Media

Di Belakang Kamera

Selama mengikuti  proses workshop akumassa, kamera video menjadi ‘wajib’ hukumnya untuk dijadikan sahabat. Mulai dari pra produksi hingga pasca produksi, untuk pendokumentasian riset, diskusi, hingga keperluan syuting, semua tak bisa terlepas dari kamera.

Kamera video tak lagi jadi benda yang asing juga tak lagi memiliki jarak dengan si aku yang ada di belakangnya. Sebaliknya kamera video telah masuk ke wilayah dan kegiatan yang sangat intim dan personal, misalnya saat beristirahat, makan, bahkan tidur.

Hasil dokumentasi keakraban kamera dengan aku yang berada di belakangnya ini diambil dari 6 lokasi workshop akumassa. Yaitu, Cirebon, Lebak (Desember 2008-Januari 2009), Padang Panjang (Januari- Maret 2009), Lenteng Agung (Januari-Februari 2009), Blora (November 2009), Ciputat (November-Desember 2009).

1. Cirebon (Komunitas Gardu Unik)


2. Lebak (Komunitas Saidjahforum)



 

3. Padang Panjang (Komunitas Sarueh)

 

4. Lenteng Agung

 

5. Blora (Komunitas Anak Seribupulau)

 

6. Ciputat (Komunitas Djuanda)

About the author

Avatar

akumassa

Program Pendidikan dan Pemberdayaan Media Berbasis Komunitas, atau biasa disebut AKUMASSA, adalah sebuah program pemberdayaan media yang digagas oleh Forum Lenteng sejak tahun 2008, berkolaborasi dengan komunitas-komunitas lokal di beberapa daerah di Indonesia untuk melaksanakan lokakarya dan memproduksi beragam bentuk media komunikasi (tulisan, gambar/foto, audio, dan video).

11 Comments

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.