<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Kabar</title>
	<atom:link href="http://akumassa.org/kabar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://akumassa.org</link>
	<description>jurnal tentang aku dan orang-orang sekitar</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 May 2012 07:47:20 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>Oleh: hafiz</title>
		<link>http://akumassa.org/kabar/#comment-41205</link>
		<dc:creator>hafiz</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 May 2011 16:12:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://akumassa.org/?page_id=2439#comment-41205</guid>
		<description>12-14 Mei...Tiga Belas Tahun Lalu, ada korban mahasiswa dan ribuan orang tak berdosa,yang akhirnya merubah Indonesia seperti saat ini. Jangan pernah lupa. Ingatlah selalu Tragedi Mei 1998.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>12-14 Mei&#8230;Tiga Belas Tahun Lalu, ada korban mahasiswa dan ribuan orang tak berdosa,yang akhirnya merubah Indonesia seperti saat ini. Jangan pernah lupa. Ingatlah selalu Tragedi Mei 1998.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: hafiz</title>
		<link>http://akumassa.org/kabar/#comment-41182</link>
		<dc:creator>hafiz</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 May 2011 02:46:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://akumassa.org/?page_id=2439#comment-41182</guid>
		<description>Hari ini untuk Para Buruh. Selamat &quot;May Day&quot; &gt;&gt;&gt;&gt;Forum Lenteng</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini untuk Para Buruh. Selamat &#8220;May Day&#8221; >>>>Forum Lenteng</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: hafiz</title>
		<link>http://akumassa.org/kabar/#comment-41162</link>
		<dc:creator>hafiz</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Apr 2011 03:50:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://akumassa.org/?page_id=2439#comment-41162</guid>
		<description>Selamat Jalan Rosihan Anwar, wartawan senior kita yang penuh inspirasi.&gt;&gt;
Forum Lenteng</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat Jalan Rosihan Anwar, wartawan senior kita yang penuh inspirasi.>><br />
Forum Lenteng</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: hafiz</title>
		<link>http://akumassa.org/kabar/#comment-41033</link>
		<dc:creator>hafiz</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Mar 2011 06:53:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://akumassa.org/?page_id=2439#comment-41033</guid>
		<description>Forum Lenteng dan akumassa turut berduka atas musibah &quot;Besar&quot; yang terjadi di Jepang.
Mari kita beri semangat, semoga masyarakat Jepang tetap tegak.

Salam Forum Lenteng</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Forum Lenteng dan akumassa turut berduka atas musibah &#8220;Besar&#8221; yang terjadi di Jepang.<br />
Mari kita beri semangat, semoga masyarakat Jepang tetap tegak.</p>
<p>Salam Forum Lenteng</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: hafiz</title>
		<link>http://akumassa.org/kabar/#comment-40861</link>
		<dc:creator>hafiz</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Dec 2010 05:28:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://akumassa.org/?page_id=2439#comment-40861</guid>
		<description>(VIVAnews.com, 3 Desember 2010). Kota Surabaya Direndam Banjir---Akibat derasnya guyuran hujan semalaman membuat sejumlah wilayah dan ruas jalan di Kota Surabaya banjir. Tak ayal, banyak warga masyarakat pengguna jalan menggerutu karena terjebak di kemacetan akibat genangan air.

Dari pantauan VIVAnews, akibat hujan yang mengguyur Kota Pahlawan semalaman itu membuat sejumlah wilayah dilanda banjir cukup parah dengan ketinggian bahkan lebih dari setengah meter yang menggenangi rumah warga. 

Tempat lainnya, banjir menggenang sampai setinggi pinggang orang dewasa terjadi di kawasan pembangunan box culvert Jalan Banyuurip, Simopomahan, Petemon Gang 3, Simomulyo, dan Tanjungsari.


Warga tampak kebingungan karena derasnya air luapan sungai yang mengalir ke pemukiman. Banjir kiriman di kawasan Asem Mulya, Asem Rowo dan sekitarnya ini akibat sungai Asem Rowo yang meluber karena tidak dapat menampung banyaknya debit air.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>(VIVAnews.com, 3 Desember 2010). Kota Surabaya Direndam Banjir&#8212;Akibat derasnya guyuran hujan semalaman membuat sejumlah wilayah dan ruas jalan di Kota Surabaya banjir. Tak ayal, banyak warga masyarakat pengguna jalan menggerutu karena terjebak di kemacetan akibat genangan air.</p>
<p>Dari pantauan VIVAnews, akibat hujan yang mengguyur Kota Pahlawan semalaman itu membuat sejumlah wilayah dilanda banjir cukup parah dengan ketinggian bahkan lebih dari setengah meter yang menggenangi rumah warga. </p>
<p>Tempat lainnya, banjir menggenang sampai setinggi pinggang orang dewasa terjadi di kawasan pembangunan box culvert Jalan Banyuurip, Simopomahan, Petemon Gang 3, Simomulyo, dan Tanjungsari.</p>
<p>Warga tampak kebingungan karena derasnya air luapan sungai yang mengalir ke pemukiman. Banjir kiriman di kawasan Asem Mulya, Asem Rowo dan sekitarnya ini akibat sungai Asem Rowo yang meluber karena tidak dapat menampung banyaknya debit air.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: hafiz</title>
		<link>http://akumassa.org/kabar/#comment-40834</link>
		<dc:creator>hafiz</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Nov 2010 16:01:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://akumassa.org/?page_id=2439#comment-40834</guid>
		<description>Jam  11.00 Malam. 810 Pembaca. Akumassa Selamat, ya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jam  11.00 Malam. 810 Pembaca. Akumassa Selamat, ya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: hafiz</title>
		<link>http://akumassa.org/kabar/#comment-40811</link>
		<dc:creator>hafiz</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Nov 2010 01:58:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://akumassa.org/?page_id=2439#comment-40811</guid>
		<description>TEMPO Interaktif, Tangerang (13 Nov 2010) -Panitia Pengawas Kota Tangerang Selatan mengerahkan 1.000 mahasiswa untuk memantau pemungutan suara di 1.890 TPS dalam pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan yang berlangsung hari ini.

Direkrutnya ribuan mahasiswa untuk pemantauan ini, menurut Ketua Panitia Pengawas Kota Tangerang Selatan Muslih Basar, karena terbatasnya personil yang ada. ”Mahasiswa yang kami libatkan terdiri atas mahasiswa perguruan tinggi yang ada di Tangerang Selatan,” ujarnya, Sabtu (13/11).

Menurut dia, para mahasiswa akan sangat membantu kekurangan personil Panitia Pengawas yang saat ini hanya berjumlah 50 orang, sedangkan untuk panitia pengawas pemilu (PPL) hanya berjumlah sekitar 30 orang. Jumlah ini dinilai sangat kurang jika dibandingkan dengan jumlah TPS sebanyak 1.890.

Selain itu,  kata Muslih, para mahasiswa dianggap netral dan memiliki sumber daya manusia yang tinggi. Dalam pelaksanaannya, tiap mahasiswa akan memantau dua TPS.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>TEMPO Interaktif, Tangerang (13 Nov 2010) -Panitia Pengawas Kota Tangerang Selatan mengerahkan 1.000 mahasiswa untuk memantau pemungutan suara di 1.890 TPS dalam pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan yang berlangsung hari ini.</p>
<p>Direkrutnya ribuan mahasiswa untuk pemantauan ini, menurut Ketua Panitia Pengawas Kota Tangerang Selatan Muslih Basar, karena terbatasnya personil yang ada. ”Mahasiswa yang kami libatkan terdiri atas mahasiswa perguruan tinggi yang ada di Tangerang Selatan,” ujarnya, Sabtu (13/11).</p>
<p>Menurut dia, para mahasiswa akan sangat membantu kekurangan personil Panitia Pengawas yang saat ini hanya berjumlah 50 orang, sedangkan untuk panitia pengawas pemilu (PPL) hanya berjumlah sekitar 30 orang. Jumlah ini dinilai sangat kurang jika dibandingkan dengan jumlah TPS sebanyak 1.890.</p>
<p>Selain itu,  kata Muslih, para mahasiswa dianggap netral dan memiliki sumber daya manusia yang tinggi. Dalam pelaksanaannya, tiap mahasiswa akan memantau dua TPS.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: hafiz</title>
		<link>http://akumassa.org/kabar/#comment-40807</link>
		<dc:creator>hafiz</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Nov 2010 11:55:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://akumassa.org/?page_id=2439#comment-40807</guid>
		<description>VIVAnews.com (11 November 2010) - Jumlah korban meninggal akibat erupsi Gunung Merapi sudah mencapai 205 orang. Jumlah  itu termasuk korban pada erupsi pertama pada Selasa 26 Okobober 2010.

Hingga pukul 15.30 WIB, korban mininggal di daerah Jogyakarta mencapai 171 orang, dengan korban luka bakar 149 orang dan non luka bakar 22 orang. Sementara korban meninggal di daerah Jawa Tengah sudah 34 orang, dan korban luka bakar delapan orang dan luka non bakar 26 orang.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>VIVAnews.com (11 November 2010) &#8211; Jumlah korban meninggal akibat erupsi Gunung Merapi sudah mencapai 205 orang. Jumlah  itu termasuk korban pada erupsi pertama pada Selasa 26 Okobober 2010.</p>
<p>Hingga pukul 15.30 WIB, korban mininggal di daerah Jogyakarta mencapai 171 orang, dengan korban luka bakar 149 orang dan non luka bakar 22 orang. Sementara korban meninggal di daerah Jawa Tengah sudah 34 orang, dan korban luka bakar delapan orang dan luka non bakar 26 orang.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: hafiz</title>
		<link>http://akumassa.org/kabar/#comment-40802</link>
		<dc:creator>hafiz</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Nov 2010 16:05:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://akumassa.org/?page_id=2439#comment-40802</guid>
		<description>PADANG, KOMPAS.com (10 November 2010)— Sejumlah relawan medis dari berbagai daerah, sejak kemarin hingga Rabu (10/11/2010), mulai hengkang dari Kabupaten Kepulauan Mentawai. Diduga kepulangan sejumlah relawan medis itu karena tak ada koordinasi dari Pemerintahan Kabupaten Kepulauan Mentawai. Kita seperti dibiarkan bekerja sendiri oleh pemerintah di sini. Koordinasi tak pernah ada sehingga kami harus membiayai sewa kapal senilai Rp 2 juta sampai Rp 4 juta. Belum lagi biaya ojek yang mencapai Rp 300.000 per hari,&quot; ungkap Hartati, seorang relawan medis yang mempercepat misinya di Mentawai.
Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai Hendri Dori menyebutkan, Pemkab Kepulauan Mentawai memang tidak bisa berbuat banyak karena keterbatasan sarana dan prasarana transportasi penunjang yang dimiliki kabupaten tersebut.

&quot;Sewa boat itu kepada pihak swasta karena memang untuk menunjang relawan medis, kita sangat terbatas dengan sarana dan prasarana transportasi laut,&quot; katanya.

Hingga Rabu (10/11/2010), jumlah korban tewas tsunami di Kabupaten Kepulauan Mentawai 448 orang dan sebanyak 56 orang masih dinyatakan hilang. Namun, jumlah pengungsi sudah berkurang dari 8.793 orang menjadi 7.355 orang. Begitu juga korban luka-luka yang menjalani perawatan di rumah sakit darurat dan puskesmas Sikakap serta RSUP M Djamil Padang, hanya tinggal 38 orang. (Tribunnews/Harismanto)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>PADANG, KOMPAS.com (10 November 2010)— Sejumlah relawan medis dari berbagai daerah, sejak kemarin hingga Rabu (10/11/2010), mulai hengkang dari Kabupaten Kepulauan Mentawai. Diduga kepulangan sejumlah relawan medis itu karena tak ada koordinasi dari Pemerintahan Kabupaten Kepulauan Mentawai. Kita seperti dibiarkan bekerja sendiri oleh pemerintah di sini. Koordinasi tak pernah ada sehingga kami harus membiayai sewa kapal senilai Rp 2 juta sampai Rp 4 juta. Belum lagi biaya ojek yang mencapai Rp 300.000 per hari,&#8221; ungkap Hartati, seorang relawan medis yang mempercepat misinya di Mentawai.<br />
Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai Hendri Dori menyebutkan, Pemkab Kepulauan Mentawai memang tidak bisa berbuat banyak karena keterbatasan sarana dan prasarana transportasi penunjang yang dimiliki kabupaten tersebut.</p>
<p>&#8220;Sewa boat itu kepada pihak swasta karena memang untuk menunjang relawan medis, kita sangat terbatas dengan sarana dan prasarana transportasi laut,&#8221; katanya.</p>
<p>Hingga Rabu (10/11/2010), jumlah korban tewas tsunami di Kabupaten Kepulauan Mentawai 448 orang dan sebanyak 56 orang masih dinyatakan hilang. Namun, jumlah pengungsi sudah berkurang dari 8.793 orang menjadi 7.355 orang. Begitu juga korban luka-luka yang menjalani perawatan di rumah sakit darurat dan puskesmas Sikakap serta RSUP M Djamil Padang, hanya tinggal 38 orang. (Tribunnews/Harismanto)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: akumassa</title>
		<link>http://akumassa.org/kabar/#comment-40763</link>
		<dc:creator>akumassa</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Oct 2010 01:59:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://akumassa.org/?page_id=2439#comment-40763</guid>
		<description>Mbah Marijan akhirnya meninggalkan Gunung Merapinya yang sedang dalam status Awas. Pagi ini, 27 Oktober 2010 pukl 05.00 WIB, Mbah Marijan meninggal dunia dalam usianya yang ke-83. Selamat jalan, Mbah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mbah Marijan akhirnya meninggalkan Gunung Merapinya yang sedang dalam status Awas. Pagi ini, 27 Oktober 2010 pukl 05.00 WIB, Mbah Marijan meninggal dunia dalam usianya yang ke-83. Selamat jalan, Mbah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

