Menjadi Sales Promotion Girl (SPG)

Oleh / pada 25 Februari 2010 / di DKI Jakarta // 12 Komentar

Setiap kali kita berkunjung ke pusat keramaian seperti mall, sering kita jumpai orang yang menawarkan sebuah produk. Entah itu makanan, minuman, baju, rokok, hingga jasa penyimpanan uang di bank. Mereka semua kita kenal dengan sebutan sales. Salesman untuk laki-laki dan salesgirl untuk perempuan, atau lebih populer lagi dengan sebutan SPG (Sales Promotion Girl). Aku akan bercerita bagaimana pekerjaan seorang SPG, dan bagaimana sebagian orang terkadang memandang rendah seorang SPG.

Saat sedang menawarkan produk susu sereal kepada customer

Saat sedang menawarkan produk susu sereal kepada customer

Pekerjaan seorang SPG adalah menawarkan sebuah produk yang sedang dipromosikannya, memberitahu kelebihan produk, menerangkan bagaimana produk itu harus digunakan, memberitahu bahan serta kandungan apa saja yang terdapat di dalam produk tersebut sekaligus fungsinya, dan lain-lain. Biasanya SPG berada di bawah naungan sebuah Event Organizer (EO), sebuah perusahaan menengah dengan omset puluhan bahkan ratusan juta setiap jobnya.

Seorang ibu tertarik dengan produk yang aku tawarkan

Seorang ibu tertarik dengan produk yang aku tawarkan

Contohnya salah satu Event Organizer tempatku bekerja di daerah Fatmawati, Jakarta Selatan, yang kini sedang sibuk-sibuknya menangani tawaran pekerjaan dari perusahaan-perusahaan besar yang ingin memasarkan produk barunya. Seperti yang sedang aku jalankan saat ini, ikut serta dalam program pemasaran susu sereal yang baru dipasarkan. Konsep pemasaran produk  ini adalah dengan cara mengunjungi taman rekreasi pada hari libur dan mengunjungi sekolah-sekolah pada hari kerja. Target pasar dari susu sereal ini adalah anak berusia 3 tahun ke atas, bahkan orang tua pun bisa mengkonsumsinya, karena mengandung biji gandum yang baik untuk menurunkan kolesterol. Produk susu sereal ini dijual dengan harga beraneka ragam di supermarket. Seperti yang aku ketahui, di Hypermart Karawaci Tangerang susu sereal ini dibandrol dengan harga Rp.10.875,- sedangkan di Carrefour Blue Mall Bekasi harganya Rp.12.200,- dan Giant Jakarta Selatan Rp.8.975,-. Semua harga tergantung pada kebijakan perusahaan.

Menawarkan produk susu sereal ke Sekolah Dasar (SD)

Menawarkan produk susu sereal ke Sekolah Dasar (SD)

Setiap perusahaan atau supermarket tersebut memiliki SOP (Standar Operasional Prosedur) masaing-masing terhadap EO yang ingin melakukan acara (event) promosi produk, seperti misalnya di Hypermart, setiap EO yang ingin melakukan event di sana harus mengajukan ijin terlebih dahulu seminggu sebelum event berlangsung. Timku yang terdiri dari satu orang TL (Team Leader), satu orang kru, dan dua orang SPG juga melakukan hal yang sama, bila sudah disetujui, satu hari sebelum event, TL dan kru melakukan loading dock atau pemasukan barang untuk keperluan event, lalu pada hari H, aku tinggal melakukan apa yang sudah menjadi tugasku.

Temanku, Anna, sedang membagikan promosi susu sereal ke anak-anak

Temanku, Anna, sedang membagikan promosi susu sereal ke anak-anak

Sebelum mulai bekerja menjual produk, biasanya kerapihanku akan diperiksa terlebih dahulu oleh seorang security perempuan, aku harus mengenakan seragam produk, memakai sepatu hitam dan kaos kaki hitam, serta tidak boleh membawa handphone ke dalam area kerja, tasku juga disimpan di loker. Bila ingin istirahat sebelum keluar, aku harus cek tubuh untuk memastikan tidak ada barang supermarket yang aku bawa.

Jam kerja di Hypermart khusus untuk event dimulai dari pukul 09.00-22.00 WIB, padahal ketentuan dari kantor EO ku adalah 8 jam kerja, jadi kami berinisiatif agar membagi dua shift dan hanya kru saja yang standby dari pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Produk susu sereal yang aku tawarkan

Produk susu sereal yang aku tawarkan

Seorang SPG harus pandai berkomunikasi dengan pembeli atau pelanggan (customer) agar ia memberikan respon positif pada produk yang kita tawarkan. Ramah, murah senyum, lembut, sabar, sopan dan menjaga emosi, itulah karakter dasar yang harus diterapkan pada seorang SPG. Mengapa  menjaga emosi juga harus diterapkan? Karena customer yang akan dihadapi sangat beraneka ragam. Mulai dari customer yang baik, lembut, cerewet, hingga super judes. Penawaran produk biasa dilakukan dengan cara mobile atau berkeliling di wilayah event yang sedang diadakan.

Aku ingin bercerita pengalamanku saat aku menjadi SPG sebuah event di Water Boom Lippo Cikarang. Saat aku sedang menjajakan produk yang aku bawa dengan teman satu profesiku, Anna, aku berkeliling langkah demi langkah bertemu dengan beragam respon massa. Aku  mengenakan seragam berwarna biru, bercelana panjang hitam dan yang paling menarik perhatian adalah aku mengenakan sepatu boot hitam ala koboi. Kemudian aku menghampiri seorang ibu yang merespon penawaranku dengan menyebalkan,

“maaf ya mbak, saya ke sini untuk berlibur sama keluarga bukannya untuk belanja susu, kalau mau belanja susu mending saya ke supermarket dari pada beli di sini, saya nggak sembarangan beli susu nanti anak saya kenapa-kenapa lagi, emang mbak mau tanggung jawab kalau anak saya kenapa-kenapa gara-gara minum susu yang mbak tawarin, lagipula persediaan susu di rumah masih banyak kok.”

Saat itu juga emosiku naik pitam karena mendengar  kata-katanya, segera kau beristighfar dalam hati sambil mengingat ucapan ibuku,
“kalau menghadapi customer yang sabar ya, jangan pakai emosi, emosi tidak menyelesaikan apa-apa”.

Sebuah ungkapan lembut dari sosok seorang ibu terhebat yang sangat aku kagumi dan teladani, dan selalu aku dengar setiap kali aku akan bekerja. Teman seprofesiku Anna, langsung mengajakku beranjak dari hadapan ibu yang menyebalkan itu. Hingga aku bertemu dengan ibu yang sangat ramah dan menghargai kehadiranku, belum sampai aku menghampiri saungnya ia memanggilku dengan senyum manisnya.

Partnerku berhasil meyakinkan seorang customer untuk mencicipi susu sereal

Partnerku berhasil meyakinkan seorang customer untuk mencicipi susu sereal

Saat mencari customer, terkadang aku bertemu dengan orang-orang iseng, bukannya membeli produk yang aku tawarkan, tapi mereka malah menggoda aku. Memang pekerjaan SPG ini hanya sebagai sales, tapi kami bekerja untuk mencari uang bukan untuk diremehkan seperti  itu. Terkadang ada beberapa SPG nakal yang mencari keuntungan dengan cara yang tidak benar, SPG yang terbawa arus pergaulan bebas. SPG yang seperti inilah yang membuat citra para SPG lainnya menjadi buruk dan dipandang rendah. Tapi tidak semua SPG seperti itu, ada SPG yang tidak pernah melupakan kewajibannya untuk sholat, jujur dan bertanggung jawab dengan pekerjaannya.

Dalam event kali ini, upahku menjadi SPG dibayar per hari atau per bulan oleh EO tempatku bekerja, berkisar antara  Rp. 100.000,- hingga Rp. 250.000,- per hari  nya, tergantung dari brand apa produk itu diproduksi, dan berapa lama event-nya. Upah SPG terkadang tidak bersih menerima gaji pokok seperti yang telah dijanjikan sebelumnya, artinya ada saja potongan yang diambil dari gaji SPG oleh oknum yang ingin mendapatkan uang lebih. Pemotongan gaji ini terkadang tidak jelas alasannya. Aku mengetahui uang dari pemotongan gaji ini akan masuk ke saku sang pimpinan SPG  atau biasa disebut TL (Team Leader). Dalam keadaan seperti ini, kami merasa di-dzalimi. Ya, beginilah dunia kerja, kita harus bersaing mendapatkan posisi yang kita inginkan, kawan menjadi lawan, yang lemah tersingkir, yang kuat berkuasa, dan sepertinya hukum rimba berlaku di sini.

Tentang Penulis

Silvia Maulina

Dilahirkan di pada tanggal 9 Oktober 1989. Ia telah menyelesaikan studi strata satunya sebagai Sarjana Sosial Islam Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Konsentrasi Jurnalistik. Ia juga aktif di KOMKA dan Komunitas Djuanda.

12 Komentar pada "Menjadi Sales Promotion Girl (SPG)"

  1. otty 26 Februari 2010 pukul 13:53 · Balas

    aku punya pengalaman yag sama menjadi SPG semasa kuliah dulu. suka duka yang sama seperti yang dialami penulis. salah satu dari berbagai cara untuk bisa lebih mandiri dan tidak membebani orang tua saat itu. dari pekerjaan aku mendapatkan banyak pengalaman yang berharga, seperti mengerti sistem direct selling yang diterapkan oleh sebuah perusahaan, karena ini adalah salah satu sistim marketing yang dianggap efektif. selain itu juga membuat aku kemudian makin belajar menghadapi berbagai macam karakter orang, bernegosisasi dan lainnya.dan aku benci sekali sekarang ini kalau melihat orang yang meremehkan peran SPG apalagi memandang negatif pada mereka.
    untuk penulis dan para SPG, kamu akan membawa bekal yang sangat banyak saat nanti tiba saatnya kamu akan menghadapi bidang pekerjaan yang lebih rumit dalam hidup kamu bermasyarakat. you’re great! GO GIRL!!

  2. Imam FR 26 Februari 2010 pukul 19:33 · Balas

    tulisan yang banyak memberi informasi, aku juga tertarik dengan dunia Sales dan EO, tapi sampai saat ini aku belum menemukan jalan menuju ke sana.

    SPG adalah tombak penjualan sebuah produk, dan merupakan senjata merketing yang sangat handal untuk saat ini.
    berarti itu bukanlah sebuah profesi yang remeh, melainkan sesuatu yang sangat mulia.

    tapi ciel, photo mu waktu jadi SPG kog gak da?
    di kasih dong..

  3. abhie 1 Maret 2010 pukul 16:36 · Balas

    Mandiri, berusaha membuat orangtua tersenyum adalah tujuan qt. Aku pun berusaha mencari uang recehan hanya untuk memuatnya tersenyum dan berusaha membiayai hidupku. Aku pun tersenyum kepadamu.
    Yang kamu lakukan positif!
    Lanjutkan, aku mendukungmu!!!

  4. spg umbrella girl 6 Maret 2010 pukul 05:27 · Balas

    Banyak sukanya donk, dapat uang, banyak kenalan, tambah wawasan.

  5. bociel 17 Maret 2010 pukul 17:04 · Balas

    makasih atas semangat kalian ..

  6. elsa 14 Juli 2010 pukul 15:48 · Balas

    gimana sih kak cara ny jd spg ??

  7. bociel 23 Juli 2010 pukul 15:05 · Balas

    untuk elsa :
    caranya kita ikutan EO atau agency, banyak loh EO di jakarta, berniat jadi SPG ?

  8. abhe 20 November 2010 pukul 15:17 · Balas

    ituh cara ngomong,a bgaimna klu saja ada pelanggan yg complait…??

  9. lukfi 10 Januari 2011 pukul 17:42 · Balas

    Mau nanya dong..agency nya apa ya? boleh minta contact personnya?
    Kebetulan saya lagi nyari EO/ agency yang bisa promosi di sekolah ( SD )…thanks

  10. Eko 12 Juli 2012 pukul 16:21 · Balas

    Menjadi SPG bukan hal yang mudah seperti dilihat orang2.

    mereka mempunyai target penjualan, harus bisa bekerja dalam tim.

    belajar mengenai produk yang di tawarkan, belajar akan barang yang ditawarkan oleh produk kompetitor dan harus bisa meyakinkan calon pembeli, dengan tambahan kata2 manis, atau kata2 yang meyakinkan..

    menjadi SPG hanya lihat gaji saja ?? ada juga perusahaan yang memberikan gaji + komisi.

    SPG senior ? junior ? << ini sebenarnya banyak yang menyalahgunakan kata senior ini.
    biasanya yang di anggap junior adalah yg baru masuk atau terakhir masuk, jadi harus menghormati SPG senior ??

    bagi saya SPG senior yang meng anggap dirinya SENIOR, justru saya PHK dan saya tidak pakai lagi..

    jadi SPG itu bener kata TS, bahwah harus bersaing juga tapi sehat. bukannya mentang2 senior lalu bisa suruh junior, atau bahkan memotong atau "memalak " si junior.

    perlu dedikasi yang tinggi, loyalitas, integritas, dan kemauan untuk belajar.

    semoga bisa menjadi spg yang berkualitas.

  11. Magnolia 15 Januari 2014 pukul 19:48 · Balas

    tulisan yang sangat menarik mbak :)

  12. nhur cullen 24 Oktober 2014 pukul 09:33 · Balas

    saat ini aku juga sedang menjalani tugas sebagai SPG. tapi yang bikin aku agak kesal, atau sebainya karna aku di tempatkan di area pasaran yang di dalamnya bercampur aduk dari ikan sampai alat tidur smemua ada.. dan gajiku juga yang 1 bulan lebih baru terbayar kan.. aku tidak di harus kan k mini market ataupun sebagainya. kata atasanku, cukupnya di pasaran. yang aku pertanyakan , apa memang kerja SPG it hanya di pasaran????

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung - Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org

© Agustus 2008 - 2010 ( akumassa )

// Forum Lenteng // Jurnal Footage // Arkipel // Dongeng Rangkas // Naga // Anak Sabiran // Radio akumassa //