Oleh Septian Tri Yoga | Pada Sabtu, 26 Desember 2009
* * *
Interior langgar yang terbuat dari kayu
Interior langgar terbuat dari kayu. Dibangun sekitar tahun 1980an oleh Mbah Ngali

Mbah Sukur merupakan seorang yang dituakan di sini, lahir sejak tahun 1926.  Di masa mudanya, sekitar tahun 1946, ia adalah seorang tentara yang tidak mendapatkan upah. Ia sempat bercerita kepadaku, setiap hari hanya makan seadanya. Ia berhenti menjadi tentara tahun 1950, karena keinginannya sendiri dengan alasan usia orang tuanya sudah tua.

Ayahnya bernama Ngali Mustakum dan ibunya bernama Sugami. Di samping rumahnya terdapat bangunan ayahnya yang berupa langgar (sejenis mushola yang terbuat dari kayu). “Ndek cilikku seng ngulang ngaji neng kene aku” (waktu kecil yang mengajar ngaji di sini aku), mbah Sukur pernah ngomong itu kepadaku.

Langgar itu dibangun kira-kira tahun 1980an. Sebelumnya, langgar yang dibangun oleh Mbah Ngali itu adalah bekas lumbung padi yang sudah tidak terpakai. Aktifitas Mbah Ngali setiap harinya adalah bertani, menanam padi di musim hujan dan jagung di musim kemarau.

Mbah Sukur mempunyai saudara laki-laki bernama Mbah Zaini, sebenarnya saudaranya banyak, tapi yang aku tahu cuma Mbah Zaini karena yang lainnya sudah meninggal dunia. Mbah Zaini inilah yang merubah ulang langgar dan merenovasinya setelah Mbah Ngali meninggal. Seingatku Mbah Zaini meninggal di waktu aku masih kecil, ia sosok seorang kakek yang setiap harinya selalu menggunakan baju dan celana di bawah dengkul berwarna hitam-hitam. 

[Lanjutkan membaca Langgar]

9 pembaca suka artikel ini.
Oleh akumassa | Pada Senin, 21 Desember 2009
* * *

Diambil dari Harian Kompas, Senin, 21 Desember 2009

Singa Barong Blora

Singa Barong Blora

Pemerintah Kabupaten Blora dan 600 seniman barongan mendeklarasikan barongan sebagai kesenian khas Blora, Jawa Tengah. Deklarasi itu berbentuk pernyataan barongan sebagai spiritualitas hidup dan kesenian masyarakat Blora serta parade tari 600 singa barong.

Para seniman dari 16 kecamatan di Blora, Sabtu (19/12) memadati Jalan Pemuda, Blora. Mereka memakai topeng singa barong, tokoh utama lakon pertunjukkan barongan, dan membentuk barisan tiga deret sepanjang sekitar 1,5 kilometer.

Barong Blora

Dua barongan raksasa Risang Guntur Seto yang diusung 6-8 seniman berada di barisan paling depan. Di belakangnya, pemain-pemain kesenian barongan selain Singa Barong, seperti Bujangganong (Pujangga Anom), Joko Lodra (Genderuwo), pasukan berkuda, Noyontoko, Untub, dan Gainah, menari sesuai gaya dan karakter masing-masing.

[Lanjutkan membaca 600 Seniman Blora Deklarasikan Barongan]

4 pembaca suka artikel ini.
Oleh Septian Tri Yoga | Pada Sabtu, 19 Desember 2009
* * *

 

pementasan Joko Belek

Pementasan Joko Belek

Sebelum acara pameran dan pemutaran video dokumenter hasil dari kerja sama antara anakseribupulau dengan Forumlenteng, anakseribupulau pernah mengadakan barter  dengan seseorang yang bersedia meminjamkan seperangkat tratak dan diesel untuk peralatan utama acara tersebut, dengan mendokumentasikan Pagelaran Seni Barong pada tanggal 5 Desember 2009. Kerja keras kami selama sebulan dengan kawan-kawan dari  Jakarta ternyata membuahkan hasil yang maksimal. Antusias warga terhadap  pameran serta pemutaran video akumassa pun menjadi semangat utama bagi kami untuk terus berkarya.

Tugas untuk mendokumentasikan Pagelaran Seni Barong itu akan kami lakukan, setelah makan Enthung (kepompong ulat jati) yang dimasak oleh Andri kami pun berangkat menuju tempat pagelaran tersebut. Di waktu yang bersamaan, di rumah anakseribupulau (ASP) ada meeting untuk membahas persiapan acara tahun baru yang akan digarap oleh ASP bekerjasama dengan komunitas lain yang ada di Randublatung. Sekitar pukul Sembilan,  aku, Exi, Andri, Wilu, dan Dodee berangkat ke Dukuh Kedung Ringin untuk mendokumentasikan pegelaran tersebut. Dengan tiga motor kami menuju dukuh itu, perjalanan yang penuh kegelapan dan batang-batang pohon Jati dan Mahoni selalu menghiasi pandangan mataku. Jalan-jalan yang rusak sebelum  memasuki Dukuh Kedung Ringin, membuat kami berhati-hati untuk mengendarai motor. Di tengah hutan belantara dan jalan-jalan yang rusak, ternyata ada sebuah tontonan kesenian yang  khas rakyat  Blora yaitu Barongan. Seni Barong Blora, merupakan salah satu kesenian rakyat yang sangat populer di kalangan masyarakat Blora.

[Lanjutkan membaca Pagelaran Seni Barong: Joko Belek]

9 pembaca suka artikel ini.
Oleh Ariyanto | Pada Senin, 7 Desember 2009
* * *

Blora adalah salah satu kota yang merupakan penghasil sapi terbesar di Jawa Tengah. Sapi adalah “Raja Kaya” di kota ini, sebab ketika baru lahir harga sapi berkisar Rp 3.000.000 (tiga juta rupiah). Bayangkan seumpama sehari di Randublatung 10 ekor pedet (anak sapi) dilahirkan maka Rp 30 juta dihasilkan. Setelah sapi ini mulai besar maka harganya berbeda, biasanya berkisar Rp 7 juta sampai  Rp 10 juta. Yang paling mahal adalah sapi brahma yang berkisar antara Rp 13 juta sampai Rp 17 juta. Harga sapi brahma ini tergantung dari kualitasnya. Keunggulan sapi brahma dibandingkan dengan sapi biasa terdapat pada tubuh si sapi, karena selain dagingnya banyak, susunya juga bisa menyehatkan manusia jika diminum.

1

 

Sapi di Pasar Pahing

Sapi di Pasar Pahing

Sapi adalah hewan yang merupakan sahabat para petani, karena bisa digunakan untuk ternak dan membajak sawah. Air susu sapi petani, tidak layak untuk dikonsumsi karena jenisnya bukan termasuk sapi perah. Di tempat saya tinggal,  semuanya adalah sapi ternak untuk bertani, bukan untuk diminum susunya. Kotoran sapi juga bisa dibuat pupuk kompos yang berguna untuk memupuk tanaman seperti padi, jagung, cabe dan sebagainya.

[Lanjutkan membaca Sapi di Pasar Pahing]

10 pembaca suka artikel ini.
Oleh akumassa | Pada Senin, 30 November 2009
* * *

11 pembaca suka artikel ini.
Oleh Riezky Andhika Pradana | Pada Minggu, 29 November 2009
* * *

Setelah melalui proses kerja sebulan penuh bahkan lebih, akhirnya pameran untuk program akumassa di Randublatung–Kabupaten Blora diadakan. Acara ini bertempat di markas Anak Seribupulau di Jalan Onggososro No. 20 RT.05/RW.02 Randublatung–Kabupaten Blora. Pameran akumassa ini sekaligus memperkenalkan markas Anak Seribupulau kepada masyarakat. Pameran ini mempresentasikan sejumlah karya video yang direalisasikan oleh Anak Seribupulau bekerjasama dengan Forum Lenteng, Jakarta.

keramaian-massa-6

keramaian-massa-1

keramaian-massa-3

keramaian-massa-4

keramaian-massa-5

Presentasi hasil program akumassa kali ini berbeda dengan presentasi akumassa di kota lain sebelumnya seperti Lebak, Cirebon dan Padangpanjang, karena konsep presentasinya berupa pameran yang mengingatkan kita pada Festival OK. Video di Galeri Nasional Jakarta (Festival video di Jakarta diselenggarakan oleh ruangrupa–ed.) atau Videobase di Bentara Budaya Jakarta (program riset Forum Lenteng tentang video di Indonesia–ed.). Presentasi akumassa ini merupakan pameran video yang pertama di Blora–Jawa Tengah. Dengan tiga layar proyektor dan empat layar televisi di tiap ruangan yang dihiasi berbagai jenis lampion berhasil mengundang ratusan lebih warga yang datang tidak hanya dari Randublatung. Warga juga datang dari Desa Wulung, Pilang, Sambungwangan, Temulus, Kedung Sambi, Cepu, Kota Blora dan wilayah sekitarnya, beberapa bahkan kawan dari Yogyakarta dan Semarang juga turut meramaikan pameran ini. Tampak hadir Pak Soesilo Toer yang merupakan adik kandung Pramoedya Ananta Toer dan beberapa tokoh masyarakat. Beberapa rekan dari media massa lokal dan nasional juga meliput pameran ini.

[Lanjutkan membaca Pameran Video akumassa: Pertama di Blora]

15 pembaca suka artikel ini.
Oleh akumassa | Pada Sabtu, 28 November 2009
* * *

1

12 pembaca suka artikel ini.

ACARA

PESAN

Tentang Perubahan Iklim Dunia

Kami mengajak kawan-kawan komunitas untuk berpartisipasi dalam melakukan gerakan kesadaran terhadap perubahan iklim ini. Komunitas-komunitas merupakan yang paling terdepan dan secara langsung menghadapi perubahan yang dialami oleh masyarakat. Jadi, mulailah kita berubah dari kebiasaan yang merusak lingkungan. Kita pasti bisa menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan bumi yang sudah semakin panas ini.

POTRET

ARTIKEL ACAK

      Kitarung Underground (KUG)

      (Rangkasbitung - Lebak, Banten)

      Pamflet konser Iron KUG tahun 2005
      23 Januari 2009 [caption id="attachment_970" align="alignnone" width="300" caption="Pamflet konser Iron KUG tahun 2005 "][/caption] “Beng…, rek moal ngarental Band?” (Beng, mau ngerental band nggak?). Begitulah kalimat yang sering diucapkan temanku T ...

      (Ada 11 komentar pada artikel ini)

      Rindu Kami Pada Situ Kuru

      (Ciputat, Tangerang Selatan)

      Situ Kuru
      [caption id="attachment_3088" align="alignnone" width="480" caption="Situ Kuru"][/caption] Berbicara Tentang Situ Kuru, mau tidak mau kita juga akan membicarakan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta yang tepat berada di sampingn ...

      (Ada 3 komentar pada artikel ini)

      Pertandingan M.04 Pasar Minggu-Depok Timur

      (Lenteng Agung, Jakarta Selatan)

      Suasana di perempatan Pasar Minggu tanpa lampu lalu lintas
      [caption id="attachment_994" align="alignnone" width="300" caption="Suasana di perempatan Pasar Minggu tanpa lampu lalu lintas"][/caption] Setelah beberapa hari bergeliat dengan diskusi dan riset-riset, tim akumassa Lenteng Agung akhirnya telah menda ...

      (Ada 3 komentar pada artikel ini)

      Monografi Kecamatan Jagakarsa

      (Lenteng Agung, Jakarta Selatan)

      kecamatan-jagakarsa
      Ingat Kecamatan dan Kelurahan. Saya ingat beberapa waktu lalu saya harus memperbaharui KTP (Kartu Tanda Penduduk) saya yang sudah lewat masa berlakunya. Kewajiban memiliki KTP sebagai legalitas seorang penduduk merupakan alasan yang ke-seribu buat s ...

      (Ada 0 komentar pada artikel ini)

      Pai Baburu (Pergi Berburu)

      (Padang Panjang, Sumatera Barat)

      Pai Baburu
      Berburu adalah rutinitas yang sudah tidak asing lagi bagi kaum pria Minangkabau. Dahulu kegiatan ini bertujuan untuk olahraga, namun kini sudah menjadi kebiasaan turun-temurun. Seiring perjalanan waktu, orang–orang sekarang menjadikan kegiatan ini ha ...

      (Ada 16 komentar pada artikel ini)

      Kampoeng Hijau, Pak Joni dan Jalan Tuparev

      (Cirebon, Jawa Barat)

      sinau
      [caption id="attachment_942" align="alignnone" width="300" caption="Sinau, sanggar seni rupa Gardu Unik di Kampoeng Hijau."][/caption] Suatu sore saya berada di kawasan Kali Jaga, tepatnya di depan sekolah TK Alam Muhamadiyah. Tempat yang akan saya c ...

      (Ada 3 komentar pada artikel ini)

STATISTIK

    • Artikel:  294
    • Komentar:  1,502
    • Halaman:  13
  • KUNJUNGAN

    Saat ini: 13

    Total: 41544

  • www.akumassa.org adalah media informasi komunitas yang digagas oleh Forum Lenteng Jakarta
    untuk merekam informasi tentang persoalan lokal dalam konteks sejarah dan kekinian yang diproduksi oleh komunitas.

    FB | TWEET
    RSS | Kontak | Jaringan | Forum Lenteng | Jurnal Footage | DariVisual | Context Creative Media