Oleh Choiril Chodri | Pada Senin, 22 Februari 2010
* * *

Mendengar kata ‘rongsok’ kita dapat menyimpulkan dengan barang bekas yang sudah dibuang dan tidak dapat dimanfaatkan lagi, namun bagi pemulung dan pengusaha barang rongsok, rongsokan dapat menjadi sebuah penghasilan yang dapat diperjualbelikan dan menjanjikan. Karena yang aku tahu setiap orang yang mempunyai usaha seperti ini, mereka dapat mencukupi biaya hidupnya dan tidak sedikit dari mereka dapat menunaikan ibadah haji, seperti ibuku.

Rongsokan bekas kaleng minuman

Rongsokan bekas kaleng minuman

Seorang pemulung mencari rongsok untuk dijual pada pengusaha yang membeli barang-barang rongsok tersebut, kemudian dijual lagi ke pabrik atau lapak-lapak yang lebih besar, namun tidak semua rongsok dapat dijual dan didaurulang lagi. Kebetulan orang tuaku seorang pengusaha rongsok, dan rumahku yang berada di Jalan Penganten Ali, RT17/RW 06, Kelurahan Rambutan, Jakarta Timur menjadi lapak barang rongsokan. Jadi aku sedikit tahu rongsok apa saja yang dapat diperjualbelikan. Rongsok tersebut seperti: besi, logam (almunium, kuningan, tembaga, kuali, tebel, dan babet), seng, kertas (bekas kerdus, buku-buku bekas), plastik (plastik kresek hitam, bekas tempat air mineral, paralon).

Rongsokan stainless

Rongsokan stainless

Kabel Alumunium

Kabel Alumunium

Hampir setiap hari pemulung datang untuk menjual rongsoknya ke rumahku, sehingga rumahku penuh dengan rongsok-rongsok dan terkadang jika aku libur kuliah seperti saat ini atau bila aku kuliah siang, aku menyempatkan diri membantu membereskan ronsok-rongsok atau mengupas kabel untuk diambil tembaga dan almuniumnya. Orangtuaku membeli rongsok-rongsok tersebut dari pemulung, orang yang menyimpan rongsok, pabrik dan terkadang dari rumah sakit, kemudian menjualnya ke lapak yang lebih besar. Kenapa tidak langsung menjualnya ke pabrik, ya?

Dari Rongsok Aku Meraup Rupiah3

Alasannya ternyata karena jika menjual langsung ke pabrik peleburan besi dan logam harus sekaligus banyak, minimal satu truk. Jika jumlahnya sedikit dan dipaksakan menjual langsung ke pabrik, akan merugi karena biaya perjalanan cukup besar, sedangkan harga barang murah (untuk jenis besi). Biasanya yang menjual langsung ke pabrik adalah pengusaha yang lebih besar. Mereka dapat menjual besi dan logam hingga dua truk besar. Sedangkan jenis tembaga dan almunium tidak dijual langsung ke pabrik karena orang yang menjual barang-barang jenis ini sedikit. Sepengetahuanku mereka menjualnya ke peleburan logam yang berada di daerah Pulo Gadung Jakarta Timur, karena dulu aku pernah mengantarkan barang di pabrik tersebut. Setelah rongsok dibeli dari pemulung, tidak langsung dijual, namun harus dipilah-pilah mana yang harganya murah dan mana yang harganya mahal. seperti halnya tembaga yang merupakan barang paling mahal dibandingkan besi dan plastik.

Seorang pekerja sedang mengupas kabel

Seorang pekerja sedang mengupas kabel

Barang-barang rongsok yang dipilih, harus dikumpulkan dengan sesama jenisnya, seperti tembaga dengan tembaga. Tembaga pun dibagi menjadi bermacam-macam jenisnya seperti Tembaga Merah (TM), Tembaga Bakar (TB) dan Tembaga Dinamo.

Tembaga Merah (TM)

Tembaga Merah (TM)

Tembaga Bakar (TB)

Tembaga Bakar (TB)

Biasanya Tembaga Merah berasal dari kabel-kabel besar yang sudah dikupas, namun terkadanag kabel-kabel kecil harus dibakar terlebih dahulu, karena bentuknya yang kecil sehingga susah dikupas, sedangkan kabel-kabel ini setelah dibakar akan menjadi jenis Tembaga Bakar (TB) dan Tembaga Dinamo, biasanya dari bekas AC. Alumunium pun terbagi menjadi beberapa jenis seperti almunium siku, plat, panci, tuis (dari kabel), obset, rongsok (bekas kaleng minuman ringan), kuningan dan stainless.

Harga-harga barang;

1. Tembaga merah (TM) = Rp.54.000,-

2. Tembaga bakar (TB) = Rp.50.000,-

3. Tembaga dinamo = Rp.48.000,-

4. Plat = Rp.11.000,-

5. Tuis = Rp.9.000,-

6. Obset = Rp.13.500,-

7. Rongsok = Rp.9.500,-

8. Besi = Rp.2.800,-

9. Kawat / paku = Rp.2000,-

10. Plastik = Rp.1000,-

11. Kardus = Rp.700,-

12. Kuningan = Rp.30.000,-

13. Stainless = Rp.13.000,-

14. Siku = Rp.14.000,-

Harga-harga tersebut adalah harga baru yang sudah turun. Dari jenis tembaga turun sekitar Rp.4.000,-an, almunium turun Rp.500,-  dan besi turun Rp.300,-. Walaupun demikian, harga tembaga dan barang lainnya tidak bisa stabil, terkadang naik dan tiba-tiba turun dengan drastis. Turun naiknya barang tidak berimbang, biasanya naiknya hanya Rp.1000,- untuk jenis tembaga dan Rp.100,- untuk jenis besi dan almunium. Seperti halnya pada saat menjelang lebaran tahun 2008, harga Tembaga Merah berkisar sampai Rp.68.000,-/kg sedang besi waktu itu sampai Rp.5000-an/kg, namun setelah lebaran harga-harga turun. Harga Tembaga Merah (TM) yang sebelum lebaran biasa mencapai Rp.68.000,- turun menjadi  sekitar Rp.40.000,-. Sampai sekarang pun harga-harga tembaga dan logam tidak pernah stabil.

Halaman samping rumahku menjadi tempat pembakaran barang rongsok

Halaman samping rumahku menjadi tempat pembakaran barang rongsok

Aku berharap usaha sepeninggalan ayahku yang diwariskan kepada aku dan ibuku ini dapat berlangsung selamanya. Karena dari usaha rongsok inilah aku meraup rupiah demi kesenjangan hidup di kota besar seperti Jakarta ini. Dan dari usaha inilah ibuku mampu mencukupi segala kebutuhan keluarga termasuk pendidikan aku dan adik-adikku.


Your email:

 


6 pembaca suka artikel ini.
Bagi dan Sebarkan:
  • PDF
  • Print
  • email
  • RSS
  • Facebook
  • MySpace
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Ping.fm
  • Digg
  • Reddit
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Tumblr

Artikel terkait:

  1.           Video Aku Massa Cirebon: Keramaian di Pasar Kanoman Membuat Keraton Terasing Dari Masyarakat
  2.           Sore, Yang Beda dari Hingar Bingar Musik Pop Sekarang
  3.           Carito Dari Bukik Tui
Anda dapat meninggalkan respon, atau jejak balik dari situs anda.

Komentar (7)

 

  1. arie gunadi mengatakan:

    sharing usaha ini dong…
    karna aku baru memulai usaha ini pada bulan januari 2010… jd belum paham betul mengenai usaha ini…
    terima kasih yg sebesar-besarnya…

  2. wawan mengatakan:

    kabarin dong tentang usahanya !

  3. rekamdanmainkan mengatakan:

    Keren Sob… saluutt….

  4. ekoyulianto mengatakan:

    bilangin ma wahyu marifka… di tunggu tulisan tentang bengkelnya dia….ayo..semangat…gut job iril..

  5. Chodri mengatakan:

    Maksh bt smuanya

  6. eta mengatakan:

    wah ibu mu perempuan yg hebat,mudah2an sukses terus ya usaha barang rongsoknya….

  7. umam mengatakan:

    wiiiiiiHH kRen JO….

Tinggalkan pesan balasan

ACARA

  • The Loss of The Real

PESAN

Tentang Perubahan Iklim Dunia

Kami mengajak kawan-kawan komunitas untuk berpartisipasi dalam melakukan gerakan kesadaran terhadap perubahan iklim ini. Komunitas-komunitas merupakan yang paling terdepan dan secara langsung menghadapi perubahan yang dialami oleh masyarakat. Jadi, mulailah kita berubah dari kebiasaan yang merusak lingkungan. Kita pasti bisa menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan bumi yang sudah semakin panas ini.

  • Forum Lenteng Channel on Youtube

PROMOSI

  • Sinau Art Course

POTRET

ARTIKEL ACAK

      Uni Tina dan Cerita Rabu

      (Padang Panjang, Sumatera Barat)

      Ibu Hj. Rostina (Uni Tina)
      Minangkabau sangat terkenal dengan makanan tradisionalnya yang khas, dia ntaranya dendeng kering dan dendeng batokok. Banyak orang bisa membuat jenis makanan yang satu ini, namun tidak semuanya menjadikan bisnis keluarga seperti yang dilakukan oleh H ...

      (Ada 1 komentar pada artikel ini)

      Sepak Terjang di Primaraga

      (Ciputat, Tangerang Selatan)

      Pertandingan futsal di Primaraga Futsal
      Tidak  jauh dari markas Komunitas Djuanda di Mandor Baret, Legoso - Ciputat,  terdapat sebuah lapangan futsal. Aku merasa senang karena aku dapat menemukan tempat untuk bermain bola khususnya futsal yang jaraknya sangat dekat dengan kampusku dan kant ...

      (Ada 7 komentar pada artikel ini)

      Di Lenteng Agung, Kami Berbagi Sebuah Kisah Tentang Peristiwa 12 Tahun Silam

      (Lenteng Agung, Jakarta Selatan)

      Demo mahasiswa pada Mei 1998
      Ada  di mana saja ya teman-teman Forumlenteng di saat hari-hari menjelang Reformasi duabelas tahun silam? Sejauhmana Reformasi itu telah mencapai tujuannya selama ini menurut pandangan mereka? Saya coba menanyai mereka satu persatu… [caption id="atta ...

      (Ada 11 komentar pada artikel ini)

      Kota Udang: Cirebon

      (Cirebon, Jawa Barat)

      peta-cirebon1
      Apa yang Anda tahu tentang Cirebon? Sunan Gunung Jati! Pantura! Pasti. Tentu juga kerajaan Islam Cirebon. Tapi tahukah Anda bahwa ada tiga keraton di daerah perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah ini? Kami kira hanya satu-satunya daerah yang mempunya ...

      (Ada 9 komentar pada artikel ini)

      Persiapan Pemutaran Video Akumassa Randublatung

      (Randublatung - Blora, Jawa Tengah)

      1
      Persiapan pameran pemutaran video akumassa di Randublatung, sudah memasuki tahap display. Tahapan ini dikerjakan oleh para anggota Anak Seribupulau dengan penuh gotong royong, mulai dari konsumsi, penyebaran undangan, publikasi ke sekolah-sekolah dan ...

      (Ada 4 komentar pada artikel ini)

      Katalog Pemutaran akumassa Cirebon

      (Cirebon, Jawa Barat)

      [issuu layout=http%3A%2F%2Fskin.issuu.com%2Fv%2Fcolor%2Flayout.xml backgroundcolor=FFFFFF showflipbtn=true documentid=090702190954-22d35247f48e42cea759bcc711c6dc47 docname=katalog-pemutaran-akumassa-cirebon username=forumlenteng loadinginfotext=Katal ...

      (Ada 0 komentar pada artikel ini)

STATISTIK

    • Artikel:  368
    • Komentar:  2,031
    • Halaman:  13
  • KUNJUNGAN

    Saat ini: 43

    Total: 68999

  • www.akumassa.org adalah media informasi komunitas yang digagas oleh Forum Lenteng Jakarta
    untuk merekam informasi tentang persoalan lokal dalam konteks sejarah dan kekinian yang diproduksi oleh komunitas.

    FB | TWEET
    RSS | Kontak | Jaringan | Forum Lenteng | Jurnal Footage | DariVisual | Context Creative Media