Dari Rongsok Ku Meraup Rupiah

Oleh  pada  22 Februari 2010  di  DKI Jakarta  |  41 Komentar

Mendengar kata ‘rongsok’ kita dapat menyimpulkan dengan barang bekas yang sudah dibuang dan tidak dapat dimanfaatkan lagi, namun bagi pemulung dan pengusaha barang rongsok, rongsokan dapat menjadi sebuah penghasilan yang dapat diperjualbelikan dan menjanjikan. Karena yang aku tahu setiap orang yang mempunyai usaha seperti ini, mereka dapat mencukupi biaya hidupnya dan tidak sedikit dari mereka dapat menunaikan ibadah haji, seperti ibuku.

Rongsokan bekas kaleng minuman

Rongsokan bekas kaleng minuman

Seorang pemulung mencari rongsok untuk dijual pada pengusaha yang membeli barang-barang rongsok tersebut, kemudian dijual lagi ke pabrik atau lapak-lapak yang lebih besar, namun tidak semua rongsok dapat dijual dan didaurulang lagi. Kebetulan orang tuaku seorang pengusaha rongsok, dan rumahku yang berada di Jalan Penganten Ali, RT17/RW 06, Kelurahan Rambutan, Jakarta Timur menjadi lapak barang rongsokan. Jadi aku sedikit tahu rongsok apa saja yang dapat diperjualbelikan. Rongsok tersebut seperti: besi, logam (almunium, kuningan, tembaga, kuali, tebel, dan babet), seng, kertas (bekas kerdus, buku-buku bekas), plastik (plastik kresek hitam, bekas tempat air mineral, paralon).

Rongsokan stainless

Rongsokan stainless

Kabel Alumunium

Kabel Alumunium

Hampir setiap hari pemulung datang untuk menjual rongsoknya ke rumahku, sehingga rumahku penuh dengan rongsok-rongsok dan terkadang jika aku libur kuliah seperti saat ini atau bila aku kuliah siang, aku menyempatkan diri membantu membereskan ronsok-rongsok atau mengupas kabel untuk diambil tembaga dan almuniumnya. Orangtuaku membeli rongsok-rongsok tersebut dari pemulung, orang yang menyimpan rongsok, pabrik dan terkadang dari rumah sakit, kemudian menjualnya ke lapak yang lebih besar. Kenapa tidak langsung menjualnya ke pabrik, ya?

Dari Rongsok Aku Meraup Rupiah3

Alasannya ternyata karena jika menjual langsung ke pabrik peleburan besi dan logam harus sekaligus banyak, minimal satu truk. Jika jumlahnya sedikit dan dipaksakan menjual langsung ke pabrik, akan merugi karena biaya perjalanan cukup besar, sedangkan harga barang murah (untuk jenis besi). Biasanya yang menjual langsung ke pabrik adalah pengusaha yang lebih besar. Mereka dapat menjual besi dan logam hingga dua truk besar. Sedangkan jenis tembaga dan almunium tidak dijual langsung ke pabrik karena orang yang menjual barang-barang jenis ini sedikit. Sepengetahuanku mereka menjualnya ke peleburan logam yang berada di daerah Pulo Gadung Jakarta Timur, karena dulu aku pernah mengantarkan barang di pabrik tersebut. Setelah rongsok dibeli dari pemulung, tidak langsung dijual, namun harus dipilah-pilah mana yang harganya murah dan mana yang harganya mahal. seperti halnya tembaga yang merupakan barang paling mahal dibandingkan besi dan plastik.

Seorang pekerja sedang mengupas kabel

Seorang pekerja sedang mengupas kabel

Barang-barang rongsok yang dipilih, harus dikumpulkan dengan sesama jenisnya, seperti tembaga dengan tembaga. Tembaga pun dibagi menjadi bermacam-macam jenisnya seperti Tembaga Merah (TM), Tembaga Bakar (TB) dan Tembaga Dinamo.

Tembaga Merah (TM)

Tembaga Merah (TM)

Tembaga Bakar (TB)

Tembaga Bakar (TB)

Biasanya Tembaga Merah berasal dari kabel-kabel besar yang sudah dikupas, namun terkadanag kabel-kabel kecil harus dibakar terlebih dahulu, karena bentuknya yang kecil sehingga susah dikupas, sedangkan kabel-kabel ini setelah dibakar akan menjadi jenis Tembaga Bakar (TB) dan Tembaga Dinamo, biasanya dari bekas AC. Alumunium pun terbagi menjadi beberapa jenis seperti almunium siku, plat, panci, tuis (dari kabel), obset, rongsok (bekas kaleng minuman ringan), kuningan dan stainless.

Harga-harga barang;

1. Tembaga merah (TM) = Rp.54.000,-

2. Tembaga bakar (TB) = Rp.50.000,-

3. Tembaga dinamo = Rp.48.000,-

4. Plat = Rp.11.000,-

5. Tuis = Rp.9.000,-

6. Obset = Rp.13.500,-

7. Rongsok = Rp.9.500,-

8. Besi = Rp.2.800,-

9. Kawat / paku = Rp.2000,-

10. Plastik = Rp.1000,-

11. Kardus = Rp.700,-

12. Kuningan = Rp.30.000,-

13. Stainless = Rp.13.000,-

14. Siku = Rp.14.000,-

Harga-harga tersebut adalah harga baru yang sudah turun. Dari jenis tembaga turun sekitar Rp.4.000,-an, almunium turun Rp.500,-  dan besi turun Rp.300,-. Walaupun demikian, harga tembaga dan barang lainnya tidak bisa stabil, terkadang naik dan tiba-tiba turun dengan drastis. Turun naiknya barang tidak berimbang, biasanya naiknya hanya Rp.1000,- untuk jenis tembaga dan Rp.100,- untuk jenis besi dan almunium. Seperti halnya pada saat menjelang lebaran tahun 2008, harga Tembaga Merah berkisar sampai Rp.68.000,-/kg sedang besi waktu itu sampai Rp.5000-an/kg, namun setelah lebaran harga-harga turun. Harga Tembaga Merah (TM) yang sebelum lebaran biasa mencapai Rp.68.000,- turun menjadi  sekitar Rp.40.000,-. Sampai sekarang pun harga-harga tembaga dan logam tidak pernah stabil.

Halaman samping rumahku menjadi tempat pembakaran barang rongsok

Halaman samping rumahku menjadi tempat pembakaran barang rongsok

Aku berharap usaha sepeninggalan ayahku yang diwariskan kepada aku dan ibuku ini dapat berlangsung selamanya. Karena dari usaha rongsok inilah aku meraup rupiah demi kesenjangan hidup di kota besar seperti Jakarta ini. Dan dari usaha inilah ibuku mampu mencukupi segala kebutuhan keluarga termasuk pendidikan aku dan adik-adikku.



 


Tentang Penulis

www.akumassa.org terbit didasari atas gagasan tentang jurnalisme warga, masyarakat khususnya pekerja kreatif muda (usia 20-30 tahun) yang dapat memanfaatkan teknologi modern dan internet global ini sebagai media informasi alternatif dan juga untuk melengkapi maupun memeriksa fakta-fakta yang diberitakan dalam media. Apa yang dikerjakan oleh Forum Lenteng selama ini, adalah sebuah usaha mengumpulkan narasi-narasi kecil tentang kota, Jakarta khususnya. Narasi-narasi yang dituturkan ’sendiri’ oleh masyarakatnya. Karena selama ini berita-berita yang diketahui oleh masyarakat berada pada kuasa media massa besar. Dengan gagasan tersebut di atas Forum Lenteng berinisiatif untuk membuat media massa alternatif berbasis jaringan internet dalam bentuk blog yang diaplikasikan ke dalam program dan ide akumassa. Isi dalam artikel-artikel yang terbit dalam www.akumassa.org berisi tentang kepingan-kepingan kecil akan sejarah dan peristiwa di tiap kota dampingan ataupun kota di luarnya.

Lihat semua tulisan

41 Komentar on "Dari Rongsok Ku Meraup Rupiah"

  1. iriel 21 Desember 2011 pukul 10:16 · Balas

    mohon maaf buat yang ngasih komentar di tulisan saya kalau tidak dapat membalas komentar kalian semua..

    kalau buat belajar, saya sendiri juga belum bisa bisnis seperti ini, karena yang ngejalanin org tua.. aku hanya tau dikit2..
    harga barang sih gk nentu..kadang bisa naek dan bisa langsung anjlok

  2. akumassa 19 Desember 2011 pukul 06:41 · Balas

    Teman-teman pembaca, harap ditunggu jawaban dari pertanyaan teman-teman yang belum terjawab ya. akumassa sudah menghubungi narasumber.

    Terima kasih, salam akumassa

  3. ramond 17 Desember 2011 pukul 03:38 · Balas

    bos tolong kirimin harga rongsok yang tahun sekarang. kirim ke no 085321065472.

  4. Husein 28 November 2011 pukul 07:26 · Balas

    Pak…

    Tolong minta nomor yang bisa dihubungi..

    Saya kebetulan punya beberapa stok barang rongsok.

    Salam,
    HUSEIN

  5. andre 24 Oktober 2011 pukul 13:33 · Balas

    saya menerima barang rongsok berupa apa saja.
    UNTUK KAWASAN MADIUN,MAOSPATI,DAN MAGETAN
    bila berminat Hub. 081366872022.

  6. denny purwanto 17 Oktober 2011 pukul 03:33 · Balas

    boz alamat & contact personya,, ane punya barang banyak
    denny 085729121115

  7. Bilqis 12 Oktober 2011 pukul 13:41 · Balas

    Dicari barang bekas berupa:
    -tembaga
    -kuningan
    -babet
    -aluminium:siku,kaleng,panci,dll
    -stenlis
    -plat
    pengambilan barang setiap hari jumat per minggunya,khusus jadebotabek.
    Hub : 085284572272 (bilqis)
    harga kami bersaing!!!

  8. jekson 11 Oktober 2011 pukul 17:10 · Balas

    bos kalau bole tau alamatnya dimana ya………
    No. Hp nya berapa………….. kalau cocok saya bisa kirim…….. Tq……

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

 

PROFIL

   

                 

src=