Tidak Seburuk yang Saya Kira

Oleh / pada 28 Agustus 2009 / di Sukabumi, Jawa Barat // 9 Komentar

Bulan kemarin saya bekerja di sebuah pabrik garmen di daerah Sukabumi, tepatnya di Parungkuda. Di daerah itu banyak sekali pabrik-pabrik garmen. Mayoritas buruh pekerja pabrik di daerah itu adalah wanita. Saya bekerja di salah satu pabrik garmen sebagai buruh dibagian Quality Control (QC).

40

771

78

112

14

15

39

76

dsc00047

Ternyata bekerja di pabrik tidak seburuk yang saya kira, cukup menyenangkan juga. Kami bisa berbagi cerita dan akhirnya bisa membuat kami tertawa lepas. Itu bisa kami lakukan saat bekerja, tentunya tanpa sepengetahuan atasan kami.

62

 

 

bercanda disela kerja

bercanda disela kerja

 

 

16

 

 

kolong meja sering jadi tempat istirahat kami

kolong meja sering jadi tempat istirahat kami

 

 

51

121

113

Bila istirahat tiba, semua karyawan berhamburan keluar. Kami mendapat jatah makan siang. Ada yang makan di kantin, mushola, atau ada pula yang memilih pulang dulu. Kantin biasa dipakai sebagai sarana olahraga, misalnya futsal dan tenis meja.

80

 

 

istirahat makan siang

istirahat makan siang

 

 

 

 

kantin sekaligus sarana olahraga

kantin sekaligus sarana olahraga

 

 

 

 

sebagian memanfaatkan waktu istirahat untuk pulang

sebagian memanfaatkan waktu istirahat untuk pulang

 

 

Waktu istirahat bisa dipakai juga untuk bermain voli, tersedia lapangannya. Malah untuk memeriahkan ulang tahun pabrik tempat saya bekerja, mereka mengadakan turnamen. Seperti, turnamen futsal, turnamen tenis meja, turnamen voli, bahkan ada balap karung juga. Waktu istirahat biasa dipakai juga untuk tidur di bawah meja yang diatasnya bertumpuk celana-celana yang harus segera diselesaikan.

49

 

 

bermain volly

bermain voli

 

 

47

 

 

gedung pabrik

gedung pabrik

 

 

32

7

Setiap bulannya, pada tanggal 5, yaitu saatnya gajian, halaman pabrik dipenuhi oleh para pedagang. Dalam sekejap, halaman itu menjadi sebuah pasar kaget. Berbagai macam barang ada, seperti pakaian, alas kaki dan makanan. Tapi itu cuma bertahan dalam seminggu. Setelah itu halaman kembali menjadi seperti semula.

221

 

 

belanja setelah gajian

belanja setelah gajian

 

 

20

24

41

46

43

54

Bila jam pulang tiba, di halaman pabrik berderet motor-motorpenjemput. Mereka menjemput istri, saudara, teman atau pacar. Selain itu,sebenarnya kebanyakan buruh pabrik menggunakan jasa angkutan ojek.

66

 

 

suasana pulang kerja

ojek siap mengantar kami pulang

 

 

30

Kami membayar jasa para tukang ojek itu dengan sistem abodemen, sesuai kesepakatan yang telah disetujui, yaitu membayar di muka atau setelah menggunakn jasanya selama sebulan. Harganya berkisar antara 100000-150000 rupiah, tergantung jarak tempuh. Para tukang ojek itu harus siap mengantar-jemput buruh pabrik tepat waktu. Jalan pun langsung berubah menjadi macet, penuh dengan motor-motor.

58

60

 

 

pintu gerbang

pintu gerbang

 

 

 

Dian Komala

Be Sociable, Share!

Tentang Penulis

Dian Komala

Dian Komala, akrab disapa Ageung. Dulunya pernah bekerja di pabrik garment, Sukabumi. Ia juga turut aktif dalam program akumassa Lenteng Agung dan akumassa Depok.

9 Komentar pada "Tidak Seburuk yang Saya Kira"

  1. Veen 28 Agustus 2009 pukul 15:36 · Balas

    Saya rasa harus di ralat tuh..klo di lihat dari gambar ( Bekerja berdiri, makan di lantai,kerja tanpa jaminan keselamatan ( masker ) dll ) Saya rasa itu buruk…Walau kita harus bersyukur telah bekerja bukan berarti kita pasrah ja menerima keadaan. Banyak hal yang perlu di perbaiki dari kondisi kerja dalam gambaran di atas. Mohn maaf jika tidak berkenan

  2. bayualfian 30 Agustus 2009 pukul 12:31 · Balas

    Ada pepatah orang yang sepertinya bijak, mengatakan “Bahwa penilaian kita dapat menjadi penilaian orang lain terhadap kita”. Sepertinya memang bijak juga.

    Saya juga pernah membaca buku tentang “Inteligensi Tanpa Batas”; yang menjelaskan bahwa semua berasal dari Pikiran kita.

    Terima kasih sudah mau berbagi pengalamannya.

    • fd 1 September 2009 pukul 21:49 · Balas

      Terimaksih atas informasi dan kritknya..
      saya baru lulus SMA,,, saya hanya bekerja di pabrik itu selama 2 bulan… tulisan di ats, itu menurut yang sayaq rasakan selama saya bekerja di sana. sekali lagi terimakasih..

    • diankomala 1 September 2009 pukul 22:00 · Balas

      itu saya..

  3. fd 31 Agustus 2009 pukul 16:06 · Balas

    Dasyaaaaatttt…. (like this)

  4. d1v12Art 31 Agustus 2009 pukul 23:08 · Balas

    pahlawan cinta,
    hahaha…
    babayo..

  5. tolenk 5 September 2009 pukul 10:56 · Balas

    hehehe,,
    ternyata ada pengalaman semenarik ini ya,,
    :)

  6. diki 9 September 2009 pukul 02:14 · Balas

    membagi pengalaman adalah hal yang paling menyenangkan . . .

  7. eni 25 November 2009 pukul 20:44 · Balas

    wahh…kampung halamanku…salam kenal ya semuanya….

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung – Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org



© Agustus 2008 - 2009 ( akumassa )

// Forum Lenteng // Jurnal Footage // Dongeng Rangkas // Naga // Radio akumassa //