Hadhoro-Yuhdhiru-Hadhron-Hadhrotan

Oleh / pada 29 Januari 2010 / di Ciputat, Tangerang Selatan // 13 Komentar

Dari namanya mungkin terdengar sangat asing. Namun hadroh sudah sangat populer di kalangan majelis taklim yang dipimpin oleh beberapa ulama, kiyai, dan habib yang kemudian menyebar di kalangan masyarakat. Hadroh dari segi bahasa diambil dari kata ‘hadhoro-yuhdhiru-hadhron-hadhrotan’ yang berarti kehadiran. Tapi dalam pengertian istilahnya adalah sebuah alat musik sejenis rabana yang digunakan untuk acara-acara keagamaan seperti acara Maulid Nabi Muhammad SAW. Di mana hadroh ini mengiringi lagu-lagu atau lantunan shalawat kita kepada Nabi Muhammad SAW.  Hadroh juga tidak hanya sebatas untuk acara Maulid Nabi saja, tetapi digunakan juga untuk ngarak (mengiringi) orang sunatan ataupun orang kawinan.

Tim Hadroh As Su'udi

Tim Hadroh As Su'udi

Sebenarnya hadroh bukan suatu hal yang baru dalam masyarakat. Hadroh sudah ada sejak jaman dahulu. Awalnya, hadroh berasal dari bangsa Arab dan Negara-negara Timur Tengah. Lalu dengan berkembangnya Agama Islam dan masuk ke Indonesia yang dibawa oleh para pedagang yang berasal dari Timur Tengah, masuklah hadroh ini seiring dengan masuknya Agama Islam. Kita ketahui bahwa Islam masuk ke Indonesia tidak lepas dari peran Wali Songo yang menyebarkan dakwahnya. Sebenarnya pada kebudayaan Betawi juga terdapat alat musik yang menyerupai hadroh, tetapi bentuknya lebih kecil, yaitu ketimpring. Kegunaannya juga hampir sama dengan hadroh yaitu untuk ngarak. Dan uniknya lagi pemainnya adalah kebanyakan orang tua yang sudah uzur (tua), karena tidak ada regenerasi. Sungguh teramat disayangkan. Padahal ini merupakan budaya yang sangat menopang seni kebudayaan Islam.

Tujuan dari memainkan hadroh ini yaitu untuk menambah ke-khusyu’an kita ketika acara maulid dan suara tabuhan hadroh seakan membuat hati kita bergetar mendengar puji-pujian kepada Allah SWT dan lantunan shalawat untuk Nabi Muhammad SAW (Subhanallah syahdunya, itulah yang aku rasakan). Jika kita sekali saja bershalawat kepada nabi, maka Allah akan membalas dengan sepuluh kali shalawat untuk kita. Itulah pelaksanaan hadroh dalam sebuah acara Maulid Nabi. Sedangkan, kalau ngarak tujuannya agar orang yang kita arak merasa bahagia. Bagi orang yang memainkan alat musik hadroh ataupun mendengar lantunan musik beserta shalawat dan menghayatinya maka orang tersebut akan terbuka hatinya serta terangkat kesadarannya akan kehadiran Allah SWT (Insya Allah).

Penampilanku bersama Tim Hadroh As Su'udi

Penampilanku bersama Tim Hadroh As Su'udi

Saya memiliki tim hadroh sendiri dengan nama As-Su’udi. Diambil dari nama belakang ustad saya yaitu Ruslan Su’udi. Di mana anggotanya terdiri dari sepuluh orang dan saya merangkap sebagai ketua tim sekaligus penggagas terbentuknya tim hadroh ini. Walaupun baru berdiri kurang lebih enam bulan, tim hadroh saya sudah banyak panggilan untuk pentas di berbagai tempat. Hal ini dikarenakan guru atau ustad saya memang sudah tenar di kalangan masyarakat, jadi jika beliau mendapat undangan ceramah, pasti tim hadroh saya diajak untuk mengiringinya ceramah. Karena beliau menggunakan metode lagu-lagu atau shalawat jika sedang ceramah agar pendengar tidak merasa bosan ketika mendengar ceramah.

Lagu-lagu dan shalawat yang tim saya bawakan berpedoman pada lagu-lagu dan shalawat tim hadroh Majelis Taklim Nurul Musthofa pimpinan Al-habib Hasan bin Ja’far Assegaf, Habib Syeh dari Solo, maupun dari lagu Hadad Alwi dan Sulis (Cinta Rasul). Agar tidak kehilangan informasi tentang lagu hadroh yang sedang up-date, saya kadang mengikuti pengajian Majelis Taklim Nurul Musthofa untuk mendengarkan tim hadrohnya.

Hadroh

Alat hadroh yang tim saya gunakan awalnya berkualitas biasa-biasa saja, karena masih terbilang baru dan masih banyak belajar. Maklum, baru tiga hari terbentuk tim saya langsung dapat panggilan, yaitu di daerah Cinere dalam acara Walimatul Aqiqah (acara pemotongan rambut bagi anak yang baru lahir). Suara yang dihasilkan dari alat tersebut kurang enak didengar. Namun, seiring berjalannya waktu dan semakin banyak panggilan (jam terbang semakin meningkat), tim saya mulai ada peningkatan dan membeli lagi alat yang kualitasnya sudah bagus, yaitu yang berasal dari Kudus.

Jenis pukulan (tabuhan) hadroh ada yang disebut master satu, master dua, giring, dan  bass. Pukulan master satu dan dua merupakan yang paling penting, sebab ini ibaratnya seperti jantung permainan hadroh. Dan pukulan ini yang paling sulit. Pukulan master dapat berjalan walaupun tidak ada pukulan giring. Seperti namanya, pukulan giring berfungsi untuk mengiringi pukulan master.

Vokalis Tim Hadroh

Vokalis Tim Hadroh As Su'udi

Alat hadroh yang memiliki kualitas bagus ini terbuat dari kayu pohon jati. Suaranya pun sangat asyik di dengar. Jika kita ingin membeli alat-alat hadroh tesebut kita bisa dapatkan di Pasar Ikan, Jakarta utara. Di sana banyak menjual bermacam-macam alat hadroh. Ada juga alat marawis, dan lain-lain. Mulai dari yang harganya murah dengan kualitas rendah sampai dengan yang mahal dengan kualitas tinggi.

Meskipun kini jaman semakin modern dan anak muda lebih menyukai budaya-budaya asing, musik kekinian dengan beraneka genre, namun sebagai pemuda Islam kita tidak boleh melupakan, apalagi sampai membiarkan budaya hadroh ini punah. Saya bersama dengan tim hadroh saya akan terus melestarikan dan memberdayakan musik hadroh untuk massa.


 


Tentang Penulis

Helmi Nur Alami

Menyelesaikan studi strata satunya di Universitas Islam Negri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta. Ia juga salah satu pendiri Komunitas Djuanda.

13 Komentar pada "Hadhoro-Yuhdhiru-Hadhron-Hadhrotan"

  1. kikie pea 29 Januari 2010 pukul 09:27 · Balas

    wah… besok kalo gw kawin pake hadroh + whirling dervish aja kali yeee…..

    eh ngomong2 apa sih bedanya hadroh, marawis, qasidah, burdah, samrah…dsb, karena saya sering dengar istilah2 seperti itu!!

  2. Helmi 29 Januari 2010 pukul 20:54 · Balas

    lagu2 hadroh nggak jauh beda dengan marawis,yaitu diambil dari sholawat.bedanya terletak pada alatnya.marawis lebih kecil dan bulet,ada 2 sisi yang bisa dipukul. hadroh umumnya jg dipake buat ngiringin baca rawi/maulid(barzanji,syarofal anam,simtudduror,dll)
    kalo qosidah umumnya pemainya ibu2,alatnya pun lebih ringan walau bentuknya hampir sama dengan hadroh,dan jenis pukulan qosidah lebih mudah.
    kalo burdah gw blm tau banyak,tp mnurut gw burdah itu nama shalawatnya yaitu shalawat burdah,itu bisa jg dimainkan pake hadroh..kalo samrah gw gtw dah

  3. Imam FR 31 Januari 2010 pukul 08:28 · Balas

    Pemain Hadrah pada kaya-kaya ya..
    soalnya pada punya kapal sendiri-sendiri.

    lihat aja tangannya, pada kapalen semua gara-gara memukul alat hadrah.
    hee..

  4. Jo 1 Juli 2010 pukul 14:07 · Balas

    Ada gk buku yg membahas tentang Hadroh, soalnya saya cari dimana2x kok gk nemu ya?

  5. kitink 26 November 2010 pukul 14:16 · Balas

    saya sengat menggemari alat musik ini….
    saya juga suka dengan alunan alunan lagu yg dilantunkan”a……..

  6. sahabatony 28 Februari 2011 pukul 14:30 · Balas

    mohon saran Gan, ni gue juga lagi buat team hadrah

  7. zaini 1 Maret 2011 pukul 11:55 · Balas

    Akhi….
    aye pingin belajar memukul hadhroh tsb bisa??,
    dptkah aye gabung dlm komunitas as su’udi
    aye lokasi d cibubur..pagi ampe malem sih kerja…

    bagaimana bisa??

  8. kusnadi 29 Maret 2011 pukul 07:23 · Balas

    ane baru membentuk anak usia 10 tahun untuk hadroh, bisa tolong ngga guru hadroh yg dekat di wilayah kelapa gading

  9. cacak 2 Oktober 2011 pukul 06:48 · Balas

    izin comot artikel gan buat blog baru,,

  10. ahmad 26 April 2012 pukul 15:42 · Balas

    akhi…
    bisa memain kan hadrod dgan pukulan yang berpereasi”
    mulai dri bass mangkok…
    bas segi lapan..
    kepankan \ marawis..
    roling…
    DLL…

  11. DADAN 10 Maret 2013 pukul 08:32 · Balas

    dikampung saya juga ada grup hadrohan dan saya senang dan mendukungnya sebab itu adalah salah satu syiar Islam untuk menebalkan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW, dan menambah keimanan kita, tapi ironisnya dikampung ada beberapa Ustad yang mungkin tidak tau apa itu hadrohan mungkin kekurang informasi waktu mesantrennya diantaranya ada yang tidak setuju dengan grup itu. Memang ustad yang mengajarkannya hadroh dari jakarta jadi jelas hadrohan memang sudah ada dimana-mana dan itu syah saja tidak subversi terhadap negara maupun agama, tapi kenapa ada beberapa ustad di kampung tidak suka dengan grup hadrohan. malah mempersalahkan tetapi tidak mau diajak duduk bersaa untuk membedah masalah dan penjelasan yang disampaikan, jadi terus terang grup hadrohan kami sepertinya tdak diterima oleh ustad-ustad yang tanda kutip tadi,BAGAIMANA YA SIKAP KAMI MENGHADAPI PERMASALAHAN INI USTAD PEMIMPIN GRUP HADROHANSERING NGELUH KEPADA KAMI AKAN KENYATAAN YANG ADA. dengan dipersempitnya ruang gerak untuk berdakwah lewat hadrohan.. kepada kawan2 grup hadrohan diseluruh dunia tolong bantu kami….

    • DADAN 10 Maret 2013 pukul 08:38 · Balas

      Bagaimana ya,,,, hukumnya orang yang tidak menyukai hadrohan dimata Allah SWT

  12. Mooey 10 Mei 2013 pukul 14:02 · Balas

    Wan ada yg tau tempat beli hadro murah berkualitas dimana?
    Yg enak pake pukulan master apa dung ya? Syukron:)

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung - Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org

© Agustus 2008 - 2010 ( akumassa )

// Forum Lenteng // Jurnal Footage // Arkipel // Dongeng Rangkas // Naga // Anak Sabiran // Radio akumassa //