Tajuk

Amuk Merapi

Pada saat kami menulis artikel ini, kabarnya abu merapi sudah sampai ke kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) di daerah Darmaga, Bogor, Jawa Barat, yang mana hanya berjarak kurang lebih 48 KM saja dari Jakarta. Dan kami tinggal di kawasan Lenteng Agung, wilayah paling Selatan Jakarta, yang berbatasan dengan Depok, Jawa Barat.

 

Gunung Merapi

Gunung Merapi

 

Artinya, bisa jadi pagi nanti abu sudah mencapai wilayah tempat tinggal kami. Seorang  teman yang juga tinggal di pinggiran berkata ngalor-ngidul, ”Berharap aja malam ini di Bogor hujan… jadi abu gak perlu nyampe sini…,” ungkapan itu terdengar seperti doa yang salah bagi kami, entah kenapa.

 

Kami merasa tak apalah abu Merapi sampai ke sini, Jakarta, Bandung, Bogor dan banyak lagi kota lainnya. Agar kita juga sedikit banyak merasakan ketidaknyamanan akibat meletusnya Merapi. Sejenak warga kota lain juga akan bisa merasakan kekejaman televisi yang memutar citraan-citraan kesedihan masyarakat yang terkena bencana di beberapa wilayah negeri ini, tak lupa diiringi dengan musik latar yang juga bernada sedih menyayat. Setelah itu, byarrrr… kembali hingar-bingar keriaan pesta layar kaca yang disponsori berbagai produk mencetak miliaran rupiah dari drama kesedihan tersebut.

 

 Selain manusia, rumah dan mobil, awan panas Merapi juga menewaskan hewan-hewan ternak, salah satunya Sapi.

Selain manusia, rumah dan mobil, awan panas Merapi juga menewaskan hewan-hewan ternak, salah satunya Sapi.

 

 

 Salah satu rumah warga tertutup abu vulkanik Merapi.

Salah satu rumah warga tertutup abu vulkanik Merapi.

 

Dan berita terakhir yang kami dapat di dini hari ini menyatakan letusan merapi belum mencapai klimaks (Laporan Wartawan tribunnews.com, Iman Suryanto, Sabtu, 6 November 2010 | 01:30 WIB). Kondisi Merapi masih aktif, yang artinya dalam waktu yang tak terduga Merapi masih akan mengeluarkan materi vulkaniknya. Mungkin gambar abu Merapi yang dahsyat menyelimuti tempat-tempat dan wajah-wajah penduduk masih akan terus terpampang di media massa.

 

 Radio milik salahs eorang warga meleleh akibat awan panas Merapi.

Radio milik salahs eorang warga meleleh akibat awan panas Merapi.

 

 

 Sandal milik salah seorang warga di Desa Kaliadem, Yogyakarta, tertutup abu vulkanik Merapi.

Sandal milik salah seorang warga di Desa Kaliadem, Yogyakarta, tertutup abu vulkanik Merapi.

 

Pada tulisan ini, kami menampilkan kepingan-kepingan gambar peristiwa yang berhubungan dengan Gunung Merapi, yang diambil dari berbagai media yang dalam beberapa hari terakhir jadi headlines.

 

Doa saja buat saudara kita yang terkena musibah tidak akan cukup. Dibutuhkan lebih banyak bantuan yang bisa disalurkan lewat beberapa nomor rekening yang juga tercantum di jurnal akumassa, (dalam artikel Pengantar/akumassa/Mari Bantu Saudara Saudara Kita/27 Oktober 2010).

Sumber foto:

www.tempointeraktif.com
www.kompas.com
www.vivanews.com
www.detik.com
www.google.com

About the author

Otty Widasari

Otty Widasari adalah Koordinator Program akumassa di Forum Lenteng dan pemimpin redaksi akumassa.org. Sebelumnya ia pernah menjadi wartawan di surat kabar dan tabloid, kemudian beralih menjadi art director TV commercial. Selain itu, ibu satu anak ini yang memiliki pengalaman membuat film dokumenter sejak tahun 2001 ini, juga aktif memberi workshop video di berbagai macam daerah di Indonesia.

Leave a Comment