Terhitung telah genap dua tahun sudah masyarakat di daerah Ciputat dan sekitarnya merasa lega dengan keadaan Jalan Juanda pada sisi lintasan yang berada tepat di depan Pasar Ciputat. Kemacetan sekitar pasar sudah sedikit terkurangi, walaupun tetap masih ada. Hal itu menjadi wajar, seperti layaknya pada pasar-pasar lain, pasti ramai dengan para pengunjung dan angkutan umum sehingga menyebabkan kemacetan. Selain pengunjung mungkin juga karena ulah para pedagang yang berjualan di pinggir jalan atau bus dan angkutan yang parkir dan menaik-turunkan penumpang sembarangan. Namun, walau masih ada saja kemacetan, tidaklah terlalu parah apabila dibandingkan dengan keadaan dua tahun yang lalu sebelum adanya flyover.

Pada siang hari flyover terlihat sepi dari kendaraan
Sebelumnya kemacetan sangatlah parah, dan itu terjadi setiap hari. Bagian jalan yang melintas di depan pasar yang panjangnya hanya sekitar 200 meter, seharusnya bisa dilewati tidak lebih dari 1 menit, namun karena macet, butuh waktu sekitar 5 sampai 10 menit untuk melewatinya. Penderitaan akibat kemacetan diperparah lagi dengan keadaan jalan yang berlubang. Sungguh melewati jalan itu seperti ungkapan peribahasa “bagai jatuh tertimpa tangga”, sudah macet masih ditambah dengan jalan yang berlubang.
Penderitaan berganda yang menimpa siapa saja yang melintasinya, diakhiri dengan dibangunnya jalan alternatif yang melintas di atas jalan tersebut atau istilah kerennya disebut flyover (jembatan layang), sedangkan di bawahnya yang semula adalah jalan rusak, kini berubah menjadi trotoar. Sebagai ganti jalan di bawahnya dilakukan pelebaran jalan. Pelebaran diperkirakan sekitar 8 meter di setiap sisi kanan dan kiri jalan.
[Lanjutkan membaca Di Balik Beton Baja]
9 pembaca suka artikel ini.