Coretan Tembok

Oleh  pada  30 Juni 2010  di  Sukabumi, Jawa Barat  |  6 Komentar

Buruh,  mereka adalah tulang punggung dari sebuah perusahaan tempat mereka bernaung. Mereka adalah motor untuk memajukan parusahaan itu,  mereka faktor terpenting dari kemajuaan perusahaan itu dan mereka sumber daya manusia yang sangat dibutuhkan.

Coretan para buruh di kamar mandi sebuah pabrik di Sukabumi

Coretan para buruh di kamar mandi sebuah pabrik di Sukabumi

Tapi akhir-akhir ini semenjak diterapkan sistem outsourcing atau sistim kerja kontrak, mereka seperti terpenjara oleh aturan yang membelenggu mereka. Apalagi mereka dibayang-bayangi dengan kebijakan pemutusan kerja jika kontrak mereka selesai atau habis kontrak. Kebijakan sepihak yang sangat merugikan mereka di jaman seperti ini saat semua orang kesulitan mencari pekerjaan.

Terkadang peraturan-peraturan yang dibuat para pemimpin tidak relevan dan membuat mereka harus kerja lebih keras. Jika mereka melakukan kesalahan sekecil apa pun, mereka terancam pemutusan kerja. Padahal peraturan ini tidak sebanding dengan apa yang telah mereka sumbangsihkan untuk perusahaan itu. Setiap hari mereka bermandikan keringat, dan suasana panas dalam pabrik mereka abaikan demi mencapai hasil yang memuaskan. Penyakit pun, tak ayal, gampang menyerang mereka.

Menurut apa yang saya lihat di kamar mandi tempat saya bekerja (salah satu pabrik di daerah Sukabumi), sebagian besar buruh melampiaskan segala unek-uneknya di sana.  Salah satunya dengan mencorat-coret dinding kamar mandi

Kamar mandi pabrik

Kamar mandi pabrik

Kenapa kamar mandi…?

Mungkin karena kamar mandi adalah salah satu tempat yang strategis karena setiap hari digunakan dan otomatis siapa pun yang menggunakannya bisa membaca dan memahaminya. Coretan-coretan itu menghimpun hampir semua keluh dan kesah, ada yang memaki ada pula yana memotivasi. Melalui media coretan-coretan dinding itu para buruh mungkin merasa tenang karena segala apa yang mereka rasakan bisa tercurahkan.

Curahan hati buruh mengenai gaji dan peraturan, ditulis di tembok kamar mandi

Hampir di seluruh dinding kamar mandi penuh dengan coretan-coretan para buruh. Ada yang berkeluh kesah tentang pekerjaan mereka, keluarga mereka, ada pula kalimat-kalimat kotor yang entah ditujukan kepada siapa. Saling memaki, memuji, semuanya mereka curahkan di dinding kamar mandi itu.

***

“Lamun peraturan ditingkatken!!! Gaji oge ditingkatken atuh, Pak.” (kalau peraturan ditingkatkan!!! Gaji juga ditingkatkan, Pak)

“Nanti saya pertimbangkan. Ok!!”

“Okelah ditunggu”

Itulah salah satu kutipan percakapan coretan di kamar mandi. Entah siapa yang berkeluh dan entah siapa pula yang menjawab.

“Gaji letik teuing, teu mahi-mahi.” (gaji kecil banget, enggak cukup-cukup)

“Peraturan teu berlaku jeung atasan mah.” (peraturan tidak berlaku buat atasan)

“Operator we ditindas wae…” (Operator saja yang terus ditindas)

“Cing atuh ka anu di laluhur, upami ngadamel peraturan baru teh saimbangkeun sareng kenaikan gajina.” (yang ada di atas, kalau membuat peraturan itu, seimbangkan juga dengan kenaikan gajinya)

***

Dan banyak lagi keluh kesah lainnya tentang pekerjaan yang menurut mereka tidak seimbang dengan gaji. Peraturan terus ditingkatkan, tetapi gajinya masih segitu-gitu saja. Tentang rencana mereka akan berdemo pada Hari Buruh tanggal 1 Mei 2010 kemarin, tertulis pula di dinding kamar mandi tersebut. Mereka juga kadang menulis kata-kata makian yang bersifat kotor untuk atasan mereka.

Melalui media tulisan ini, saya hanya ingin menyampaikan pada para pemimpin perusahaan-perusahaan untuk sedikit lunak dan sedikit memperhatikan kesejahteraan para buruh, loyalitas yang mereka miliki sangat tinggi. Mereka membutuhkan pekerjaan untuk membiayai kehidupannya dan keluarganya. Para buruh juga sangat dibutuhkan demi kelanjutan sebuah perusahaan, jadi saling membutuhkan. Tolong hapus sistem kerja outsourcing atau sistem kerja kontrak. Tolong pentingkan kesejahteraan kami, kaum buruh.



 

Tentang Penulis

www.akumassa.org terbit didasari atas gagasan tentang jurnalisme warga, masyarakat khususnya pekerja kreatif muda (usia 20-30 tahun) yang dapat memanfaatkan teknologi modern dan internet global ini sebagai media informasi alternatif dan juga untuk melengkapi maupun memeriksa fakta-fakta yang diberitakan dalam media. Apa yang dikerjakan oleh Forum Lenteng selama ini, adalah sebuah usaha mengumpulkan narasi-narasi kecil tentang kota, Jakarta khususnya. Narasi-narasi yang dituturkan ’sendiri’ oleh masyarakatnya. Karena selama ini berita-berita yang diketahui oleh masyarakat berada pada kuasa media massa besar. Dengan gagasan tersebut di atas Forum Lenteng berinisiatif untuk membuat media massa alternatif berbasis jaringan internet dalam bentuk blog yang diaplikasikan ke dalam program dan ide akumassa. Isi dalam artikel-artikel yang terbit dalam www.akumassa.org berisi tentang kepingan-kepingan kecil akan sejarah dan peristiwa di tiap kota dampingan ataupun kota di luarnya.

Lihat semua tulisan

6 Komentar on "Coretan Tembok"

  1. daviddarmadi 3 Juli 2010 pukul 22:13 · Balas

    mantabs…idenya..
    setuju sm mbk Otty,hehe
    fotonya kurang..tambah lagi dunk bro..
    pasti lebih banyak lg coretan yg menarik.

  2. fajar sidiq 3 Juli 2010 pukul 10:07 · Balas

    mbak otty- maaf saya tidak sempat mengambil gambar lebih banyak karena coretan itu telah tercium oleh para atasan dam mereka mengambil sikap untuk menghapusnya.
    dian-siiiiippp geulizz.

  3. diankomala 3 Juli 2010 pukul 01:02 · Balas

    teruslah mneulis…

  4. Anggrawansyah 2 Juli 2010 pukul 19:45 · Balas

    Ungkapan perasaan jiwa seseorang.

  5. bobdodee 2 Juli 2010 pukul 11:45 · Balas

    menarik bangets,jadi mengingatkan saya semasa Sekolah yang suka coretin tembok,,, @21

  6. otty widasari 2 Juli 2010 pukul 10:35 · Balas

    ide tentang coretan di tembok menarik sekali. sayang kurang banyak fotonya.

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

 

PROFIL

   

                 

src=