Oleh Silvia Maulina (Bociel) | Pada Kamis, 25 Februari 2010
* * *

Setiap kali kita berkunjung ke pusat keramaian seperti mall, sering kita jumpai orang yang menawarkan sebuah produk. Entah itu makanan, minuman, baju, rokok, hingga jasa penyimpanan uang di bank. Mereka semua kita kenal dengan sebutan sales. Salesman untuk laki-laki dan salesgirl untuk perempuan, atau lebih populer lagi dengan sebutan SPG (Sales Promotion Girl). Aku akan bercerita bagaimana pekerjaan seorang SPG, dan bagaimana sebagian orang terkadang memandang rendah seorang SPG.

Saat sedang menawarkan produk susu sereal kepada customer

Saat sedang menawarkan produk susu sereal kepada customer

Pekerjaan seorang SPG adalah menawarkan sebuah produk yang sedang dipromosikannya, memberitahu kelebihan produk, menerangkan bagaimana produk itu harus digunakan, memberitahu bahan serta kandungan apa saja yang terdapat di dalam produk tersebut sekaligus fungsinya, dan lain-lain. Biasanya SPG berada di bawah naungan sebuah Event Organizer (EO), sebuah perusahaan menengah dengan omset puluhan bahkan ratusan juta setiap jobnya.

Seorang ibu tertarik dengan produk yang aku tawarkan

Seorang ibu tertarik dengan produk yang aku tawarkan

Contohnya salah satu Event Organizer tempatku bekerja di daerah Fatmawati, Jakarta Selatan, yang kini sedang sibuk-sibuknya menangani tawaran pekerjaan dari perusahaan-perusahaan besar yang ingin memasarkan produk barunya. Seperti yang sedang aku jalankan saat ini, ikut serta dalam program pemasaran susu sereal yang baru dipasarkan. Konsep pemasaran produk  ini adalah dengan cara mengunjungi taman rekreasi pada hari libur dan mengunjungi sekolah-sekolah pada hari kerja. Target pasar dari susu sereal ini adalah anak berusia 3 tahun ke atas, bahkan orang tua pun bisa mengkonsumsinya, karena mengandung biji gandum yang baik untuk menurunkan kolesterol. Produk susu sereal ini dijual dengan harga beraneka ragam di supermarket. Seperti yang aku ketahui, di Hypermart Karawaci Tangerang susu sereal ini dibandrol dengan harga Rp.10.875,- sedangkan di Carrefour Blue Mall Bekasi harganya Rp.12.200,- dan Giant Jakarta Selatan Rp.8.975,-. Semua harga tergantung pada kebijakan perusahaan.

Menawarkan produk susu sereal ke Sekolah Dasar (SD)

Menawarkan produk susu sereal ke Sekolah Dasar (SD)

Setiap perusahaan atau supermarket tersebut memiliki SOP (Standar Operasional Prosedur) masaing-masing terhadap EO yang ingin melakukan acara (event) promosi produk, seperti misalnya di Hypermart, setiap EO yang ingin melakukan event di sana harus mengajukan ijin terlebih dahulu seminggu sebelum event berlangsung. Timku yang terdiri dari satu orang TL (Team Leader), satu orang kru, dan dua orang SPG juga melakukan hal yang sama, bila sudah disetujui, satu hari sebelum event, TL dan kru melakukan loading dock atau pemasukan barang untuk keperluan event, lalu pada hari H, aku tinggal melakukan apa yang sudah menjadi tugasku.

Temanku, Anna, sedang membagikan promosi susu sereal ke anak-anak

Temanku, Anna, sedang membagikan promosi susu sereal ke anak-anak

Sebelum mulai bekerja menjual produk, biasanya kerapihanku akan diperiksa terlebih dahulu oleh seorang security perempuan, aku harus mengenakan seragam produk, memakai sepatu hitam dan kaos kaki hitam, serta tidak boleh membawa handphone ke dalam area kerja, tasku juga disimpan di loker. Bila ingin istirahat sebelum keluar, aku harus cek tubuh untuk memastikan tidak ada barang supermarket yang aku bawa.

Jam kerja di Hypermart khusus untuk event dimulai dari pukul 09.00-22.00 WIB, padahal ketentuan dari kantor EO ku adalah 8 jam kerja, jadi kami berinisiatif agar membagi dua shift dan hanya kru saja yang standby dari pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Produk susu sereal yang aku tawarkan

Produk susu sereal yang aku tawarkan

Seorang SPG harus pandai berkomunikasi dengan pembeli atau pelanggan (customer) agar ia memberikan respon positif pada produk yang kita tawarkan. Ramah, murah senyum, lembut, sabar, sopan dan menjaga emosi, itulah karakter dasar yang harus diterapkan pada seorang SPG. Mengapa  menjaga emosi juga harus diterapkan? Karena customer yang akan dihadapi sangat beraneka ragam. Mulai dari customer yang baik, lembut, cerewet, hingga super judes. Penawaran produk biasa dilakukan dengan cara mobile atau berkeliling di wilayah event yang sedang diadakan.

Aku ingin bercerita pengalamanku saat aku menjadi SPG sebuah event di Water Boom Lippo Cikarang. Saat aku sedang menjajakan produk yang aku bawa dengan teman satu profesiku, Anna, aku berkeliling langkah demi langkah bertemu dengan beragam respon massa. Aku  mengenakan seragam berwarna biru, bercelana panjang hitam dan yang paling menarik perhatian adalah aku mengenakan sepatu boot hitam ala koboi. Kemudian aku menghampiri seorang ibu yang merespon penawaranku dengan menyebalkan,

“maaf ya mbak, saya ke sini untuk berlibur sama keluarga bukannya untuk belanja susu, kalau mau belanja susu mending saya ke supermarket dari pada beli di sini, saya nggak sembarangan beli susu nanti anak saya kenapa-kenapa lagi, emang mbak mau tanggung jawab kalau anak saya kenapa-kenapa gara-gara minum susu yang mbak tawarin, lagipula persediaan susu di rumah masih banyak kok.”

Saat itu juga emosiku naik pitam karena mendengar  kata-katanya, segera kau beristighfar dalam hati sambil mengingat ucapan ibuku,
“kalau menghadapi customer yang sabar ya, jangan pakai emosi, emosi tidak menyelesaikan apa-apa”.

Sebuah ungkapan lembut dari sosok seorang ibu terhebat yang sangat aku kagumi dan teladani, dan selalu aku dengar setiap kali aku akan bekerja. Teman seprofesiku Anna, langsung mengajakku beranjak dari hadapan ibu yang menyebalkan itu. Hingga aku bertemu dengan ibu yang sangat ramah dan menghargai kehadiranku, belum sampai aku menghampiri saungnya ia memanggilku dengan senyum manisnya.

Partnerku berhasil meyakinkan seorang customer untuk mencicipi susu sereal

Partnerku berhasil meyakinkan seorang customer untuk mencicipi susu sereal

Saat mencari customer, terkadang aku bertemu dengan orang-orang iseng, bukannya membeli produk yang aku tawarkan, tapi mereka malah menggoda aku. Memang pekerjaan SPG ini hanya sebagai sales, tapi kami bekerja untuk mencari uang bukan untuk diremehkan seperti  itu. Terkadang ada beberapa SPG nakal yang mencari keuntungan dengan cara yang tidak benar, SPG yang terbawa arus pergaulan bebas. SPG yang seperti inilah yang membuat citra para SPG lainnya menjadi buruk dan dipandang rendah. Tapi tidak semua SPG seperti itu, ada SPG yang tidak pernah melupakan kewajibannya untuk sholat, jujur dan bertanggung jawab dengan pekerjaannya.

Dalam event kali ini, upahku menjadi SPG dibayar per hari atau per bulan oleh EO tempatku bekerja, berkisar antara  Rp. 100.000,- hingga Rp. 250.000,- per hari  nya, tergantung dari brand apa produk itu diproduksi, dan berapa lama event-nya. Upah SPG terkadang tidak bersih menerima gaji pokok seperti yang telah dijanjikan sebelumnya, artinya ada saja potongan yang diambil dari gaji SPG oleh oknum yang ingin mendapatkan uang lebih. Pemotongan gaji ini terkadang tidak jelas alasannya. Aku mengetahui uang dari pemotongan gaji ini akan masuk ke saku sang pimpinan SPG  atau biasa disebut TL (Team Leader). Dalam keadaan seperti ini, kami merasa di-dzalimi. Ya, beginilah dunia kerja, kita harus bersaing mendapatkan posisi yang kita inginkan, kawan menjadi lawan, yang lemah tersingkir, yang kuat berkuasa, dan sepertinya hukum rimba berlaku di sini.

Your email:

 

5 pembaca suka artikel ini.
Bagi dan Sebarkan:
  • PDF
  • Print
  • email
  • RSS
  • Facebook
  • MySpace
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Ping.fm
  • Digg
  • Reddit
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Tumblr

Artikel terkait:

  1.           Pengalamanku Menjadi Sales Promotion Boy
  2.           Sebelum Menjadi Markas ASP
  3.           Rumah Kontrakanku yang terakhir itu, kini menjadi Jl. H. Juanda
  4.           Aku Ingin Menjadi Mick Jagger
  5.           Tontonan Kolonial yang Menjadi Tradisi
Anda dapat meninggalkan respon, atau jejak balik dari situs anda.

Komentar (7)

 

  1. bociel mengatakan:

    untuk elsa :
    caranya kita ikutan EO atau agency, banyak loh EO di jakarta, berniat jadi SPG ?

  2. elsa mengatakan:

    gimana sih kak cara ny jd spg ??

  3. bociel mengatakan:

    makasih atas semangat kalian ..

  4. spg umbrella girl mengatakan:

    Banyak sukanya donk, dapat uang, banyak kenalan, tambah wawasan.

  5. abhie mengatakan:

    Mandiri, berusaha membuat orangtua tersenyum adalah tujuan qt. Aku pun berusaha mencari uang recehan hanya untuk memuatnya tersenyum dan berusaha membiayai hidupku. Aku pun tersenyum kepadamu.
    Yang kamu lakukan positif!
    Lanjutkan, aku mendukungmu!!!

  6. Imam FR mengatakan:

    tulisan yang banyak memberi informasi, aku juga tertarik dengan dunia Sales dan EO, tapi sampai saat ini aku belum menemukan jalan menuju ke sana.

    SPG adalah tombak penjualan sebuah produk, dan merupakan senjata merketing yang sangat handal untuk saat ini.
    berarti itu bukanlah sebuah profesi yang remeh, melainkan sesuatu yang sangat mulia.

    tapi ciel, photo mu waktu jadi SPG kog gak da?
    di kasih dong..

  7. otty mengatakan:

    aku punya pengalaman yag sama menjadi SPG semasa kuliah dulu. suka duka yang sama seperti yang dialami penulis. salah satu dari berbagai cara untuk bisa lebih mandiri dan tidak membebani orang tua saat itu. dari pekerjaan aku mendapatkan banyak pengalaman yang berharga, seperti mengerti sistem direct selling yang diterapkan oleh sebuah perusahaan, karena ini adalah salah satu sistim marketing yang dianggap efektif. selain itu juga membuat aku kemudian makin belajar menghadapi berbagai macam karakter orang, bernegosisasi dan lainnya.dan aku benci sekali sekarang ini kalau melihat orang yang meremehkan peran SPG apalagi memandang negatif pada mereka.
    untuk penulis dan para SPG, kamu akan membawa bekal yang sangat banyak saat nanti tiba saatnya kamu akan menghadapi bidang pekerjaan yang lebih rumit dalam hidup kamu bermasyarakat. you’re great! GO GIRL!!

Tinggalkan pesan balasan

ACARA

  • The Loss of The Real

PESAN

Tentang Perubahan Iklim Dunia

Kami mengajak kawan-kawan komunitas untuk berpartisipasi dalam melakukan gerakan kesadaran terhadap perubahan iklim ini. Komunitas-komunitas merupakan yang paling terdepan dan secara langsung menghadapi perubahan yang dialami oleh masyarakat. Jadi, mulailah kita berubah dari kebiasaan yang merusak lingkungan. Kita pasti bisa menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan bumi yang sudah semakin panas ini.

  • Forum Lenteng Channel on Youtube

PROMOSI

  • Sinau Art Course

POTRET

ARTIKEL ACAK

      Kampus Tercinta, Memang Begitu Namanya

      (Lenteng Agung, Jakarta Selatan)

      Gerimis sore itu tiba-tiba saja menderas menjadi hujan dan membasahi sudut sebuah gedung yang katanya kampus publisistik/ jurnalistik tertua di Indonesia. Kampus ini berdiri pada tahun 1953 di Jakarta. Sebelumnya kampus ini terletak di kawasan Menten ...

      (Ada 6 komentar pada artikel ini)

      Profil Anak Seribupulau Randublatung

      (Randublatung - Blora, Jawa Tengah)

      1
      Anak Seribupulau adalah komunitas terbuka di Randublatung, Blora, Jawa Tengah. Komunitas yang  mandiri ini pada awal berdirinya dibentuk oleh Exi, Agung Japah dan di bantu oleh Tony Voluntero, Alexandra Crosby, Anang Sarno, Djuadi, Hendras, dan kawan ...

      (Ada 12 komentar pada artikel ini)

      KinoCoffeeTalk di IISIP Jakarta

      (Lenteng Agung, Jakarta Selatan)

      DSC09651
      Acara pemutaran filem ini merupakan hasil kerjasama forum Lenteng dan Epicentrum. Diadakan pada 25 Mei 2009 bertempat di ruang 4.3 Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta. Acara seharusnya dimulai pukul 13.00, namun karena beberapa hal ...

      (Ada 0 komentar pada artikel ini)

      Bisnis Video Baralek Sambil Kuliah

      (Padang Panjang, Sumatera Barat)

      Baralek
      1 Februari 2009 Saya mengenal kamera sejak duduk di bangku SMP 1 Padang. Meski tidak menguasai teknis dan teorinya, secara awam saya tahu bahwa kamera itu ada dua, kamera foto dan video. Sebelumnya tidak ada bayangan mau kemana saya setelah lulus SMA ...

      (Ada 16 komentar pada artikel ini)

      Kampung Hijau, Antara Ada dan Tiada

      (Cirebon, Jawa Barat)

      banjir-yang-tampak-dari-dalam-kampung-hijau
      [caption id="attachment_1646" align="alignnone" width="470" caption="Para penggiat di Kampung Hijau ketika Kalijaga banjir"][/caption] Kampung Hijau berada di sekitar wilayah Kampung Kalijaga Cirebon yang keberadaannya sangat dekat sekali dengan sit ...

      (Ada 1 komentar pada artikel ini)

      Gado-Gado Pintar

      (Lenteng Agung, Jakarta Selatan)

      Bu Nani
      Sebut  saja namanya Ibu Nani, karena biasanya orang setempat memanggilnya begitu. Ibu Nani tinggal dekat Taman Lenteng Agung, tepat di seberang Kampus IISIP Jakarta. Menurut pelanggannya yang tinggal di kawasan itu sejak 1992, gado-gado Ibu Nani cuku ...

      (Ada 1 komentar pada artikel ini)

STATISTIK

    • Artikel:  368
    • Komentar:  2,031
    • Halaman:  13
  • KUNJUNGAN

    Saat ini: 43

    Total: 68999

  • www.akumassa.org adalah media informasi komunitas yang digagas oleh Forum Lenteng Jakarta
    untuk merekam informasi tentang persoalan lokal dalam konteks sejarah dan kekinian yang diproduksi oleh komunitas.

    FB | TWEET
    RSS | Kontak | Jaringan | Forum Lenteng | Jurnal Footage | DariVisual | Context Creative Media