Jurnal Kecamatan: Harjamukti Kota: Cirebon Provinsi: Jawa Barat

Negeri Para Monyet

induk monyet dan anaknya
Avatar
Written by Nico-Permadi
Pernahkah Anda melihat monyet sedang panjat pinang? Jawabannya, Anda harus datang ke situs Makam Sunan Kalijaga[1]Catatan Editor: Yang dimaksud oleh penulis di sini ialah situs Petilasan Sunan Kalijaga, Cirebon, bukan Makam Sunan Kalijaga, Kadilangu, Demak. Terdapat perdebatan mengenai lokasi makan Sunan Kalijaga. Beberapa orang meyakini bahwa situs petilasan di Cirebon merupakan makam Sunan Kalijaga itu sendiri. pada saat hari peringatan 17 Agustus. Ketika itu sang kuncen membuat panjat pinang mini dengan menggunakan bambu dan di beri pelicin.maka monyet akan berebutan laksana manusia. Hanya saja, ternyata monyet tidak se serakah manusia. Dia hanya mengambil salah satu buah yang tergantung sebagai hadiah lalu memakannya. Sementara panjat pinang manusia, ketika sudah di atas maka semua hadiah akan di ambil.. yah, mumpung di atas, kapan lagi?

monyet sedang memakan buah

Menjadi sesuatu yang membingungkan ketika kuncen Makam Sunan Kalijaga ditanya berapa jumlah monyet yang sekarang mendiami situs tersebut. Sejak abad ke 13 jumlah satwa yang katanya penjelmaan dari pengikut sang wali itu tidak pernah akurat dan juga tidak pernah bertambah, padahal ketika beberapa teman meneliti perkembangbiakan satwa tersebut terlihat normal karena tidak ada pemangsa alami di sekitar situs. Hampir setiap saat ada monyet yang sedang menggendong bayi atau sedang hamil tua.

Menurut mitos yang berkembang, jumlah satwa penduduk situs tidak pernah bertambah dikarenakan setiap terjadi kelahiran, ada yang harus keluar dari habitatnya. hal ini sering dialami ketika ibu-ibu di sekitar Perumnas Kalijaga berteriak-teriak melihat monyet besar yang sedang mencuri bumbu dapur, atau sedang nongkrong di ujung genteng.

Monyet nyasar itu konon monyet yang dideportasi dari komunitasnya. Bisa jadi monyet-monyet di sana benci melihat ibu monyet yang sedang hamil mengingat ‘KTP’-nya harus bergantian.

induk monyet dan anaknya

Kompleks hutan Kalijaga yang tersisa kurang lebih satu hektar itu semakin menyusut, sebagian sudah dibuat kompleks perumahan dan sebagian lagi dipakai untuk membuang sampah. Masjid kramat yang berdiri di tengah-tengah hutan Kalijaga itu masih terlihat bagus dan terawat. di sebelahnya adalah tempat makam Sang Wali. Menurut penuturan kuncen, tempat itu hanya tempat singgah Sunan Kalijaga dan kemudian dibuat sebagai makam para kerabat Sang Wali.

aktivitas shalat jum'at di masjid kramat

Aktivitas shalat jum’at di masjid kramat.

Mengapa satwa yang menyerupai manusia itu betah berpuluh tahun ngendon di sekitar situs? kalau dilihat dari kerapatan pohon besar memang hanya di sekitar situs tersebut yang masih tampak alami dan menyerupai hutan kecil. selebihnya adalah kompleks perumahan bisa jadi hal itulah yang membuat para monyet itu enggan pergi ke kota.

situs-kalijaga-sudah-menjadi-bagi-dari-aktifitas-masyarakat-sekitar

Lingkungan sekitar situs yang masih alami.

lingkungan belakang situs kalijaga

Lingkungan belakang situs Kalijaga.

Cerita mistiknya (lagi-lagi), saat Sang Wali ingin pulang kampung ke Jawa. Para monyet pengikut setianya ingin selalu ikut hingga Sang Wali merasa risih. Akhirnya dengan berbagai alasan Sang Wali masuk ke dalam gua dan menyuruh para pengikutnya untuk menunggu di luar. Dari dalam gua itulah beliau melanjutkan perjalanannya ke Tuban. Alhasil monyet-monyet itu harus menunggu hingga puluhan tahun dan beranak pinak. Mungkin baru kali ini ada monyet rame-rame kena tipu.

Seperti di India, monyet di sini pun dikeramatkan. Bahkan, pernah ada kejadian ketika salah satu dari mereka terjatuh atau tertabrak mobil, masyarakat sekitar beramai-ramai mengkafani (membalut dengan kain kafan) lalu menguburnya layaknya manusia. Bahkan, ada dua komunitas monyet yang saling bermusuhan. Satu komunitas monyet dari dalam situs (kita sebut monyet bangsawan) dan satu lagi komunitas monyet di luar situs (kita sebut monyet brandal).

pintu masuk situs kalijaga

Pintu masuk situs Kalijaga.

Ketika pagi menjelang antara pukul 05.30 sampai pukul 07.00 sering terjadi perkelahian antara dua kubu tersebut. Kubu bangsawan selalu berkelompok dari yang usia dini hingga yang senior berterik-teriak di sekitar saung tempat kami tinggal, tepatnya di Kampung Hijau, hingga kami harus bangun dan mengusir mereka. Mungkin anda tidak percaya,mereka melakukan penyerangan atau mempertahankan daerah tersebut dengan cara membagi tiga kelompok.

monyet kalijaga, jinak terhadap manusia

Monyet Kalijaga, jinak terhadap manusia.

Kelompok pertama menyisir di pucuk tertinggi pohon. Kelompok kedua menyisir di tanah, kebanyakan mereka adalah yang sedang hamil. Dan kelompok ketiga adalah mereka yang menyusuri pinggir sungai tempuran (titik pertemuan dua aliran sungai) yang merupakan tempat dulu Sunan Kalijaga bertapa. Monyet berandal biasanya hanya satu atau dua ekor saja yang terlihat melawan dan akhirnya lari terbirit-birit. Bisa jadi monyet berandal itu mantan saudaranya yang terusir. Layaknya manusia, monyet berandal selalu mengintimidasi monyet bangsawan dengan cara diam-diam masuk wilayah situs dan mencuri makanan yang diberikan oleh para pengunjung. Bahkan pernah terjadi si berandal merebut anak monyet yang sedang digendong oleh sang ibu dari pihak monyet bangsawan. Kurang jelas apakah si anak akan dididik menjadi ‘teroris’ atau mau diperlakukan kasar seperti Manohara. atau mungkin mereka diam-diam sedang menyusun kekuatan untuk membuat kudet. Kejadian ini mirip sekali dengan komunitas monyet putih Hanoman di India yang selalu berebut kekuasaan.

Footnote   [ + ]

1. Catatan Editor: Yang dimaksud oleh penulis di sini ialah situs Petilasan Sunan Kalijaga, Cirebon, bukan Makam Sunan Kalijaga, Kadilangu, Demak. Terdapat perdebatan mengenai lokasi makan Sunan Kalijaga. Beberapa orang meyakini bahwa situs petilasan di Cirebon merupakan makam Sunan Kalijaga itu sendiri.

About the author

Avatar

Nico-Permadi

Pernah aktif di Komunitas Gardu Unik dan pernah mengikuti workshop akumassa.

9 Comments

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.