Pengantar

akumassa di Festival Film Dokumenter 2010

Ada apa di bulan Desember ini di dunia perfileman kita?

Selain hajatan insan filem Indonesia pada Festival Film Indonesia 2010 (FFI) yang akan diumumkan pada tanggal 6 Desember 2010, beberapa waktu lalu digelar pula Jakarta International Film Festival 2010 (Jiffest) yang berakhir pada hari yang sama pada pengumuman FFI 2010 (6 Desember) 2010. Seharusnya pada Desember ini juga ada Festival Filem Pendek Konfiden, namun hajatan filem pendek terbesar di Indonesia itu dibatalkan karena alasan yang tidak diketehui. Jadi, dapat ditulis di sini, Desember adalah bulannya hajatan besar orang-orang filem di Indonesia dengan berbagai masalah yang mengikutinya seperti; kisruh penjurian FFI, hampir batalnya Jiffest karena kekurang dana, dan matinya Festival Konfiden mulai tahun ini.

Meskipun begitu, ada sebuah hajatan yang cukup penting pada Desember ini, yaitu Festival Film Dokumenter (FFD) 2010 Yogyakarta.

Festival ini  memutar karya-karya dokumenter anyar Indonesia dan international. FFD dilaksanakan secara rutin setiap tahun di minggu kedua bulan Desember sejak tahun 2002. Pada tahun ini, FFD digelar di Taman Budaya Yogyakarta. Acara ini merupakan salah satu barometer perkembangan filem dokumenter di Indonesia.

Kordinator Program FFD 2010, Abraham Mudito mengatakan;

Untuk tahun ini FFD dibungkus dengan sebuah isu besar, yaitu kemunafikan. Ekses negatif dari manusia sebagai mahluk sosial. Program tahun ini kami mulai dengan kesadaran bahwa film dokumenter adalah medium yang sangat berkuasa untuk membawa alam pikir penonton menuju perspektif lain yang disajikan oleh si pembuat film. Bahwa di film dokumenterlah pembuat film memiliki kebebasan untuk berbicara tentang kebenaran tanpa harus mempertimbangkan kebenaran versi si A atau si B.

Melihat posisi strategis FFD, Forum Lenteng merasa perlu menjadi bagian dari perkembangan filem dokumenter di Indonesia dengan cara memasukkan program akumassa pada program pemutaran dan presentasi khusus. Hal ini merupakan salah satu cara Forum Lenteng dan akumassa melakukan distribusi “ide” tentang bahasa audio visual dalam merekam fenomena di masyarakat.  Sebelumnya, karya-karya akumassa juga pernah diputar dan dipresentasikan di berbagai lokasi lainnya. Yaitu, Di Galeri Art Sonje, Korea Selatan dan Pameran The Lost of The Real, Selasar Sunaryo, Bandung.

Sejak awal program akumassa dibentuk, pada tahun 2008, akumassa mencoba mengembangkan pemberdayaan komunitas. akumassa mencoba mengajak komunitas-komunitas lokal untuk berkenalan lebih jauh dengan medium audio visual sekaligus menjadi media center bagi daerahnya masing-masing. Output dari program ini berupa teks, imej, dan video, yang kemudian dipublikasikan secara berkala dalam jurnal www.akumassa.org.

Sampai saat ini, akumassa telah bekerjasama serta menggelar workshop bersama 9 komunitas di 9 kota berbeda, dengan berbagai latar belakang partisipan. Yaitu: Komunitas Gardu Unik – Cirebon, Komunitas Saidjah Forum – Rangkasbitung, Lebak, Komunitas Sarueh – Padang Panjang, Komunitas Mahasiswa Komunikasi (KOMKA) dan Epicentrum – Lenteng Agung, Komunitas Anak Seribu Pulau – Randublatung, Blora, Komunitas Djuanda, Ciputat – Tangerang Selatan, Komunitas Pasir Putih – Pemenang, Lombok Utara, Komunitas Sebumi – Serang, dan Komunitas Kinetik – Surabaya.

Karya-karya yang akan diputar pada Festival Film Dokumenter 2010 merupakan pilihan dari puluhan karya video akumassa yang dihasilkan komunitas di berbagai wilayah yang menjadi dampingan Forum Lenteng. Karya-karya video tersebut adalah: Teman Nelayan (Cirebon), Tepian Sungai Ciujung (Lebak), Kalau Cowok Gue Niginep, Gimana? (Lenteng Agung), Gelanggang Banca Laweh (Padang Panjang), Apel Malam (Ciputat), Harapan ke Duabelas (Blora), Selaq (Lombok Utara), Masa Lalu dan Kini di Kepandean (Serang), dan Alkisah di Ampel (Surabaya).

Keseluruhan karya ini memiliki beberapa tema besar, yaitu Transaksi (ekonomi), Perempuan, Buruh, Lingkungan, Hak Azasi Manusia, dan berbagai isu sosial-politik-budaya di tingkat lokal. Selain itu, karya-karya video akumassa tak lepas dari isu sejarah dan kekinian di masing-masing kota tempat diselenggarakannya program akumassa Forum Lenteng.

Pemutaran khusus 9 karya video akumassa dalam acara Festival Film Dokumenter 2010 akan dilaksanakan pada Rabu, 8 Desember 2010, pukul 19.30- 22.00 WIB di Taman Budaya Yogyakarta. Kemudian, diskusinya akan diselenggarakan pada Sabtu, 11 Desember 2010.

JADWAL ACARA  FFD 2010

About the author

akumassa

Program Pendidikan dan Pemberdayaan Media Berbasis Komunitas, atau biasa disebut AKUMASSA, adalah sebuah program pemberdayaan media yang digagas oleh Forum Lenteng sejak tahun 2008, berkolaborasi dengan komunitas-komunitas lokal di beberapa daerah di Indonesia untuk melaksanakan lokakarya dan memproduksi beragam bentuk media komunikasi (tulisan, gambar/foto, audio, dan video).

Leave a Comment

8 Comments

  • Semua akan menjadi menarik, saat sebuah karya itu menjadikan sebuah penyampaian atau pitutur,untuk mengerti akan sekitar tentang situasi dan kondisi.

    Film mboh opo iku arane,ono sing ngandhakno dukumenter lan ono sing ngandhakno kolosal lan pirang-pirang cacahe..neng mungguhku sing paling penting film ora mung menehi tontonan nanging ugo iso menehi tuntunan….

  • waoooooo,,,,,selaq milu seruak FFI. kendel sik a araq jari wakilin lomok utara(waoo..ternyata selaq juga masuk dalam FFI.bangga juga ada yang mewakili lombok utara)

  • Ini bukan ajang kebolehan atau unjuk gigi.,,.
    namun merupakan suatu ajang untuk mengenal kpribadian kita semua…..
    kalah atau menang….
    dapat atau tidak penghargaan.,.,.,.
    itu tidak penting,..,.,
    namun apakah kita bisa melihat baik itu secara individual atau kelompok, apa yang sebenarnya terjadi saat ini, kemarin dan hari esok…..
    AMIN……