Pohon Misterius di Jembatan Roxy

Oleh / pada 5 Desember 2011 / di DKI Jakarta // 28 Komentar

Entah bagaimana awalnya, beberapa hari belakangan merebak sebuah isu ada penampakan di sebatang pohon besar di kawasan Roxi Mas. Isu ini beredar gencar dari mulut ke mulut, kemudian merambah situs jejaring sosial twitter dan bahkan dibahas juga di media massa online.

Kawasan tersebut adalah jalur sehari-hari yang harus aku lalui dari manapun, menuju rumah.

Pohon yang dianggap disinggahi pocong

Kamis, 1 Desember 2011 yang lalu, menjelang jam 8 malam, di sekitar Roxy Mas, tempat kebanyakan orang Jakarta dan sekitarnya membeli HP model terbaru, aku berada di sana untuk berganti kendaraan umum menuju pulang. Hanya berjarak beberapa puluh meter dari tempatku berdiri, tepatnya di bawah fly over Roxy, aku melihat sekumpulan orang yang mungkin berjumlah puluhan, mengarahkan HP berkamera mereka ke satu titik objek. Beberapa saat aku berpikir, mungkin ada orang yang tertabrak kereta, karena daerah ini merupakan perlintasan kereta api dari dan menuju Stasiun Tanah Abang.

Hmm.. pemandangan aneh ini membuat penasaran. Lalu aku mulai membaur dengan kerumunan itu, mulai bertanya-tanya pada orang-orang. Biasanya setiap melewati lokasi ini aku berjalan secepat mungkin. Asap kendaraan, suara klakson serta  kesemerawutan bukan bagus alasan untuk menikmati perjalanan melewatinya. Namun kali ini berbeda. Suasana yang membikin penasaran ini yang membuat aku bertahan lebih lama.

Aku bertanya pada seorang bapak yang kira-kira berumur menjelang 50-an, “Ada apa, Pak?” di belakangku ada seorang perempuan yang kelihatannya seumuranku, sepertinya juga terjebak dengan keingintahuan. Dia ikut menanyakan hal yang sama.

Kemudian bapak itu menjawab, “Ada pocong!”

“Di mana?” aku bertanya lagi karena  semakin penasaran. Sambil menunjuk ke arah titik objek yang diburu kerumunan orang di seberang jalan.

Orang-orang sedang memburu foto pocong

“Di pohon itu,” kata bapak tersebut.

Aku melihat ke arah yang ditunjuk, namun aku tidak melihat apa-apa. Aku menjawab, “Ga ada, Pak!”

Emang ga keliatan, Dik, kalo pake kamera, baru keliatan,” Hmmm… hantu jaman sekarang sadar kamera juga ya,  pikirku.

Aku melihat ke sebelahku, perempuan sebaya tadi masih berdiri. Karena  aku tidak punya HP berkamera, maka aku memberanikan diri bertanya padanya, “Punya kamera, Mbak?”

“Ada,” jawabnya. Kemudian dia mengarahkan kameranya ke arah yang dimaksud semua orang yang ada di sana. Tapi tetap tidak terlihat apa-apa.

Kemudian bapak yang berdiri di belakang kami tadi menyahut, “Kalo HP Cina gak keliatan, Mbak.”

Aku tertawa dan menjawab, “Ini udah blackkberry, Pak!” Kemudian perempuan itu berlalu dan menghilang, sementara aku tetap bertahan mencari bukti dan kebenaran dari cerita bapak tadi.

Aku melanjutkan pencarian informasi dari orang lain untuk memenuhi keingintahuanku yang semakin bertambah. Kira-kira beberapa langkah dari tempat itu aku kembali bertemu dengan pemuda yang umurnya mungkin awal 30-an. Dia memegang HP blackberry dan sedang mengarahkan kameranya ke arah objek itu, dan sekali lagi aku tak peduli dia siapa, aku kembali bertanya pada orang  tersebut.

“Ada mas?”

“Ada,” jawabnya.

Wah, aku semakin ingin tahu. Kemudian aku meminta dia membuka hasilnya.  Dia menunjukan monitor HP-nya dan dengan antusias menerangkan, “Ini, Mbak, yang putih-putih ini kan ga ada tuh, di HP saya ada, nih!”

Tetap saja menurutku gambar yang dia tunjukkan dengan yakin itu tidak jelas. Hanya dia yang mengerti.

Aku sempat bertanya pada beberapa orang lainnya yang memotret keberadaan panampakan tersebut. Namun tak satu pun dari gambar-gambar itu memberikan jawaban. Ada satu orang yang memperlihatkan hasil foto di HP-nya yang cukup jelas, penampakan sesosok mahkluk halus. Namun bagiku gambar itu tetap seperti isapan jempol belaka, karena orang itu bilang, dia mendapatkan gambar itu dari temannya, yang mentransfer gambar dari HP ke HP. Huh!

Karena sudah larut malam, aku kembali melanjutkan perjalanan pulang dengan naik mikrolet nomor 45, jurusan Grogol-Kopro, yang sudah sejak SMP biasa menjadi pengantarku pergi dan pulang. Aku juga mengenal hampir sebagian supirnya. Aku mengambil tempat duduk tepat di belakang supir. Di dalam angkot hanya ada aku dan satu orang penumpang lainya. Seperti biasa, mikrolet ini melakukan ritual ‘nge-tem’ sekitar tiga sampai lima menit.

Angkutan umum Grogol-Kopro

Sesaat sebelum angkot jalan, naik seorang bapak. Dia mengambil tempat tepat di samping pintu masuk. Pikiranku yang masih penuh dengan kejadian lucu dan aneh yang campur aduk, tiba-tiba kembali dibangkitkan dengan perkataan Si Bapak yang berkata pada supir, “Masih rame aja anak-anak ngambil foto pocong!”

Kemudian dengan refleks aku langsung bertanya kepada supir, “Emang ada yang dapet, Mas?”

“Ada, Mbak. Saya dapet, nih! Mau liat? Saya dapet pocong tapi! Ada juga yang dapet kepalanya kuntilanak. Emang Mbak ga ngambil foto?”

Ngga, Mas. HP saya ga ada kameranya. Wah boleh Mas, liat, dong!”

Sambil mengemudikan mobilnya dia mencari gambar yang dimaksud lalu kemudian memberikan HP-nya padaku. “Liatnya dimiringin ya, Mbak! Saya ngambilnya miring. Kalo LCD nya ga retak, gambar saya bagus, tuh, Mbak!”

Aku memperhatikan benar-benar sambil mencari mana yang dimaksud pocong di HP itu. “Yang mana, Mas? Adanya cuma batang pohon yang warnanya putih,”

Dia jawab “Nah itu dia, Mbak, lagi gelantungan, mana ada batang pohon putih!”

Menurut Sang Supir, di pohon itu ada dua jenis makhluk halus, kuntilanak dan pocong, yang sudah ada sejak hari Senin. Karena ada seorang yang tidak sengaja mengambil gambar di sana,  kemudian menyebar dari mulut ke mulut sampai akhirnya tempat itu mendadak jadi semacam ‘tempat wisata mistik’. Banyak orang datang dengan sengaja dari berbagai wilayah sekitar untuk menyaksikan langsung penampakan tersebut. Sampai aku mendapat gambar terakhir dari supir mikrolet yang menurutku paling jelas pun, aku belum puas dengan hasilnya.

Keesokan harinya aku menceritakan hal ini kepada seorang teman. Dia kemudian membekaliku sebuah kamera digital dengan harapan keadaan akan sama masih di malam itu.

Ternyata benar, lokasi itu tambah ramai dari malam sebelumnya oleh masyarakat yang penasaran, bahkan hingga menimbulkan kemacetan. Sepertinya informasi dari media online betul-betul menyebar dan berpengaruh, apalagi dipermudah dengan hadirnya twitter yang sudah bisa diakses melalui handphone.

Ramainya pengunjung membuat kemacetan di sepanjang jalan

Salah seorang pengunjung mencoba mendapatkan foto pocong

Hal tersebut menurutku aneh, karena daerah ini biasanya di takuti orang karena banyaknya preman. Namun kali ini semua orang  mendadak menjadi akrab. Dengan berbekal kamera aku kembali lokasi tersebut. Sekitar jam setengah sembilan-an malam aku sampai. Seperti yang kuharapkan, suasana masih sama seperti malam sebelumnya. Dan lebih menarik lagi, mendadak juga ada petugas-petugas parkir dadakan yang siap menggunakan badan jalan sebagai lahan parkir.

Beberapa orang juga menghampiri dan bertanya apakah aku mendapatkan gambar pocong atau kuntilanak-nya. Ada juga yang berpendapat kalau bukan kamera HP tidak bisa. ternyata hantu pun memilih teknologi pikirku. Ada juga yang menggunakan kamera SLR. Dan dengan kamera digital berkualitas baik, aku juga mencoba mengambil sebaik mungkin. Tapi tetap tidak mendapatkan objek penampakan yang menjadi ‘buah bibir’ di sini.

Himbauan Pemerintah untuk masyarakat

Keesokan paginya aku melewati lokasi tersebut sekitar jam 9 pagi. Aku melihat sudah terpasang sebuah spanduk himbauan kepada masyarakat untuk tidak percaya pada isu tersebut, yang dikeluarkan oleh kepolisian. Pohon itu pun sebagian sudah ditebang.

Tentang Penulis

Humaira

28 Komentar pada "Pohon Misterius di Jembatan Roxy"

  1. jayu julie 5 Desember 2011 pukul 08:37 · Balas

    yakin deh ni bentar lagi bakal muncul filmnya di layar lebar, “misteri pocong roxi” atau lebih bombastisnya lagi, “duet pocong-kuntilanak buka konter hp di Roxi”.
    ceritanya penampakan keliatan kalo pake kamera doang, ga bisa hape cina pula. ckckckckck…. jualan bangeeuut…
    saiiiikkkk yeee…..
    “pocong mencari bakat dagang.”

  2. Rina 5 Desember 2011 pukul 08:46 · Balas

    “Pohon itu pun sebagian sudah ditebang.”

    Ah. jangan2 itu tujuan utamanya, supaya pohon-pohonnya ditebang. Selamat tambah kepanasan, warga jakarta :)

  3. Lulus Gita 5 Desember 2011 pukul 09:25 · Balas

    bisa jadi hantu nya abis beli obat yang nggak2 di apotik ilegal yang banyak bertebaran di Roxy, karena mereka terpengaruh obat, jadi nyangkut di pohon deh :)

  4. aica 5 Desember 2011 pukul 09:44 · Balas

    pocong nya mau narsis tuh.

    entar gw bikin filem nya pocong kenek metero mini
    roksi batusari tanaabang gerogol
    hehehehe…….

  5. hafiz 5 Desember 2011 pukul 11:05 · Balas

    Bagus dan keren! Begitulah masyarakat kontemporer kita. Ada banyak peristiwa irasional yang menjadi ‘rasional’ di kepala masyarakat.

  6. ichachaos 5 Desember 2011 pukul 12:28 · Balas

    hahhaha bagussss,,, kenapa yah masyarakat indonesia makin lama makin suka ama begituannn.. yasudslahh

  7. aryo 5 Desember 2011 pukul 12:29 · Balas

    Terima kasih sudah membuat report ini! Asik ceritanya.

    @Hafiz, claimnya sangat modernist banget ya? XD

  8. anak depok 5 Desember 2011 pukul 12:45 · Balas

    masyarakat ga mau tau apa si produsen hape meriset dulu cara mendeteksi pocong dengan alat penangkap sinyal ….hahaha…dan ga semua hape memiliki layanan itu.

    ini apa pocongnya terlalu kontemporer atau teknologinya yang kelewat progresif?

  9. barjow 5 Desember 2011 pukul 15:38 · Balas

    how could this possibly happened?

    INDONESIANS.

  10. farida 6 Desember 2011 pukul 00:48 · Balas

    pocong jaman sekarang..pintar bgt.hp cina gk mau nampakin,,,,
    hp bagus bru nampakin,,,aya aya waee,,,

  11. Indriani Tungka 6 Desember 2011 pukul 03:04 · Balas

    (dari facebook)
    Yaaaah~ ketololan deh~
    Paling jg yg sebar isu, mau spy pohonnya ditebang semua spy bisa bangun mall/ruko disitu~ (¬_¬”)

  12. M. Nanda Eka Putra 6 Desember 2011 pukul 03:05 · Balas

    (dari facebook)
    “klo pake hp cina ga bisa dpt, mba”

  13. J Aditya Tungka 6 Desember 2011 pukul 03:06 · Balas

    (dari facabook)
    Pocong/kunti di pohon yg terletak di skitar daerah Slangkang ku tdk hanya bergelantungan, mreka bisa terbang dgn kcepatan 45km/jam!!! Mwahahahahahahahahatchiii!!!!!

  14. Yoga Adhiguna 6 Desember 2011 pukul 03:07 · Balas

    (dari facebook)
    koruptor jadi pocong baru berita… aya2 wae…

  15. Bujel Scaviary Yvenn B 6 Desember 2011 pukul 03:08 · Balas

    (dari facebook)
    hahahha..ini sutradaranya fantasinya berhasil memasyarakat “karena penasaran”..hahaha dasar…!!!

  16. Ibnu Rizal A 6 Desember 2011 pukul 03:09 · Balas

    (dari facebook) Anjeeeeeengggg!!! Keren banget. Look how they do “art” then. hahahaha… Real and unreal. Curios or moron. Temuan keren nih. Bisa bikin OK. Video HOROR. hahaha… ;-p Sebetulnya fenomena ini juga bukan barang baru (meskipun yang ini jelas sangat ekstrem). Ingat acara Percaya Nggak Percaya di ANTV pada awal 2000-an yang mengawali tren acara-acara paranormal lokal. Ingat pula bagaimana film Jelangkung (2001) begitu digemari (bahkan antriannya sampai memecah kaca 21 PIM 1 saat itu). Dan Jelangkung menjadi mata rantai tentang kenyataan bahwa genre horor adalah aspek penting dalam sinema nasional.

  17. Ronny Agustinus 6 Desember 2011 pukul 03:11 · Balas

    Pocong yang ga mau dipotret dengan HP cina. Inilah Indonesia, bung…

  18. Gustaff Harriman Iskandar 6 Desember 2011 pukul 03:14 · Balas

    (dari facebook) Gokil nih. Gokil banget

  19. elsara 6 Desember 2011 pukul 03:55 · Balas

    Republik mistis. :D

  20. renal 6 Desember 2011 pukul 04:18 · Balas

    kali aja kejepret pocong bergaya ala alay…

  21. jay 6 Desember 2011 pukul 06:25 · Balas

    judul pilem: “misteri pocong bergengsi ga mau nampak di hape cina”

  22. albert bujangktapel 19 Desember 2011 pukul 16:20 · Balas

    hahaha… wah salut deh buat indonesia hari ini… walaupun masih percaya adanya hantu2 kas indonesia tersebut, tapi mereka tidak takut, malah berbondong2..

    owy, juga baru tau… kalau hantu sekarang munculnya milih2 Hp.. :D

    keren lputanya.

  23. aldiman 5 Januari 2012 pukul 12:21 · Balas

    Yang ini kali yahhh…..coba liat nih…foto yang paling pertama diatas..hehehehehehehe

    http://i386.photobucket.com/albums/oo306/aldiman_melodic/Pohon-yang-dianggap-disinggahi-pocong.jpg

  24. ikbal 7 Januari 2012 pukul 01:54 · Balas

    gw inget macetnya dari daan mogot tuh…hahaha

  25. istri 28 Maret 2012 pukul 10:38 · Balas

    hahahhaha..”jangan-jangan ini strategi iklan hp, yang terbaru…handphone untuk berkomunikasi dengan hantu”

  26. lavenia ever 22 April 2012 pukul 11:48 · Balas

    mn ad yg ky gituan

  27. and 2 September 2012 pukul 03:05 · Balas

    I am sure this article has touched all the internet users, its really really pleasant
    post on building up new webpage.

  28. nada 2 Februari 2013 pukul 14:24 · Balas

    Waw…… dasar hantu jaman skrng. Udah nyangkut di pohon, masih…… aja bisa ngundang orang buat motret….. hmmmm….
    vxgshshsvscdgxbvdsggadeaeaxa….

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung - Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org

© Agustus 2008 - 2011 ( akumassa )

// Forum Lenteng // Jurnal Footage // Arkipel // Dongeng Rangkas // Naga // Anak Sabiran // Radio akumassa //