Oleh Dian Komala | Pada Senin, 5 Juli 2010
* * *

Semenjak Piala Dunia 2010 yang dimulai bulan Juni kemarin, saya dan teman-teman jadi lebih suka membicarakan tentang sepak bola. Tentang siapa yang menang, yang kalah, berapa skornya, prediksi siapa yang juara, dan sebagainya.

[Lanjutkan membaca Mitos-mitos Piala Dunia: Dari Punggung Tsubasa Sampai Kutukan Iklan]

4 pembaca suka artikel ini.
Oleh Otty Widasari | Pada Minggu, 27 Juni 2010
* * *

Permisi dan maaf sebelumnya, ini bukan cerita tentang jalan-jalan keliling dunia, tapi ini cerita dari tahun ke tahun, tentang sepak bola.

George weah

George weah

Ini cerita tentang seorang sahabat saya yang menularkan kepada saya, kegemaran menonton siaran langsung pertandingan sepakbola di TV. Sebelumnya, saya sama sekali  tidak tertarik dengan olahraga tersebut. Teman laki-laki di sekeliling saya selalu menggilai sepakbola. Namun, tak satu pun dari mereka membuat saya tertarik pada olahraga yang dulu bagi saya sangat aneh itu.

[Lanjutkan membaca Enambelas Besar yang Wajar-wajar Saja]

5 pembaca suka artikel ini.
Oleh Mira Febri Mellya dan Manshur Zikri | Pada Senin, 21 Juni 2010
* * *

Sabtu, 19 Juni 2010 lalu diadakan acara pemutaran video sebagai puncak workshop akumassa Lenteng Agung. Workshop ini bisa dikatakan sebagai workshop lanjutan dari akumassa Lenteng Agung sebelumnya. Namun, dengan partisipan yang sedikit berbeda.

[Lanjutkan membaca Acara Pemutaran Video akumassa Lenteng Agung]

6 pembaca suka artikel ini.
Oleh Manshur Zikri | Pada Rabu, 16 Juni 2010
* * *

Pada hari pertama pembukaan Piala Dunia, saya mendapat SMS (Short Message Service) dari pacar saya, Yana, yang mengatakan bahwa pada pukul delapan malam acara pembukaan seremonial Piala Dunia di Afrika disiarkan di televisi. Saya yang pada waktu itu sedang duduk di depan komputer, melirik jam di telepon genggam, dan ternyata acara tersebut akan mulai sekitar lima belas menit lagi. SMS berikutnya yang datang dari Yana adalah dia tidak ingin melewatkan penampilan dari Shakira yang akan menyanyikan lagu berjudul Waka Waka (This Time For Africa), salah satu theme song untuk Piala Dunia 2010.

[Lanjutkan membaca Lagu-lagu Piala Dunia]

4 pembaca suka artikel ini.
Oleh Otty Widasari | Pada Jumat, 14 Mei 2010
* * *

Ada  di mana saja ya teman-teman Forumlenteng di saat hari-hari menjelang Reformasi duabelas tahun silam?

Sejauhmana Reformasi itu telah mencapai tujuannya selama ini menurut pandangan mereka?

Saya coba menanyai mereka satu persatu…

Demo mahasiswa pada Mei 1998

Demo mahasiswa pada Mei 1998

[Lanjutkan membaca Di Lenteng Agung, Kami Berbagi Sebuah Kisah Tentang Peristiwa 12 Tahun Silam]

8 pembaca suka artikel ini.
Oleh Sabilal Muhtadin | Pada Selasa, 11 Mei 2010
* * *

Namaku adalah Sabilal Muhtadin. Aku seorang mahasiswa jurusan televisi di Institut Kesenian Jakarta, Cikini yang tinggal di Lenteng Agung. Untuk menuju ke kampus, setiap hari aku naik kereta listrik JABODETABEK.

 

Stasiun Lenteng Agung, tempat aku menunggu kereta untuk pergi ke kampus

Stasiun Lenteng Agung, tempat aku menunggu kereta untuk pergi ke kampus setiap harinya

[Lanjutkan membaca Kereta-kereta Itu]

6 pembaca suka artikel ini.
Oleh Riezky Andhika Pradana | Pada Minggu, 9 Mei 2010
* * *

Gambar lidah ‘melet’ berwarna merah sudah tidak asing lagi di mata kita. Gambar itu ada dimana-mana dari jaman ke jaman, di kamar tidur, di stiker angkot, di kaos-kaos, di tembok-tembok gang sempit hingga di pertokoan elit.

Mick Jagger

Mick Jagger

[Lanjutkan membaca Aku Ingin Menjadi Mick Jagger]

10 pembaca suka artikel ini.
Oleh Ariyanto 'Pethek' | Pada Minggu, 25 April 2010
* * *

Aku berasal dan dilahirkan dari sebuah desa yang banyak pepohonan jati dengan kualitas terbaik di dunia. Di tempatku tinggal tidak pernah terjadi banjir. Aku tinggal di Randublatung, Blora, Jawa Tengah. Di daerah Blora bagian Timur, yaitu di Kecamatan Cepu dan Kradenan (Menden) jika musim hujan tiba sering terkena banjir dari aliran Sungai Bengawan Solo.

 

Lokasi tambang

Lokasi tambang Minyak Bumi dan Gas

Blora selain penghasil pohon jati terbaik, juga merupakan daerah tambang Migas (Minyak Bumi dan Gas). Letak Blora berada di kawasan yang strategis dan wilayahnya terdiri atas dataran rendah dan perbukitan dengan ketinggian 20-280 meter di atas permukaan laut. Bagian utara merupakan kawasan perbukitan dari rangkaian Pegunungan Kapur Utara. Bagian selatan juga berupa perbukitan kapur yang merupakan bagian dari Pegunungan Kendeng yang membentang dari timur Semarang hingga Lamongan (Jawa Timur). Ibukota kabupaten Blora sendiri terletak di cekungan Pegunungan Kapur Utara.

[Lanjutkan membaca Aku Takut Kebanjiran]

2 pembaca suka artikel ini.
Oleh Mira Febri Mellya | Pada Jumat, 23 April 2010
* * *

Kereta dan massa. Mungkin terbayang dalam benak kita tentang rangkaian gerbong dengan penumpang yang berjejalan di dalamnya. Atau puluhan orang menunggu datangya kereta di stasiun. Itu semua benar. Tapi yang akan aku ceritakan saat ini adalah tentang kereta dan massa yang lain. Yaitu, tentang para pemulung atau pengumpul barang bekas yang bermukim di pinggir rel kereta sepanjang Lenteng Agung.  Mereka, walau tidak berhubungan langsung atau menjadi penumpang kereta, tapi sangat dekat dan terbiasa dengan lalu-lalang barisan gerbong kereta yang lewat di pinggir rumahnya. Terkadang, mereka juga menjadi pemandangan tersendiri bagi kita saat berada di dalam kereta, sebagai ornamen  tambahan dari sebuah lukisan ‘kota dengan gedung-gedung pencakar langit’.

Rel kereta Lenteng Agung

Rel kereta yang berada di wilayah Lenteng Agung

Perkenalanku dengan mereka bermula karena keperluan pembuatan video akumassa. Mereka terdiri dari beberapa keluarga yang dikepalai oleh bos kecil pengumpul sampah, bernama Pak Yumadi. Pak Yumadi lebih dikenal dengan sapaan Pak Komplong. Menurutnya, ‘komplong’ berarti kaleng kosong. Karena dahulu sebelum ia menjadi bos pemulung, ia juga bekerja mencari barang bekas, salah satunya kaleng kosong.

[Lanjutkan membaca Kereta dan Massa]

6 pembaca suka artikel ini.
Oleh Otty Widasari, Agung Natanael & Dian Komala | Pada Jumat, 2 April 2010
* * *

Malam-malam di Lenteng Agung

Seingatku, sejak masa kuliah dulu, kawasan Lenteng Agung sekitar Kampus IISIP tidak pernah tidur. Kawasan yang banyak memiliki rumah-rumah kost untuk mahasiswa ini selalu ramai dan terang benderang, bahkan di jam-jam lewat tengah malam. Anak kost sering berseliweran, memenuhi warnet dan tempat-tempat penjual makanan yang tersebar di sepanjang jalan dan pinggiran rel kereta.

Suasana Jalan Raya Lenteng Agung waktu dini hari

Suasana halte dan Jalan Raya Lenteng Agung saat dini hari

Sebagai salah satu anak kost, dulu aku lebih sering menginap di rumah kost temanku beramai-ramai, dibandingkan dengan kamar kostku sendiri. Kadang untuk mengerjakan tugas, tapi lebih sering untuk nongkrong ramai-ramai tanpa tujuan. Aku pun salah satu dari para mahasiswa yang sering berseliweran tengah malam di jalan-jalan kecil Lenteng Agung untuk melakukan hal-hal tak penting seperti anak kost lainnya.

Yang paling mengesalkan dari hal tersebut di atas bagiku adalah kalau harus bertemu dua orang Hansip yang selalu seliweran berkeliling kampung seperti para mahasiswa insomnia tersebut. Seorang Hansip tua, berperawakan kurus kering, dan temannya yang tampak berusia jauh di bawahnya. Mereka selalu saja menanyakan ke mana tujuanku di jam lewat tengah malam begitu. Mungkin kalau aku laki-laki mereka tak akan terlalu ambil pusing.

[Lanjutkan membaca Para Penjaga Malam]

7 pembaca suka artikel ini.

ACARA

  • The Loss of The Real

PESAN

Tentang Perubahan Iklim Dunia

Kami mengajak kawan-kawan komunitas untuk berpartisipasi dalam melakukan gerakan kesadaran terhadap perubahan iklim ini. Komunitas-komunitas merupakan yang paling terdepan dan secara langsung menghadapi perubahan yang dialami oleh masyarakat. Jadi, mulailah kita berubah dari kebiasaan yang merusak lingkungan. Kita pasti bisa menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan bumi yang sudah semakin panas ini.

  • Forum Lenteng Channel on Youtube

PROMOSI

  • Sinau Art Course

POTRET

ARTIKEL ACAK

      Ruang Ruang di Rangkasbitung

      (Rangkasbitung - Lebak, Banten)

      Kota Rangkasbitung terlihat dari gedung sekolah
      [caption id="attachment_2993" align="aligncenter" width="480" caption="Kota Rangkasbitung terlihat dari gedung sekolah"][/caption] Tanaman-tanaman di halaman rumah kini sudah segar kembali. Musim sudahlah berganti lagi. Banyak hal sudah terlewati. Ak ...

      (Ada 9 komentar pada artikel ini)

      Kereta Kelinci

      (Randublatung - Blora, Jawa Tengah)

      Kereta Kelinci
          Kereta Kelinci   Mungkin Kereta Kelinci jarang ditemui di daerah manapun, terutama di desa-desa. Di daerahku hanya ada satu kereta kelinci, dan masih berjalan untuk mengangkut anak-anak. Kereta itu berjalan mengelilingi Kota Randublatung dan seki ...

      (Ada 1 komentar pada artikel ini)

      Band Lebak Kini

      (Rangkasbitung - Lebak, Banten)

      Dangers Of Live, sedang latihan di studio Scamp tahun 2009
      23 Januari 09 Aku tidak banyak tahu tentang sejarah musik di Rangkasbitung. Awal musik tradisional yang dulu berkembang di Rangkasbitung ataupun musik modern yang masuk ke Rangkasbitung semuanya blank!. Semuanya terasa buram. Aku hanya mulai dari kis ...

      (Ada 4 komentar pada artikel ini)

      Gado-Gado Pintar

      (Lenteng Agung, Jakarta Selatan)

      Bu Nani
      Sebut  saja namanya Ibu Nani, karena biasanya orang setempat memanggilnya begitu. Ibu Nani tinggal dekat Taman Lenteng Agung, tepat di seberang Kampus IISIP Jakarta. Menurut pelanggannya yang tinggal di kawasan itu sejak 1992, gado-gado Ibu Nani cuku ...

      (Ada 1 komentar pada artikel ini)

      Negeri Para Monyet

      (Cirebon, Jawa Barat)

      monyet sedang memakan buah
      Pernahkah anda melihat monyet sedang panjat pinang? Jawabannya anda harus datang ke situs Makam Sunan Kalijaga pada saat hari peringatan 17 Agustus. Ketika itu sang kuncen membuat panjat pinang mini dengan menggunakan bambu dan di beri pelicin.maka ...

      (Ada 8 komentar pada artikel ini)

      Efek Televisi Hingga Gorengan Bayi

      (Cirebon, Jawa Barat)

      Arak-arakan massa khitanan massal
      Cirebon, 6 April 2009 Berawal dari Alvin, teman lama saya yang mengundang acara sunatan massal di Desa Wanasaba Sendang Kabupaten Cirebon. Ia mengharapkan kehadiran KESANT (Komunitas Sepeda Antik Tjirebon) yang kebetulan diketuai oleh saya sendiri. H ...

      (Ada 5 komentar pada artikel ini)

STATISTIK

    • Artikel:  368
    • Komentar:  2,031
    • Halaman:  13
  • KUNJUNGAN

    Saat ini: 44

    Total: 68999

  • www.akumassa.org adalah media informasi komunitas yang digagas oleh Forum Lenteng Jakarta
    untuk merekam informasi tentang persoalan lokal dalam konteks sejarah dan kekinian yang diproduksi oleh komunitas.

    FB | TWEET
    RSS | Kontak | Jaringan | Forum Lenteng | Jurnal Footage | DariVisual | Context Creative Media