Oleh Nia Kurniati | Pada Rabu, 10 Maret 2010
* * *

Sudah  7 bulan ini aku  tinggal di sebuah rumah kontrakan di Gang Anyar, sebuah gang yang terletak di pinggir Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan.  Aku membayar  uang sewa sebesar 500 ribu rupiah sebulannya. Rumah ini terdiri dari satu ruang serba guna untuk ruang tamu sekaligus ruang keluarga, satu kamar tidur dan satu kamar mandi. Masih bisa dibilang murah mengingat kondisi rumah yang masih bagus dan letaknya yang sangat strategis karena dekat dengan keramaian. Di sebelah rumah yang kutempati, ada sebuah rumah kontrakan 2 lantai dengan beberapa kamar. Rumah tersebut ditempati oleh kakakku, bersama teman-temannya. Semuanya perempuan.

Rumah kontrakan

Rumah kontrakan yang terlihat seperti satu rumah

Jika dilihat dari luar, ke dua rumah ini terlihat seperti satu rumah, karena memang pada awalnya rumah ini merupakan satu bangunan dengan dua pintu utama, namun ruang dalamnya masih jadi satu. Bagian yang menjadi rumahku, dulunya merupakan paviliun. Hingga akhirnya di dalam rumah ini diberi penyekat oleh Ibu Anis sang pemilik rumah, yang kemudian dikontrakkan masing-masing dengan harga sewa yang berbeda karena memang luas rumah yang juga berbeda.

[Lanjutkan membaca Cerita Mistis dari Gang Anyar]

Oleh Riezky Andhika Pradana | Pada Rabu, 24 Februari 2010
* * *

Gerimis sore itu tiba-tiba saja menderas menjadi hujan dan membasahi sudut sebuah gedung yang katanya kampus publisistik/ jurnalistik tertua di Indonesia. Kampus ini berdiri pada tahun 1953 di Jakarta. Sebelumnya kampus ini terletak di kawasan Menteng, Jakarta Pusat dan sejak tahun 1981 mulai melaksanakan kegiatan akademik di gedung sendiri di Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Tikungan Maut (Tikma) IISIP Jakarta

Aku memang masih sering datang ke kampus karena biasanya tiap Sabtu sore banyak kawan-kawan seangkatan yang nongkrong disana untuk sekedar ngerumpi dan bertukar cerita. Namun tak biasanya kawan-kawanku belum ada yang datang, hanya ada beberapa kawan yang duduk-duduk, kebetulan mereka memang masih terdaftar sebagai mahasiswa di sana. Hujan pun semakin deras dan tak biasanya aku merasa “mati gaya” berada di kampus. Saat itu memang kedatanganku untuk menemani sang kekasih yang sedang mengurus revisi hasil sidang skripsi yang dinyatakan lulus beberapa hari lalu.

[Lanjutkan membaca Kampus Tercinta, Memang Begitu Namanya]

2 pembaca suka artikel ini.
Oleh Dian Komala | Pada Jumat, 5 Februari 2010
* * *

Aku adalah orang baru di Lenteng Agung, perantau dari Sukabumi, mencari ilmu dan melakukan sebuah pekerjaan di Lenteng Agung. Aku bergabung bersama kawan-kawan Forum Lenteng. Baru kali ini aku terpisah jauh dari sanak keluarga. Lenteng Agung berada di  wilayah Kota Jakarta paling selatan, berbatasan langsung dengan Kota Administratif Depok, Jawa Barat. Di Lenteng Agung terdapat sebuah taman, yang bernama ‘Taman Lenteng Agung’. Aku amat sering melewati taman itu. Untuk berbagai keperluan, keseharianku dipenuhi dengan berjalan kaki. Dan Taman Lenteng Agung ini pasti aku lewati setiap harinya.

Pasar Kaget atau Pasar Malam di Taman Lenteng Agung

Pasar Kaget atau Pasar Malam di Taman Lenteng Agung

Siang itu, aku berjalan melewati taman bersama keponakanku, Galaxi Ramadhan untuk membeli nasi Padang, pesanan kakakku yang sedang ngidam. Maklumlah, di rantauan ini aku tinggal bersama kakak. Kami patungan untuk mengontrak rumah bersama dengan beberapa teman lainnya. Konon, bila ibu ngidam mau sesuatu, harus terlaksana. Berjalanlah aku sambil menggendong Gara, panggilan untuk keponakanku yang masih balita itu. Suasana taman saat itu gerimis kecil, aku berusaha menutupi kepala Gara dengan tanganku. Aku berlari kecil. Beban yang lumayan berat aku gendong itu malah tertawa melihat aku sibuk menutupi kepalanya. Saat itu taman dalam keadaan sepi, mungkin karena gerimis.

[Lanjutkan membaca Di Taman Lenteng Agung, Aku Kaget Ada Pasar Kaget]

8 pembaca suka artikel ini.
Oleh Eko Yulianto | Pada Senin, 1 Februari 2010
* * *

Sebut  saja namanya Ibu Nani, karena biasanya orang setempat memanggilnya begitu. Ibu Nani tinggal dekat Taman Lenteng Agung, tepat di seberang Kampus IISIP Jakarta. Menurut pelanggannya yang tinggal di kawasan itu sejak 1992, gado-gado Ibu Nani cukup terkenal karena rasanya yang enak, begitu juga dengan karedok dan rujaknya. Si pelanggan itu bercerita, Ibu Nani sempat tidak berjualan bertahun-tahun karena sakit parah. Tahun 2002 dia melihat Ibu Nani mulai berjualan lagi.

 

Bu Nani

Bu Nani sedang mengulek bumbu kacang

Ibu Nani bercerita padaku kalau dia sudah ngulek bumbu kacang untuk gado-gado, karedok, dan rujak, sejak 1981. Bayangkan, berapa kali dia mengulek sejak saat itu? Berapa minyak goreng yang dia pakai untuk menggoreng kacang, kerupuk dan bawang goreng, dan berapa ton bumbu kacang yang sudah dia ulek. Hasilnya…sebuah hitungan perputaran ekonomi yang sangat signifikan.

Siang ini saya duduk di meja kantor untuk sebuah pertemuan kecil. Di sana ada Ugeng yang sedang menikmati makan siangnya. Gado-gado Ibu Nani. Namun tidak seperti biasanya, Ugeng pergi keluar dengan menyisakan makanan di meja tempat kami bercengkrama. Iseng-iseng saya mencicipi makanan sisa Ugeng. Terlalu manis. Saya malah lebih tertarik pada kertas pembungkus si gado-gado tersebut. Biasanya bungkus bagian luar gado-gado menggunakan koran bekas. Namun gado-gado yang ini tidak. Bungkus bagian dalamnya sih seperti biasanya, kertas warna coklat berlapis plastik yang umum dijumpai di warung-warung makan di mana saja. Gado-gado sisa makan siang Ugeng ini tidak dibungkus dengan kertas Koran. Itulah yang dengan tidak sengaja menarik perhatian saya untuk melihat lebih seksama. Selembar kertas berwarna putih, seperti halaman dalam buku, dengan sederet tulisan tercetak di situ. Saya membaca tulisan yang tertera di pembungkus gado-gado tersebut. Isinya ditulis dalam Bahasa Sunda. Semakin penasaran jadinya, akhirnya saya dan teman saya memutuskan untuk membacanya sambil tertawa-tawa karena tidak terbiasa dengan bahasa tersebut :

[Lanjutkan membaca Gado-Gado Pintar]

5 pembaca suka artikel ini.
Oleh akumassa | Pada Kamis, 20 Agustus 2009
* * *

Dimulai dari zaman penjajahan Belanda di Indonesia, panjat pinang adalah acara yang dibuat poleh para penjajah sebagai bahan tontonan yang diadakan pada saat ada perhelatan besar seperti pesta pernikahan, kenaikan jabatan atau pesta ulang tahun.

12

dsc04479

dsc04476

dsc04474

[Lanjutkan membaca Tontonan Kolonial yang Menjadi Tradisi]

4 pembaca suka artikel ini.
Oleh akumassa | Pada Selasa, 18 Agustus 2009
* * *

Setiap tahun Taman Lenteng yang terletak di seberang Kampus IISIP Jakarta ikut memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI). Begitu pun tahun ini, di ulang tahun negara kita yang ke-64 Taman Lenteng menjadi saksi solidaritas serta nasionalisme warga sekitarnya terhadap Indonesia. Bendera merah putih dengan berbagai ukuran terbentang di area taman. Perlombaan-perlombaan yang sudah menjadi tradisi 17 Agustusan pun diadakan dan diikuti oleh yang muda hingga tua.

Inilah sebagian potret yang berhasil diabadikan dari moment kemeriahan Hari Merdeka di Taman Lenteng.

6

lomba makan kerupuk oleh siswa Taman Kanak-Kanak (TK)

lomba makan kerupuk oleh siswa Taman Kanak-Kanak (TK)

5

4

persiapan lomba memindahkan bendera

persiapan lomba memindahkan bendera

[Lanjutkan membaca 17-an di Taman Lenteng]

3 pembaca suka artikel ini.
Oleh akumassa | Pada Senin, 17 Agustus 2009
* * *

Facebook selain sebagai social networking ternyata juga menjadi saksi perayaan HUT RI ke-64. Banyak para penggunanya yang mencantumkan isi kepala mereka tentang kemerdekaan Republik Indonesia dalam kolom “what’s on your mind?” yang sudah sangat familiar bagi mereka. Walaupun tak terekam abadi namun cukup membuat kita tahu akan kepedulian generasi muda terhadap negara ini.

16 Agustus 2009

Danu Saputro MERDEKA!!!
6 minutes ago • Comment • Like

Rizki Marliandi BsoK hRi kMerdEkAaN,, Mdah2an BngSa iNi aMan dRi sGaLa mUsIbAh y.. AMien..
38 minutes ago • Comment • Like

Budi Yuni Harto Menunggu Indonesia Merdeka kembali…
31 minutes ago • Comment • Like

Hary Prayoga Bsk gw mw ikt lomba tdur!
3 hours ago • Comment • Like

Hans Febrian Kucinta hijaunya alammu kucinta birunya lautmu kucinta semua yg ada padamu INDONESIAKU, HINGGA nanti jiwa dan raga ini mati tetap INDONESIA. Semangad, semangad, pemuda-pemudi RI SE-NUSANTARA
34 seconds ago • Comment • Like

Fidelis Timotius Hen Hen MERDEKA ! ! !
34 seconds ago • Comment • Like

Mahexa Wichaksono Buat negara gw ‘DIRGAHAYU INDONESIA’ n bwat ad gw patriot fajar ’slamat ultah brother,smoga lo jd kbanggaan agama,bangsa n keluarga.. Sukses bro..’
7 minutes ago • Comment • Like

Dian Priandra happy independence day!!
14 minutes ago • Comment • Like

Rahmat Agung Noviandri Duh bdn knapa si… Bsk hrs upacara, tp bdn msh g enak bgt…
15 minutes ago • Comment • Like

Arie Menjadinge Top Katanya Sih Sudah Merdeka !!!!
16 minutes ago • Comment • Like

Chika Flaviana Devita MERDEKA…MERDEKA… Selamat ulang tahun kemerdekaan Indonesia ya….I Love You Full!
4 hours ago • Comment • Like

Denny Andika DIRGAHAYU RI ke-64.. MERDEKA…MERDEKA…MERDEKA
2 minutes ago • Comment • Like

Siti Haryati SELAMAT HARI KEMERDEKAAN KE-64TH SMANGADH..!!!
2 minutes ago • Comment • Like

Muhammad Ariza ‘rezu’ Setiawan berseru : “KOBARKAN SEMANGAT MERAH-PUTIHMU PARA PEMUDA BANGSA INDONESIA !” * MERDEKA ! *
3 minutes ago • Comment • Like

5780_1200399655684_1399345614_30600263_2217254_n1

[Lanjutkan membaca What's on your mind?]

3 pembaca suka artikel ini.

ACARA

PESAN

Tentang Perubahan Iklim Dunia

Kami mengajak kawan-kawan komunitas untuk berpartisipasi dalam melakukan gerakan kesadaran terhadap perubahan iklim ini. Komunitas-komunitas merupakan yang paling terdepan dan secara langsung menghadapi perubahan yang dialami oleh masyarakat. Jadi, mulailah kita berubah dari kebiasaan yang merusak lingkungan. Kita pasti bisa menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan bumi yang sudah semakin panas ini.

POTRET

ARTIKEL ACAK

      Di Balik Beton Baja

      (Ciputat, Tangerang Selatan)

      Pada siang hari flyover terlihat sepi dari kendaraan
      Terhitung telah genap dua tahun sudah masyarakat di daerah Ciputat dan sekitarnya merasa lega dengan keadaan Jalan Juanda pada sisi lintasan yang berada tepat di depan Pasar Ciputat. Kemacetan sekitar pasar sudah sedikit terkurangi, walaupun tetap ma ...

      (Ada 3 komentar pada artikel ini)

      Niagara Theatre

      (Ciputat, Tangerang Selatan)

      1
      Niagara Theatre  adalah sebuah bioskop yang berada di wilayah Ciputat, Tangerang selatan. Bioskop ini berdiri pada tahun 1984, dengan pemiliknya keturunan Cina yang bertempat tinggal di daerah Kota. Awalnya tanah yang dipakai oleh Bioskop Niagara ada ...

      (Ada 2 komentar pada artikel ini)

      Kelompok Studi Sarueh, Padangpanjang

      (Padang Panjang, Sumatera Barat)

      sarueh13
      [caption id="attachment_624" align="alignnone" width="300" caption="Kelompok Studi Sarueh, Padang Panjang."][/caption] Kelompok ini didirikan oleh mahasiswa Sekolah Tinggi Seni Indonenesia (STSI) Padang Panjang pada 16 Oktober 2008 sebagai tempat pro ...

      (Ada 6 komentar pada artikel ini)

      Video akumassa: Membongkar Konsep-Konsep Sentral

      (Padang Panjang, Sumatera Barat)

      suanana-pd-pajang
      [caption id="attachment_1195" align="aligncenter" width="458" caption="Presentasi Video akumasa di bioskop Karia, Padang Panjang."][/caption] [caption id="attachment_1197" align="aligncenter" width="458" caption="Presentasi Video akumassa di Sinau, C ...

      (Ada 24 komentar pada artikel ini)

      Aku dan Nelayan (Bagian 1)

      (Cirebon, Jawa Barat)

      Cirebon, 23 Desember 2008 Transkrip Percakapan dalam bahasa Jawa dan Indonesia antara Malik Yahya dan nelayan yang baru datang di Tempat Pelelangan Ikan Kejawanan. >> Malik Klo kapal pengangkut ikan datang jam berapa pak??? Bapak-Bapak Oowh ga ...

      (Ada 0 komentar pada artikel ini)

      Pabrik Minyak yang kini jadi Rabinza (Rangkasbitung Indah Plaza)

      (Rangkasbitung - Lebak, Banten)

      pabrik-minyak-inside_02
      [caption id="attachment_345" align="alignnone" width="350" caption="Pabrik Minyak"][/caption] Hanya foto ini kenangan dari pabrik Minyak jaman kolonial dulu, sekarang sudah rata dan di bangun Rabinza (Rangkasbitung Indah Plaza). [caption id="attachme ...

      (Ada 2 komentar pada artikel ini)

STATISTIK

    • Artikel:  294
    • Komentar:  1,499
    • Halaman:  13
  • KUNJUNGAN

    Saat ini: 87

    Total: 41384

  • www.akumassa.org adalah media informasi komunitas yang digagas oleh Forum Lenteng Jakarta
    untuk merekam informasi tentang persoalan lokal dalam konteks sejarah dan kekinian yang diproduksi oleh komunitas.

    FB | TWEET
    RSS | Kontak | Jaringan | Forum Lenteng | Jurnal Footage | DariVisual | Context Creative Media