Oleh Arti Pijar | Pada Sabtu, 10 Juli 2010
* * *

Topik yang paling sering dibicarakan saat ini adalah si kulit bundar yang menjadi rebutan dan obrolan ratusan juta orang  di puluhan negara. Terhitung sejak 11 Juni 2010 lalu World Cup alias Piala Dunia telah dimulai. Dan tradisi nonton bareng (nobar) pun juga dimulai seiring Piala Dunia berlangsung.

Para tamu Warung Nasi Kucing serius menonton pertandingan Jerman VS Spanyol

Para tamu Warung Nasi Kucing serius menonton pertandingan Jerman VS Spanyol

[Lanjutkan membaca Nonton Bareng]

5 pembaca suka artikel ini.
Oleh Arti Pijar | Pada Kamis, 12 November 2009
* * *

Mendengar kata pahlawan aku jadi ingat dengan kota ku, Surabaya. Kata banyak orang kota ini kota pahlawan, kotanya para pemberani pada jamannya. Namun sejak aku kecil aku benar-benar tak mengerti sosok pahlawan itu seperti apa dan bagaimana. Sampai pada minggu 1 November 2009, bertempat di monumen paling bersejarah di kota ini,  Tugu Pahlawan, aku melihat sebuah acara perhelatan untuk menyambut datangnya Hari Pahlawan 10 November, begitu banyak orang berkumpul bersiap melakukan pawai.

Soerabaja Joeang 1Mereka berkeroyokan dengan kostum ala pahlawan idola mereka masing-masing, mereka berjalan dengan semangat dari Tugu Pahlawan menuju ke Hotel Mojopahit di siang hari dengan terik panas yang menyengat ubun-ubun. Hotel Mojopahit adalah sebuah gedung bersejarah di Jalan Tunjungan, Surabaya, yang mengingatkan kita akan Insiden Bendera (19 September 1945). Yaitu ketika para pejuang Indonesia melakukan perobekan warna biru pada bendera Belanda yang dipasang di hotel tersebut, dengan demikian bendera itu menjadi merah putih. Hotel itu menjadi tempat pemberhentian serangakaian pawai hari ini, namun perjalanan panjang itu ternyata bukan akhir, namun sebuah start dari persiapan upacara yang diadakan di hotel itu, upacara untuk pembukaan acara menyambut datanganya Hari Pahlawan, yang terus berlangsung sampai 10 November 2009, bertajuk Soerabaja Joeang.

[Lanjutkan membaca Soerabaja Joeang]

9 pembaca suka artikel ini.
Oleh akumassa | Pada Senin, 27 Juli 2009
* * *

h-37

“Selamat datang, Pak, di Museum House of Sampoerna,” ujar penjaga pintu museum lemah gemulai dengan aromanya yang sedikit menyerupai obat gosok alias balsam. Cahaya redup kekuningan turut menghiasi ruangan tersebut. Air mancur di tengah ruangan sempat menghalangi laju tur saya, sehingga memaksa saya untuk berjalan ke sebelah kiri ruang pembuka dan berhenti sejenak melihat beberapa lukisan yang ukurannya 5 meter kali 4 meter setengah. Di bawahnya terdapat dipan lapak tembakau kasar yang ukurannya lumayan besar dan beberapa karung berisi tembakau dan cengkeh. Lukisan dan dipan tersebut mempunyai relasi yang sangat kuat. Dalam lukisan tersebut terdapat seorang kakek tua yang sedang duduk menghisap sebatang rokok lintingan dan di sebelah lukisan tersebut terdapat pula lukisan yang menggambarkan petani tembakau yang mengangkut sekarung tembakau yang telah selesai dijemur. Kedua benda tersebut, antara lukisan dan tembakau kasar belum tersentuh oleh mesin-mesin industri. Semuanya tampak tradisional alias handmade. Selain itu terdapat juga beberapa foto hitam putih, di mana foto dalam tersebut terdapat seorang perempuan yang sedang duduk sambil melinting kertas berisi tembakau dengan alat tradisional yang terbuat dari kayu. Di belakang perempuan itu terlihat para pekerja melakukan hal yang sama.

[Lanjutkan membaca House of Sampoerna]

4 pembaca suka artikel ini.

ACARA

  • The Loss of The Real

PESAN

Tentang Perubahan Iklim Dunia

Kami mengajak kawan-kawan komunitas untuk berpartisipasi dalam melakukan gerakan kesadaran terhadap perubahan iklim ini. Komunitas-komunitas merupakan yang paling terdepan dan secara langsung menghadapi perubahan yang dialami oleh masyarakat. Jadi, mulailah kita berubah dari kebiasaan yang merusak lingkungan. Kita pasti bisa menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan bumi yang sudah semakin panas ini.

  • Forum Lenteng Channel on Youtube

PROMOSI

  • Sinau Art Course

POTRET

ARTIKEL ACAK

      Di Taman Lenteng Agung, Aku Kaget Ada Pasar Kaget

      (Lenteng Agung, Jakarta Selatan)

      Pasar Kaget atau Pasar Malam di Taman Lenteng Agung
      Aku adalah orang baru di Lenteng Agung, perantau dari Sukabumi, mencari ilmu dan melakukan sebuah pekerjaan di Lenteng Agung. Aku bergabung bersama kawan-kawan Forum Lenteng. Baru kali ini aku terpisah jauh dari sanak keluarga. Lenteng Agung berada d ...

      (Ada 6 komentar pada artikel ini)

      Nama Gue Dani

      (Padang Panjang, Sumatera Barat)

      dani-caristo-cafe-1
      Nama gue Dani, kelahiran 1989.  Hidup dan sekolah gue di Jakarta berantakan.  Kenapa gue ada di Padangpanjang? Saat masih tinggal di Jakarta, gue bekerja di markas bilyar bernama Pool n Café, demi mencapai cita-cita menyekolahkan adik-adik. Tapi mere ...

      (Ada 14 komentar pada artikel ini)

      Kereta dan Massa

      (Lenteng Agung, Jakarta Selatan)

      Rel kereta Lenteng Agung
      Kereta dan massa. Mungkin terbayang dalam benak kita tentang rangkaian gerbong dengan penumpang yang berjejalan di dalamnya. Atau puluhan orang menunggu datangya kereta di stasiun. Itu semua benar. Tapi yang akan aku ceritakan saat ini adalah tentang ...

      (Ada 0 komentar pada artikel ini)

      Satu Kisah di Malam Perjalanan

      (Padang Panjang, Sumatera Barat)

      Aku : "Ibu maaf, kenapa makannya pakai kantong plastik segala?" Ibu : "Tak ada, pengen aja aku makan kayak gini.." Pertanyaan pertamaku di atas menjadi kalimat pembuka antara aku dengan seorang ibu muda yang sama sekali belum pernah aku lihat sebelum ...

      (Ada 9 komentar pada artikel ini)

      Pemutaran Hasil Workshop Video Tetangga

      (Lenteng Agung, Jakarta Selatan)

      tetangga-facebook
      Pemutaran Hasil Workshop Video Tetangga 17 Agustus 2009  ---------  19.30 WIB Taman Perpustakaan Forum Lenteng ...

      (Ada 0 komentar pada artikel ini)

      Sampah Terus Ramaikan Tangsel

      (Ciputat, Tangerang Selatan)

      Tumpukan sampah di sekitar Pasar Ciputat
      Dirangkum dari Harian Kompas edisi 6-9 Januari 2010 dan Tangsel Pos edisi 13 Januari 2010 Kota yang baru dimekarkan setahun terakhir ini dilarang membuang sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Jatiwaringin, Mauk, milik Kabupaten Tangerang ...

      (Ada 4 komentar pada artikel ini)

STATISTIK

    • Artikel:  368
    • Komentar:  2,031
    • Halaman:  13
  • KUNJUNGAN

    Saat ini: 44

    Total: 68999

  • www.akumassa.org adalah media informasi komunitas yang digagas oleh Forum Lenteng Jakarta
    untuk merekam informasi tentang persoalan lokal dalam konteks sejarah dan kekinian yang diproduksi oleh komunitas.

    FB | TWEET
    RSS | Kontak | Jaringan | Forum Lenteng | Jurnal Footage | DariVisual | Context Creative Media