan semua perjuangan ini
    oi.! the moslem anarchist

    • btang-brang punk badgerzna 23 Desember 2010 pukul 21:03 · Balas

      asalamualalaikum….bray brang-brang punk badgerzna

      mkasih bnget buat pendiri punk muslim……
      kini bukan pemabuk doank yg bisa jadi anak punk,ustad juga bisa.,.,.,.,
      ” PUNK BUKAN BERARTI NEGATIV”
      &
      “PUNK TIDA IDENTIK DENGAN KEKERAZAN”

  25. bocah 14 Februari 2011 pukul 20:43 · Balas

    aku setuju bahwa anak-anak punkmuslim tidak seperti anak-anak punk jalanan yang suka hura-hura

  26. newegg coupons discounts 11 Maret 2011 pukul 05:12 · Balas

    Wow! Thank you! I continuously needed to write on my blog something like that. Can I include a portion of your post to my site?

  27. Mary Balk 25 Maret 2011 pukul 13:22 · Balas

    Regards for helping out, great info .

  28. mockmock 13 Mei 2011 pukul 12:10 · Balas

    thumbs up brad,

    Kalau di luar negri juga ada “Taqwacores”

  29. fatih 1 Oktober 2011 pukul 03:44 · Balas

    untuk pank muslim, selamat !Tuhan tidak melihat penampilan seseorang, tapi itikad baik dalam hati. Penampilan dan penilauan orang tu budaya, dan sobyektif sekali. Hanya Tuhan yang Maha memahami dan Mengetahui.
    To punk Muslim, kami ada perencanaan kado “yang besar” menurut saya. Dan tunggu saja cinta kasih ini, to kalian ! Doakan smgoa terwujud dengan izin Tuhan YME…! OK!

  30. engang 3 Januari 2012 pukul 07:45 · Balas

    Kata ‘punk‘ sebenarnya biasa-biasa saja, namun yang membuat kata itu menakutkan adalah penganut kata-kata tersebut, atau penganut aliran musik keras yang selalu dikaitkan dengan punk. Entah benar atau tidak, banyak orang yang beranggapan dunia punk adalah dunia yang berkaitan tentang hal-hal yang dianggap negatif.

  31. bhadaxs 9 Januari 2012 pukul 10:16 · Balas

    teruskan karyamu

  32. ivan sharoha 11 April 2012 pukul 13:03 · Balas

    oi,oi,oi,oi…. ku stuju itu,,,,,,, anak punk bukan sebringas tampangya,,,,,, … :)

  33. dudung 3 Mei 2012 pukul 02:59 · Balas

    gilaa!!! gak kritikan sama sekali…komen tulisan ini isinya hanya pujian.
    orang tertawa geli wajar lah. karena dia sadar betul akar budaya punk yang berasal dari luar bukan dari negara islam. apalagi negara asal punk sendiri menjadi salah satu negara modern dunia pertama, yang sifatnya lebih mencipta/membuat hal baru dan mengesampingkan dunia spiritual atau religi yang akan menghambat jalannya modernitas. jadi, budaya luar yang bersifat modern itu bercampur dengan budaya tradisi kita yang ketika kita lahir sudah di cap mengikuti apa yang dianut orang tua. apalagi di Indonesia mayoritas beragama muslim. Banyak sekali anak2 punk di Jakarta melakukan sholat 5waktu. tapi mereka tidak membawa brand “GW PUNK MUSLIM”. mereka biasa saja dan yang lain biasa saja. maka dari itu ada orang yang tertawa ketika muncul Punk Muslim. dan satu lagi, Maksudnya Punk Kafir apa yah??? apakah “memanusiakan manusia” itu adalah perbuatan kafir? apakah itu dosa?

Lacak balik untuk tulisan ini

  1. games for mobile

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung – Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org



© Agustus 2008 - 2010 ( akumassa )

// Forum Lenteng // Jurnal Footage // Dongeng Rangkas // Naga // Radio akumassa //