Oleh Dwi Anggraini Puspa Ningrum | Pada Sabtu, 13 Maret 2010
* * *

Sejak pagi aku berada di daerah Serpong, Tangerang. Tepat pukul 11.00 WIB aku berangkat kuliah ke Ciputat dari tempat itu. Aku memutuskan untuk lewat jalur Muncul menaiki Mikrolet hijau bertuliskan Kali Deres-Muncul dari Gading Serpong, karena dari Muncul menuju Ciputat jaraknya tidak terlalu jauh dibandingkan lewat BSD yang merupakan jalur menuju rumahku. Benar saja dugaanku, sesampainya di Muncul aku masih punya banyak waktu untuk sampai di kampus karena masuk jam 13.00 WIB. Turun dari kijang hijau itu, angkot putih Muncul-Ciputat langsung menghadangku, masih banyak waktu, sekarang baru pukul 11.30 WIB, batinku.

Kemacetan masih terjadi satu hari setelah penggerebekan

Kemacetan masih terjadi satu hari setelah penggerebekan

Tiba-tiba saja…

Tettt…. Tett… teeettt… maju… maju…

Greengg… greengg…

Itulah suara nyaring klakson mobil dan motor dan deruan para sopir angkot dan truk yang ku dengar ketika baru memasuki Jalan Parakan yang merupakan simpang tiga antara Ciputat, Pamulang dan Muncul. Kemacetan yang terjadi menjadi wajar saja pikirku, karena  simpang tiga memang menjadi daerah paling macet dibandingkan daerah lain di sekitarnya.

[Lanjutkan membaca Terlagi Teroris Datangi Tangsel]

6 pembaca suka artikel ini.
Oleh Sudrajat | Pada Senin, 1 Maret 2010
* * *

Menonton konser musik, menghadiri  pensi-pensi SMA, lain halnya dengan ingin melihat band idola pentas. Itu semua adalah hobiku sewaktu aku duduk di bangku SMA. Tetapi kini aku sudah kuliah tingkat VI Jurnalistik UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, aku merasa bosan dengan hal itu. Menyaksikan dangdut secara live merupakan pengalaman pertamaku dan temanku, Umam. Sebelumnya aku hanya melihat pertunjukan dangdut dari pedagang VCD yang biasa berjualan di pinggir-pinggir jalan. Namun bukan berarti aku buta tentang sejarah musik pembawa aspirasi yang khas dengan biduan seksinya ini dan sederhana dilihat dari segi konstruksi liriknya. Untuk dapat membuka wawasanku lebih jauh tentang dangdut, aku dan Umam tertarik untuk menyaksikan penampilan grup dangdut tersohor dan fenomenal sekali, yaitu ‘Familys’. Mereka begitu terkenal di kawasan Tangerang Selatan, khususnya Pamulang, Pondok Cabe, Ciputat. Bahkan juga di beberapa wilyah sekitar Jawa Barat yang berbatasan dengan Tangerang Selatan, seperti Bogor, Depok, dan beberapa wilayah selatan Jakarta seperti Kebayoran Lama, Lebak Bulus dan sekitarnya. Mereka juga beberapa kali mangadakan pementasan di luar kota seperti di Palembang dan Bandung.

Grup Dangdut Familys

Grup Dangdut Familys

“Tolong kepada panitia sohibul hajat untuk membawa kursi sebanyak sepuluh buah dan satu dus aqua ke atas panggung, terima kasih…,” Begitulah ucapan dari MC, pertanda Acara Pementasan Dangdut Familys segera dimulai. Kali ini Dangdut Familys menggoyang wilayah Pamulang Timur, Tangerang Selatan. Dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, hingga Tangerang, siapa yang tidak kenal Familys? Sebuah nama grup dangdut yang dikenal oleh banyak massa. Mulai dari petani, buruh, pedagang, ibu rumah tangga hingga pejabat, anggota dewan, konglomerat, tua-muda, dewasa dan anak-anak terhibur dengan musik yang khas dengan cengkok aduhai syahdunya ini. 

[Lanjutkan membaca Menonton Dangdut Familys di Pamulang Timur]

9 pembaca suka artikel ini.
Oleh Agung Natanael | Pada Jumat, 26 Februari 2010
* * *

Sejumlah warga terlihat sedang mendaftarkan diri terlebih dahulu sebelum mengikuti pengobatan gratis yang diselengarakan oleh Jajarin (Jaringan Jadikan Airin) dan Yayasan OBOR Indonesia di Kelurahan Pamulang Barat, Tanggerang Selatan, Banten, pada Kamis 25 Februari 2010.

Sejumlah warga menunggu giliran mendapatkan pengobatan gratis di kelurahan Pamulang

Sejumlah warga menunggu giliran mendapatkan pengobatan gratis di Kelurahan Pamulang

Salah satu warga sedang  memeriksakan giginya dalam Acara Pengobatan Gratis

Seorang warga sedang memeriksakan giginya dalam Acara Pengobatan Gratis

Sedikitnya 1000 warga yang berasal dari Kecamatan Pamulang tersebut, dikumpulkan di halaman Kelurahan Pamulang. Mulai dari anak-anak, wanita, laki-laki, tua maupun muda hadir dan memenuhi ruang kelurahan seakan mereka tidak mau ketinggalan dalam kegiatan ini, terutama dari kalangan menengah ke bawah.

[Lanjutkan membaca Pengobatan Gratis]

4 pembaca suka artikel ini.

ACARA

  • The Loss of The Real

PESAN

Tentang Perubahan Iklim Dunia

Kami mengajak kawan-kawan komunitas untuk berpartisipasi dalam melakukan gerakan kesadaran terhadap perubahan iklim ini. Komunitas-komunitas merupakan yang paling terdepan dan secara langsung menghadapi perubahan yang dialami oleh masyarakat. Jadi, mulailah kita berubah dari kebiasaan yang merusak lingkungan. Kita pasti bisa menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan bumi yang sudah semakin panas ini.

  • Forum Lenteng Channel on Youtube

PROMOSI

  • Sinau Art Course

POTRET

ARTIKEL ACAK

      Coretan Tembok

      (Sukabumi, Jawa Barat)

      Coretan para buruh di kamar mandi sebuah pabrik di Sukabumi
      Buruh,  mereka adalah tulang punggung dari sebuah perusahaan tempat mereka bernaung. Mereka adalah motor untuk memajukan parusahaan itu,  mereka faktor terpenting dari kemajuaan perusahaan itu dan mereka sumber daya manusia yang sangat dibutuhkan. [c ...

      (Ada 6 komentar pada artikel ini)

      Pertama Kali Menonton Video.

      (Rangkasbitung - Lebak, Banten)

      Megaloman
        [caption id="attachment_1144" align="alignnone" width="300" caption="Megaloman"][/caption] Cerita Bapakku, "Semenjak aku lahir di tahun 1974,  TVRI (Televisi Republik Indonesia) sudah nampak keberadaannya". Saat itu TVRI adalah satu-satunya hiburan ...

      (Ada 20 komentar pada artikel ini)

      Ditangkap Satpol PP

      (Padang Panjang, Sumatera Barat)

      Gedung tempat pementasan teater
      Kisah ini berawal ketika saya bermain teater untuk ujian mahasiswa semester tujuh  Jurusan Teater di kampus saya, Institut Seni Indonesia (ISI), Padangpanjang.  Alhamdulillah acaranya berjalan lancar. Saya bermain teater berpasangan dengan Robert, di ...

      (Ada 31 komentar pada artikel ini)

      Sampah Terus Ramaikan Tangsel

      (Ciputat, Tangerang Selatan)

      Tumpukan sampah di sekitar Pasar Ciputat
      Dirangkum dari Harian Kompas edisi 6-9 Januari 2010 dan Tangsel Pos edisi 13 Januari 2010 Kota yang baru dimekarkan setahun terakhir ini dilarang membuang sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Jatiwaringin, Mauk, milik Kabupaten Tangerang ...

      (Ada 4 komentar pada artikel ini)

      Kardus Dalam Obrolan

      (Rangkasbitung - Lebak, Banten)

      pict0075
      “Ruangan ini memiliki luas 2 x 4 m², dengan tinggi kurang lebih sama dengan tinggi tubuhku, yaitu 175 cm. Ruangan belakang atau ruangan depan tidak jauh berbeda. Jika sesampainya dari pasar atau warung sebelah saat membeli air minum kemasan gelas pla ...

      (Ada 2 komentar pada artikel ini)

      Pengalaman Casting

      (Cirebon, Jawa Barat)

      Iklan "Calon Bintang Terkenal"
      Iklan "Calon Bintang Televisi" Waktu itu saya masih kelas 3 Sekolah Menengah Pertama akhir setelah UAS (Ujian Akhir Semester) dan saya mengikuti lomba akting di Cirebon Mall. Biaya pendaftarannya Rp 65.000. Saya mengikuti lomba akting ditemani oleh M ...

      (Ada 0 komentar pada artikel ini)

STATISTIK

    • Artikel:  368
    • Komentar:  2,031
    • Halaman:  13
  • KUNJUNGAN

    Saat ini: 44

    Total: 68999

  • www.akumassa.org adalah media informasi komunitas yang digagas oleh Forum Lenteng Jakarta
    untuk merekam informasi tentang persoalan lokal dalam konteks sejarah dan kekinian yang diproduksi oleh komunitas.

    FB | TWEET
    RSS | Kontak | Jaringan | Forum Lenteng | Jurnal Footage | DariVisual | Context Creative Media