Oleh Imam FR | Pada Sabtu, 27 Februari 2010
* * *

Apabila melihat kalender, tanggal 26 Februari tahun ini berwarna merah, dengan keterangan tertulis di bawahnya “Maulid Nabi Muhammad SAW”. Yaitu hari kelahiran sosok suri tauladan bagi Umat Islam, Nabi Muhammad SAW, sang adi manusia yang paling sempurna. Menurut penanggalan Tahun Hijriyah, maka hari itu tepat pada tanggal 12 Rabiul Awal, atau apabila memakai penanggalan Jawa, jatuh pada tanggal 12 bulan Mulud.

Peringatan

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Mushola Al-Mubarok

Pada hari itu, atau beberapa hari sebelum atau sesudahnya, biasanya banyak diadakan pengajian untuk memperingatinya. Seperti yang diadakan oleh masyarakat Desa Dengkeng, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten. Rabu malam (24/2) masyarakat Desa Dengkeng mengadakan pengajian untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, bertempat di Mushola Al-Mubarok. Tempatnya sangat sederhana, memakai kursi terbuat dari atom yang ditata rapi di halaman mushola sebagai tempat duduk, serta beratapkan kain sebagai tenda di atasnya.

Para hadirin memadati halaman mushola

Para hadirin memadati halaman mushola

Pengajian dimulai pukul 20.30 WIB, dengan acara pertama pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh Ibu Sudiyem, kemudian dilanjutkan dengan acara sambutan oleh Bapak Hako selaku ketua panitia. Dalam sambutannya, dijelaskan bahwa persiapan pengajian ini sangatlah mendadak. Malam Senin kepanitiaan baru dibentuk, maka yang terucap pertamakali olehnya adalah permohonan maaf dengan segenap hati apabila banyak kekurangan dalam pengajian ini. Permohonan maaf  yang kedua, yaitu permohonan atas tidak hadirnya Bapak Haryanto, yang dijadwalkan akan memberikan tausiyah, sehingga digantikan oleh Bapak Sutanto.

Mengingat waktu yang sudah semakin larut malam, setelah sambutan selesai, maka langsung masuk pada acara inti yaitu tausiyah. Dengan gagahnya, Bapak Sutanto langsung naik ke mimbar yang terletak di serambi mushola, kemudian memberikan salam kepada semua hadirin. “Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh”, dengan suara besar salam itu terucap. Mendengar salam itu, para hadirin kemudian menjawabnya dengan sangat kompak.

Pak Sutanto memberikan tausyiah

Pak Sutanto memberikan tausyiah

Walau Bapak Sutanto sudah mulai masuk usia tua, namun suaranya masih bertenaga, dan tidak jarang mengeluarkan guyonan-guyonan lucu di sela-sela materi tausiyahnya. “Pak, Bu’.. janjane Pak Haryanto digantos Pak Sutanto niku rasane gelo opo gresulo?” (Pak, Bu’..sebenarnya Pak Haryanto diganti Pak Sutanto itu perasaannya kecewa atau tidak terima?), Pak Sutanto mengeluarkan guyonannya. Sebuah guyonan berupa pertanyaan yang semua pilihannya tidak baik. Para hadirin tidak langsung menjawab, sebagian dari mereka diam sejenak, ada pula sebagian yang langsung tertawa, mungkin bagi yang diam bingung mau menjawab pilihan yang mana. “Ora loro-loro ne..” (tidak dua-dua nya..), salah satu hadirin menjawab dengan sedikit tertawa. Seperti itulah guyonannya, dan masih banyak guyonan yang lainnya.

Ketertarikan masyarakat pada pengajian ini sangatlah baik, terlihat dari 150 kursi yang disediakan panitia semuanya terisi, bahkan ada yang duduk di teras rumah warga yang berada di dekat mushola dan ada juga yang duduk di pinggir jalan. Bagai setetes air di Gurun Sahara, begitu aku menyebut pengajian ini. Karena pengajian seperti ini sangatlah jarang di desaku, belum tentu setahun sekali diadakan. Jadi ketika masyarakat sudah mulai haus dengan siraman rohani, dengan diadakannya pengajian ini rasa haus itu terobati.

Para hadirin yang datang mewakili semua kategori usia, namun masih banyak didominasi oleh bapak-bapak dan ibu-ibu, sedangkan yang paling sedikit adalah usia remaja. Para remaja nampaknya sudah tidak butuh lagi dengan acara seperti itu, mereka lebih senang berhura-hura ria. Jadi, nampaknya hedonisme memang sudah mulai merambah ke desa.

Sangat beruntung cuaca baik malam itu, langit cerah, tidak ada sedikit pun tanda-tanda akan turun hujan. Tidak terbayang apabila hujan, berapa banyak warga yang mau datang. Sungguh, malam yang bersahabat.

Hadirin duduk di teras

Beberapa hadirin duduk di teras

Kurang lebih satu jam sudah Bapak Sutanto memberikan tausiyah-nya, guyonan demi guyonan telah dikeluarkan, hingga sampai pada akhir tausiyah dia memberikan pesan penutup. “..Njalani urip niki kito kedah sabar, ampun cepet putus asa, terus usaha lan njagi sifat tawakal” (menjalani hidup ini kita harus sabar, jangan cepat putus asa, terus berusaha dan menjaga sifat tawakal), pesan Pak Sutanto.

 

Beberapa hadirin mendengarkan tausyiah sambil duduk di pinggir jalan

Beberapa hadirin mendengarkan tausyiah sambil duduk di pinggir jalan

Malam sudah mendekati pertengahan, oleh karena itu ketika acara tausiyah telah selesai, maka langsung menuju acara penutup. “..Acoro demi acoro sampun kito lampahi, lan acoro ingkah terakhir inggih puniko panuput, sumonggo kito tutup sareng-sareng kanti maos hamdalah sesarengan” (..acara demi acara telah kita lalui, dan acara yang terakhir adalah penutupan, mari kita tutup acara bersama-sama dengan mengucap hamdallah bersama), suara pembawa acara membawakan acara yang terakhir.

Warga pulang ke rumah masing-masing

Saat pulang

Kata Alhamdulillah telah terucap, para hadirin kemudian saling bersalaman sambil berjalan keluar. Dengan bergabung bersama teman masing-masing mereka pulang berjalan kaki, karena memang hampir semua hadirin datang dengan berjalan kaki. Kegembiraan terlihat begitu jelas di wajah para panitia atas keberhasilannya menyelenggarakan pengajian tersebut.

Your email:

 

6 pembaca suka artikel ini.
Bagi dan Sebarkan:
  • PDF
  • Print
  • email
  • RSS
  • Facebook
  • MySpace
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Ping.fm
  • Digg
  • Reddit
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Tumblr

Tak ada artikel terkait.


Anda dapat meninggalkan respon, atau jejak balik dari situs anda.

Tinggalkan pesan balasan

ACARA

  • The Loss of The Real

PESAN

Tentang Perubahan Iklim Dunia

Kami mengajak kawan-kawan komunitas untuk berpartisipasi dalam melakukan gerakan kesadaran terhadap perubahan iklim ini. Komunitas-komunitas merupakan yang paling terdepan dan secara langsung menghadapi perubahan yang dialami oleh masyarakat. Jadi, mulailah kita berubah dari kebiasaan yang merusak lingkungan. Kita pasti bisa menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan bumi yang sudah semakin panas ini.

  • Forum Lenteng Channel on Youtube

PROMOSI

  • Sinau Art Course

POTRET

ARTIKEL ACAK

      Kelompok Studi Sarueh, Padangpanjang

      (Padang Panjang, Sumatera Barat)

      sarueh13
      [caption id="attachment_624" align="alignnone" width="300" caption="Kelompok Studi Sarueh, Padang Panjang."][/caption] Kelompok ini didirikan oleh mahasiswa Sekolah Tinggi Seni Indonenesia (STSI) Padang Panjang pada 16 Oktober 2008 sebagai tempat pro ...

      (Ada 6 komentar pada artikel ini)

      Air

      (Randublatung - Blora, Jawa Tengah)

      Air merupakan sumber kehidupan bagi manusia, bahkan sudah menjadi kebutuhan pokok mahkluk hidup di bumi ini. Mungkin kita tidak bisa hidup tanpa air, jadi air berpengaruh besar untuk kehidupan. Aku tinggal di Randublatung yang merupakan salah satu ti ...

      (Ada 2 komentar pada artikel ini)

      Nama Gue Dani

      (Padang Panjang, Sumatera Barat)

      dani-caristo-cafe-1
      Nama gue Dani, kelahiran 1989.  Hidup dan sekolah gue di Jakarta berantakan.  Kenapa gue ada di Padangpanjang? Saat masih tinggal di Jakarta, gue bekerja di markas bilyar bernama Pool n Café, demi mencapai cita-cita menyekolahkan adik-adik. Tapi mere ...

      (Ada 14 komentar pada artikel ini)

      Nonton Bareng

      (Surabaya, Jawa Timur)

      Para tamu Warung Nasi Kucing serius menonton pertandingan Jerman VS Spanyol
      Topik yang paling sering dibicarakan saat ini adalah si kulit bundar yang menjadi rebutan dan obrolan ratusan juta orang  di puluhan negara. Terhitung sejak 11 Juni 2010 lalu World Cup alias Piala Dunia telah dimulai. Dan tradisi nonton bareng (nobar ...

      (Ada 0 komentar pada artikel ini)

      Sehari Sebelum Sakit

      (Cirebon, Jawa Barat)

      carrefour-cirebon
      [caption id="attachment_366" align="alignnone" width="300" caption="Carrefour Cirebon"][/caption] Malam itu jam sembilan malam, 19 Desember 2008, saya sedang di warnet bersama Desie, baru setengah jam online saya menerima telepon dari Eta, “Kie, gue ...

      (Ada 6 komentar pada artikel ini)

      Niagara Theatre

      (Ciputat, Tangerang Selatan)

      1
      Niagara Theatre  adalah sebuah bioskop yang berada di wilayah Ciputat, Tangerang selatan. Bioskop ini berdiri pada tahun 1984, dengan pemiliknya keturunan Cina yang bertempat tinggal di daerah Kota. Awalnya tanah yang dipakai oleh Bioskop Niagara ada ...

      (Ada 2 komentar pada artikel ini)

STATISTIK

    • Artikel:  368
    • Komentar:  2,031
    • Halaman:  13
  • KUNJUNGAN

    Saat ini: 44

    Total: 68999

  • www.akumassa.org adalah media informasi komunitas yang digagas oleh Forum Lenteng Jakarta
    untuk merekam informasi tentang persoalan lokal dalam konteks sejarah dan kekinian yang diproduksi oleh komunitas.

    FB | TWEET
    RSS | Kontak | Jaringan | Forum Lenteng | Jurnal Footage | DariVisual | Context Creative Media