Oleh akumassa | Pada Sabtu, 31 Oktober 2009
* * *
kawan-kawan komunitas beserta peserta Therapy healing

kawan-kawan komunitas beserta peserta Therapy Healing

Perjalanan kemanusiaan ke Malalak Selatan, kabupaten Agam, awalnya dicetuskan oleh beberapa orang di FBSS Universitas Negeri Padang (UNP) yang kemudian direspon dan ditindaklanjuti oleh komunitas-komunitas yang berada di Padang serta Padangpanjang. Sehingga pada tanggal 17 Oktober 2009 dengan rasa kebersamaan dari semua relawan yang terdiri dari Komunitas Seni Belanak, DKV UNP, Rumah Samex, FreeArt Design Community, Komunitas Sarueh, beberapa teman dari berbagai jurusan di UNP dan juga simpatisan dari luar, maka perjalanan melakukan Therapy Healing (Terapi Penyembuhan) bagi psikologis anak-anak korban gempa di Malalak Selatan ini pun dilakukan. Acara ini diselenggarakan selama dua hari, 17-18 Oktober 2009.

2Sesampainya di Malalak Selatan, hujan pun mengguyur bumi Malalak, sehingga kawan-kawan langsung mendirikan tenda untuk berteduh. Setelah tenda berhasil berdiri hujan berhenti. Dan persiapan untuk membuat layar tancap pun dimulai. Tak lama hujan kembali Membasahi Malalak Selatan dengan derasnya. Sampai jam 8 malam kami masih  menunggu  hujan reda. Menjelang persiapan layar tancap kami mengajak anak-anak Malalak untuk bernyanyi dan bermain bersama.

[Lanjutkan membaca Therapy Healing Untuk Korban Gempa Sumbar]

7 pembaca suka artikel ini.
Oleh akumassa | Pada Minggu, 25 Oktober 2009
* * *

Pada 11 Oktober 2009 Komunitas Sarueh beserta Komunitas Belanak kembali menyalurkan dana bantuan untuk korban gempa Sumatera Barat, yang telah masuk melalui rekening Forum Lenteng. Bantuan yang disalurkan adalah Rp. 2.032.200,- berupa 105 paket kebutuhan sehari-hari. Isian per paketnya adalah beras 2 liter, ikan asin 1 ons, gula ¼ kg, teh 1 kotak, minyak goreng ¼ liter, dan bubur bayi untuk keluarga yang memiliki bayi). Hingga saat ini saldo yang tersisa adalah Rp. 1.433.700,-

Penyebaran bantuan ini diserahkan langsung kepada warga korban gempa yang terdapat di beberapa desa di kecamatan Sungai Geringging, Pariaman. Diantaranya adalah desa Tanjung Alai, Lambeh, Ladang Rimbo dan Bukik Caliak. Desa-desa ini merupakan desa terpelosok yang kami temui di kecamatan Sungai Geringging. Jarak yang kami tempuh untuk memasuki desa-desa tersebut cukup jauh, bahkan dari pasar Sungai Geringging sendiri desa ini berjarak sekitar 6 Km. Perjalanan yang agak lumayan hanya sampai daerah Lambeh, sementara itu untuk masuk ke daerah Ladang Rimbo dan Bukik Caliak harus memutar melewati jalan kampung yang tidak rata sekitar 3 Km, karena jalan terdekat menuju Bukik Caliak terputus akibat jembatan yang rubuh akibat gempa.

[Lanjutkan membaca Penyaluran Bantuan Untuk Korban Gempa Sumatera Barat Tahap Ketiga]

5 pembaca suka artikel ini.
Oleh akumassa | Pada Selasa, 13 Oktober 2009
* * *

Pada 8-10 Oktober 2009 kawan-kawan dari Komunitas Sarueh dan Komunitas Belanak Padang melanjutkan kembali program Penyaluran Bantuan Untuk Korban Gempa di Sumatera Barat yang diprakarsai oleh Forum Lenteng. Kali ini bantuan diberikan ke Kecamatan Kampung Dalam, Pariaman. Diantaranya Desa Lubuk Tirih, Desa Durian Dangka, Nagari Sikucua, Bukik Bio-Bio Atas, Simpang Patai Kecamatan V Koto, Bukik Bio-Bio Bawah, Durian Gadang, Simpang IV Paladangan, dan Durian Dangka Dalam.

sebuah rumah warga rata dengan tanah, di Desa Durian Dangka

sebuah rumah warga rata dengan tanah, di Desa Durian Dangka

menyiapkan paket bantuan

menyiapkan paket bantuan

Pada penyaluran bantuan tahap kedua ini dana yang telah didapat dari berbagai pihak tersebut diberikan dalam bentuk 200 paket. Setiap paketnya berisi 2 liter beras, 1 ons ikan asin, ¼ kilogram gula, 1 kotak teh, dan makanan bayi bagi yang memiliki balita. Total pengeluaran sebesar Rp.4.524.200,-. Sebelumnya dana yang tersisa dari penyaluran bantuan tahap pertama sebesar Rp.6.290.200,-. Sehingga jumlah dana yang tinggal Rp. 1.766.000,-

200 paket berisi kebutuhan pokok

200 paket berisi kebutuhan pokok

[Lanjutkan membaca Penyaluran Bantuan Untuk Korban Gempa Sumatera Barat Tahap Dua]

2 pembaca suka artikel ini.

ACARA

PESAN

Tentang Perubahan Iklim Dunia

Kami mengajak kawan-kawan komunitas untuk berpartisipasi dalam melakukan gerakan kesadaran terhadap perubahan iklim ini. Komunitas-komunitas merupakan yang paling terdepan dan secara langsung menghadapi perubahan yang dialami oleh masyarakat. Jadi, mulailah kita berubah dari kebiasaan yang merusak lingkungan. Kita pasti bisa menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan bumi yang sudah semakin panas ini.

POTRET

ARTIKEL ACAK

      Menelusuri Kampung Keong

      (Padang Panjang, Sumatera Barat)

      Kolam renang di Kampung Keong
      Padangpanjang, 21 April 2009 Lebak saat itu terasa lebih panas dari biasanya. Udara berubah-ubah, panas, dingin dan lembab hingga terasa sangat tidak nyaman. Saat itu aku dan teman-teman dari Saidjah Forum berencana pergi ke suatu tempat, Kampung Keo ...

      (Ada 3 komentar pada artikel ini)

      Bukan Sumsum, Bukan Lapis Legit, Selendang Mayang Namanya

      (Ciputat, Tangerang Selatan)

      Selendang Mayang, makanan khas Betawi yang kini mulai sulit dijumpai
      Bangun tidur, tanpa disadari mata ini langsung searching makanan untuk menuruti panggilan perut. Insting-ku semakin tajam ketika mendengar dentingan mangkok yang dipukul oleh sendok,“Ting-ting-ting-ting,” begitulah bunyinya. Sekejap, Aku langsung men ...

      (Ada 9 komentar pada artikel ini)

      Rencana Bingkaian Video Aku Massa Padangpanjang

      (Padang Panjang, Sumatera Barat)

      foto-buya-pariaman
      1. Foto Buya Pariaman Foto tiga orang kakek tua menjadi karakteristik tersendiri bagi kebanyakan rumah makan orang Pariaman. Tiga orang tersebut merupakan tokoh terkemuka di masyarakat. Mereka adalah Tuanku Buya Shaliah, Syekh Burhanudin, dan Syekh I ...

      (Ada 3 komentar pada artikel ini)

      Kali Mati dan Sambaran Petir

      (Rangkasbitung - Lebak, Banten)

      Awan mendung menyelimuti Kalimati
      10 Februari 2009 “Keberadaan kami tidak diakui,” ungkap kecewa seorang warga Kali Mati, Pulo Sari. “Memang benar tanah yang kami diami sekarang ini adalah lahan timbul. Tapi, bahkan buyut saya saja sudah mendiaminya sejak kawasan ini dibendung oleh p ...

      (Ada 8 komentar pada artikel ini)

      Pertama Kali Menonton Video.

      (Rangkasbitung - Lebak, Banten)

      Megaloman
        [caption id="attachment_1144" align="alignnone" width="300" caption="Megaloman"][/caption] Cerita Bapakku, "Semenjak aku lahir di tahun 1974,  TVRI (Televisi Republik Indonesia) sudah nampak keberadaannya". Saat itu TVRI adalah satu-satunya hiburan ...

      (Ada 19 komentar pada artikel ini)

      Publikasi Pemutaran akumassa Rangkasbitung

      (Rangkasbitung - Lebak, Banten)

      [issuu layout=http%3A%2F%2Fskin.issuu.com%2Fv%2Fcolor%2Flayout.xml backgroundcolor=FFFFFF showflipbtn=true documentid=090702192539-c1e96df2c2ae4aa495da2613eb79832a docname=publikasi-pemutaran-akumassa-rangkasbitung username=forumlenteng loadinginfote ...

      (Ada 0 komentar pada artikel ini)

STATISTIK

    • Artikel:  294
    • Komentar:  1,499
    • Halaman:  13
  • KUNJUNGAN

    Saat ini: 87

    Total: 41384

  • www.akumassa.org adalah media informasi komunitas yang digagas oleh Forum Lenteng Jakarta
    untuk merekam informasi tentang persoalan lokal dalam konteks sejarah dan kekinian yang diproduksi oleh komunitas.

    FB | TWEET
    RSS | Kontak | Jaringan | Forum Lenteng | Jurnal Footage | DariVisual | Context Creative Media