Jaringan
Sanggar Gardu Unik didirikan 29 September 2005 oleh Nico Broer di kota Cirebon. Sanggar ini memfokuskan kegiatannya pada pendidikan, terutama bidang seni rupa. Anggota sanggar ini sebagian besar merupakan pengajar di sekolah-universitas. Program pendidikan yang diberikan berupa privat —dimana siswanya datang ke sanggar dengan pengajar satu orang; regular—satu minggu sekali; dan workshop —di Februari 2008, workshop video di Komunitas Jurnalistik Rumah Pena yang diperuntukkan bagi siswa sekolah menengah umum. Sanggar Seni Rupa Gardu Unik juga melakukan program pengiriman pengajar ke sekolah-sekolah untuk memberikan pendidikan: seni musik, seni rupa, desain grafis, teater, dan seni tari. Terlibatnya Sanggar Gardu Unik dalam beberapa event, festival, workshop, nasional maupun internasional, baik dalam seni tradisi maupun seni kontemporer (video salah satunya) memungkinkan bagi institusi pendidikan ini untuk berkembang dan melahirkan kemungkinan-kemungkinan dalam sistem pendidikan alternatif.
Sanggar Gardu Unik
Permata Harjamukti blok H4 No.06
Cirebon – Jawa Barat
Telp.08179074773
www.garduunik.co.cc
————————————————————————————————————————————–
Kelompok Studi Sarueh didirikan oleh mahasiswa Sekolah Tinggi Seni Indonenesia (STSI) Padang Panjang pada 16 Oktober 2008 sebagai tempat proses kreatif dan belajar untuk dapat menjadi bagian penting dalam perkembangan dunia komunikasi (penyiaran dan filem) di Indonesia. “Sarueh” atau dalam bahasa Indonesia seruas atau satu ruas yang artinya secara filosofis merupakan bagian terkecil dari masyarakat yang mengharapkan ruas yang kecil ini akan bercabang kemana-mana.
Sarueh terdiri dari 15 orang mahasiswa jurusan televisi dan film STSI Padangpanjang. Berawal dari obrolan kecil antar beberapa teman yang merasa tidak nyaman dengan proses perkuliahan dan merasa jauh panggang dari api untuk mendalami disiplin ilmu yang diminati, maka munculah keinginan untuk membuat sebuah kelompok kecil yang bertujuan untuk belajar mandiri (independen) terlepas dari tekanan dan permasalahan di kampus. Sarueh mempunyai moto “Ciek ndak ka jalan, basamo nan ka jadi” (Satu orang saja tidak akan berjalan, bersamalah akan menjadi).
Kelompok Studi Sarueh saat ini beraktifitas di rumah kos di Kampung Dobi Padang Panjang. Para penggiat kelompok studi ini antara lain; Linda (ketua), Ari (wakil), Ipunk (sekretaris), Sherin (bendahara), Fandi (humas), Angga, Via, Ulil, Rudi, Capaik, dan Roni.
Kelompok Studi Sarueh
Jalan Bahder Johan No. 30
Kecamatan Guguk Malintang
Padang Panjang – Sumatera Barat 27128
www.sarueh.wordpress.com
————————————————————————————————————————————–
SaidjahForum berdiri pada 3 Februari 2005 di Serang, dibentuk oleh beberapa mahasiswa komunikasi, kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) Serang. Sejak itu forum ini mengalami perjalanan dalam pengorganisasian, kemudian Juli 2007, Fuad Fauji dan Helmi Darwan sebagai ketua pengurus forum ini memutuskan untuk pindah menuju Rangkasbitung, maka sejak 2007 Saidjah Forum berdomisili dan fokus pada permasalahan sosial budaya di wilayah Lebak, tepatnya kota Rangkasbitung.
SaidjahForum
www.forumsaidjah.wordpress.com
————————————————————————————————————————————–
KOMKA pada awalnya adalah sebuah kelompok diskusi bagi mahasiswa KPI dalam mengaktualisasikan dan merambah wacana disiplin keilmuan komunikasi yang dirasa sangat sedikit didapat di bangku kuliah ketika itu. KOMKA didirikan pada tanggal 5 mei 2004 oleh mahasiswa KPI (Komunikasi Penyiaran Islam) FDK (Fakultas Dakwah dan komunikasi) angkatan 2003 yang ketika itu sedang menempuh studi di semester II. Seiring berjalannya waktu, geliat KOMKA makin produktif dalam mengasah kepekaan mahasiswa sehingga pada tanggal 28 Mei 2005, KOMKA berubah nama menjadi “Komunitas Mahasiswa Kreatif Audio Visual”. Sebelumnya akronim KOMKA adalah “Komunitas Mahasiswa Komunikasi”, namun kecenderungan anggotanya untuk berkreatifitas dan berminat di bidang audio visual. Pada saat ini konsentrasi KOMKA di bidang sinematografi, video dan dunia perfilman secara luas, artinya KOMKA salah satu komunitas yang bergerak di bidang tersebut.
KOMKA
www.komkauin.blogspot.com
————————————————————————————————————————————–
Anakseribupulau adalah komunitas terbuka di Randublatung, Blora. Sebuah komunitas mandiri yang dibentuk oleh empat orang yaitu Exi, Djuadi, Hasan dan Agung pada 1999. Mempunyai anggota dengan latar belakang heterogen mulai dari mahasiswa, seniman dan pecinta alam (MAPALA). Aktifitas kelompok ini banyak dipengaruhi oleh kebudayaan punk (khususnya musik), dan aktif dalam memberikan workshop daur ulang sampah (recycle), cukil kayu dan beragai macam kegiatan kesenian lain, baik untuk sekolah atapunu komunitas lain. Selain itu komunitas anakseribupulau juga aktif dalam pembuatan zine-zine lokal yang membahas isu lokal.
Anakseribupulau
Jalan Onggososro no. 20 RT. 05/RW.02
Desa Randu, Kecamatan Randublatung
Blora – Jawa Tengah
Telp. (02596) 810532, 081225163277
www.anakseribupulau.info
————————————————————————————————————————————–
Komunitas Djuanda adalah kelompok studi berwawasan komunitas, egaliter dan kritis. Bertujuan membangun kebudayan visual berbasis media melalui diskusi, penelitian, produksi dan diseminasi. Didirikan oleh mahasiswa komunikasi/jurnalistik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 17 Oktober 2009. Komunitas Djuanda berperan aktif menggagas pengembangan media alternatif kepada khalayak dan meningkatkan kepedulian anggotanya terhadap permasalahan sosial dan budaya.
Komunitas Djuanda
Jl. Mandor Baret Komplek Kontrakan H. Yusuf No. 1 RT.01/07
Kel. Pisangan, Kec. Ciputat Timur – Tangerang Selatan 15419
Telp. (021) 742 9551
www.komunitasdjuanda.wordpress.com
————————————————————————————————————————————–
Komunitas Pasir Putih memang sengaja dibentuk akhir 2009 di Pemenang, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat untuk mendukung kerjasama dengan akumassa Forum Lenteng. Komunitas ini terdiri dari beberapa komunitas yang berdiri sebelumnya, diantaranya: Teater Nol (North Of Lombok) dan Teater Satu, dua komunitas teater ini cukup aktif melakukan pementasan publik, selain itu ada pula Komunitas Akarpohon, Mataram yang bergelut di bidang sastra, Komunitas Barackshieva yang aktif di bidang sosial dan lingkungan hidup dan Komunitas Remaja Masjid Ass-Shirathal Mustaqim, Pemenang aktif di bidang sosial keagamaan.
Komunitas Pasir Putih
Jl. Raya Pemenang Karang Subagan, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang,
Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat 83352.
Telp. 081917214351 / 087865137379
————————————————————————————————————————————–
Komunitas Sebumi terdiri dari para mahasiswa UNTIRTA, STIKOM Wangsa Jaya Banten dan IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Komunitas ini sengaja dibentuk untuk mendukung program akumassa di Serang dan berdiri pada 1 Juli 2010. Seperti namanya ‘Sebumi’, para anggotanya menjunjung tinggi rasa kebersamaan dan memiliki harapan besar untuk dapat menjadi media center yang baik bagi Serang dan sekitarnya.
Komunitas Sebumi
Kantor Rekonvasi Bhumi Lt. 2 Jalan Joenoes Soemantri No. 4/20, RT 01/01
Kelurahan Tembong, Kecamatan Cipocok Jaya
Serang – Banten
————————————————————————————————————————————–
Komunitas Kinetik berdiri pada 1 Mei 2010. Anggotanya terdiri dari para mahasiswa Universitas pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur. Di umurnya yang masih sangat dini, komunitas ini memiliki harapan besar untuk dapat menjadi wadah para seniman dan pemuda kreatif Surabaya dalam berkarya. Mereka juga bertekad memperkenalkan seniman-seniman Surabaya kepada khalayak luas dan membuktikan bahwa kesenian masih hidup di Surabaya. Komunitas Kinetik merupakan kelompok belajar mengenai media, baik itu audio, visual, maupun teks. Kinetik juga berusaha menjadi media center yang merekam keadaan sosial masyarakatnya dengan segala medium.
Komunitas Kinetik
Jalan Mendoan Ayu Asri Utara X/6 M3
Surabaya – Jawa Timur
www.jurnaletik.wordpress.com
————————————————————————————————————————————–
Suburbia adalah sebuah kelompok belajar yang digagas oleh para aktivis muda yang berkecimpung dalam kegiatan jurnalisme warga, dalam rangka meneliti dan membedah Kota Depok, Jawa Barat. Kelompok belajar ini terdiri dari para partisipan yang ikut aktif terlibat dalam kegiatan program akumassa, sebuah Program Pemberdayaan Masyarakat Melalui Media yang digagas oleh Forum Lenteng, untuk daerah dampingan akumassa Depok.
Berangkat dari keinginan untuk terus ‘membaca’ Kota Depok dan sekitarnya secara lebih jauh dan mendalam, para partisipan ini berinisiatif untuk membentuk sebuah kelompok egaliter nirlaba, yang bercita-cita menjadi pusat data yang merekam segala hal tentang Depok. SUBURBIA, yang memposisikan diri sebagai bagian dari warga dan massa, memiliki potensi sebagai kelompok yang dapat menggerakkan masyarakat Kota Depok melangkah ke tingkat yang lebih maju, terutama dalam bidang pengetahuan dan penggunaan media sebagai wadah penyebaran informasi di tingkat warga lokal.
Suburbia
www.halamanwarga.wordpress.com












