Oleh Elinah | Pada Selasa, 20 April 2010
* * *

Tulisan ini pernah dimuat di www.bacatulisrenung.blogspot.com

Aku tidak tahu harus mulai dari mana. Tapi, ini merupakan kisah yang memang sebenarnya terjadi. Kisah berikut merupakan perwakilan kehidupan teman-teman di daerahku.

Bunga memang indah di kala mekar, matahari memang menghangatkan di kala menyinari dan bulan cukup memberi terang di malam hari. Namun, apabila bunga itu tengah kuncup, awan menghalangi terang sang mentari dan bulan tertutup pekatnya mendung, akankah kau tetap di sana? Menjadi pahlawan dalam setiap langkahku? Selalu menjadi Dewa penolongku di kala gundah gulana? Ataukah, kau akan pergi entah kemana sehingga tak mampu aku jangkau dan melupakanku selamanya? Aku tak tahu, tapi aku berharap kau mencintaiku tulus dan menerima diriku dengan apa adanya.

Memang, aku menyadari manusia tiada yang sempurna. Begitulah dia, dia yang tak pernah menganggapku ada sekarang. Jauh menghilang tak tahu ranah tinggalnya. Kejam, memang kejam. Namun apa daya, aku hanyalah gadis yang tak punya upaya untuk membawa dia kembali ke pangkuan ku. Mengulang masa indah yang telah terlewati.

[Lanjutkan membaca Aku Seorang PSK!]

6 pembaca suka artikel ini.
Oleh Iskandar Abeng | Pada Senin, 5 April 2010
* * *

Ki Akhamadi adalah salah satu tokoh dalang wayang golek cepak Indramayu yang  berumur 63 tahun. Ki Akhamadi merupakan generasi ke 5 penerus dalang wayang golek cepak, leluhurnya yaitu Ki Pugas, Ki Warya, Ki Koja, Ki Salam. Hingga saat ini Ki akhamadi masih aktif dalam  berkesenian, walaupun dalam keseharian ia lebih sering menghabiskan waktunya di rumah sebagai Imam masjid.

Ki Akhamadi, dalang wayang golek cepak Indramayu

Ki Akhamadi, dalang wayang golek cepak Indramayu, sedang membaca naskah kuno perwayangan

Wayang golek cepak yang selama ini menjadi alat berkesenian  dan juga sebagai sumber kehidupannya, tampak mulai lesu di dalam kancah kebudayaan. Jika di ihat sekarang masyarakat lebih cenderung menampilkan bentuk-bentuk kesenian yang lain dalam konteks event. Sebut saja masyarakat lebih menyukai organ tunggal yang sifatnya lebih praktis dan modern ketimbang wayang golek cepak yang dalam pelaksanaanya lumayan repot, dikarenakan banyaknya alat atau nayaga. Nayaga adalah pemain gamelan pada sebuah pagelaran wayang golek cepak.

[Lanjutkan membaca Ki Akhamadi, Dalang Wayang Golek Cepak]

5 pembaca suka artikel ini.
Oleh Timbuktu Harthana | Pada Kamis, 25 Maret 2010
* * *

Artikel ini diambil dari Kompas Edisi Rabu, 24 Maret 2010

Tatkala lamsijan tak lagi sering bergoyang di atas gedebok, dia pun tak berbaring lagi di dalam kotak tua bersama rekannya, puluhan wayang golek cepak. Lamsijan telah beralih tangan demi hidup si empunya, dalang Akmadi (63).

Akmadi (63), salah satu dalang wayang golek cepak khas Indramayu, Jawa Barat, Senin (15/3), menunjukkan replika wayang goleknya yang berkarakter garuda di rumahnya di Desa Paoman, Kecamatan Indramayu. Jumlah dalang wayang golek cepak semakin berkurang karena tak banyak lagi warga Indramayu yang menanggap mereka.

Akmadi (63), salah satu dalang wayang golek cepak khas Indramayu, Jawa Barat, Senin (15/3), menunjukkan replika wayang goleknya yang berkarakter garuda di rumahnya di Desa Paoman, Kecamatan Indramayu. Jumlah dalang wayang golek cepak semakin berkurang karena tak banyak lagi warga Indramayu yang menanggap mereka.

”Saya menjual empat wayang seharga Rp 10 juta. Wayang yang saya jual itu namanya garuda, butha naga atau butha ula, ketek putih, dan lamsijan,” ujar Akmadi, satu dari lima dalang wayang golek cepak asli Indramayu, Jawa Barat, yang masih bertahan, Senin (15/3).

[Lanjutkan membaca Sepi "Manggung", Wayang Lamsijan Terpaksa Dijual]

4 pembaca suka artikel ini.
Oleh Iskandar Abeng | Pada Senin, 22 Maret 2010
* * *

Untuk merayakan Hari Ulang Tahun Mimi Rasinah yang ke-80, sebuah perhelatan besar diadakan pada Sabtu, 20 Maret 2010. Mimi Rasinah merupakan seorang maestro Tari Topeng asal Indramayu yang luar biasa.

Mimi Rasinah menari di atas kursi roda bersama cucunya

Mimi Rasinah menari di atas kursi roda bersama cucunya

Mimi Rasinah lahir di Indramayu, 3 Februari 1930. Meskipun saat ini ia sedang mengidap penyakit stroke, namun semangatnya untuk menari masih terlihat pada acara  malam itu. Bertempat di Bumiputera, sebuah kawasan komplek elit milik PT Pertamina, Mimi Rasinah mampu menyuguhkan tarian topeng yang piawai bersama cucu dan murid-muridnya.

[Lanjutkan membaca Perayaan 80 Tahun Sang Maestro Tari Topeng]

5 pembaca suka artikel ini.
Oleh Elinah, Sanggar Teratai Indramayu | Pada Jumat, 19 Februari 2010
* * *

Hidup kami, jauh dari hiruk pikuk keramaian kota. Hidup di sebuah pedesaan yang terletak di bagian selatan kota ku tercinta Indramayu. Desa kecil ini lumayan cukup luas menurutku dibandingkan luas desa-desa tetangga. Jika dilihat di waktu pagi di saat biasa kami joging-joging ria bersama teman-teman, desaku ini sungguh indah karena terlihat di sisi kanan kirinya gunung yang mengapit. Aku bersama yang lain suka sekali termenung menyaksikan keelokan alam yang sungguh menakjubkan. Namun sayang, di desaku ini kadang sering terjadi kekeringan apabila musim panas berkepanjangan. Tapi, mau bagaimana lagi itu sudah menjadi hukum alam.

indramayu1

Tapi, seperti yang kebanyakan orang tahu tentang Indramayu, seperti mereka yang memandang Indramayu sebelah mata, Indramayu sebagai penyedia PSK-lah, terkenal dengan cewek-cewek Panturanya-lah yang bekerja di warung remang-remang. Pokoknya semua itu telah membuatku merasa minder tinggal dan hidup di daerahku sendiri. Aku merasa malu kadang, apabila aku menjumpai anak yang berdomisili di luar Indramayu dan melepas tanya asalku dari mana. Indramayu???? Oh… Indramayuku, Kota Manggaku.

[Lanjutkan membaca Ku Menyadari Memang Kebanyakan, Tapi Tidak Semuanya!]

5 pembaca suka artikel ini.

ACARA

  • The Loss of The Real

PESAN

Tentang Perubahan Iklim Dunia

Kami mengajak kawan-kawan komunitas untuk berpartisipasi dalam melakukan gerakan kesadaran terhadap perubahan iklim ini. Komunitas-komunitas merupakan yang paling terdepan dan secara langsung menghadapi perubahan yang dialami oleh masyarakat. Jadi, mulailah kita berubah dari kebiasaan yang merusak lingkungan. Kita pasti bisa menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan bumi yang sudah semakin panas ini.

  • Forum Lenteng Channel on Youtube

PROMOSI

  • Sinau Art Course

POTRET

ARTIKEL ACAK

      Kampungku Kebon Kelapa

      (Rangkasbitung - Lebak, Banten)

      Jalan Kitarung
      [caption id="attachment_1245" align="alignnone" width="458" caption="Jalan Kitarung"][/caption] Kitarung adalah sebuah nama jalan yang melewati 3 kampung yang kami riset, yaitu Kampung Jeruk dimana Saidjahforum bertempat, Kampung Muara, dan Kampung M ...

      (Ada 7 komentar pada artikel ini)

      Senja dan Kotak Film

      (Rangkasbitung - Lebak, Banten)

      Senja
      Pelangi muncul. Terang cahaya langit petang datang dari belakang penglihat. Menembus tetes-tetes air yang berperan sebagai cahaya putih. Rupa jingga berlapis-lapis. Adzan Ashar tak terdengar. [caption id="attachment_5451" align="alignnone" width="470 ...

      (Ada 4 komentar pada artikel ini)

      Rumah Sakit Umum Daerah dr. Adjidarmo

      (Rangkasbitung - Lebak, Banten)

      Patung dr. Adjidarmo
      13 Maret 09 [caption id="attachment_1157" align="alignnone" width="300" caption="Patung dr. Adjidarmo"][/caption] Persepsi kecil Adjidarmo di Lebak. Setahuku adalah rumah sakit umum yang sering menjadi rujukan untuk seluruh penduduk kabupaten Lebak, ...

      (Ada 14 komentar pada artikel ini)

      Agustusan di Alun-Alun Kabupaten

      (Rangkasbitung - Lebak, Banten)

      merah-putih
      Itulah hari kemerdekaan kita! Aku, kamu dan mereka sudah pasti terbawa pada kehangatan suasananya jika hari itu tiba. Ada gairah yang selalu coba dilukiskan oleh setiap individu. Anak-anak, muda-mudi, orang tua, semua larut dalam gairah yang sama. G ...

      (Ada 1 komentar pada artikel ini)

      Katalog Pemutaran akumassa Padang Panjang

      (Padang Panjang, Sumatera Barat)

      [issuu layout=http%3A%2F%2Fskin.issuu.com%2Fv%2Fcolor%2Flayout.xml backgroundcolor=FFFFFF showflipbtn=true documentid=090702180922-1adecd56f2e445899705812a6d2592c2 docname=katalog_pemutaran_akumassa_padangpanjang username=forumlenteng loadinginfotext ...

      (Ada 1 komentar pada artikel ini)

      Partisipan Aku Massa di Saidjah Forum

      (Rangkasbitung - Lebak, Banten)

      Fuad Fauji
      Saidjah forum berdiri pada 3 Februari 2005 di Serang, dibentuk oleh beberapa mahasiswa komunikasi, kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) Serang. Sejak itu forum ini mengalami perjalanan dalam pengorganisasian, kemudian Juli 2007, Fuad F ...

      (Ada 0 komentar pada artikel ini)

STATISTIK

    • Artikel:  368
    • Komentar:  2,031
    • Halaman:  13
  • KUNJUNGAN

    Saat ini: 42

    Total: 68999

  • www.akumassa.org adalah media informasi komunitas yang digagas oleh Forum Lenteng Jakarta
    untuk merekam informasi tentang persoalan lokal dalam konteks sejarah dan kekinian yang diproduksi oleh komunitas.

    FB | TWEET
    RSS | Kontak | Jaringan | Forum Lenteng | Jurnal Footage | DariVisual | Context Creative Media