Perempuan-Perempuan dari Lenteng Agung

Oleh / pada 21 April 2010 / di Media, Pengantar // 35 Komentar

Di Bulan April 2010, Forumlenteng melakukan sesi pemotretan khusus untuk memperingati Hari Kartini pada 21 April. Sesi pemotretan ini melakukan hal paling tradisional seperti yang layaknya dilakukan oleh para wanita Indonesia di hari tersebut, yaitu mengenakan kebaya.

Essay foto ini disisipkan dengan sejumlah puisi karya Otty Widasari yang dibuat pada akhir Tahun 2004, dalam kunjungan dokumenternya di dua kota, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT dan Desa Walenreng, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Dokumenter itu dibuat dalam rangka memperingati  Hari Anti  Kekerasan  Terhadap  Perempuan,  dan  sosialisasi   Undang-Undang anti Kekrasan Dalam Rumah Tangga yang baru diresmikan pada tanggal 22 September 2004.

* * *

Batu

Aku temui perempuan-perempuan yang mengganti seluruh pakaiannya dengan baju dari batu,

Agar mereka dapat membentur-benturkan tubuhnya pada batu,

Dengan keras!

Aku temui perempuan-perempuan yang tubuhnya terbuat dari batu,

Karena mereka terbuat dari percampuran bermacam jenis batu dan terlahir dari rahim batu.

Dan mereka,

Sepanjang hidupnya terbentur-bentur selalu,

Karena tidak ada di sekeliling mereka selain batu,

Dengan keras!

Aku temui diriku berpayudara, berkelamin dan berairmata


dan akhirnya mereka semua berubah bentuk menjadi batu,

karena aku dengan sengaja dan penuh kesadaran,

membentur-benturkan tubuhku kepada batu,

Dengan keras!

Lenteng Agung, 8 November 2004

Ana

Aku urungkan niatku untuk bertanya pada perempuan itu tentang kekhawatirannya akan publikasi yang mengancam keselamatannya, keluarganya, karirnya, anaknya, kecantikannya, masa mudanya, gairahnya, dan semuanya…

Setelah aku tahu dia pernah mempertaruhkan segalanya pada mata sebilah badik.

Tabung kaca hancur lebur dalam sekali tebasan badik

Seribu tabung kaca hancur lebur dalam sekali tebasan seribu badik.

Lenteng Agung, 8 November 2004

Walenreng

o-> Tak usah kau tanam bunga,

Karena kau sendiri adalah bunga

o+ Tapi… kan aku tidak bisa melihat diriku sendiri…

Bone, 28 November 2004

23.22

Nak,

kemarin Ambu sempat membatu
setelah masuk ke dalam belantara batu

Hari ini ambu menyaksikan butiran-butiran pasir
bercinta dengan ombak

Mereka telanjang ditatapi jutaan bintang

Cinta,

Cinta,

Cinta…

Maumere, 12 Desember 2004

Dini Hari

Kalau aku bisa menyutradarai kisah hidup manusia dalam memerankan kemanusiaannya, aku tidak akan mengarahkan manusia,
tetapi keinginannya

: untuk menjadi gajah, yang berjalan sendiri ke lubang-lubang kematiannya,  meninggalkan segelimpang gading.

(mungkin tidak ada ‘belis’ yang membuat perempuan Flores sengsara)

Maumere, 11 Desember 2004

Puisi Kepada Yang Budiman

Teman satu ini,

Butir-butir jagung masyarakat Sumbawa yang dia bawakan untukku, sontak menyadarkan aku akan sesuatu, kerentanan sebuah kemapanan.

Kemapanan yang dibangun manusia sama rumitnya dengan membelah tubuh manusia yang berdarah, berdaging, berurat, bersyaraf, berjantung, berhati, berparu, berlimpa, berpenis, bervagina, berotak dan berproduksi nyata dan maya.

Maumere, Desember 2004

SEGENAP KELUARGA BESAR FORUMLENTENG DAN JARINGAN AKUMASSA MENGUCAPKAN SELAMAT HARI KARTINI KEPADA SEMUA PEREMPUAN DI INDONESIA.

Foto: Agung Natanael & Eko Yulianto

Be Sociable, Share!

Tentang Penulis

Otty Widasari

Otty Widasari adalah Koordinator Program akumassa di Forum Lenteng dan pemimpin redaksi akumassa.org. Sebelumnya ia pernah menjadi wartawan di surat kabar dan tabloid, kemudian beralih menjadi art director TV commercial. Selain itu, ibu satu anak ini yang memiliki pengalaman membuat film dokumenter sejak tahun 2001 ini, juga aktif memberi workshop video di berbagai macam daerah di Indonesia.

35 Komentar pada "Perempuan-Perempuan dari Lenteng Agung"

  1. jaka 21 April 2010 pukul 05:46 · Balas

    ini kok si jean nyempil aja…hahaha

  2. Mira 21 April 2010 pukul 06:06 · Balas

    Selamat Hari Kartini..
    Puisi dan fotonya manis sekali,

  3. chica 21 April 2010 pukul 07:50 · Balas

    keren,mbak otty :)
    two thumbs up

    “selamat hari kartini ya”
    seneng deh jadi perempuan;)

  4. renal 21 April 2010 pukul 08:07 · Balas

    Kok gw langsung bengong liatnya ya… wah siapa yang bikin ide kayak gitu tuh….

  5. jelita 21 April 2010 pukul 08:54 · Balas

    puisinya mantepp mba otz..

    mba eta kok ga ada??
    kemana mba eta???

  6. kikie pea 21 April 2010 pukul 08:58 · Balas

    awww..awwww……. its cool!

  7. titin cantik sekali 21 April 2010 pukul 10:08 · Balas

    manis…. selamat hari Kartitin yak… eh salah KARTINI

  8. kikie pea 21 April 2010 pukul 11:48 · Balas

    sayangnya gak ada Eta, padahal kalo didandanin mukenye mirip sodaranya Kartini di film R.A. Kartini yang disutradarai oleh Sjumandjaja tahun 1984

  9. eta 21 April 2010 pukul 12:34 · Balas

    wah aku kok ga ada ya???hehehe…pdhl kata pea muka gw mirip sm pemeran Kartini,abe gw difoto sendiri donggg…..hahaha….

  10. kikie pea 21 April 2010 pukul 13:30 · Balas

    bukan pemeran Kartini Cet, tapi yang jadi ade nya kartini gue lupa namanya, coba aja tonton pelem nya noh ada di perpus!

  11. nda 21 April 2010 pukul 13:39 · Balas

    hahahha…gokil abis…
    mbk otty……..puisinya yahud…linda like this ;)

  12. diki 21 April 2010 pukul 13:58 · Balas

    citra, puisi, dan jen . . . he he he . . . selamat kartinian . . .

  13. Ageunk.... 21 April 2010 pukul 14:52 · Balas

    selamat kartinian…

  14. exicrot 21 April 2010 pukul 16:31 · Balas

    ha ha haaaaa….mantabs

  15. exicrot 21 April 2010 pukul 16:36 · Balas

    sips..kereeeeeeeeeeeeeeen

  16. manshurzikri 21 April 2010 pukul 17:02 · Balas

    selamat hari kartini!
    manstrab!

  17. lasya 21 April 2010 pukul 17:07 · Balas

    juara!!!!

  18. Hafiz 21 April 2010 pukul 17:15 · Balas

    Saatnya batu itu dipecahkan. Tidak dengan kemarahan tapi dengan kelembutan yang memang itulah ketajaman dari para “ibu”
    Kartini bukanlah pemecah batu dengan palu gada…dia memecahkannya dengan embun tulisan-tulisan yang tulus dari seorang perempuan yang berani mengatakan kejujuran.
    Kamu adalah salah satunya…
    Selamat untuk para Kartini (Perempuan-Perempuan)Lenteng Agung.
    Aku menunggu embun itu hadir di sini…karena embun di pagi hari di Lenteng Agung pun sudah mulai hilang.

    Salam
    Suami

  19. daviddarmadi 21 April 2010 pukul 17:39 · Balas

    wuahhh…mg keren2 Perempuan-Perempuan dari Lenteng Agung…
    hehehe….
    Selamat Berhari Kartini…

  20. agha 21 April 2010 pukul 18:02 · Balas

    mbak oty cantik bgt dengan rokok y pa lg klo rokoknya 234……
    kurusan ya hehehehehe
    piss

  21. diki 21 April 2010 pukul 19:27 · Balas

    aduh, emak gw apa kabarnya ya . . . tulisan ini bikin gw pengen pulang . . .

  22. temy suhuda 21 April 2010 pukul 19:51 · Balas

    Otty…..keren banggedh……sampe merinding nih baca puisinya…..keren….keren….thx dah dikasih kesempatan baca…..

  23. rudhi 21 April 2010 pukul 20:01 · Balas

    saluuuuut buat perempuan lenteng….
    (terutama mbak otty)
    smoga perempuan sarueh bisa mencoba hal seperti ini…

  24. ichachaos 21 April 2010 pukul 21:47 · Balas

    hai, perempuan -perempuan
    berjuanglah sampai akhir khayatmu,,,
    tak ada yang lebih indah selain dirimu
    tak ada yang lebih mengerti selain dirimu
    tak ada yang selembut selain dirimu
    karena hatimu memang selembut sutra
    dan begitulah dirimu
    wahai perempuan…

  25. otty 21 April 2010 pukul 21:52 · Balas

    waaaa….ajeng mirim wisnu….hahahahhahahahaha…

  26. hahahaha 21 April 2010 pukul 22:33 · Balas

    hahahahaha poto terakhir galak tenan hahahaha rokok e sampoerna

  27. ajangajeng 21 April 2010 pukul 22:46 · Balas

    hehehehe..ga papa dah daripade mirip mba minah…hehe, maap ya mba minah..masakanmu tetap paling yahud :p

  28. diki 21 April 2010 pukul 23:06 · Balas

    ck ck ck . . . cantiknya. saya masih saja terpana walau berulang-ulang membaca ini. semangat untuk semua . . .

  29. ikankoki 21 April 2010 pukul 23:15 · Balas

    wew .. fotonya keren euy .. phalagi foto yang terakhir .. ekspresi mbak otty dpt bgt .. hehe

    puisi2nya bagus yak ..
    perempuan hidup di tengah batu-batu .. penuh “kekerasan” .. hihihi

    HIDUP PEREMPUAN lah !!

  30. wulandari 21 April 2010 pukul 23:54 · Balas

    wuaaaahh puisinya dan foto-fotonya bagus banget, sukses terus buat forlen n_n

  31. kikie pea 22 April 2010 pukul 00:34 · Balas

    di foto sebelom terakhir ada kancut ugeng gentayangan noh!!!

  32. ekoyulianto 22 April 2010 pukul 02:33 · Balas

    ahaiiii… mantabs..sundul gan

  33. afifah 25 April 2010 pukul 19:23 · Balas

    hm…
    baju udah kebaya..
    tapi, ngerokok mah tetep ya tan…
    hehe…
    peace ah..!!
    ^o^

  34. mamz 27 April 2010 pukul 21:03 · Balas

    hmmm…. t’nyata kece2 jg yaa perempuan lenteng agung klo pake kebaya gtoo……… hehehe

  35. bob dodi 28 April 2010 pukul 03:01 · Balas

    waduh cakep2 itu kartininya…. ” udan2 iseh podo nekat mlaku2 ning ratan”,untung aja ga ada razia kartini yak,zizizizizizi
    bude otty keren bangets gayanya,pantes daah jd pemenang kartini 2010.

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung – Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org



© Agustus 2008 - 2010 ( akumassa )

// Forum Lenteng // Jurnal Footage // Dongeng Rangkas // Naga // Radio akumassa //