Media Pengantar

Perempuan-Perempuan dari Lenteng Agung

Di Bulan April 2010, Forumlenteng melakukan sesi pemotretan khusus untuk memperingati Hari Kartini pada 21 April. Sesi pemotretan ini melakukan hal paling tradisional seperti yang layaknya dilakukan oleh para wanita Indonesia di hari tersebut, yaitu mengenakan kebaya.

Essay foto ini disisipkan dengan sejumlah puisi karya Otty Widasari yang dibuat pada akhir Tahun 2004, dalam kunjungan dokumenternya di dua kota, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT dan Desa Walenreng, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Dokumenter itu dibuat dalam rangka memperingati  Hari Anti  Kekerasan  Terhadap  Perempuan,  dan  sosialisasi   Undang-Undang anti Kekrasan Dalam Rumah Tangga yang baru diresmikan pada tanggal 22 September 2004.

* * *

Batu

Aku temui perempuan-perempuan yang mengganti seluruh pakaiannya dengan baju dari batu,

Agar mereka dapat membentur-benturkan tubuhnya pada batu,

Dengan keras!

Aku temui perempuan-perempuan yang tubuhnya terbuat dari batu,

Karena mereka terbuat dari percampuran bermacam jenis batu dan terlahir dari rahim batu.

Dan mereka,

Sepanjang hidupnya terbentur-bentur selalu,

Karena tidak ada di sekeliling mereka selain batu,

Dengan keras!

Aku temui diriku berpayudara, berkelamin dan berairmata


dan akhirnya mereka semua berubah bentuk menjadi batu,

karena aku dengan sengaja dan penuh kesadaran,

membentur-benturkan tubuhku kepada batu,

Dengan keras!

Lenteng Agung, 8 November 2004

Ana

Aku urungkan niatku untuk bertanya pada perempuan itu tentang kekhawatirannya akan publikasi yang mengancam keselamatannya, keluarganya, karirnya, anaknya, kecantikannya, masa mudanya, gairahnya, dan semuanya…

Setelah aku tahu dia pernah mempertaruhkan segalanya pada mata sebilah badik.

Tabung kaca hancur lebur dalam sekali tebasan badik

Seribu tabung kaca hancur lebur dalam sekali tebasan seribu badik.

Lenteng Agung, 8 November 2004

Walenreng

o-> Tak usah kau tanam bunga,

Karena kau sendiri adalah bunga

o+ Tapi… kan aku tidak bisa melihat diriku sendiri…

Bone, 28 November 2004

23.22

Nak,

kemarin Ambu sempat membatu
setelah masuk ke dalam belantara batu

Hari ini ambu menyaksikan butiran-butiran pasir
bercinta dengan ombak

Mereka telanjang ditatapi jutaan bintang

Cinta,

Cinta,

Cinta…

Maumere, 12 Desember 2004

Dini Hari

Kalau aku bisa menyutradarai kisah hidup manusia dalam memerankan kemanusiaannya, aku tidak akan mengarahkan manusia,
tetapi keinginannya

: untuk menjadi gajah, yang berjalan sendiri ke lubang-lubang kematiannya,  meninggalkan segelimpang gading.

(mungkin tidak ada ‘belis’ yang membuat perempuan Flores sengsara)

Maumere, 11 Desember 2004

Puisi Kepada Yang Budiman

Teman satu ini,

Butir-butir jagung masyarakat Sumbawa yang dia bawakan untukku, sontak menyadarkan aku akan sesuatu, kerentanan sebuah kemapanan.

Kemapanan yang dibangun manusia sama rumitnya dengan membelah tubuh manusia yang berdarah, berdaging, berurat, bersyaraf, berjantung, berhati, berparu, berlimpa, berpenis, bervagina, berotak dan berproduksi nyata dan maya.

Maumere, Desember 2004

SEGENAP KELUARGA BESAR FORUMLENTENG DAN JARINGAN AKUMASSA MENGUCAPKAN SELAMAT HARI KARTINI KEPADA SEMUA PEREMPUAN DI INDONESIA.

Foto: Agung Natanael & Eko Yulianto

About the author

Otty Widasari

Otty Widasari adalah Koordinator Program akumassa di Forum Lenteng dan pemimpin redaksi akumassa.org. Sebelumnya ia pernah menjadi wartawan di surat kabar dan tabloid, kemudian beralih menjadi art director TV commercial. Selain itu, ibu satu anak ini yang memiliki pengalaman membuat film dokumenter sejak tahun 2001 ini, juga aktif memberi workshop video di berbagai macam daerah di Indonesia.

Leave a Comment

36 Comments