<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>( akumassa )</title>
	<atom:link href="http://akumassa.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://akumassa.org</link>
	<description>jurnal tentang aku dan orang-orang sekitar</description>
	<pubDate>Wed, 28 Jul 2010 19:42:45 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Car Free Day ke-4 Serang</title>
		<link>http://akumassa.org/program/serang-banten/car-free-day-ke-4-serang/</link>
		<comments>http://akumassa.org/program/serang-banten/car-free-day-ke-4-serang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 15:45:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akumassa</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Serang, Banten]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akumassa.org/?p=5910</guid>
		<description><![CDATA[Sudah tiga hari ini aku berada di Kota Serang untuk keperluan program akumassa Serang. Seperti pendatang pada umumnya aku merasa terpanggil untuk berjalan-jalan dan mengenal Serang lebih dekat lagi. Walaupun sebenarnya kota ini tak begitu jauh dan berbeda dari tempat tinggalku di Tangerang Selatan.


Beberapa tempat sudah aku datangi lewat jalan-jalan iseng bersama teman-teman Komunitas Sebumi [...]


Artikel terkait:<ol><li>&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp<a href='http://akumassa.org/program/rangkasbitung-lebak-banten/workshop-video-pemuda-pemudi-kompleks-untirta-serang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Workshop Video:  Pemuda-Pemudi Kompleks UNTIRTA, Serang'>Workshop Video:  Pemuda-Pemudi Kompleks UNTIRTA, Serang</a></li>
<li>&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp<a href='http://akumassa.org/program/serang-banten/profil-partisipan-akumassa-serang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Profil Partisipan akumassa Serang'>Profil Partisipan akumassa Serang</a></li>
<li>&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp<a href='http://akumassa.org/program/rangkasbitung-lebak-banten/pemutaran-video-akumassa-kampus-untirta-serang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pemutaran Video akumassa, Kampus UNTIRTA-Serang'>Pemutaran Video akumassa, Kampus UNTIRTA-Serang</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sudah tiga hari ini aku berada di Kota Serang untuk keperluan program akumassa Serang. Seperti pendatang pada umumnya aku merasa terpanggil untuk berjalan-jalan dan mengenal Serang lebih dekat lagi. Walaupun sebenarnya kota ini tak begitu jauh dan berbeda dari tempat tinggalku di Tangerang Selatan.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone size-large wp-image-5916" title="car free day1" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/img_7337-470x313.jpg" alt="" width="470" height="313" /></p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-5910"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa tempat sudah aku datangi lewat jalan-jalan iseng bersama teman-teman Komunitas Sebumi yang menjadi komunitas dampingan akumassa Serang. Salah satu tempat yang aku datangi adalah alun-alun Kota Serang. Kebetulan saat aku berkunjung ke sana pada 25 Juli 2010 lalu, Pemerintah Provinsi Serang sedang memberlakukan jam <em>Car Free Day</em> (Hari Bebas Kendaraan Bermotor) di sekitar alun-alun yang berada di Jalan Ahmad Yani. Jalan tersebut merupakan jalan protokol Kota Serang.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone size-large wp-image-5913" title="car free day 5" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/img_7309-470x313.jpg" alt="" width="470" height="313" /></p>
<p style="text-align: justify;">Ini merupakan <em>Car Free Day</em> yang ke empat kalinya di Kota Serang. Pada jadwal yang aku lihat di sebuah<em> website</em> sebelum acara ini dilangsungkan, Car Free Day ini akan diberlakukan dari pukul 6-10 pagi. Namun, pada pelaksanaannya <em>Car Free Day</em> tersebut hanya dilaksanakan hingga pukul 8 pagi. Karena lahan parkir yang tersedia tidak cukup lagi untuk menampung kendaraan-kendaraan masyarakat yang ingin ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan<em> Car Free Day</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah menaiki becak dari Sempu hingga memasuki wilayah sekitar alun-alun, aku lalu meneruskannya dengan berjalan kaki. Bersama para pejalan kaki lainnya, aku membaur menikmati jalan yang lengang tanpa kendaraan bermotor menuju alun-alun. Tiba-tiba sebuah pemandangan memunculkan rasa penasaranku. Beberapa warga berkendaraan bermotor mengerumuni seorang polisi penjaga lalu lintas yang bertugas menutup ruas jalan, maka aku pun mendataginya.</p>
<div id="attachment_5911" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-large wp-image-5911" title="car free day2" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/img_7302-470x313.jpg" alt="Beberapa warga" width="470" height="313" /><p class="wp-caption-text">Beberapa warga yang protes mengenai pemberlakuan Car Free Day</p></div>
<p style="text-align: justify;">Dari polisi yang seragamnya bertuliskan A. Adi A. tersebut, aku mengetahui bahwa para warga itu memaksa untuk dapat melintas di ruas jalan yang sedang diberlakukan <em>Car Free Day</em> tersebut. Pak Adi mengaku untuk pelaksanaan <em>Car Free Day</em> kali ini memang sosialisasi terhadap warga kurang dilakukan sebelumnya, karena itu banyak protes yang dilontarkan warga terhadap aparat keamanan. Padahal menurut Pak Adi, jalan alternatif selama diberlakukannya <em>Car Free Day</em> bisa diakses tanpa harus mengganggu jalannya <em>Car Free Day</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ini jalan ditutup Pak, <em>kan udah</em> ditulis di sebelah sana itu kalau pagi ini diberlakukan <em>Car Free Day,</em>” jelas Pak Polisi berkali-kali untuk meredam protes warga yang memaksa menggunakan ruas jalan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, terlepas dari protes beberapa warga tersebut pelaksanaan <em>Car Free Day</em> cukup berjalan lancar. Banyak warga Serang yang memanfaatkan jalanan tanpa kendaraan bermotor itu sebgai <em>jogging track</em>, tempat <em>freestyle</em> sepeda, bermain bola, dan untuk sekedar berjalan pagi menikmati Kota Serang.</p>
<div id="attachment_5914" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-large wp-image-5914" title="car free day5" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/img_7310-470x313.jpg" alt="Beberapa warga memanfaatkan jalan lengang untuk berolahraga" width="470" height="313" /><p class="wp-caption-text">Beberapa warga memanfaatkan jalan lengang untuk berolahraga</p></div>
<div id="attachment_5918" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-large wp-image-5918" title="car free day4" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/cimg0013-470x352.jpg" alt="Alun-alun timur" width="470" height="352" /><p class="wp-caption-text">Alun-alun timur</p></div>
<p style="text-align: justify;">Alun-alun Kota Serang terdiri dari dua bagian, alun-alun timur dan  alun-alun barat. Alun-alun timur dimeriahkan dengan pasar kaget yang  terdiri dari para pedagang kaki lima. Seperti sebuah acara pada umumnya,  <em>Car Free Day </em>ini juga menjadi lahan para pedagang kaki lima  untuk menambah penghasilan mereka. Pasar kaget yang memang selalu hadir  setiap hari minggu di alun-alun timur tersebut menjadi beberapa kali  lipat lebih ramai karena diberlakukannya <em>Car Free Day.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em></em></p>
<div id="attachment_5915" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><em></em><em><img class="size-large wp-image-5915" title="car free day7" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/img_7315-470x313.jpg" alt="Pasar kaget di alun-alun timur" width="470" height="313" /></em><p class="wp-caption-text">Pasar kaget di alun-alun timur</p></div>
<div id="attachment_5917" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-large wp-image-5917" title="car free day 3" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/cimg0015-470x352.jpg" alt="Mall Serang" width="470" height="352" /><p class="wp-caption-text">Mal Serang</p></div>
<p style="text-align: justify;">Tidak seperti Jakarta, di Serang para muda-mudi lebih memilih nongkrong dan menggunakan alun-alun sebagai ruang publik. Padahal di seberang alun-alun timur, terdapat salah satu mal besar di Kota Serang, bernama Mal Serang.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut beberapa temanku di Komunitas Sebumi, <em>Car Free Day</em> kali ini tidak semeriah pada pelaksanaannya pertama kali. Saat itu Polisi dibantu Rekonvasi Bhumi (Sebuah Komunitas Pemerhati Lingkungan di Serang) mengadakan sosialisasi sebelum pelaksanaan Car Free Day tersebut selama 3 bulan. Pada saat acaranya berlangsung pun, Car Free Day pertama Serang dimeriahkan dengan acara musik, bazaar, menanam pohon bersama dan acara lainnya. Karena itu, kemeriahannya lebih terasa dibandingkan <em>Car Free Day</em> ke empat ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Senang rasanya <em>Car Free Day</em> sudah mulai diberlakukan di beberapa kota lain selain Jakarta. Rencananya <em>Car Free Day</em> Serang akan diberlakukan setiap bulan di minggu ke tiga. Semoga saja <em>Car Free Day</em> bisa mencapai tujuan yang sebenarnya, yaitu mengurangi polusi udara dan menghambat pemanasan global. Bukan hanya pengalihan jalan seperti yang sudah-sudah dan berujung kepada macet serta tumpukan sampah setelah acara berlangsung.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #888888;">Foto oleh: Sammy</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><form method="post" action=""><input type="hidden" name="ip" value="38.107.191.114" /><p>Your email:<br /><input type="text" name="email" value="Enter email address..." size="20" onfocus="if (this.value == 'Enter email address...') {this.value = '';}" onblur="if (this.value == '') {this.value = 'Enter email address...';}" /></p><p><input type="submit" name="subscribe" value="Subscribe" />&nbsp;<input type="submit" name="unsubscribe" value="Unsubscribe" /></p></form>



<p>Artikel terkait:<ol><li>&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp<a href='http://akumassa.org/program/rangkasbitung-lebak-banten/workshop-video-pemuda-pemudi-kompleks-untirta-serang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Workshop Video:  Pemuda-Pemudi Kompleks UNTIRTA, Serang'>Workshop Video:  Pemuda-Pemudi Kompleks UNTIRTA, Serang</a></li>
<li>&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp<a href='http://akumassa.org/program/serang-banten/profil-partisipan-akumassa-serang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Profil Partisipan akumassa Serang'>Profil Partisipan akumassa Serang</a></li>
<li>&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp<a href='http://akumassa.org/program/rangkasbitung-lebak-banten/pemutaran-video-akumassa-kampus-untirta-serang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pemutaran Video akumassa, Kampus UNTIRTA-Serang'>Pemutaran Video akumassa, Kampus UNTIRTA-Serang</a></li>
</ol></p><br />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akumassa.org/program/serang-banten/car-free-day-ke-4-serang/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Profil Partisipan akumassa Serang</title>
		<link>http://akumassa.org/program/serang-banten/profil-partisipan-akumassa-serang/</link>
		<comments>http://akumassa.org/program/serang-banten/profil-partisipan-akumassa-serang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jul 2010 13:04:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akumassa</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Serang, Banten]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akumassa.org/?p=5881</guid>
		<description><![CDATA[Program workshop akumassa kini telah dimulai di Kota Serang, Banten. Kali ini akumassa Forum Lenteng bekerjasama dengan Komunitas Sebumi  Komunitas ini sengaja dibentuk untuk mendukung  program akumassa di Serang, terdiri dari para mahasiswa UNTIRTA, STIKOM Wangsa Jaya Banten dan IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Komunitas Sebumi berdiri pada 1 Juli  2010. Seperti namanya [...]


Artikel terkait:<ol><li>&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp<a href='http://akumassa.org/program/ciputat-tangerang-selatan/profil-komunitas-djuanda/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Profil Partisipan Akumassa Ciputat'>Profil Partisipan Akumassa Ciputat</a></li>
<li>&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp<a href='http://akumassa.org/program/pemenang-lombok-utara-ntb/profil-partisipan-akumassa-pemenang-lombok-utara/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Profil Partisipan akumassa Pemenang'>Profil Partisipan akumassa Pemenang</a></li>
<li>&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp<a href='http://akumassa.org/program/rangkasbitung-lebak-banten/workshop-video-pemuda-pemudi-kompleks-untirta-serang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Workshop Video:  Pemuda-Pemudi Kompleks UNTIRTA, Serang'>Workshop Video:  Pemuda-Pemudi Kompleks UNTIRTA, Serang</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Program <em>workshop</em> akumassa kini telah dimulai di Kota Serang, Banten. Kali ini akumassa Forum Lenteng bekerjasama dengan Komunitas Sebumi  Komunitas ini sengaja dibentuk untuk mendukung  program akumassa di Serang, terdiri dari para mahasiswa UNTIRTA, STIKOM Wangsa Jaya Banten dan IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Komunitas Sebumi berdiri pada 1 Juli  2010. Seperti namanya &#8216;Sebumi&#8217;, para anggotanya menjunjung tinggi rasa kebersamaan dan memiliki harapan besar untuk dapat <em>media center </em>yang baik bagi Serang dan sekitarnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone size-large wp-image-5901" title="komunitas sebumi " src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/logo-470x387.jpg" alt="" width="470" height="387" /></p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-5881"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;"><span style="color: #ff6600;"><strong>Profil Partisipan akumassa Serang</strong></span></span></p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<div id="attachment_5887" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-large wp-image-5887" title="profil partisipan komunitas sebumi 14" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/cimg0278-470x352.jpg" alt="Nuril" width="470" height="352" /><p class="wp-caption-text">Nuril Aswanto</p></div>
<p style="text-align: justify;">1. Nuril Aswanto. Saat ini ia kuliah di STIKOM Wangsa Jaya Banten, Jurusan Periklanan semester 7. Lelaki hitam manis ini tidak punya hobi yang spesial, “yang penting asik…” katanya. Nuril dipercaya oleh teman-teman Komunitas Sebumi untuk menjadi pak ketua.</p>
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_5936" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-large wp-image-5936" title="profil partisipan akumassa serang 2" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/cimg0347-470x352.jpg" alt="Ida Mariani" width="470" height="352" /><p class="wp-caption-text">Ida Mariani</p></div>
<p style="text-align: justify;">2. Ida Mariani alias Madam. Ia adalah seorang bunda dari 2 anak, Madam juga memiliki sebuah toko busana muslim Rumah Baju di Kaujon, Serang Lama. Hobinya adalah membaca buku sastra, terutama karya SH Mintarja. Selain itu ia juga hobi ‘bikin orang cantik’. Madam juga merupakan Direktur CV Daya Ananda, Konsultan Lingkungan.</p>
<div id="attachment_5900" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-large wp-image-5900" title="profil partisipan komunitas sebumi 3" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/cimg0299-470x352.jpg" alt="Helena" width="470" height="352" /><p class="wp-caption-text">Helena Aprilia</p></div>
<p style="text-align: justify;">3. Helena Aprillia Hadiningrum, biasa dipanggil Helen. Cewek cantik berbadan bongsor ini sekarang kuliah di UNTIRTA Jurusan Komunikasi (Jurnalistik) semester 5. Hobi berenang dan main basket. Dia sangat sayang dengan adiknya yang berjumlah 3 orang.</p>
<div id="attachment_5890" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-large wp-image-5890" title="profil partisipan komunitas sebumi 4" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/cimg0283-470x352.jpg" alt="Sarwanah" width="470" height="352" /><p class="wp-caption-text">Sarwanah</p></div>
<p style="text-align: justify;">4. Sarwanah, biasa dipanggil Anna. Ia adalah mahasiswi IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam. Anna suka berwisata alam ke pegunungan, karena bisa menghilangkan stres dan lelahnya.</p>
<div id="attachment_5885" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-large wp-image-5885" title="profil partisipan komunitas sebumi 5" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/cimg0273-470x352.jpg" alt="Radit" width="470" height="352" /><p class="wp-caption-text">Radit</p></div>
<p style="text-align: justify;">5. Raditya Rachman. Biasa dipanggil Radit. Saat ini ia sedang pusing mengerjakan skripsinya di UNTIRTA. Selain kuliah Radit juga menekuni dan mengajar ilmu bela diri di SMA 3 Kota Serang.</p>
<div id="attachment_5891" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-large wp-image-5891" title="profil partisipan komunitas sebumi 5" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/cimg0284-470x352.jpg" alt="Susan" width="470" height="352" /><p class="wp-caption-text">Susan Sri Sujayanti</p></div>
<p style="text-align: justify;">6. Susan Sri Sujayanti, biasa dipanggil Susa (tanpa ‘H’). Ia kuliah di UNTIRTA Jurusan Ilmu komunikasi. Ia pernah melamar jadi penyiar radio, tapi sayangnya ditolak karena suaranya yang cempreng. Susa adalah fans berat <em>The Changcuters</em>, terutama Tria dan sempat patah hati waktu Tria jadian sama Tyas Mirasih.</p>
<div id="attachment_5893" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-large wp-image-5893" title="profil partisipan komunitas sebumi 6" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/cimg0287-470x352.jpg" alt="Lia" width="470" height="352" /><p class="wp-caption-text">Lia purnama</p></div>
<p style="text-align: justify;">7. Lia Purnama, biasa dipanggil Lia. Ia adalah mahasiswa IAIN Jurusan Komunikasi. Saat ini ia sedang menyelesaikan sebuah buku tentang aliran dalam Islam. Sebelumnya ia juga sudah pernah menulis buku <em>Xara Xtreme VS Photoscape </em>yang beredar di kampus dan antar teman-temannya. Ia juga menulis novel berjudul <em>Between You and Me</em>, yang diambil dari pengalaman teman-teman sekitarnya. Ia sempat punya pengalaman buruk dengan penerbit, karena ditolak naskahnya.</p>
<div id="attachment_5892" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-large wp-image-5892" title="profil partisipan komunitas sebumi 7" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/cimg0286-470x352.jpg" alt="Suci Sedya Utami" width="470" height="352" /><p class="wp-caption-text">Suci Sedya Utami</p></div>
<p style="text-align: justify;">8. Suci Sedya Utami, biasa dipanggil Dochi. Ia adalah mahasiswi Ilmu Komunikasi UNTIRTA semester 3, walaupun sebenarnya ia ingin masuk jurusan teknik sipil. Ia juga fans berat <em>Seconhand Serenade.</em></p>
<div id="attachment_5894" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-large wp-image-5894" title="profil partisipan komunitas sebumi 8" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/cimg0288-470x352.jpg" alt="Sofi" width="470" height="352" /><p class="wp-caption-text">Sofiatul Alawiyah</p></div>
<p style="text-align: justify;">9. Sofiatul Alawiyah, biasa dipanggil Sofi. Ia adalah mahasiswa IAIN jurusan komunikasi Penyiaran Islam. Ia sering mengikuti lomba marawis se-Banten. Ia juga pernah menjadi guru Sekolah Dasar di Serang.</p>
<div id="attachment_5895" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-large wp-image-5895" title="profil partisipan komunitas sebumi 9" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/cimg0291-470x352.jpg" alt="Eni Nuraeni" width="470" height="352" /><p class="wp-caption-text">Eni Nuraeni</p></div>
<p style="text-align: justify;">10. Eni Nuraeni, biasa dipanggil Eni atau Unyil. Ia kuliah di STIKOM Wangsa Jaya Banten Jurusan Humas. Ia nge-fans dengan pembawa acara di salah satu stasiun televisi swasta, bernama Duma Riris. Ia hobi sekali difoto.</p>
<div id="attachment_5896" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-large wp-image-5896" title="profil partisipan komunitas sebumi 10" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/cimg0293-470x352.jpg" alt="Sri Wahyuni" width="470" height="352" /><p class="wp-caption-text">Sri Wahyuni</p></div>
<p style="text-align: justify;">11. Sri Wahyuni, biasa dipanggil Nci. Ia kuliah di STIKOM Jurusan Komunikasi. Cewek manis ini sering sekali bilang ‘terserah’. Namun, selama mengikuti <em>workshop</em> akumassa dan terpilih menjadi bendahara Komunitas Sebumi kini Nci mulai meninggalkan kata &#8216;terserah&#8217;.</p>
<div id="attachment_5888" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-large wp-image-5888" title="profil partisipan komunitas sebumi 11" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/cimg0280-470x352.jpg" alt="Wildan Maududi" width="470" height="352" /><p class="wp-caption-text">Wildan Maududi</p></div>
<p style="text-align: justify;">12.  Wildan Maududi, biasa dipanggil Wildan. Ia adalah mahasiswa UNTIRTA Jurusan Komunikasi semester 5. Lelaki pendiam ini sedikit mirip dengan Ari Lasso.</p>
<div id="attachment_5899" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-large wp-image-5899" title="profil partisipan komunitas sebumi 12" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/cimg0298-470x352.jpg" alt="Ogi Juhendi" width="470" height="352" /><p class="wp-caption-text">Ogi Juhendi</p></div>
<p style="text-align: justify;">13. Ogi Juhendi biasa dipanggil dengan Ghie. Ia Kuliah di STIKOM Wangsa Jaya Banten Jurusan Komunikasi, Hobinya adalah ‘mengacak-ngacak’ dan membuat desain logo.</p>
<div id="attachment_5882" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-large wp-image-5882" title="profil partisipan komunitas sebumi 13" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/cimg0269-470x352.jpg" alt="Dolly Indra" width="470" height="352" /><p class="wp-caption-text">Dolly Indra</p></div>
<p style="text-align: justify;">14. Dolly Indra, biasa dipanggil Dolly. Selain kuliah di UNTIRTA ia juga sering menghabiskan waktunya mengelola toko busana muslim. Hobinya adalah <em>rafting </em>dan ia pernah menjadi <em>guide</em> untuk olah raga tersebut.</p>
<div id="attachment_5898" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-large wp-image-5898" title="partisipan akumassa serang15" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/cimg0295-470x352.jpg" alt="Ermas Sawala N" width="470" height="352" /><p class="wp-caption-text">Ermas Sawala N</p></div>
<p style="text-align: justify;">15. Ermas Sawala N. Biasa dipanggil Dimaz. Asli orang Cirebon, namun saat ini sedang tinggal bersama keluarganya di Serang. Dimaz terkenal pendiam di antara anggota Komunitas Sebumi lainnya. Tapi, di balik diamnya ternyata dia suka sekali berpetualang melihat keindahan alam.</p>
<div id="attachment_5897" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-large wp-image-5897" title="partisipan akumassa serang20" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/cimg0294-470x352.jpg" alt="Umdatul Hasanah" width="470" height="352" /><p class="wp-caption-text">Umdatul Hasanah</p></div>
<p style="text-align: justify;">16. Umdatul Hasanah, biasa dipanggil Umdah atau Uum. Ia seorang mahasiswi di IAIN jurusan Komunikasi semester 5. Tinggal di Cilegon, ia suka mencoba hal-hal yang baru.</p>
<div id="attachment_5925" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-large wp-image-5925" title="profil partisipan akumassa serang19" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/cimg0346-470x352.jpg" alt="Muamar Khadafi" width="470" height="352" /><p class="wp-caption-text">Muamar Khadafi</p></div>
<p style="text-align: justify;">17. Muamar Khadafi, biasa dipanggil Dafi.  STIKOM WJB adalah Sekolah tinggi yang dipilihnya untuk menimba ilmu khususnya dijurusan komunikasi dan memiliki motto “Tidaklah ada orang yang bodoh, yang ada hanya orang yang tidak memiliki kesempatan belajar dari seorang guru yang baik.”</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone size-large wp-image-5932" title="profil partisipan akumassa serang18" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/cimg03411-470x352.jpg" alt="" width="470" height="352" /></p>
<p style="text-align: justify;">18. Muhammad Hashemi, biasa dipanggil Sammy. Ia adalah mahasiswa UNTIRTA Jurusan Koumunikasi Jurnalistik. Hobinya adalah fotografi. Sekarang Sammy dan beberapa temanya sedang sibuk memotret seluruh siswa SMP Kota Serang untuk pembuatan kartu OSIS.</p>
<div id="attachment_5933" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-large wp-image-5933" title="profil partisipan akumassa serang19" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/cimg0343-470x352.jpg" alt="Prayogo Pangestu Adjie" width="470" height="352" /><p class="wp-caption-text">Prayogo Pangestu Adjie</p></div>
<p style="text-align: justify;">19. Prayogo Pangestu Adjie. Biasa dipanggil Yugo. Ia mahasiswa UNTIRTA jurusan Komunikasi. Yugo adalah contoh warga yang peduli dengang sekitarnya, karena ia sangat kenal dengan kota tempat ia tinggal yaitu, Serang. Selain itu ia juga hobi menulis. Di antara teman-teman Sebumi, ia punya panggilan khusus yaitu Baby Beruang.</p>
<div id="attachment_5926" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-large wp-image-5926" title="profil partisipan akumassa serang18" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/dsc05965-470x352.jpg" alt="Ananda Damar Surya" width="470" height="352" /><p class="wp-caption-text">Ananda Damar Suryadharma Rahadian Jr</p></div>
<p style="text-align: justify;">18. Ananda Damar Suryadharma Rahadian Jr, biasa dipanggil Sipit. Damar adalah anggota termuda di Komunitas Sebumi.Ia adalah seorang siswa SMA Islam Al-Azhar 6 Serang. Ia sangat suka dengan fotografi dan mencoba hal–hal unik.</p>
<div id="attachment_5927" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-large wp-image-5927" title="profil partisipan akumassa serang19" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/cimg02771-470x352.jpg" alt="Manshur Zikri" width="470" height="352" /><p class="wp-caption-text">Manshur Zikri</p></div>
<p style="text-align: justify;">19. Manshur Zikri, biasa dipanggil Zikri atau Tolenk. Selain kuliah di Universitas Indonesia Jurusan Kriminologi, saat ini ia sedang cinta-cintanya dengan akumassa. Hobinya adalah membaca buku dan menulis sastra.</p>
<div id="attachment_5928" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-large wp-image-5928" title="profil partisipan akumassa serang20" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/cimg02811-470x352.jpg" alt="Dian Komala" width="470" height="352" /><p class="wp-caption-text">Dian Komala</p></div>
<p style="text-align: justify;">20. Dian Komala, biasa dipanggil Ageung. Sejak 2009 Ageung menghabiskan waktunya di Forum Lenteng sebagai Asisten Litbang. Ia sempat bekerja di pabrik dan menyukai hal-hal baru yang menantang.</p>
<div id="attachment_5929" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-large wp-image-5929" title="profil partisipan akumassa serang21" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/cimg02711-470x352.jpg" alt="Otty Widasari" width="470" height="352" /><p class="wp-caption-text">Otty Widasari</p></div>
<p style="text-align: justify;">21. Otty Widasari, biasa dipanggil Otty. Ia adalah Koordinator Program akumassa Forum Lenteng.</p>
<p style="text-align: justify;">22. Mira Febri Mellya, biasa dipanggil Mira atau Merre. Kesehariannya adalah sebagai mahasiswi IISIP Jakarta Jurusan Jurnalistik, selain itu ia bekerja di Forum Lenteng sebagai Sekretaris Redaksi akumassa.</p>
<form method="post" action=""><input type="hidden" name="ip" value="38.107.191.114" /><p>Your email:<br /><input type="text" name="email" value="Enter email address..." size="20" onfocus="if (this.value == 'Enter email address...') {this.value = '';}" onblur="if (this.value == '') {this.value = 'Enter email address...';}" /></p><p><input type="submit" name="subscribe" value="Subscribe" />&nbsp;<input type="submit" name="unsubscribe" value="Unsubscribe" /></p></form>



<p>Artikel terkait:<ol><li>&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp<a href='http://akumassa.org/program/ciputat-tangerang-selatan/profil-komunitas-djuanda/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Profil Partisipan Akumassa Ciputat'>Profil Partisipan Akumassa Ciputat</a></li>
<li>&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp<a href='http://akumassa.org/program/pemenang-lombok-utara-ntb/profil-partisipan-akumassa-pemenang-lombok-utara/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Profil Partisipan akumassa Pemenang'>Profil Partisipan akumassa Pemenang</a></li>
<li>&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp<a href='http://akumassa.org/program/rangkasbitung-lebak-banten/workshop-video-pemuda-pemudi-kompleks-untirta-serang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Workshop Video:  Pemuda-Pemudi Kompleks UNTIRTA, Serang'>Workshop Video:  Pemuda-Pemudi Kompleks UNTIRTA, Serang</a></li>
</ol></p><br />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akumassa.org/program/serang-banten/profil-partisipan-akumassa-serang/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Fenomena Makam Stadion Maulana Yusuf</title>
		<link>http://akumassa.org/program/serang-banten/fenomena-makam-stadion-maulana-yusuf/</link>
		<comments>http://akumassa.org/program/serang-banten/fenomena-makam-stadion-maulana-yusuf/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jul 2010 16:16:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akumassa</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Serang, Banten]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akumassa.org/?p=5868</guid>
		<description><![CDATA[Makam Ki Tuan Syarif Penancangan atau yang lebih dikenal masyarakat dengan nama Makam Stadion Maulana Yusuf, merupakan salah satu pemakaman umum yang berada tepat di sebelah utara wilayah Penancangan, Serang dengan luas sekitar 1 (satu) hektar.

Pemakaman ini merupakan peninggalan dari Syarif atau biasa dikenal sebagai Ayip yang merupakah salah satu tokoh Banten yang terkenal pada [...]


Tak ada artikel yang terkait.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Makam Ki Tuan Syarif Penancangan atau yang lebih dikenal masyarakat dengan nama Makam Stadion Maulana Yusuf, merupakan salah satu pemakaman umum yang berada tepat di sebelah utara wilayah Penancangan, Serang dengan luas sekitar 1 (satu) hektar.</p>
<div id="attachment_5870" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-large wp-image-5870" title="fenomena makam stadion maulana yusuf1" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/37588_1240119343283_1838299462_464634_3186580_n-470x352.jpg" alt="Pintu masuk Komplek Pemakaman Stadion Maulana Yusuf" width="470" height="352" /><p class="wp-caption-text">Pintu masuk Komplek Pemakaman Stadion Maulana Yusuf</p></div>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-5868"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Pemakaman ini merupakan peninggalan dari Syarif atau biasa dikenal sebagai Ayip yang merupakah salah satu tokoh Banten yang terkenal pada masanya. Sehingga tidaklah mengherankan jika banyak tokoh-tokoh Banten yang cukup terkenal dimakamkan di Komplek Pemakaman Stadion Maulana Yusuf, seperti Syarif Rubi salah satu Bupati Bogor, Eyang Kijakrana salah satu jaksa yang hidup pada masa kesultanan Banten, Patigula Geseng yang menurut cerita merupakan panglima dari Sultan Banten dan dikenal sebagai panglima yang paling galak pada masa itu.</p>
<div id="attachment_5874" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-large wp-image-5874" title="fenomena makam stadion maulana yusuf2" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/makam-ki-tuan-syarif-2-470x352.jpg" alt="Makam Ki Tuan Syarif" width="470" height="352" /><p class="wp-caption-text">Makam Ki Tuan Syarif Penancangan</p></div>
<p style="text-align: justify;">Selain itu di Komplek Pemakaman Stadion Maulana Yusuf ini tedapat beberapa makam yang keberadaannya belum diketahui tapi diyakini dimakamkan di Komplek Pemakaman Stadion Maulana Yusuf seperti Tubagus Jaed, Eyang Ali, dan Eyang Sembaga. Ketiga tokoh ini merupakan sesepuh Banten yang sangat fenomenal dan terkenal di lingkungan masyarakat Banten sendiri. Kemudian terdapat dua makam tokoh perempuan Banten yang masih merupakan keturunan Kesultanan Banten, yaitu Ratu Gede Syarifah dan Dewi Arum yang terletak tepat di belakang pemakaman atau berdekatan dengan makam Eyang Kijakrana.</p>
<div id="attachment_5872" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-large wp-image-5872" title="fenomena makam stadion maulana yusuf6" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/mkam4-470x626.jpg" alt="Salah satu makam yang tidak " width="470" height="626" /><p class="wp-caption-text">Salah satu makam yang tidak diketahui identitasnya (terdapat di luar komplek pemakaman)</p></div>
<p style="text-align: justify;">Dari banyaknya tokoh dan sesepuh yang dimakamkan di Komplek Pemakaman ini, berkembanglah kepercayaan di lingkungan masyarakat Banten yang meyakini bahwa Komplek Pemakaman Stadion Maulana Yusuf sebagai pemakaman kramat, sehingga acap kali Komplek Pemakaman ini menjadi salah satu tempat masyarakat Banten meminta petunjuk pada saat menginginkan sesuatu.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu masyarakat yang telah lama tinggal di Komplek Pemakaman ini adalah Pak Apen, warga Ciomas yang telah lama meninggalkan keluarganya hanya untuk mencari ilmu di makam ini. Pak Apen datang ke pemakaman ini bermula dari mimpinya yang memberikan petunjuk agar dia dapat berguru di Komplek Pemakaman ini. Menurutnya tidak hanya manusia yang berguru ke Komplek Pemakaman ini, tetapi ‘bangsa lain’ (mahluk halus) juga turut serta. Sehingga pada saat kita memasuki komplek pemakaman ini kita dapat merasakan situasi yang sangat berbeda, mungkin karena dominannya unsur mistis yang terpancar dari Komplek Pemakaman Stadion Maulana Yusuf. Karena itu Pak Apen pun memberikan saran kepada pengunjung yang ingin berziarah ke Komplek Pemakaman ini agar tidak berbicara dan bertingkah laku sembarangan selama berada di wilayah Komplek Pemakaman ini karena akan langsung terkena akibatnya ketika seseorang berkelakuan atau pun berbicara sembarangan dan tidak sopan.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone size-large wp-image-5873" title="fenomena makam stadion maulana yusuf3" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/makam-ki-tuan-syarif-1-470x352.jpg" alt="" width="470" height="352" /></p>
<p style="text-align: justify;">Kandungan mistis yang diyakini masyarakat ini kemudian memunculkan banyak cerita tentang keganjilan-keganjilan yang tidak lazim, seperti banyaknya kecelakaan tanpa sebab ketika si pengendara motor menampakkan arogansinya pada saat mengendarai motor. Sampai-sampai ada tembok pemakaman yang bolong akibat dari banyaknya kecelakaan yang terjadi di sana. Biasanya kecelakaan itu akan berakibat pada patah tulang, luka parah bahkan kematian.</p>
<div id="attachment_5871" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-large wp-image-5871" title="fenomena makam stadion maulana yusuf 4" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/37723_1240121263331_1838299462_464646_8142222_n-470x626.jpg" alt="Dinding yang rusak karena banyak terjadi kecelakaan" width="470" height="626" /><p class="wp-caption-text">Dinding yang rusak karena banyak terjadi kecelakaan</p></div>
<div id="attachment_5869" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-large wp-image-5869" title="fenomena makam stadion maulana yusuf5" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/38724_1240120503312_1838299462_464640_5852966_n-470x626.jpg" alt="Dinding yang " width="470" height="626" /><p class="wp-caption-text">Dinding yang rusak karena banyak terjadi kecelakaan</p></div>
<p style="text-align: justify;">Menurut salah satu pengendara motor yang  pernah mengalami kecelakaan di sana, ia merasa ada hawa gaib sehingga ia tidak bisa mengendalikan kendaraannya. Ada pula salah satu cerita dahulu yang beredar di masyarakat mengenai kemistisan Komplek Pemakaman ini. Alkisah ada pesawat yang tidak dapat bergerak kemana-mana, pesawat itu tidak bisa terbang ke luar Komplek Pemakaman, padahal pilot pesawat tersebut telah berusaha untuk mengendalikan pesawatnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Berbagai cerita yang disampaikan dari berbagai sumber tersebut menyimpulkan bahwa pada dasarnya kita sebagai manusia harus bisa membawa diri dan tidak sembarangan dalam bertindak, karena bagaimana pun Tuhan menciptakan manusia dengan akal dan hati nurani sehingga seharusnya tidak ada istilah manusia lain lebih baik dari manusia lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Terlepas dari nilai mistis yang terkandung dari Komplek Pemakaman Stadion Maulana Yusuf tidak selayaknya pula manusia mengkultuskan Komplek Pemakaman sebagai tempat selayaknya Tuhan yang bisa memberikan semua keinginan manusia tanpa melakukan usaha apa pun.</p>
<p style="text-align: justify;"><form method="post" action=""><input type="hidden" name="ip" value="38.107.191.114" /><p>Your email:<br /><input type="text" name="email" value="Enter email address..." size="20" onfocus="if (this.value == 'Enter email address...') {this.value = '';}" onblur="if (this.value == '') {this.value = 'Enter email address...';}" /></p><p><input type="submit" name="subscribe" value="Subscribe" />&nbsp;<input type="submit" name="unsubscribe" value="Unsubscribe" /></p></form>



<p>Tak ada artikel yang terkait.</p><br />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akumassa.org/program/serang-banten/fenomena-makam-stadion-maulana-yusuf/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Serang (akan) Menyerang</title>
		<link>http://akumassa.org/pengantar/serang-akan-menyerang/</link>
		<comments>http://akumassa.org/pengantar/serang-akan-menyerang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jul 2010 08:43:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akumassa</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pengantar]]></category>

		<category><![CDATA[Serang, Banten]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akumassa.org/?p=5859</guid>
		<description><![CDATA[Tidak banyak yang dapat saya gambarkan dari Kota Serang. Sepuluh tahun lalu, saya hanya bisa mengingat-ingat nama kota ini pernah disebut dalam tulisan Multatuli dan selain itu saya tidak menemukan ingatan saya tentang kota ini. Tentu ada beberapa catatan media tentang kota kecil yang dulunya merupakan bagian dari Propinsi Jawa Barat ini.
 

Tapi, kesan dan cerita [...]


Artikel terkait:<ol><li>&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp<a href='http://akumassa.org/program/rangkasbitung-lebak-banten/workshop-video-pemuda-pemudi-kompleks-untirta-serang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Workshop Video:  Pemuda-Pemudi Kompleks UNTIRTA, Serang'>Workshop Video:  Pemuda-Pemudi Kompleks UNTIRTA, Serang</a></li>
<li>&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp<a href='http://akumassa.org/program/rangkasbitung-lebak-banten/pemutaran-video-akumassa-kampus-untirta-serang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pemutaran Video akumassa, Kampus UNTIRTA-Serang'>Pemutaran Video akumassa, Kampus UNTIRTA-Serang</a></li>
<li>&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp<a href='http://akumassa.org/program/rangkasbitung-lebak-banten/lebak-dimana/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Lebak, Dimana?'>Lebak, Dimana?</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Tidak banyak yang dapat saya gambarkan dari Kota Serang. Sepuluh tahun lalu, saya hanya bisa mengingat-ingat nama kota ini pernah disebut dalam tulisan Multatuli dan selain itu saya tidak menemukan ingatan saya tentang kota ini. Tentu ada beberapa catatan media tentang kota kecil yang dulunya merupakan bagian dari Propinsi Jawa Barat ini.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<div id="attachment_5862" class="wp-caption alignnone" style="width: 490px"><img class="size-full wp-image-5862" title="Serang (akan) Menyerang 3" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/peta-banten.jpg" alt="Peta Banten jaman dahulu" width="480" height="460" /><p class="wp-caption-text">Peta Banten abad 18</p></div>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-5859"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Tapi, kesan dan cerita tentang kota Serang baru saya dapatkan ketika Otty Widasari (Kordinator Program Akumassa) bercerita tentang masa kecil menuju remajanya (SMP) yang ia habiskan di ibu kota Propinsin Banten ini. Pertama kali saya menginjakan kaki di kota ini saat Forum Lenteng mendapatkan kesempatan memberikan pelatihan video dokumenter kepada mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) tahun 2005.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk keperluan tulisan ini, saya mencoba mencari-cari berbagai sumber tentang Kota Serang. Di situs-situs internet, baik untuk para pelancong yang akan datang ke kota ini, blog pribadi hingga <em>website</em> media massa, informasi tentang kota ini sangatlah minim. Saya baru bisa menemukan ‘sedikit’ sejarah tentang kota dan Propinsi Banten saat masuk ke situs resmi Pemerintahan Propinsi Banten. Itu pun informasi yang terdapat dalam situs resmi pemerintah daerah ini sangat minim. Untuk hal ini, saya cukup terkejut melihat sebuah kota (yang merupakan ibukota propinsi) dan Propinsi Banten sendiri—yang merupakan salah satu propinsi kaya di Indonesia (menurut harian Kompas)—tidak memiliki <em>database</em> informasi untuk kepentingan publik.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<div id="attachment_5861" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img class="size-full wp-image-5861" title="Serang (akan) Menyerang 2" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/lambang_kota_serang.jpg" alt="Lambang Kota Serang" width="400" height="397" /><p class="wp-caption-text">Lambang Kota Serang</p></div>
<p style="text-align: justify;">Setahun lalu, saya sempat melintas di Kota Serang saat menuju Kota Pandeglang untuk keperluan membuat sebuah filem dokumenter. Begitu kagetnya saya waktu itu, di sebuah kawasan pinggiran Kota Serang berdiri bangunan-bangunan ‘gigantik’ yang sangat mencolok. Setelah melintas barulah saya tahu bahwa ‘<em>superblock</em>’ itu adalah kawasan pusat pemerintahan Propinsi Banten yang akan digunakan dalam beberapa tahun mendatang. Dari pengalaman melihat bangunan ini, saya ingat kembali tentang predikat Propinsi Banten sebagai salah satu Propinsi kaya di Indonesia yang disebutkan media. Secara visual pemerintah Banten sepertinya ingin memperlihatkan ‘kejayaan’ Banten yang memang memiliki sejarah panjang sebagai kawasan maju pada masa Kesultanan Banten.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari hasil <em>surfing</em> saya itu, diketahui bahwa Kota Serang yang ditetapkan sebagai kotamadya pada tanggal 2 November 2007 ini terdiri dari enam kecamatan yang terdiri dari; Kecamatan Serang, Kecamatan Cipokok Jaya, Kecamatan Curug, Kecamatan Kasemen, Kecamatan Taktakan dan Kecamatan Walantaka. Kota Serang memiliki luas 266,74 km² dan penduduknya berjumlah 501.562 jiwa. Sama seperti berbagai kota dan kabupaten di era otonomi ini, Kota Serang juga memiliki moto yaitu ‘Kota Serang Madani’. Dalam situs pemerintahan yang saya baca, moto ini merupakan bentuk kemandirian daerah. Madani memberikan arti luas untuk pengayoman masyarakat, <em>civil society </em>yang mengedepankan musyawarah untuk mufakat, serta berbudaya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dilihat dari kesejarahan, membaca Kota Serang tidak lepas dari bagaimana Banten tumbuh dan berkembang hingga sekarang. Saya menemukan sekelumit sejarah kejayaan Kesultanan Banten, namun hanya satu kalimat yang menyebutkan Serang’sebagai wilayah kesultanan Banten. Jadi, untuk menuliskan sejarah kota ini perlu riset dan kerja keras. Dari catatan-catatan yang dituliskan Multatuli, Kota Serang menjadi pusat pemerintahan kolonial Karesidenan Banten. Itu pun masih sangat kabur.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<div id="attachment_5863" class="wp-caption alignnone" style="width: 490px"><img class="size-full wp-image-5863" title="Serang (akan) Menyerang 4" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/multatuli1a.jpg" alt="Multatuli" width="480" height="600" /><p class="wp-caption-text">Multatuli</p></div>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;"><span style="color: #ff6600;"><strong>Sekelumit Tentang Banten</strong></span><br />
 </span></p>
<p style="text-align: justify;">Dari catatan sejarah yang terdapat dalam situs resmi Propinsi Banten tertulis bahwa Banten pada masa lalu merupakan sebuah daerah dengan kota pelabuhan. Pada abad ke-7 Banten sudah menjadi pelabuhan internasional. Islam diyakini telah masuk dan berakulturasi dengan budaya setempat pada 1513 (Tome Pires). Islam dibawa oleh Sunan Ampel, kemudian Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) yang seluruh kisahnya terekam dalam naskah <em>Carita Purwaka Caruban Nagari.</em> Bupati Banten menikahkan adiknya, yang beernama Nyai Kawunganten dengan Syarif Hidayatullah yang kemudian melahirkan dua anak yang diberi nama Ratu Wulung Ayu dan Hasanuddin sebagai cikal bakal Kerajaan Islam (Djajadiningrat, 1983:161). Sunan Gunung Jati menentukan posisi istana, benteng, pasar, dan alun-alun yang harus dibangun di dekat kuala Sungai Banten yang kemudian diberi nama Surosowan. Pada tahun 1552 Masehi, Banten yang tadinya hanya sebuah kadipaten diubah menjadi negara bagian Demak dengan dinobatkannya Hasanuddin sebagai raja di Kesultanan Banten dengan gelar Maulana Hasanuddin Panembahan Surosowan (Pudjiastuti, 2000:61).    Dalam usahanya membangun Banten, Maulana Hasanuddin sebagai Sultan Banten pertama (1522-1570), menitikberatkan pada pengembangan sektor perdagangan dengan lada sebagai komoditas utama. Wilayah kekuasaan Banten, yaitu Jayakarta, Lampung, dan terjauh yaitu dari Bengkulu (Tjandrasasmita,1975:323).    Pada 1527, Sunda Kalapa sebagai salah satu pelabuhan terbesar berhasil ditaklukkan, dan mengganti namanya menjadi Jayakarta.   Pasca wafatnya Maulana Hasanuddin, pemerintahan dilanjutkan oleh Maulana Yusuf (1570-1580). Kemudian Sultan Abul Mufakir Mahmud Abdul Kadir (1596-1651). Pada tahun 1651 Sultan Abul Mufakir Mahmud Abdul Kadir digantikan oleh Pangeran Adipati Anom Pangeran Surya, putra Abu al-Ma&#8217;ali Ahmad atau Pangeran Ratu Ing Banten atau Sultan Abufath Abdulfattah atau yang lebih dikenal dengan Sultan Ageng Tirtayasa (1651-1672). Sultan Ageng Tirtayasa membawa Banten ke puncak kejayaannya. Tragisnya ia dikudeta oleh anaknya sendiri Sultan Haji yang membawa kehancuran kesultan Banten <a href="http://www.bantenprov.go.id" target="_blank">( http://www.bantenprov.go.id )</a>.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<div id="attachment_5860" class="wp-caption alignnone" style="width: 490px"><img class="size-full wp-image-5860" title="Serang (akan) Menyerang" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/27maret07.jpg" alt="Sultan Ageng Tirtayasa" width="480" height="544" /><p class="wp-caption-text">Sultan Abufath Abdulfattah atau Sultan Ageng Tirtayasa</p></div>
<p style="text-align: justify;">Dari catatan yang masih sangat sedikit inilah Program akumassa mulai di Kota Serang dalam satu bulan ke depan. Forum Lenteng bekerjasama dengan tiga kampus yaitu Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA), Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Wangsa Jaya Banten (STIKOM WJB), dan Institut Agama Islam Negri(IAIN) Maulana Hasanudin, Banten, diwakili oleh para mahasiswanya atas kordinasi para dosen.  Mereka kini tergabung dalam sebuah payung bernama Komunitas Sebumi. akumassa juga bekerjasama dengan Yayasasan Rekonvasi Bhumi—sebuah lembaga swadaya masyarakat yang melakukan pendampingan masyarakat dalam kesadaran menjaga lingkungan. Lembaga ini dengan prestasinya telah mendaptakan Anugrah Kalpataru dari Pemerintah Indonesia. Sebuah penghargaan yang sangat penting dalam lingkungan hidup dari pemerintah.</p>
<p style="text-align: justify;">Secara oraganisasi Forum Lenteng berharap program akumassa yang dikembangkan oleh tiga kampus yang berbeda ini dapat menjadi modal awal untuk mengembangkan penggunaan media di masyarakat. Dari pengalaman saya mencari sumber-sumber informasi ‘dasar’ tentang Kota Serang, dapat menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya mengemas informasi tentang sebuah lokasi untuk publik. Untuk itu kita dapat memberikan kontribusi kepada sejarah kota ini. Dan saya yakin Komunitas Sebumi yang menjadi pengikat para partisipan dari berbagai latar belakang ini akan bisa ‘menyerang’ kita dengan informasi-informasi objektif yang memang menjadi bagian dari publik.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #808080;">Hafiz<br />
 Ketua Forum Lenteng Jakarta</span></strong></p>
<p><em><span style="color: #808080;">*Data di ambil dari berbagai sumber</span></em></p>
<p><em><span style="color: #808080;"><form method="post" action=""><input type="hidden" name="ip" value="38.107.191.114" /><p>Your email:<br /><input type="text" name="email" value="Enter email address..." size="20" onfocus="if (this.value == 'Enter email address...') {this.value = '';}" onblur="if (this.value == '') {this.value = 'Enter email address...';}" /></p><p><input type="submit" name="subscribe" value="Subscribe" />&nbsp;<input type="submit" name="unsubscribe" value="Unsubscribe" /></p></form>
<br />
</span></em></p>


<p>Artikel terkait:<ol><li>&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp<a href='http://akumassa.org/program/rangkasbitung-lebak-banten/workshop-video-pemuda-pemudi-kompleks-untirta-serang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Workshop Video:  Pemuda-Pemudi Kompleks UNTIRTA, Serang'>Workshop Video:  Pemuda-Pemudi Kompleks UNTIRTA, Serang</a></li>
<li>&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp<a href='http://akumassa.org/program/rangkasbitung-lebak-banten/pemutaran-video-akumassa-kampus-untirta-serang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pemutaran Video akumassa, Kampus UNTIRTA-Serang'>Pemutaran Video akumassa, Kampus UNTIRTA-Serang</a></li>
<li>&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp<a href='http://akumassa.org/program/rangkasbitung-lebak-banten/lebak-dimana/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Lebak, Dimana?'>Lebak, Dimana?</a></li>
</ol></p><br />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akumassa.org/pengantar/serang-akan-menyerang/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>The Loss of The Real</title>
		<link>http://akumassa.org/kontribusi/bandung-jawa-barat/the-loss-of-the-real/</link>
		<comments>http://akumassa.org/kontribusi/bandung-jawa-barat/the-loss-of-the-real/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jul 2010 00:47:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akumassa</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bandung, Jawa Barat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akumassa.org/?p=5845</guid>
		<description><![CDATA[Ketika baru tiba kembali di Jakarta sepulang dari Bandung, saya langsung membuka komputer dan mengakses situs jejaring sosial facebook untuk melihat apakah ada notification baru.

Ketergantungan saya dengan dunia maya sudah berada dalam tahap akut. Selain itu, hari-hari saya akan terasa kurang apabila telepon genggam tidak ada di tangan saya. Karena walaupun hanya sekali sehari, berbalas [...]


Tak ada artikel yang terkait.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Ketika baru tiba kembali di Jakarta sepulang dari Bandung, saya langsung membuka komputer dan mengakses situs jejaring sosial <em>facebook</em> untuk melihat apakah ada <em>notification</em> baru.</p>
<div id="attachment_5847" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-large wp-image-5847" title="the loss of the real" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/agung-hujatnikojenong-saat-470x352.jpg" alt="Pembukaan pameran seni The Loss of The Real" width="470" height="352" /><p class="wp-caption-text">Pembukaan pameran seni The Loss of The Real</p></div>
<p><span id="more-5845"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Ketergantungan saya dengan dunia maya sudah berada dalam tahap akut. Selain itu, hari-hari saya akan terasa kurang apabila telepon genggam tidak ada di tangan saya. Karena walaupun hanya sekali sehari, berbalas pesan lewat <em>SMS</em> juga sudah menjadi santapan sehari-hari yang tidak bisa dihilangkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitulah, saya yang merupakan ‘aku’ bagian dari ‘massa’, terutama massa di jaman yang serba canggih ini, tidak bisa melepaskan diri dari teknologi dan dunia <em>digital</em>. Perkembangan teknologi tidak bisa dihambat. Perusahaan-perusahaan besar terus menghasilkan produk-produk mutakhir dengan berbagai inovasi demi memenuhi tuntutan dan kenyamanan konsumen. Segala aktivitas manusia kini terbantu dengan kehebatan teknologi-teknologi tersebut, yang kemudian menjadikan permasalahan waktu dan jarak bukan lagi sebagai suatu kendala yang perlu dikhawatirkan. Perkembangan teknologi memberikan andil yang besar dalam permasalahan komunikasi, informasi, dan interaksi. Seseorang bisa merasa dekat dengan orang yang lain meskipun mereka berada di tempat yang saling berjauhan satu sama lain, disebabkan oleh tekonologi yang serba canggih saat ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, kemajuan teknologi yang begitu pesat sepertinya membawa masalah baru. Meskipun teknologi sangat membantu komunikasi, tetapi dia memberikan kenyataan bahwa semakin berkurangnya interaksi yang terjadi antara manusia yang satu dengan manusia lain secara langsung, yang kemudian mengurangi pula proses sosialisasi di antara mereka. Teknologi mutakhir seolah-olah mengantarkan kita ke dalam dunia yang tidak nyata, atau kita sebut saja sebagai ‘kenyataan yang berbeda’. Dengan keberadaan teknologi ini, yang sebagian besar menyajikan kecanggihan akan dunia <em>digital</em> atau dunia <em>cyber</em>, realitas kehidupan yang dimiliki manusia serasa hilang dan menjadi tidak penting. Manusia menjadi terbuai dengan teknologi.</p>
<div id="attachment_5846" class="wp-caption alignnone" style="width: 470px"><img class="size-full wp-image-5846" title="the loss of the real 2" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/ruangan-pameran-forum-lente.jpg" alt="Beberapa pengunjung pameran sedang melihat karya video Forum Lenteng" width="460" height="345" /><p class="wp-caption-text">Beberapa pengunjung pameran sedang melihat karya video Forum Lenteng</p></div>
<p style="text-align: justify;">Saya rasa seperti itulah rangkuman pemikiran yang dapat saya tangkap dari pernyataan Agung Hujatnikajenong, Kurator Selasar Sunaryo Art Space, yang sempat saya temui di Bandung saat menghadiri pembukaan pameran di Selasar Sunaryo. Dan mungkin juga Pameran Seni<em> The Loss of  The Real</em> ini dihelatkan karena kesadaran yang dimiliki oleh Sang Kurator akan dampak dari kemajuan teknologi, yang apabila tidak kita sadari, akan memberikan masalah baru yang cukup serius dan membutuhkan perhatian dari kita semua.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari tulisan di website Selasar Sunaryo saya mengetahui bahwa Pameran Seni<em> The Loss of The Real</em> adalah salah satu rangkaian acara yang ada di Selasar Sunaryo Art Space, yang diadakan pada tanggal 19 Juli hingga 1 Agustus 2010, dan pembukaan pada hari  Minggu, 18 Juli 2010. Dalam acara pameran ini, Kurator Selasar Sunaryo Art Space, Agung Hujatnikajenong, mengetengahkan tema kuratorial <em>The Loss of The Real </em>yang mengangkat fenomena tentang kehilangan yang nyata akibat dari kemajuan teknologi dan perkembangan dunia <em>digital</em>. Lebih jauh lagi, pameran ini pada dasarnya merupakan suatu porovokasi, yang mencoba menyadarkan khalayak akan permasalahan yang sedang terjadi di masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Pameran ini mencerminkan situasi di abad informasi yang membuat dunia semakin terkoneksi namun menjadi kian transparan. Kenyataan di abad 21 telah mengalami suatu pergeseran dari kenyataan yang selama ini dikenal oleh manusia ke suatu kenyataan lingkungan yang dimediasi oleh teknologi dan media global, yaitu televisi, internet, dan budaya digital. Media menghubungkan kita sangat dekat, tetapi akhirnya memisahkan kita dari ‘yang sebenarnya’.</p>
<p style="text-align: justify;">Pameran<em> The Loss of The Real</em> menampilkan karya-karya dari para seniman yang berasal dari Indonesia, Jepang, Perancis, dan Pakistan. Pameran ini bertujuan untuk membahas seni masa kini, sebagai daerah yang bebas dari linear dan progresifitas sejarah dari aspek teknologi. Pameran ini bukan berfokus pada pentingnya penggunaan suatu teknologi, melainkan menekankan perantaraan pesan, yang berhubungan dengan keindahan seni dan pendekatan sosial terhadap yang ‘nyata’ dan yang ‘khayal’.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone size-large wp-image-5856" title="lossofthereal-akumassa1" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/lossofthereal-akumassa1-470x987.jpg" alt="" width="470" height="987" /></p>
<p style="text-align: justify;">Peserta yang berpartisipasi dalam acara ini antara lain adalah Daito Manabe (Jepang); Takao Minami (Jepang); Romain Osi (Perancis); Benjamin L. Amant (Perancis); Amar Mahboob (Pakistan); Agan Harahap (Indonesia); Forum Lenteng/akumassa dan jurnalfootage (Indonesia); Bandung Oral History (Indonesia); Deden Hendan Durahman (Indonesia); Dimas Arif Nugroho (Indonesia); Jompet (Indonesia); Prilla Tania (Indonesia); Venzha/House of Natural Fiber (Indonesia); dan Widianto Nugroho (Indonesia).</p>
<p style="text-align: justify;">Saya sendiri yang ikut aktif dalam program akumassa milik Forum Lenteng, mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan <em>display</em>, sehari sebelum pembukaan pameran. Yang diutus dari Forum Lenteng untuk menghadiri pembukaan adalah saya, Rio, Bagasworo Aryaningtyas, dan Tienatalia Sitorus.</p>
<div id="attachment_5848" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-large wp-image-5848" title="the loss of the real 3" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/menempel-sketsa-sehari-sebe-470x626.jpg" alt="Saat display di Selasar Sunaryo Art Space" width="470" height="626" /><p class="wp-caption-text">Saat display di Selasar Sunaryo Art Space</p></div>
<p style="text-align: justify;">Hari itu, kami berempat bekerja penuh selama satu hari menempel berbagai skestsa dan coretan-coretan tangan para aktivis akumassa dari berbagai <em>workshop</em> di dinding ruangan pameran dengan lem kayu, persis seperti Antonio Ricci yang menempel poster di dinding gedung-gedung kota dalam filem <em>The Bicycle Thief.</em> Pada malam harinya, kami diijinkan menginap di penginapan yang telah disediakan oleh pihak Selasar Sunaryo. Keeseokan harinya, pada pagi hari sebelum kembali bekerja di ruangan pameran untuk <em>finishing </em>terkahir, kami berempat menikmati sajian kopi hangat sambil menikmati pemandangan yang terbentang di depan penginapan. Pikiran saya pun melayang kepada kebiasaan Danny dan teman-temannya yang menikmati pagi hari sebangun dari tidur sambil menikmati anggur dalam cerita <em>Dataran Tortilla.</em></p>
<div id="attachment_5849" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-large wp-image-5849" title="teh loss of the real" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/ruangan-pamearn-forum-lente-470x352.jpg" alt="ruang pameran Forum Lenteng (saat display)" width="470" height="352" /><p class="wp-caption-text">ruang pameran Forum Lenteng (saat display)</p></div>
<p style="text-align: justify;">Acara pembukaan Pameran Seni <em>The Loss of The Real </em>dimulai pada pukul tujuh malam. Jadwal itu adalah jadwal yang tertera di katalognya, tetapi seingat saya, acara baru dimulai kira-kira setengah jam setelah adzan Isya berkumandang. Sang Kurator, Agung Hujatnikajenong memberikan kata sambutan dalam Bahasa Inggris, di mana isinya lagi-lagi menekankan tentang pentingnya kesadaran kita akan fungsi dari teknologi dan media yang sesungguhnya sehingga kita tidak terbuai dalam kenyataan yang berbeda itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa saat setelah acara pembukaan, saya menyempatkan diri untuk mengobrol, yang sebenarnya lebih terkesan seperti wawancara, dengan Mas Agung (begitulah saya menyapanya) sekadar untuk mengetahui kesan dan pesannya tentang pameran yang ia kuratori. Percakapan saya dengan Mas Agung sempat saya rekam di <em>handphone</em> saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya : Ini kan, udah selesai pembukaan. Pertama sekali <em>pengen</em> tahu perasaan Mas Agung setelah acara pembukaan ini?</p>
<p style="text-align: justify;">Agung : Ya, <em>seneng aja,</em> ya, udah dibuka. Tujuannya kan <em>emang</em> supaya bisa dilihat banyak orang, jadi <em>ngelihat</em> antusias semua orang yang ke pameran ini, jumlah orang kayaknya lebih dari dua ratus, ya, itu saya pikir <em>udah</em> tanda bagus lah untuk pameran ini. Mungkin untuk hari-hari selanjutnya akan tambah banyak lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya : Mengenai<em> The Loss of The Real</em> sendiri, itu konsepnya bisa Mas Agung jabarkan,<em> nggak</em>?</p>
<p style="text-align: justify;">Agung : Ya konsepnya sebenarnya, judulnya sendiri itu kayak provokasi gitu, ya. Provokasi bahwa, <em>ng…</em> apa yang selama ini kita sebut sebagai kenyataan itu sudah hilang, <em>gitu lho! </em>Sudah hilang karena, ng… mungkin <em>udah </em>sepuluh dua puluh tahun belakangan, kan, kehidupan masyarakat, <em>gitu</em>, terutama, sudah tidak bisa terpisahkan lagi dengan media, <em>gitu</em>, dan media… yang sangat dominan sekarang ini adalah <em>digital</em> media, <em>gitu kan?</em> Digital media itu, ya, memang dulu dia diciptakan untuk, <em>ng… </em>membuat komunikasi menjadi lancar, tapi di sisi lain juga dia memisahkan interaksi langsung,<em> ng… </em>fisikal, misalnya orang sekarang lebih <em>pengen ngomong</em> lewat <em>handphone</em> atau lewat internet, gitu, daripada ketemu langsung. Jadi, yang dulu kita sebut nyata, misalnya saya ketemu kamu sekarang, itu sekarang udah tergantikan lah oleh kebudayaan baru. Jadi itu, <em>ng… </em>latar belakangnya kenapa judul itu, gitu. Nah, pameran itu sendiri justru pengen menawarkan sesuatu yang, <em>ng…</em> apa namanya, melawan provokasi itu sendiri, <em>gitu</em>. Jadi, makanya karya-karya yang ditampilkan justru tidak semuanya <em>digital,</em> gitu, dan tidak semuanya,<em> ng…</em> juga, berbicara soal… cuma berbicara soal teknologi, gitu, teknologi media, tapi ada pendekatan sosial, seperti Forum Lenteng, kemudian ada yang sangat analog, karya-karya yang kinetik, analog, gitu, juga karya-karya yang menggunakan <em>programming</em> yang sangat <em>advanced, gitu lho!</em> Itu saya campur aja, dulu kan ada pembagian antara ‘media lama’ dan ‘media baru’,<em> nah</em>, sekarang itu saya pikir, juga untuk melawan provokasi yang tadi itu, ya. Saya pikir, sebenarnya kenyataannya nggak gitu juga, bahwa sebenarnya yang analog, yang kinetik dan tradisional gitu, ya, juga sebenarnya masih bisa berbicara sebagai medium artistik.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya : Ya, dari pengutaraan Mas Agung tadi, berkaitan dengan tulisan yang Mas bikin di sana itu, ya, yang katanya <em>digital</em> itu bukan segalanya, bahwa sesungguhnya interaksi di masyarakat itu masih bisa ada. Nah, sekarang yang pengen saya pribadi, <em>pengen</em> tahu, pendapat Mas gimana, karena perkembangan teknologi jaman sekarang <em>nggak</em> bisa dihambat. Itu bagaimana? Interaksi semakin berkurang, teknologi semakin maju…?</p>
<p style="text-align: justify;">Agung : Makanya sebenarnya dengan beragam media ini, dengan memasukan lagi media-media analog, ya, sebenarnya ya media <em>digital </em>memang akan semakin dominan,<em> gitu</em> ya, dalam kehidupan masyarakat, tapi yang penting adalah bagaimana refleksi kita terhadap media itu sendiri, bahwa dia itu <em>cuman</em> sebagai… apa ya, sebagai, <em>ng… </em>perangkat lah, bukan sesuatu yang… seharusnya… merubah kebudayaan kita, <em>gitu lho!</em> Justru yang, <em>ng… </em>apa namanya… diharapkan melalui pameran ini,<em> tuh,</em> kita punya sikap-sikap reflektif,<em> gitu </em>ya, reflektif terhadap media, punya jaraklah, <em>gitu. </em>Punya jarak kritis juga, tidak semerta-merta hanya menjadi<em> user</em> yang… yang pasif, <em>gitu</em> ya, tapi punya… sadar media, <em>gitu! </em>Punya jaraklah, sikap reflektif itu, saya pikir penting, itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya : Terus mengenai konsep pamerannya sendiri, ini kan mengenai <em>digital, </em>terus kenapa Mas Agung menyajikannya dengan, kalau Mas Agung kemarin istilahkah ‘ribut’ gitu. Kenapa harus disajikan dengan <em>art</em> yang seperti itu?</p>
<p style="text-align: justify;">Agung :  Karena sebenarnya seni media sendiri kan sebuah disiplin yang lahir dari teknologi media itu, dan, <em>ng…</em> apa namanya… saya pikir perkembangan artisitik, ya, pokoknya perkembangan seni media ini sebenarnya merefleksikan apa yang terjadi, <em>gitu.</em> Yang terjadi itu sebetulnya, ya, yang… yang digital itu bukan yang paling semuanya lah, bukan yang segalanya itu, yang saya bilang. Justru dengan menghadirkan karya-karya yang analog, yang mungkin yang ‘ribut’ tadi, ada yang <em>pake chemical</em>, ada yang <em>pake…</em> yang kaya Forum Lenteng persentasinya lebih kepada metode, bagaimana Forum Lenteng membuat proyek-proyeknya, <em>gitu</em> ya, itu kan sisi-sisi yang menunjukkan bahwa seniman-seniman itu justru punya jarak kritis terhadap media, jadi media <em>cuman</em> sekadar perangkat <em>aja, gitu</em>. Yang lebih penting adalah mungkin pesan sosialnya yang bisa memancing refleksi itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya : Pendapat pribadi Mas Agung sendiri terhadap akumassa milik Forum Lenteng, bagaimana?</p>
<p style="text-align: justify;">Agung : Saya suka<em> banget</em>, ya. Sama proyek-proyeknya saya suka <em>banget. Ng… </em>dan itu saya pikir bentuk proyek, ya, bentuk inisiatif Forum Lenteng, akumassa itu bentuk inisiatif yang cocok di negara-negara dunia ketiga, saya pikir. Jadi justru media itu harus diberdayakan, bukan jadi sebagai alat panutan, <em>gitu.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Saya : Terus, terakhir, harapan Mas Agung kedepannya terhadap pameran ini gimana?</p>
<p style="text-align: justify;">Agung : Ya pameran itu, kan, pada dasarnya harus ada… kalau dibilang hasil mungkin… paling tidak itu, <em>ng… </em>ada kesadaran lah yang timbul,<em> gitu</em>, di penonton pameran,<em> gitu </em>ya. <em>Ng… </em>ya untuk bisa lebih, lebih punya jarak aja pada media.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikianlah percakapan singkat saya dengan Sang Kurator Selasar Sunaryo Art Space selepas acara pembukaan Pameran Seni <em>The Loss of The Real. </em>Pesan yang paling penting adalah bagaimana kita bisa menimbulkan kesadaran kita terhadap media, bahwa teknologi bukan segalahnya, dan bahwa sesungguhnya media bisa menjadi alat yang memiliki fungsi luar biasa apabila kita bisa memanfaatkannya dengan tepat. Hal itu juga selalu ditekankan oleh para fasilitator kepada saya sewaktu mengikuti <em>workshop </em>akumassa di Forum Lenteng.</p>
<p style="text-align: justify;">Pengalaman mengikuti pameran seni di Bandung itu banyak memberikan bahan pembelajaran kepada saya. Pengalaman itu tidak akan terlupakan, apalagi cuaca dingin yang selama satu hari membuat badan saya menggigil, terutama pada saat malam pambukaan pameran.<br />
 <form method="post" action=""><input type="hidden" name="ip" value="38.107.191.114" /><p>Your email:<br /><input type="text" name="email" value="Enter email address..." size="20" onfocus="if (this.value == 'Enter email address...') {this.value = '';}" onblur="if (this.value == '') {this.value = 'Enter email address...';}" /></p><p><input type="submit" name="subscribe" value="Subscribe" />&nbsp;<input type="submit" name="unsubscribe" value="Unsubscribe" /></p></form>



<p>Tak ada artikel yang terkait.</p><br />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akumassa.org/kontribusi/bandung-jawa-barat/the-loss-of-the-real/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Satu Kisah di Malam Perjalanan</title>
		<link>http://akumassa.org/program/padang-panjang-sumatera-barat/satu-kisah-di-malam-perjalanan/</link>
		<comments>http://akumassa.org/program/padang-panjang-sumatera-barat/satu-kisah-di-malam-perjalanan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jul 2010 00:45:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akumassa</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Padang Panjang, Sumatera Barat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akumassa.org/?p=5813</guid>
		<description><![CDATA[Aku : &#8220;Ibu maaf, kenapa makannya pakai kantong plastik segala?&#8221;
Ibu : &#8220;Tak ada, pengen aja aku makan kayak gini..&#8221;

Pertanyaan pertamaku di atas menjadi kalimat pembuka antara aku dengan seorang ibu muda yang sama sekali belum pernah aku lihat sebelumnya. Jika aku tidak satu mobil dengannya, mungkin malam perjalananku dengan temanku Fadly Capaik sepulang dari kota [...]


Artikel terkait:<ol><li>&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp<a href='http://akumassa.org/program/pemenang-lombok-utara-ntb/kisah-perjalanan-menuju-mataram/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kisah Perjalanan Menuju Mataram'>Kisah Perjalanan Menuju Mataram</a></li>
<li>&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp<a href='http://akumassa.org/program/padang-panjang-sumatera-barat/sehari-dua-malam-di-vi_chienet/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sehari Dua Malam di Vi_Chie@Net'>Sehari Dua Malam di Vi_Chie@Net</a></li>
<li>&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp<a href='http://akumassa.org/kontribusi/klaten-jawa-tengah/jakarta-klaten-cerita-sebuah-perjalanan-bersama-kereta-bengawan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cerita Sebuah Perjalanan Bersama Kereta Bengawan'>Cerita Sebuah Perjalanan Bersama Kereta Bengawan</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Aku : &#8220;<em>Ibu maaf, kenapa makannya pakai kantong plastik segala?&#8221;</em></p>
<p>Ibu : <em>&#8220;Tak ada, pengen aja aku makan kayak gini..&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone size-large wp-image-5818" title="satu kisah di malam perjalanan5" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/6-470x376.jpg" alt="" width="470" height="376" /></p>
<p style="text-align: justify;">Pertanyaan pertamaku di atas menjadi kalimat pembuka antara aku dengan seorang ibu muda yang sama sekali belum pernah aku lihat sebelumnya. Jika aku tidak satu mobil dengannya, mungkin malam perjalananku dengan temanku Fadly Capaik sepulang dari kota Medan, tidak akan memiliki satu kisah untuk diceritakan.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-5813"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Mobil yang kami naiki adalah bus ALS (Arus Lintas Sumatra), sekitar jam 11 mobil tersebut berhenti di Rumah Makan Mandira, Desa Slompang Penyabungan. Fadly Capaik yang sudah tertidur pulas tidak ikut makan denganku. Dengan membawa satu kamera video aku turun dari mobil dan duduk di meja yang belum ada orangnya. Beberapa saat kemudian seorang perempuan berbadan kurus duduk tepat di hadapanku. Setelah dia memesan nasi, badannya bergerak ke luar dari kursinya dan menggontaikan kakinya pergi ke kamar kecil. Mataku cukup terhipnotis melihat geraknya, sesaat kemudian dia kembali lagi ke tempat duduknya.</p>
<div id="attachment_5814" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-large wp-image-5814" title="satu kisah di malam perjalanan 1" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/bus-als-arus-lintas-sumatra-470x376.jpg" alt="Bus ALS yang aku tumpangi" width="470" height="376" /><p class="wp-caption-text">Bus ALS yang aku tumpangi</p></div>
<p style="text-align: justify;">Makanan yang dipesannya sudah menunggu. Saat mau makan, dia tidak terlebih dahulu mencuci tanganya tapi justru membungkus tangannya dengan kantong plastik berwarna merah yang dimintanya kepada pelayan RM Mandira. Tingkahnya yang aneh ini lah yang mendorongku untuk menghidupkan kamera video yang aku bawa tadi dan menaruhnya di atas meja. Diam-diam lensa kamera aku arahkan ke hadapannya, tanpa melihat seperti apa <em>frame</em>-nya nanti, aku langsung menekan tombol merah yang ada di samping <em>viewfinder. </em></p>
<p>Berikut hasil rekaman lanjutan dialog  kami:</p>
<p>Ibu : <em>&#8220;Kamu wartawan ya?&#8221;</em></p>
<p>Aku :<em> &#8220;Nggak&#8230;&#8221;</em></p>
<p>Ibu : <em>&#8220;Terus kenapa kamu dari tadi bawa-bawa kamera?&#8221;</em></p>
<p>Aku :<em> &#8220;Buat dokumentasi perjalanan aku aja, Bu.&#8221;</em></p>
<p>Ibu :<em> &#8220;Emang, kamu dari mana?&#8221;</em></p>
<p>Aku :<em> &#8220;Dari Medan, kalau ibu dari mana?&#8221;</em></p>
<p>Ibu :<em> &#8220;Dari Porseya&#8221;</em></p>
<p>Aku : <em>&#8220;Porseya itu di Medan juga?&#8221;</em></p>
<p>Ibu : <em>&#8220;Bukan, Poserya itu di Tobasa Samosir, di sekitar Danau Toba.&#8221;</em></p>
<p>Aku : <em>&#8220;Ibu mau pergi ke mana?&#8221;</em></p>
<p>Ibu : <em>&#8220;Ke Palembang&#8230;&#8221;</em></p>
<p>Aku : <em>&#8220;Ibu orang Palembang?&#8221;</em></p>
<p>Ibu : <em>&#8220;Bukan, aku orang Jawa. ibu bapakku orang Jawa. Mereka beli rumah di Palembang, tapi sekarang sudah meninggal keduanya.&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone size-large wp-image-5817" title="satu kisah di malam perjalanan4" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/4-470x376.jpg" alt="" width="470" height="376" /></p>
<p>Aku : <em>&#8220;Ke Palembang ngapain?&#8221;</em></p>
<p>Ibu : <em>&#8220;Kabur, pergi ke tempat abangku.&#8221;</em></p>
<p>Aku : <em>&#8220;Kabur dari rumah maksudnya, Bu?&#8221;</em></p>
<p>Ibu : <em>&#8220;Iya, aku habis dipukulin sama suamiku. Dari tadi aku kenyang sama makan tangannya saja, belum ada aku makan nasi sama sekali. Ini badanku sakit-sakit semua, kepala benjol depan belakang, dadaku sesak, perutku mual, tadi di belakang aku muntah. Makan nasi ini, terasa tak makan aku.&#8221;</em></p>
<p>Aku : <em>&#8220;Sebelumnya sudah pernah dipukul juga?&#8221;</em></p>
<p>Ibu : <em>&#8220;Udah tak kehitung lagi, pokoknya seringlah dia mukul. Suka mecahin barang juga. Ya..tersiksalah aku Tong..&#8221;</em></p>
<p>Aku :<em> &#8220;Berarti ibu sudah sering kabur juga?&#8221;</em></p>
<p>Ibu : <em>&#8220;Belum… belum pernah Tong. Masih bertahan aku. Sekarang tak tahan lagi aku.&#8221;</em></p>
<p>Aku : <em>&#8220;Anak ibu berapa orang?&#8221;</em></p>
<p>Ibu : <em>&#8220;Empat orang. Paling besar perempuan, sudah sekolah, kelas 1 SMP. Pintar anakku, sering dapat ranking.&#8221;</em></p>
<p>Aku : <em>&#8220;Mereka tahu ibu kabur?&#8221;</em></p>
<p>Ibu : <em>&#8220;Tahu, minta permisi aku sama anak-anak. Aku bilang, Kalau mama’ bukan pergi tuk selamanya. Nanti mama’ pasti pulang lagi, sekarang biar bapakmu sadar dulu sama kelakuannya.&#8221;</em></p>
<p>Aku : <em>&#8220;Waktu suami Ibu mukulin, anak-anak tahu?&#8221;</em></p>
<p>Ibu : <em>&#8220;Tahu, tapi anak-anak pada takut. Mereka pada lari semua.&#8221;</em></p>
<p>Aku : <em>&#8220;Siapa nama anak Ibu?&#8221;</em></p>
<p>Ibu : <em>&#8220;Paling besar namanya Melani.&#8221;</em></p>
<p>Aku : <em>&#8220;Sama kayak nama teman aku.&#8221;</em></p>
<p>Ibuk : <em>&#8220;Melani apa namanya?&#8221;</em></p>
<p>Aku : <em>&#8220;Putri Melani&#8221;</em></p>
<p>Ibu : <em>&#8220;Iya sama kali, anakku juga ada Putrinya. Tapi letaknya di belakang habis Melani. Melani Putri nama panjang anakku.&#8221;</em></p>
<p>Aku : <em>&#8220;Jangan-jangan anak ibu teman aku.&#8221; </em>(sambil ketawa kecil)</p>
<p>Ibu : <em>&#8220;Mungkin Tong..&#8221;</em> (sambil ketawa kecil juga)</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone size-large wp-image-5816" title="satu kisah di malam perjalanan3" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/3-470x376.jpg" alt="" width="470" height="376" /></p>
<p>Aku : <em>&#8220;Yang paling kecil umurnya berapa?&#8221;</em></p>
<p>Ibu : <em>&#8220;Umur 4 tahun, mau kubawa tadi. Tapi tak jadi, biar dia rasa gimana ngurus anak tanpa mama’nya. Barusan suamiku SMS.&#8221;</em></p>
<p>Aku : <em>&#8220;Apa isinya?&#8221;</em></p>
<p>Ibu : <em>&#8220;Aku diminta pulang dan katanya ibunya sudah disuruh pindah. Tak tinggal sama kita lagi.&#8221; <br />
 </em><br />
 Aku : <em>&#8220;Maksudnya?&#8221;</em></p>
<p>Ibu : <em>&#8220;Jadi selama ini aku tinggal sama mertua, mungkin ada pengaruhnya juga. Gaji suamiku dibagi dua sama mertuaku. Kadang aku cuma dikasih seperampat dari gaji suamiku.&#8221;</em></p>
<p>Aku : <em>&#8220;Mertua ibu sudah tua?&#8221;</em></p>
<p>Ibu :<em> &#8220;Belum tua-tua kalilah dia. Baru sekitar lima puluhan umurnya. Dari dulu dia tak pernah kerja, tiap hari bisanya makan tidur makan tidur saja.&#8221;</em></p>
<p>Aku : <em>&#8220;Mertua yang laki?&#8221;</em></p>
<p>Ibu : <em>&#8220;Bukan Tong, yang perempuan. mertua yang laki sudah meninggal.&#8221;</em></p>
<p>Aku : <em>&#8220;Suami Ibu kerjanya apa?&#8221;</em></p>
<p>Ibu : <em>&#8220;Pegawai negeri, kerja di Kantor Camat.&#8221;</em></p>
<p>Aku : <em>&#8220;Ibu kerja juga?&#8221;</em></p>
<p>Ibu : <em>&#8220;Aku jualan di SD Dolo Nauli. Dekat rumah aku.&#8221;</em></p>
<p>Aku : <em>&#8220;Oya, setelah terima SMS, Ibu tetap ke Palembang atau gimana?&#8221;</em></p>
<p>Ibu  : <em>&#8220;Tetap ke Palembanglah aku. Biar dijemputnya aku ke Palembang. Kalau dia masih sayang sama aku, mau berubah dia, jemput aku ke Palembang. Baru aku mau pulang.&#8221;</em></p>
<p>Aku : <em>&#8220;Suami Ibu orang mana?&#8221;</em></p>
<p>Ibu : <em>&#8220;Orang Batak. Kamu orang mana?&#8221;</em></p>
<p>Aku :<em> &#8220;Aku orang Padang.&#8221;</em></p>
<p>Ibu : <em>&#8220;Orang Padang baik-baik ya..&#8221;</em></p>
<p>Aku : <em>&#8220;Iya… begitulah Bu&#8230;&#8221;</em> (sedikit tersenyum kecil)</p>
<p>Ibu : <em>&#8220;Supirnya tadi di mana? Sudah selesai dia makan, kok tak nampak sama aku.&#8221;</em></p>
<p>Aku : <em>&#8220;Tadi ada tuh di situ. Mungkin lagi di kamar mandi.&#8221;</em></p>
<p>Ibu : <em>&#8220;ALS ini lama kali jalannya.&#8221;</em></p>
<p>Aku : <em>&#8220;Iya sih.. tapi supirnya cukup hati-hati bawa mobilnya.&#8221;</em></p>
<p>Ibu :<em> &#8220;Iya benar Tong.. supirnya cukup hati-hati.&#8221;</em></p>
<p>Aku : <em>&#8220;Umur Ibu sekarang berapa?&#8221;</em></p>
<p>Ibu : <em>&#8220;Aku kelahiran 76 (1976-Red). Suamiku kelahiran 72. (</em><em>1972-Red) Cukup jauh umurku sama dia. Tapi sekarang kelakuannya tak tahan aku.&#8221;</em></p>
<p>Aku : <em>&#8220;Nikah sudah berapa tahun?&#8221;</em></p>
<p>Ibu :<em> &#8220;Ya.. tambah satu tahunlah dari seumuran anakku yang pertama.&#8221;</em></p>
<p>Aku : <em>&#8220;Sebelum nikah, Ibu pacaran dulu sama suami?&#8221;</em></p>
<p>Ibu : <em>&#8220;Pacaran dulu. Setahun aku pacaran sama dia, habis itu langsung nikah. Padahal dulu dia baik sama aku. Mungkin karena pindah ke kampungnya dia.&#8221;</em></p>
<p>Aku : <em>&#8220;Sebelumnya tinggal di mana?&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Ibu : <em>&#8220;Habis nikah, setahun aku tinggal di Palembang. Lalu pindah ke Porseya sampai sekarang aku sering dipukul-pukulinya.&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone size-large wp-image-5815" title="satu kisah di malam perjalanan2" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/2-470x376.jpg" alt="" width="470" height="376" /></p>
<p style="text-align: justify;">Aku :<em> &#8220;Agama Ibu apa?&#8221;</em></p>
<p>Ibu :<em> &#8220;Islam.&#8221;</em></p>
<p>Aku :<em> &#8220;Kalau suami Ibu?&#8221;</em></p>
<p>Ibu : <em>&#8220;Kristen.&#8221;</em></p>
<p>Aku :<em> &#8220;Kristen apa?&#8221;</em></p>
<p>Ibu :<em> &#8220;Kristen Protestan.&#8221;</em></p>
<p>Aku :<em> &#8220;Waktu nikah?&#8221;</em></p>
<p>Ibu : <em>&#8220;Nikah secara Islam. Dia pindah ke Islam. Habis pindah ke kampungnya dia. Agamanya jadi Kristen lagi.&#8221; </em></p>
<p>Aku : &#8220;Kalau di rumah Ibu ada shalat?&#8221;</p>
<p>Ibu : <em>&#8220;Sudah tak pernah lagi aku shalat. Sejak pandah ke Poserya.&#8221;</em></p>
<p>Aku : <em>&#8220;Agama tetap Islam?&#8221;</em></p>
<p>Ibu : <em>&#8220;Agama aku tetap Islamlah. Tapi aku sampai mimpi-mimpi shalat. Kayak tadi malam aku mimpi lagi shalat.&#8221;</em></p>
<p>Aku :<em> &#8220;Terus anak Ibu agamanya apa?&#8221;</em></p>
<p>Ibu : <em>&#8220;Terserah dia.&#8221;</em></p>
<p>Aku :<em> &#8220;Sekarang anaknya dididik agama apa?&#8221;</em></p>
<p>Ibu : <em>&#8220;Agama bapaknya&#8230;&#8221;</em></p>
<p>Aku : <em>&#8220;Ke empatnya?&#8221;</em></p>
<p>Ibu :<em> &#8220;Iya keempatnya.&#8221;</em></p>
<p>Aku : <em>&#8220;Waktu lahir anak Ibu yang perempuan di-qamati?&#8221;</em></p>
<p>Ibu : <em>&#8220;Tak ada.&#8221;</em></p>
<p>Aku : <em>&#8220;Anak yang laki nggak di0adzani juga?&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Ibu : <em>&#8220;Tak ada. Tak pernah diqamati, tak pernah diadzani. Mereka lahir begitu saja.&#8221;</em></p>
<p>Aku : <em>&#8220;Sekarang anaknya yang perempuan waktu lahir ada disunat?&#8221;</em></p>
<p>Ibu : <em>&#8220;Tak ada juga. Tapi sebenarnya kalau sunat ini demi kesehatan Tong..&#8221;</em></p>
<p>Aku : &#8220;<em>Waktu hari besar Islam, gimana?&#8221;</em></p>
<p>Ibu : <em>&#8220;Pulanglah aku ke Palembang.&#8221;</em></p>
<p>Aku :<em> &#8220;Anak sama suami ikut?&#8221;</em></p>
<p>Ibu : <em>&#8220;Kadang ikut, kadang juga tak ikut dia.&#8221;</em></p>
<p>Aku : <em>&#8220;Kalau hari besar Kristen?&#8221;</em></p>
<p>Ibu : <em>&#8220;Di sini saja aku, ikut merayakannya juga.&#8221;</em></p>
<p>Aku : <em>&#8220;Nama Ibu siapa?&#8221;</em></p>
<p>Ibu : <em>&#8220;Tak usahlah kamu tau nama aku, Tong&#8230; Nanti aku malah dimasukin ke koran. Aduh perut aku sakit, aku mau cari obat magh dulu Tong… Biar saja air minumku dulu di sini.&#8221;</em></p>
<p>Aku :<em> &#8220;Iya.. Bu.&#8221;</em> (sambil mengangguk-ngangguk).</p>
<p style="text-align: justify;">Dialog kami hanya sampai di situ, karena durasi kaset videoku hanya tinggal beberapa detik lagi. Hingga tulisan ini selesai aku tulis, aku tidak pernah tahu siapa nama tokoh dalam cerita “Satu Kisah di Malam Perjalanan” yang terkadang memanggil namaku dengan sebutan Tong.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika kelak Melani sudah besar. Di suatu saat nanti, ketika dia menemukan tulisan ini di jurnal akumassa. Semoga Melani memberitahuku siapa nama ibunya.</p>
<form method="post" action=""><input type="hidden" name="ip" value="38.107.191.114" /><p>Your email:<br /><input type="text" name="email" value="Enter email address..." size="20" onfocus="if (this.value == 'Enter email address...') {this.value = '';}" onblur="if (this.value == '') {this.value = 'Enter email address...';}" /></p><p><input type="submit" name="subscribe" value="Subscribe" />&nbsp;<input type="submit" name="unsubscribe" value="Unsubscribe" /></p></form>



<p>Artikel terkait:<ol><li>&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp<a href='http://akumassa.org/program/pemenang-lombok-utara-ntb/kisah-perjalanan-menuju-mataram/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kisah Perjalanan Menuju Mataram'>Kisah Perjalanan Menuju Mataram</a></li>
<li>&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp<a href='http://akumassa.org/program/padang-panjang-sumatera-barat/sehari-dua-malam-di-vi_chienet/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sehari Dua Malam di Vi_Chie@Net'>Sehari Dua Malam di Vi_Chie@Net</a></li>
<li>&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp<a href='http://akumassa.org/kontribusi/klaten-jawa-tengah/jakarta-klaten-cerita-sebuah-perjalanan-bersama-kereta-bengawan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cerita Sebuah Perjalanan Bersama Kereta Bengawan'>Cerita Sebuah Perjalanan Bersama Kereta Bengawan</a></li>
</ol></p><br />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akumassa.org/program/padang-panjang-sumatera-barat/satu-kisah-di-malam-perjalanan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ulang Tahun Ke-7 Forum Lenteng</title>
		<link>http://akumassa.org/kontribusi/dki-jakarta/ulang-tahun-ke-7-forum-lenteng/</link>
		<comments>http://akumassa.org/kontribusi/dki-jakarta/ulang-tahun-ke-7-forum-lenteng/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2010 16:41:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akumassa</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[DKI Jakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akumassa.org/?p=5809</guid>
		<description><![CDATA[
Keluarga Besar akumassa mengucapkan,

&#8220;Selamat Ulang Tahun Ke-7 Forum Lenteng&#8221;
 
* * *


Artikel terkait:&#038;nbsp&#038;nbsp&#038;nbsp&#038;nbsp&#038;nbsp&#038;nbsp&#038;nbsp&#038;nbsp&#038;nbsp&#038;nbsp6 Tahun Forum Lenteng
&#038;nbsp&#038;nbsp&#038;nbsp&#038;nbsp&#038;nbsp&#038;nbsp&#038;nbsp&#038;nbsp&#038;nbsp&#038;nbspDi Lenteng Agung, Kami Berbagi Sebuah Kisah Tentang Peristiwa 12 Tahun Silam
&#038;nbsp&#038;nbsp&#038;nbsp&#038;nbsp&#038;nbsp&#038;nbsp&#038;nbsp&#038;nbsp&#038;nbsp&#038;nbspPerayaan 80 Tahun Sang Maestro Tari Topeng



Artikel terkait:<ol><li>&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp<a href='http://akumassa.org/media/6-tahun-forum-lenteng/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 6 Tahun Forum Lenteng'>6 Tahun Forum Lenteng</a></li>
<li>&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp<a href='http://akumassa.org/program/lenteng-agung-jakarta-selatan/di-lenteng-agung-kami-berbagi-sebuah-kisah-tentang-peristiwa-12-tahun-silam/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Di Lenteng Agung, Kami Berbagi Sebuah Kisah Tentang Peristiwa 12 Tahun Silam'>Di Lenteng Agung, Kami Berbagi Sebuah Kisah Tentang Peristiwa 12 Tahun Silam</a></li>
<li>&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp<a href='http://akumassa.org/kontribusi/indramayu-jawa-barat/perayaan-80-tahun-sang-maestro-tari-topeng-2/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Perayaan 80 Tahun Sang Maestro Tari Topeng'>Perayaan 80 Tahun Sang Maestro Tari Topeng</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-5808" title="Forum Lenteng 7 Tahun" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/7thforlen-akumassa.jpg" alt="" width="480" height="212" /></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff6600;"><span style="font-size: x-large;"><span style="font-family: georgia,palatino;">Keluarga Besar akumassa mengucapkan,<br />
</span></span></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff6600;"><span style="font-size: x-large;"><span style="font-family: georgia,palatino;">&#8220;Selamat Ulang Tahun Ke-7 Forum Lenteng&#8221;</span></span></span></p>
<p style="text-align: center;"> </p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff9900;"><span style="font-size: x-large;"><span style="font-family: georgia,palatino;">* * *</span></span></span></p>


<p>Artikel terkait:<ol><li>&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp<a href='http://akumassa.org/media/6-tahun-forum-lenteng/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 6 Tahun Forum Lenteng'>6 Tahun Forum Lenteng</a></li>
<li>&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp<a href='http://akumassa.org/program/lenteng-agung-jakarta-selatan/di-lenteng-agung-kami-berbagi-sebuah-kisah-tentang-peristiwa-12-tahun-silam/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Di Lenteng Agung, Kami Berbagi Sebuah Kisah Tentang Peristiwa 12 Tahun Silam'>Di Lenteng Agung, Kami Berbagi Sebuah Kisah Tentang Peristiwa 12 Tahun Silam</a></li>
<li>&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp<a href='http://akumassa.org/kontribusi/indramayu-jawa-barat/perayaan-80-tahun-sang-maestro-tari-topeng-2/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Perayaan 80 Tahun Sang Maestro Tari Topeng'>Perayaan 80 Tahun Sang Maestro Tari Topeng</a></li>
</ol></p><br />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akumassa.org/kontribusi/dki-jakarta/ulang-tahun-ke-7-forum-lenteng/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Nonton Bareng</title>
		<link>http://akumassa.org/kontribusi/surabaya-jawa-timur/nonton-bareng/</link>
		<comments>http://akumassa.org/kontribusi/surabaya-jawa-timur/nonton-bareng/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Jul 2010 08:04:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akumassa</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Surabaya, Jawa Timur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akumassa.org/?p=5806</guid>
		<description><![CDATA[Topik yang paling sering dibicarakan saat ini adalah si kulit bundar yang menjadi rebutan dan obrolan ratusan juta orang  di puluhan negara. Terhitung sejak 11 Juni 2010 lalu World Cup alias Piala Dunia telah dimulai. Dan tradisi nonton bareng (nobar) pun juga dimulai seiring Piala Dunia berlangsung.

Rabu 7 Juli 2010 semi final antara Jerman dan [...]


Tak ada artikel yang terkait.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Topik yang paling sering dibicarakan saat ini adalah si kulit bundar yang menjadi rebutan dan obrolan ratusan juta orang  di puluhan negara. Terhitung sejak 11 Juni 2010 lalu <em>World Cup </em>alias Piala Dunia telah dimulai. Dan tradisi nonton bareng (nobar) pun juga dimulai seiring Piala Dunia berlangsung.</p>
<div id="attachment_5829" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-large wp-image-5829" title="nonton bareng 1" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/34540_1373266854609_1319929110_31014386_4044121_n-470x352.jpg" alt="Para tamu Warung Nasi Kucing serius menonton pertandingan Jerman VS Spanyol" width="470" height="352" /><p class="wp-caption-text">Para tamu Warung Nasi Kucing serius menonton pertandingan Jerman VS Spanyol</p></div>
<p><span id="more-5806"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Rabu 7 Juli 2010 semi final antara Jerman dan Spanyol berlangsung. Aku diajak teman kuliahku untuk nonton bareng di tempat kita biasa nongkrong.  Kita biasa menyebutnya Warung Nasi Kucing. Sebuah warung yang menjual nasi berporsi kecil layaknya makanan untuk kucing. Warung ini berlokasi di jantung Kota Surabaya, di pinggiran Sungai Kali Mas dan tepat di depan gedung DPRD Surabaya. Sebenarnya pemilik warung Nasi Kucing tak pernah mengadakan nonton bareng tapi karena anak-anak yang nongkrong di tempat itu semua penggila bola dan kebayakan juga adalah pemain futsal maka Mas Bondhet, nama sang pemilik warung itu, memboyong TV 14 inci-nya ke warung untuk memuaskan pelanggan.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah menunggu beberapa lama akhirnya pertandingan Jerman-Spanyol dimulai. Banyak perbincangan dan perkiraan yang timbul dari teman-teman, mereka berargumen membela masing-masing jagoan mereka. Kebetulan saat itu semua anak-anak menjagokan Spanyol hanya Mas Bondhet saja yang malam itu menjagokan Jerman. &#8220;Jerman itu orang pinter jadi gak mungkin bisa kalah, jadi tenang saja pertandingan baru dimulai,” ujarnya yakin.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena televisi yang digunakan berukuran 14 inci dan yang menonton banyak, kami sedikit kesulitan untuk melihatnya. Sampai 10 menit pertama permainan masih biasa saja tapi mulut anak-anak sudah tidak bisa diam untuk saling ejek dan berumpat kepada pemain Jerman.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>World Cup</em> tanpa taruhan memang bagai sayur tanpa garam. Beberapa temanku juga ada yang taruhan. Salah satu temanku sengaja taruhan untuk menambah dana untuk mendandani sepeda FIXIE-nya. Malam itu ia menjagokan Spanyol dan optimis menang. Ia bilang “Kalau Spanyol tembus maka jadilah FIXIE-ku&#8230;”</p>
<p style="text-align: justify;">Kebetulan malam itu lawan taruhannya ada dan ikut menonton  bersama kami, tapi tak lama ia pulang karena sudah tak kuat menahan kantuk. Selain dia masih banyak juga temanku yang taruhan, ada taruhan secara  wajar hingga yang sedikit aneh dan lucu. Contonya teruhan temanku tentang tim mana yang paling banyak melakukan out (menendang bola ke luar garis  pinggir lapangan), siapa yang paling banyak out maka itu yang dianggap kalah.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak lama kemudian aku baru ingat kalau di sebelah juga ada acara nonton bareng yang sangat besar. Tepatnya di perempatan antara Jalan Pahlawan, Jalan Gubernur Suryo, Jalan Panglima Sudirman, dan Jalan Delta. Sebuah <em>brand</em> rokok besar membuat instalasi ruang publik berupa sebuah proyektor besar yang disorotkan tepat di atas gedung sebuah bank sehingga terlihat seperti televisi berukuran raksasa. Gedung itu menjadi saksi bisu hilangnya ratusan uang malam itu akibat kalah taruhan. Proyektor TV besar itu juga dapat disaksikan sampai sejauh 3 kilometer. Puluhan orang rela mengangkat kepala selama 90 menit untuk menyaksikan jagoan mereka bertanding. Ada banyak sepeda motor dari berbagai daerah, terlihat dari plat nomor mereka yang tidak berplat L (plat nomor kendaraan bermotor untuk wilayah Surabaya). Selain motor, ada juga mobil yang lebih milih memakirkan mobil mereka tak di sekitar sana.</p>
<div id="attachment_5825" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-large wp-image-5825" title="nonton bareng 2" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/34540_1373267014613_1319929110_31014390_4312316_n-470x352.jpg" alt="Pancaran proyektor di dinding gedung yang tampak seperti layar raksasa" width="470" height="352" /><p class="wp-caption-text">Pancaran proyektor di dinding gedung yang tampak seperti layar raksasa</p></div>
<p style="text-align: justify;">Berbagai cara digunakan para penonton itu untuk menikmati pertandingan. Ada dengan cara tidur bersandar di tiang gedung, dan ada pula yang bercengkrama, bagi mereka yang pintar memanfaatkan acara dan tempat ini sebagai tempat kencan gratis. Yang menarik lainya acara nonton bareng gratis itu pun banyak dimanfaatkan para pedagang, dari pedagang makanan sampai pedagang minuman. Terhitung ada 5 pedagang nasi goreng, tapi mereka tak terlihat ingin berjualan karena para penjualnya juga  terbius oleh serunya pertandingan.</p>
<div id="attachment_5828" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-large wp-image-5828" title="nonton bareng 3" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/34294_1373269614678_1319929110_31014398_6752877_n-470x352.jpg" alt="Para pengendara motor yang ikut nonton bareng di" width="470" height="352" /><p class="wp-caption-text">Para pengendara motor yang ikut nonton bareng di perempatan jalan</p></div>
<p style="text-align: justify;">Di antara para pedagang, terlihat 1 pedangang kopi keliling malam itu. aku mencoba bertanya kepadanya. Namanya Pak Sadi, ternyata Pak Sadi biasanya memang sengaja mangkal di sini karena lebih banyak yang membeli kopi sebagai obat menahan kantuk saat menonton Piala Dunia. Di sini ia bisa mendapat penghasilan 2 kali lipat dari biasanya. Dilengkapi dengan termos bertuliskan Nescafe Warkop yang dipenuhi berbagai merek kopi, juga sebuah kotak yang berisikan rokok dan obat-obatan Pak Sadi keliling dan melayani setiap panggilan pembeli.</p>
<div id="attachment_5830" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-large wp-image-5830" title="nonton bareng 4" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/34540_1373266974612_1319929110_31014389_6383768_n-470x352.jpg" alt="Termos Warkop Nescafe milik Pak Sadi" width="470" height="352" /><p class="wp-caption-text">Termos Warkop Nescafe milik Pak Sadi</p></div>
<p style="text-align: justify;">Tak terasa pertandingan babak pertama malam itu sudah berakhir, aku pun kembali ke Warung Nasi Kucing tadi, karena temanku sudah menelepon dan ingin bapulang ke rumah. Sesampainya dis ana teman-temanku terlihat sedikit resah karena kemenangan pertandingan masih samar-samar dengan skor kacamata 0-0.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak lama kemudian pertandingan pun dimulai lagi, tapi aku dan temanku memutuskan untuk pulang. Rumah temanku tak jauh dari Warung Nasi Kucing, di aerah Kali Asin yang dulu lebih terkenal karena konon mendiang Ucok AKA tinggal di situ. terlihat dari nama AKA diambil dari daerah itu yang berarti Apotek Kali Asin.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah masuk ke Gang Kali Asin kami masuk lagi ke Gang masjid nomor 5, menuju rumah temanku tersebut. Ternyata dis itu ada warga yang juga mengadakan nonton bareng. Kali ini terlihat lebih mewah karena para warga menggunakan proyektor dan dilengkapi <em>sound system</em> yang cukup baik.</p>
<div id="attachment_5826" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-large wp-image-5826" title="nonton bareng 5" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/34294_1373269494675_1319929110_31014395_6354201_n-470x352.jpg" alt="Acara nonton bareng di Gang Kali Asin" width="470" height="352" /><p class="wp-caption-text">Acara nonton bareng di Gang Kali Asin</p></div>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya aku dan temanku memutuskan untuk berhenti dan melihat lanjutan pertandingan, karena kami juga tertarik dengan cara penyajiannya acara itu yang berada di depan sebuah warung kopi. Di sini penontonnya lebih banyak bapak-bapak dan kebanyakan bukan warga kampung Kali Asin sendiri, termasuk aku. Nonton bareng itu ditemani dengan pencahayaan remang-remang agar hasil gambar dari proyektor dapat terlihat baik.  Banyak orang yang melintas, Belum lama aku ikut serta menonton di sana,  gol pun tercipta di menit 73 oleh pemain Spanyol bernomor pungung 05, Carles Puyol, dan kedudukan berubah menjadi 1-0. Penonton yang mendukung Spanyol pun serentak berteriak, &#8220;Gol&#8230;!!!!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan para pendukung Jerman terlihat diam. Diskusi pun tak terhindarkan, orang-orang yang ikut taruhan membahas kemabali perhitungan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah pertandingan selesai dengan kemenangan di tangan Spanyol, aku pun pulang. tapi <em>euphoria</em> pendukung Spanyol belum berakhir, mereka pun pulang ke rumah dengan mengibarkan bendera Spanyol sambil menaiki motor.</p>
<p style="text-align: justify;">Inilah pengalamanku ikut nonton bareng pertama kali dala Piala Dunia tahun ini. Dengan mengelilingi tiga tempat berbeda, malam ini menjadi sangat berbeda bagiku. Piala Dunia memang menjadi sebuah perhelatan besar empat tahun sekali  bagi seluruh kalangan di seluruh dunia.</p>
<p style="text-align: justify;"><form method="post" action=""><input type="hidden" name="ip" value="38.107.191.114" /><p>Your email:<br /><input type="text" name="email" value="Enter email address..." size="20" onfocus="if (this.value == 'Enter email address...') {this.value = '';}" onblur="if (this.value == '') {this.value = 'Enter email address...';}" /></p><p><input type="submit" name="subscribe" value="Subscribe" />&nbsp;<input type="submit" name="unsubscribe" value="Unsubscribe" /></p></form>



<p>Tak ada artikel yang terkait.</p><br />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akumassa.org/kontribusi/surabaya-jawa-timur/nonton-bareng/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Berugaq, Ruang Terbuka Masyarakat Lombok</title>
		<link>http://akumassa.org/program/pemenang-lombok-utara-ntb/berugaq-ruang-terbuka-masyarakat-lombok/</link>
		<comments>http://akumassa.org/program/pemenang-lombok-utara-ntb/berugaq-ruang-terbuka-masyarakat-lombok/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jul 2010 15:34:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akumassa</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pemenang - Lombok Utara, NTB]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akumassa.org/?p=5779</guid>
		<description><![CDATA[Suku Sasak adalah penduduk asli dan suku mayoritas di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Sebagai penduduk asli, suku Sasak telah mempunyai sistim budaya sebagaimana terekam dalam Kitab Nagara Kartha Gama karangan Empu Nala dari Majapahit.


Dalam kitab tersebut, Suku Sasak disebut “Lomboq Mirah Sak-Sak Adhi”. Jika saat kitab tersebut dikarang Suku Sasak telah mempunyai sistim budaya yang [...]


Artikel terkait:<ol><li>&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp<a href='http://akumassa.org/program/pemenang-lombok-utara-ntb/akumassa-di-pemenang-barat-lombok-utara/' rel='bookmark' title='Permanent Link: akumassa di Pemenang Barat, Lombok Utara'>akumassa di Pemenang Barat, Lombok Utara</a></li>
<li>&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp<a href='http://akumassa.org/program/rangkasbitung-lebak-banten/ruang-ruang-di-rangkasbitung/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ruang Ruang di Rangkasbitung'>Ruang Ruang di Rangkasbitung</a></li>
<li>&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp<a href='http://akumassa.org/program/pemenang-lombok-utara-ntb/masyarakat-terengan-dan-tiu-rotonnya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Masyarakat Terengan dan Tiu Rotonnya'>Masyarakat Terengan dan Tiu Rotonnya</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Suku Sasak adalah penduduk asli dan suku mayoritas di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Sebagai penduduk asli, suku Sasak telah mempunyai sistim budaya sebagaimana terekam dalam Kitab <em>Nagara Kartha Gama</em> karangan <em>Empu Nala</em> dari Majapahit.</p>
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_5803" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-large wp-image-5803" title="berugaq 1" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/brugaq-yang-bertiang-empat-biasa-disebut-sekepat1-470x350.jpg" alt="Berugaq" width="470" height="350" /><p class="wp-caption-text">Berugaq</p></div>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-5779"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam kitab tersebut, Suku Sasak disebut <em>“Lomboq Mirah Sak-Sak Adhi”</em>. Jika saat kitab tersebut dikarang Suku Sasak telah mempunyai sistim budaya yang mapan, maka kemampuannya untuk tetap eksis sampai saat ini merupakan salah satu bukti bahwa suku ini mampu menjaga dan melestarikan tradisinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagian besar masyarakat Pemenang yang ada di sekitar Komunitas Pasir Putih berpendapat bahwa salah satu ciri khas Lombok bisa dilihat dari <em>berugaq</em> yang terdapat hampir di setiap rumah. <em>Berugaq </em>merupakan sebuah bangunan sejenis gazebo berbahan kayu. Ada yang bertiang empat yang dikenal masyarakat dengan istilah <em>Sekepat</em>, dan ada pula yang bertiang enam dikenal dengan istilah <em>Sekenem.</em> <em>Berugaq</em> biasanya beratapkan Daun <em>Nyuh </em>(Daun Kelapa) dan ada juga yang beratap Daun <em>Re </em>(Daun Ilalang). Namun, saat ini ada sebagian masyarakat menggunakan seng dan genteng sebagai atap dengan alasan lebih tahan lama. Terlepas dari bahan apa, yang jelas dalam pandangan kami (Komunitas Pasir Putih) bahwa <em>Berugaq</em> menjadi ruang terbuka bagi masyarakat Lombok yang memiliki makna tersendiri dalam proses kehidupan sosial.</p>
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_5799" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-large wp-image-5799" title="berugaq 2" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/brugaq-yang-bertiang-enam-biasa-disebut-sekenem1-470x352.jpg" alt="berugaq bertiang enam biasa disebut Berugaq Sekenem" width="470" height="352" /><p class="wp-caption-text">berugaq bertiang enam biasa disebut Berugaq Sekenem</p></div>
<p style="text-align: justify;"><em>Berugaq</em> bagiku sendiri memiliki kenangan-kenangan yang tidak bisa terlupakan, tentang berkeluarga, bersahabat, bermasyarakat dan berpacaran. Sejak masih kecil, di depan rumahku sudah terdapat sebuah <em>Berugaq Sekenem </em>yang biasanya digunakan oleh keluargaku untuk menerima tamu.<em> Berugaq</em> itu pernah dibongkar dan sempat beberapa tahun tidak ada. Kini <em>Berugaq</em> itu sudah berubah menjadi <em>Sekepat</em> yang sangat kecil, hanya dapat menampung empat sampai enam orang saja. Padahal dulu, aku dan kawan-kawanku sering main petak umpat di <em>Berugaq Sekenem </em>itu, saking besarnya. Pernah seorang kawanku terjatuh dari <em>Berugaq Sekenem</em> itu karena bercandanya berlebihan saat main petak umpat. Tangannya patah dan aku dimarahi oleh <em>Amaq</em>-ku (Bapakku). Aku pun dilarang mengajak teman-temanku main petak umpat lagi di Berugaq. Tapi setelah dia sembuh, permainan menarik itu tidak bisa kami lupakan dan kami pun tetap bermain di sana.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah Sholat Maghrib, kebiasaan anak-anak yang berada di Dusun Karang Subagan khususnya dan masyarakat Pemenang pada umumnya adalah pergi mengaji. Kami berduyun-duyun pergi ke tempat guru ngaji, bahkan sebagian temanku ada yang pergi mengaji ke kampung sebelah. Bapakku juga salah seorang guru ngaji dan sebagian dari mereka datang ke rumahku sambil membawa Al-Qur’an dan buku tulis. Kami mengaji di <em>Berugaq</em> dan waktu itu masih ditemani <em>lampu teplek</em> yang cahayanya selalu membuat mataku ngantuk. <em>“Wah males diq ni, dekman jam pira-pira wah merotan. Nendeq koat menjojaq angkaq a”</em> (Kamu ini malas, belum jam berapa-berapa sudah mengantuk. Makanya jangan terlalu banyak main-main) Kata <em>Amaq</em>-ku marah sambil memukulku dengan tasbih.</p>
<p style="text-align: justify;">Sempat waktu <em>Papuq </em>(Kakek) meninggal, masyarakat memandikan dan mengkafani jenazahnya di <em>Berugaq Sekenem</em> di depan rumahku. Aku ikut terlibat mengambil air yang dipakai untuk memandikan jenazahnya. Selanjutnya proses <em>Dzikiran Nelung, Mituq, Nyiwaq</em> dan <em>Nyatus</em>-nya dilaksanakan di <em>Berugaq Sekenem</em> itu juga. Biasanya dikhususkan bagi para pemuka agama dan pemuka masyarakat untuk menempati <em>Berugaq</em>, sebagai bentuk penghormatan karena tempatnya yang lebih tinggi ketimbang teras rumah.</p>
<p style="text-align: justify;">Lembaga pendidikan bahkan pemerintah juga menggunakan <em>Berguaq</em> sebagai sarana sosialiasi atau pun pelaksanaan program-nya. Waktu pelaksanaan PBH (Pemberantasan Buta Aksara) oleh PKBM Mentari dua tahun yang lalu, ada sebagian <em>tutor</em> yang memanfaatkan <em>Berugaq </em>sebagai tempat proses belajar mengajar.</p>
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_5802" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-medium wp-image-5802" title="berugaq 3" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/brugaq-juga-dimanfaatkan-oleh-masyarakat-sebagai-ruang-interaksi-jual-beli1-470x350.jpg" alt="Berugaq dimanfaatkan sebagai ruang " width="470" height="350" /><p class="wp-caption-text">Berugaq, ruang terbuka milik masyarakat Lombok</p></div>
<p style="text-align: justify;">Panitia Pemilihan Kepala Dusun Desa Pemenang Barat juga memanfaatkannya sebagai sarana sosialisasi Pemilihan Kepala Dusun Karang Subagan satu bulan yang lalu bertempat di rumah warga yang berdekatan rumahnya dengan <em>santren</em> (musholla).</p>
<p style="text-align: justify;">Banyak lagi program yang lain seperti Posyandu, <em>Musdus </em>(Musyawarah Dusun), sampai pembahasan Pisuka dan Aji Krama Pernikahan. Entah mengapa banyak sekali kegiatan yang dilakkan di atas <em>berugaq</em>, mungkin ini dipengaruhi oleh bentuk <em>Berugaq</em> yang terbuka dan tinggi? Atau masing-untuk menanamkan nilai-nilai kekeluargaan dan selalu menjunjung tinggi norma-norma yang ada?</p>
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_5801" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-large wp-image-5801" title="berugaq 4" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/brugaq-dijadikan-sebagai-tempat-penerimaan-tamu1-470x350.jpg" alt="Aktifitas di berugaq" width="470" height="350" /><p class="wp-caption-text">Aktifitas di berugaq</p></div>
<p style="text-align: justify;">Pernah suatu hari di rumah, aku kedatangan <em>Waq Tuan </em>(panggilan untuk paman yang sudah menunaikan haji) yang senang sekali berbicara politik, baik politik tingkat kampung sampai luar negeri. Kami duduk di Berugaq membahas tentang hampir semua berita terbaru masalah politik baik dari media cetak maupun elektronik. Apalagi kalau <em>Waq Tuan</em> sudah disiapkan kopi sama rokok, <em>wah</em> bakalan menjadi sebuah diskusi yang tak berujung.</p>
<p style="text-align: justify;">Tetangga-tetangga heran melihat tingkah dan sikap kami seperti anggota DPR saja, tapi aku sendiri bingung karena pembicaraan kami menjurus ke semua arah mata angin dan tidak selesai-selesai. <em>“Assalamu’alaikum&#8230;” </em>sapa kakak iparku yang baru pulang bekerja dari Trawangan. Setahuku antara <em>Waq Tuan</em> dengan kakak iparku ini selalu berbeda dalam hal politik, keduanya sama-sama suka sekali diskusi dan tidak pernah sependapat. <em></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;Kalau sudah begini waktu kita untuk duduk di Berugaq menjadi semakin lama,&#8221; </em>pikirku sambil berjabat tangan dengan kakak iparku.</p>
<p style="text-align: justify;">Pembicaraan mulai menghangat dan terkadang terselip bumbu-bumbu humor yang mencairkan suasana. Peserta diskusi pun bertambah, dan kini kami berenam di <em>Berugaq</em> tersebut. Sesekali yang lain berbicara dan tertawa karena tingkah-tingkah lucu. <em></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Aroowah&#8230; sekoto wah pada ngeraos masalah anuq cai kah, anang pada deang kepeng tan a” </em>(Aroowah&#8230; cukup sudah <em>ngobrolin</em> masalah seperti  itu, mending pada punya uang) kata istri kakak iparku yang sudah capek mendengarkan kami berdiskusi.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Oh&#8230; sayang, tenang wah dik, ni kepeng siq beli make up ampoq diq inges” </em>(Oh&#8230; sayang, kamu tenang saja, ini uang untuk kamu beli <em>make up</em> agar kamu cantik) jawab kakak iparku membuat orang tertawa.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Laguq beli diq kupi kanca rokok juluq a ni” </em>(Tapi kamu beli kopi sama rokok dulu) sapa kakak iparku yang semakin membikin jengkel istrinya.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Nah&#8230; terus kumbe tan kondisi a leq ito, gus?”</em> (Nah&#8230; lalu bagaimana kondisinya di sana, gus?) pertanyaan<em> Waq Tuan</em> ku memulai lagi diskusi kami yang terputus.</p>
<p style="text-align: justify;">Ternyata betul pikirku, hampir jam 2 siang diskusi itu kelihatannya belum juga ada titik temu. <em>“Hei&#8230; ka kek pada sembahyang juluq a!” </em>(Ayo&#8230; bagaimana ini, sholat dulu <em>dong!</em>) teriak ibuku dari dapur.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi teriakkan itu tidak membuat pantat kami bergeming dari <em>Berugaq</em>, dan justru semakin hangat. Muncullah <em>Amaq-</em>ku, <em></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Dik pada ngeros deq araq ulu buit a, laun siq keang jari RT deq pada bani apalagi leq kantor desa ampok diq pada tao, ya aran lain siq raosang lain siq gaweq nah ni seh aran Politik Sekepat nu, ya bueq raos leq Berugaq. Pada jarian raos laguq deq bau siq keang leq mbe-mbe. Kah pada sembahyang juluk” </em>(Kalian ngomong tidak ada ujung pangkalnya, nanti pas kita mau pakai jadi RT tidak berani apalagi kita mau pakai di kantor desa kalau kalian bisa, itu namanya lain yang dibicarakan lain yang dilakukan, inilah namanya politik <em>sekepat</em>, ngomongnya habis cuma di <em>Berugaq </em>saja. Banyak ngomong tapi tidak bisa dipakai dimana-mana. Sudah sholat dulu) tutur <em>Amaq</em> sambil kembali membaca buku.  Kami pun mundur satu per satu dari<em> &#8216;Majelis Sekepat</em>&#8216; itu dan langsung ke kamar mandi mengambil air wudhu.</p>
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_5800" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-large wp-image-5800" title="berugaq 5" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/berugaq-di-depanh-tumahku-yang-sering-dijadikan-tempat-diskusi1-470x352.jpg" alt="Berugaq di depan rumahku, tempat kami sering berdiskusi" width="470" height="352" /><p class="wp-caption-text">Berugaq di depan rumahku, tempat kami sering berdiskusi</p></div>
<p style="text-align: justify;">Sebagai ruang massa, <em>Berugaq</em> tidak kehilangan eksistensinya dan tetap melekat pada jiwa-jiwa masyarakat Lombok. Sekeras dan sepanas apa pun diskusi dan debat yang dilakukan di <em>Berugaq</em>, tetap harus menjaga keutuhan nilai-nilai kekeluargaan. Itulah hal terpenting yang dapat kami pelajari.</p>
<form method="post" action=""><input type="hidden" name="ip" value="38.107.191.114" /><p>Your email:<br /><input type="text" name="email" value="Enter email address..." size="20" onfocus="if (this.value == 'Enter email address...') {this.value = '';}" onblur="if (this.value == '') {this.value = 'Enter email address...';}" /></p><p><input type="submit" name="subscribe" value="Subscribe" />&nbsp;<input type="submit" name="unsubscribe" value="Unsubscribe" /></p></form>



<p>Artikel terkait:<ol><li>&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp<a href='http://akumassa.org/program/pemenang-lombok-utara-ntb/akumassa-di-pemenang-barat-lombok-utara/' rel='bookmark' title='Permanent Link: akumassa di Pemenang Barat, Lombok Utara'>akumassa di Pemenang Barat, Lombok Utara</a></li>
<li>&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp<a href='http://akumassa.org/program/rangkasbitung-lebak-banten/ruang-ruang-di-rangkasbitung/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ruang Ruang di Rangkasbitung'>Ruang Ruang di Rangkasbitung</a></li>
<li>&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp<a href='http://akumassa.org/program/pemenang-lombok-utara-ntb/masyarakat-terengan-dan-tiu-rotonnya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Masyarakat Terengan dan Tiu Rotonnya'>Masyarakat Terengan dan Tiu Rotonnya</a></li>
</ol></p><br />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akumassa.org/program/pemenang-lombok-utara-ntb/berugaq-ruang-terbuka-masyarakat-lombok/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mitos-mitos Piala Dunia: Dari Punggung Tsubasa Sampai Kutukan Iklan</title>
		<link>http://akumassa.org/program/lenteng-agung-jakarta-selatan/mitos-mitos-piala-dunia-dari-punggung-tsubasa-sampai-kutukan-iklan/</link>
		<comments>http://akumassa.org/program/lenteng-agung-jakarta-selatan/mitos-mitos-piala-dunia-dari-punggung-tsubasa-sampai-kutukan-iklan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jul 2010 16:45:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akumassa</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Lenteng Agung, Jakarta Selatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akumassa.org/?p=5781</guid>
		<description><![CDATA[Semenjak Piala Dunia 2010 yang dimulai bulan Juni kemarin, saya dan teman-teman jadi lebih suka membicarakan tentang sepak bola. Tentang siapa yang menang, yang kalah, berapa skornya, prediksi siapa yang juara, dan sebagainya.


Pernah satu kali saya menemani teman mencari informasi tentang sepak bola. Cukup seru, membuat saya ingin terus menyaksikan permainan yang dimainkan oleh 22 [...]


Artikel terkait:<ol><li>&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp<a href='http://akumassa.org/program/lenteng-agung-jakarta-selatan/lagu-lagu-piala-dunia/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Lagu-lagu Piala Dunia'>Lagu-lagu Piala Dunia</a></li>
<li>&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp<a href='http://akumassa.org/kontribusi/tasikmalaya-jawa-barat/tidak-ada-siaran-piala-dunia-di-bilik-ardi-dan-adrian/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tidak Ada Siaran Piala Dunia di Bilik Ardi dan Adrian'>Tidak Ada Siaran Piala Dunia di Bilik Ardi dan Adrian</a></li>
<li>&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp<a href='http://akumassa.org/program/rangkasbitung-lebak-banten/dari-van-twist-sampai-bu-mimi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Dari van Twist sampai Bu Mimi'>Dari van Twist sampai Bu Mimi</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Semenjak Piala Dunia 2010 yang dimulai bulan Juni kemarin, saya dan teman-teman jadi lebih suka membicarakan tentang sepak bola. Tentang siapa yang menang, yang kalah, berapa skornya, prediksi siapa yang juara, dan sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone size-large wp-image-5792" title="mitos piala dunia" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/maradona1-470x589.jpg" alt="" width="470" height="589" /></p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-5781"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Pernah satu kali saya menemani teman mencari informasi tentang sepak bola. Cukup seru, membuat saya ingin terus menyaksikan permainan yang dimainkan oleh 22 orang ini.  Teman saya lalu menyarankan saya untuk menelusuri mitos-mitos yang ada di permainan sepak bola. Banyak mitos yang disodorkan, menarik semua, tetapi satu mitos yang menurut saya paling menarik yaitu ‘Mitos para pemain bernomor punggung 10’.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya jadi ingat ketika kecil, saya dan adik-adik senang menonton filem kartun berjudul Kapten Tsubasa.</p>
<div id="attachment_5788" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-large wp-image-5788" title="mitos pial dunia 1" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/tsubasa-470x352.jpg" alt="Kapten Tsubasa" width="470" height="352" /><p class="wp-caption-text">Kapten Tsubasa</p></div>
<p style="text-align: justify;">Kapten Tsubasa berawal dari komik yang ditulis oleh Yoichi Takahashi sejak 1981, yang kemudian difilemkan, yang disutradarai oleh Isamu Imakake. Dalam serial kartun itu semua pemain yang dinilai sebagai jagoan sepak bola di seluruh dunia, memakai baju bernomor punggung 10. Seperti misalnya Tsubasa (Jepang), Elle Sid Pierre (Perancis), Juan Diaz (Argentina) dan Natureza (Brazil). Semua pemain itu bernomor punggung 10. Tentunya, tim mereka akan kalah oleh tim yang dikapteni oleh Tsubasa, sang tokoh utama.</p>
<p style="text-align: justify;">Mitos ini juga dibenarkan oleh seorang teman saya bernama Arip. Melalui Yahoo Messenger, saya dan Arip bercakap-cakap.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya: Emang rata-rata yang bernomor punggung 10 jagoan, ya?</p>
<p style="text-align: justify;">Arip: Harusnya <em>gitu</em>, nomor keramat, kan?</p>
<p style="text-align: justify;">Saya: Keramatnya?</p>
<p style="text-align: justify;">Arip: Ya, dari dulu yang <em>make</em> nomer 10 kan, biasanya yang jago-jago.. <em>they who can change the game,</em> fantasista disebutnya.. Maradona, Pele, Baggio, Zidane dll.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang sangat tidak asing di telinga saya adalah Maradona. Diego Armando Maradona (lahir 30 Oktober 1960 di Buenos Aires) adalah seorang pesepak bola legendaris Argentina. Menurut masyarakat Argentina, Maradona adalah pemain terbaik di dunia, sedangkan Pele dari Brazil adalah pemain nomor 2 terbaik di dunia. Maradona membuat gol terbaik sepanjang masa, yaitu ketika Argentina bertemu Inggris di babak perempat final. Pada saat itu Maradona menggiring bola dari tengah lapangan, kemudian melewati 5 orang pemain Inggris dan menaklukkan kiper Inggris, Peter Shilton. Dan ternyata Maradona juga membuat gol yang sangat buruk pula. Gol tersebut tercipta melalui bantuan tangan, yang dikatakan Maradona sebagai hasil bantuan ‘Tangan Tuhan’. Karirnya sebagai pemain sepak bola selesai pada hari ulang tahunnya yang ke 37. Sepak bola adalah cinta sejati Maradona. Sehari sebelum ulang tahunnya yang ke 48, Federasi Sepakbola Argentina (AFA) resmi menunjuk Maradona sebagai pelatih Tim Tango. Meskipun tidak berpengalaman menjadi arsitek dari sebuah tim, Maradona dipercaya membimbing tim Argentina menuju kejayaan di Piala Dunia Afrika Selatan tahun ini.</p>
<p>
<object width="480" height="385" data="http://www.youtube.com/v/DbbsytHDp2o&amp;hl=en_US&amp;fs=1?rel=0" type="application/x-shockwave-flash"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/DbbsytHDp2o&amp;hl=en_US&amp;fs=1?rel=0" /><param name="allowfullscreen" value="true" /></object>
</p>
<p style="text-align: justify;">Edison Arantes do Nascimento atau lebih dikenal dengan nama Pele (lahir 23 Oktober 1940) adalah legenda sepak bola dunia yang berasal dari Brazil. Selama karirnya sebagai pemain, Pele berhasil membawa Brasil menjadi Juara Dunia Sepak bola sebanyak 3 kali, yaitu pada tahun 1958 di Swedia, tahun 1962 di Chili, dan tahun 1970 di Meksiko. Berkat keberhasilannya tersebut, Brasil berhak atas Piala Jules Rimet.</p>
<div id="attachment_5785" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-large wp-image-5785" title="mitos piala dunia 2" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/pele_10-470x699.jpg" alt="Pele" width="470" height="699" /><p class="wp-caption-text">Edison Arantes do Nascimento (Pele)</p></div>
<p style="text-align: justify;">Roberto Baggio ((lahir pada 18 Februari 1967 di Caldogno, Italia) adalah pensiunan pemain bola Italia. Pada tahun 1993, Baggio memenangkan Ballon d&#8217;Or dan FIFA World Player of the Year (Pemain terbaik di Piala Dunia FIFA). Dia satu-satunya pemain Italia yang pernah mencetak gol di tiga Piala Dunia .</p>
<div id="attachment_5786" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-large wp-image-5786" title="mitos piala dunia 3" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/roberto-baggio-470x705.jpg" alt="Roberto Baggio" width="470" height="705" /><p class="wp-caption-text">Roberto Baggio</p></div>
<p style="text-align: justify;">Zinedine Zidane (lahir 23 Juni 1972) dari tim Perancis tampil brilian dalam Piala dunia 1998. Kelebihan dan keahliannya melakukan <em>dribbling </em>dan penguasaan bola sering membuat pemain lawan merasa frustasi karena sulitnya merebut bola darinya.</p>
<div id="attachment_5791" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-large wp-image-5791" title="mitos piala dunia 4" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/zidane-470x609.jpg" alt="Zinedine" width="470" height="609" /><p class="wp-caption-text">Zinedine Zidane</p></div>
<p style="text-align: justify;">Saya: Emang nomor 10 itu harus jagoan?</p>
<p style="text-align: justify;">Arip: Ya, seharusnya gitu. Bisa nimbulin efek juga kan, buat lawan. Tapi sebaliknya bisa jadi bumerang juga kalau yang dipercayain nomor 10 ternyata gak kuat mental. Kayak Joe Cole di Chelsea, Sidney Govou di Perancis.</p>
<p style="text-align: justify;">Joseph John ‘Joe’ Cole (lahir 8 November 1981) adalah seorang pemain sepak bola inggris yang bermain di lini tengah . Sydney Govou (lahir di Le Puy-en-Velay, 27 Juli 1979) adalah penyerang Perancis yang bermain untuk Olympique Lyonnais dan membawa klub tersebut memenangkan Ligue 1 tahun 2002, 2003, 2004, 2005, dan 2006 bersama rekan-rekan se-klubnya serta memenangkan Piala Konfederasi 2003 bersama Perancis.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak selamanya nomor punggung 10 diberikan kepada pemain yang paling diandalkan tim, atau fantasista. Ada juga nomor 10 diberikan kepada para pemain yang jauh dari kesan pemain andalan sebuah tim. Misalnya seperti: Tommy Docherty (Skotlandia), pemberian nomor ini berdasarkan sistem penomoran skuad Tartan Army yang saat itu mendistribusikan nomor secara urut kepada para pemain per lini. Setelah 2 penjaga gawang tim diberikan 1 dan 2, Docherty terpaksa mendapat nomor 10. Jose Antonio Reyes (Spanyol), penampilannya yang sangat mengesankan saat membela Sevilla. Reyes pindah ke Arsenal. Kemampuannya boleh dibilang terlalu dibesar-besarkan, sehingga Reyes diserahkan seragam bernomor punggung 10 di timnas Spanyol pada Piala Dunia 2006. Reyes jarang diturunkan sepanjang turnamen. Nicola Berti (Italia), nomor punggung 10 itu diberikan kepadanya. Akan tetapi Berti lebih banyak menganggur di sisi lapangan sepanjang turnamen pada Piala Dunia 1990.</p>
<p style="text-align: justify;">Sambil terus bercakap-cakap dengan Arip tentang sepak bola. Saya semakin tertarik untuk mencari mitos ini. Saya terus<em> browsing </em>di internet untuk mencari dengan mengetik kata kunci ‘pemain bernomor punggung 10’ di kolom <em>search</em>. Melalui artikel-artikel yang saya baca, muncullah beberapa nama bernomor sepuluh generasi masa kini. Yaitu: Ricardo Izecson dos Santos Leite (Kaka) dari Brazil, Lionel Andrés Messi dari Argentina, Wayne Rooney dari Inggris, Sydney Govou dari Perancis dan Antonio di Natale dari Italia.</p>
<p style="text-align: justify;">Kelima bintang sepak bola di atas adalah para pemain yang gagal menghidupkan pamor nomor punggung 10 adalah yang terbaik, di Piala Dunia 2010 di Afrika selatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kaka (lahir di Brazil, 22 April 1982) dari Brazil gagal mengangkat nama Brazil di tanah Afrika Selatan. Tampil pada lima laga, pengatur serangan itu tak mampu mencetak 1 gol pun, membuat fans fanatiknya kecewa.</p>
<div id="attachment_5783" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-large wp-image-5783" title="mitos piala dunia 5" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/kaka-470x626.jpg" alt="Kaka" width="470" height="626" /><p class="wp-caption-text">Kaka</p></div>
<p style="text-align: justify;">Messi (lahir di Rosario, 24 Juni 1987 ) dari Argetina datang ke Afrika Selatan dengan cap pemain terbaik dunia. Messi yang tembakannya kerap melebar, dipaksa melihat Argentina dipermalukan ketika Jerman menghancurkan mereka 4-0 di perempat final.</p>
<div id="attachment_5784" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-large wp-image-5784" title="mitos piala dunia 7" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/messi-470x336.jpg" alt="Messi" width="470" height="336" /><p class="wp-caption-text">Messi</p></div>
<p style="text-align: justify;">Wayne Rooney (lahir di Croxteth, Liverpool, Inggris, 24 Oktober 1985) dari Inggris, tampil seperti tak bertenaga. Rooney kerap kesulitan mengembangkan permainannya. Hasilnya, Inggris dipaksa tersingkir di 16 besar setelah dihajar Jerman 4-1.</p>
<p style="text-align: justify;">Sydney Govou dari Perancis dan Antonio di Natale (lahir di Napoli, Italia, 13 Oktober 1977) dari Italia, tampil mengecewakan jika dibandingnkan pendahulunya seperti Zidane atau veteran finalis Piala Dunia 1994, Roberto Baggio.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya juga iseng menanyakan hubungan mereka para jagoan nomor 10 dengan jagoan-jagoan di Kapten Tsubasa kepada Arip.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya: Menurut <em>lo</em> ada hubungannya Tsubasa sama para jagoan nomor 10 itu, <em>nggak</em>? Seperti Maradona dan lain-lain?</p>
<p style="text-align: justify;">Arip: Pasti, Tsubasa adalah penggambaran pemain nomor 10 yang paling sempurna.<em> Skillful</em>, kapten tim,&#8230;dll.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya: Jadi yang membuat angka 10 itu keramat karena adanya Maradona, Zidane, dll, ya?</p>
<p style="text-align: justify;">Arip: Iya.</p>
<div id="attachment_5782" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-large wp-image-5782" title="mitos piala dunia 7" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/diega-maradona-470x691.jpg" alt="Maradona" width="470" height="691" /><p class="wp-caption-text">Maradona</p></div>
<p style="text-align: justify;">Saya jadi berkesimpulan bahwa hal-hal yang didapat dari data dan fakta dan kemudian berkembang menjadi mitos itu adalah benar-benar murni hanya sebuah mitos belaka. Layaknya filem kartun Kapten Tsubasa, yang digambarkan sangat jago bermain bola bahkan sampai terbang-terbang. Belum ada dalam sejarahnya Jepang mengalahkan Brasil dan negara bola lainnya yang memiliki sejarah panjang. Mungkin itu adalah cita-cita persepakbolaan Jepang. Bagus juga <em>sih </em>mungkin untuk membangun semangat sepak bola baru di sebuah negara yang tidak terlalu berprestasi di ajang sepak bola internasional. Buktinya Jepang berhasil masuk sampai ke babak 16 besar di Piala dunia 2010.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedikit sejarah prestasi persepakbolaan Jepang, sejak 15 tahun lalu, Jepang menunjukkan perkembangan di dunia sepakbola yang sangat pesat. Di tahun 1997, mereka lolos ke Piala Dunia untuk kali pertama dan di tahun 2002 mereka bisa menembus 16 besar. Kesuksesan ini tak lepas dari dibentuknya liga profesional di Jepang di tahun 1993. Tahun 1998 ketika Piala Dunia digelar di Perancis, Jepang mulai menunjukkan kekuatan sepakbola yang maju.</p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin nomor punggung 10 memang diinspirasikan dari kehebatan Maradona, ‘Si Tangan Tuhan’. Apa bukan mitos itu namanya?</p>
<p style="text-align: justify;">Ternyata mitos bukan hanya terjadi di obrolan ngalor ngidul saja, tapi juga jadi wacana di media. Beberapa hari yang lalu saya membaca sebuah artikel di <em>www.vivanews.com</em>, berjudul <em>Ronaldo Kena Kutukan?</em></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa, Cristiano Ronaldo menambah deretan bintang Nike yang bernasib buruk di Piala Dunia 2010. Sebelum Ronaldo ada beberapa nama yang menjadi bintang iklan Nike yang kini ‘katanya’ telah tertimpa sial, seperti, Didier Drogba, Fabio Cannavaro, Wayne Rooney, Franck Ribery, dan Ronaldinho.</p>
<p>
<object width="480" height="289" data="http://www.youtube.com/v/idLG6jh23yE&amp;hl=en_US&amp;fs=1?rel=0" type="application/x-shockwave-flash"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/idLG6jh23yE&amp;hl=en_US&amp;fs=1?rel=0" /><param name="allowfullscreen" value="true" /></object>
</p>
<p style="text-align: justify;">Ada perang besar antar dua perusahaan raksasa di Piala Dunia 2010,dan juga perhelatan yang sebelumnya. Yaitu antara perusahaan Nike dan Adidas. Kedua perusahaan itu berlomba-lomba menempelkan logo produknya di tubuh pemain-pemain top dunia. Tubuh mereka dijadikan papan reklame penjualan produk. Bahkan beberapa pemain yang dianggap paling nge-top menjadi <em>brand image</em> dari produk-produk tersebut. Misalnya, walaupun sponsor utama Piala Dunia adalah Adidas, namun si bintang yang menjadi <em>brand image,</em> harus menempelkan logo Nike di kostumnya. Bukan hanya sekedar menjadi papan reklame, tapi tubuh para bintang olah raga ini juga dijadikan ajang perang iklan bagi ke dua perusahaan yang membayar mereka sebagai bintang iklan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sialnya, para pemain andalan tiap negara yang dijadikan tim unggulan di Piala Dunia 2010 sekaligus bintang iklan Nike ini, kali ini tidak bisa membawa negara mereka lolos dengan mulus ke babak yang lebih tinggi. Bahkan mereka harus pulang lebih awal.</p>
<p style="text-align: justify;">Ronaldo bersama timnya Portugal harus pulang di perdelapan final, kalah dari Spanyol. Didier Drogba tersingkir bersama Pantai Gading di kualifikasi Grup G. Fabio Cannavaro juga harus pergi dari Afrika setelah kalah di tangan tim underdog Slovakia. Wayne Rooney sama sekali tidak mencetak gol selama Piala Dunia, bahkan menjadi pihak yang paling disalahkan atas penampilan Inggris yang di bawah standar. Franck Ribery bersama Perancis harus pulang sejak awal di babak penyisihan.</p>
<p style="text-align: justify;">Lain lagi dengan Ronaldinho yang pernah jadi pemain andalan Brazil. Malahan dia sama sekali tidak dimasukkan oleh Carlos Dunga, sang pelatih, ke dalam skuad TIMNAS Brazil.</p>
<div id="attachment_5787" class="wp-caption alignnone" style="width: 480px"><img class="size-large wp-image-5787" title="mitos piala dunia 8" src="http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/07/ronaldinho-10-k-470x644.jpg" alt="Ronaldinho" width="470" height="644" /><p class="wp-caption-text">Ronaldinho</p></div>
<p style="text-align: justify;">Ada pula mitos lainnya dari tim Jerman yang saya dengar dari salah satu komentator acara bola di TV, yaitu, sekali Miroslav Klose membobol gawang tim lawan, Jerman akan menang. Karena mitos itu, saya langsung menyaksikan pertandingan antara Jerman dan Inggris pada babak perenambelas final Piala Dunia 2010. Dan sepertinya mitos itu benar, setelah Klose membobol gawang Inggris, Jerman terus menerus menambahkan skor menjadi 4-1, kekalahan telak bagi tim Inggris.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada lagi satu mitos yang unik. Konon, negara-negara Eropa, tidak akan pernah juara di luar Benua Eropa itu sendiri. Saat ini ada tiga negara Eropa yang masuk babak semi final. Jerman, Belanda dan Spanyol. Satu negara non Eropa adalah Uruguay. Kalau saja mitos itu bisa terbukti pada final tanggal 11 Juli nanti, maka kita akan melihat kemenangan sebuah negara yang menjadi tuan rumah pertama sekaligus juara Piala Dunia pertama, yaitu Uruguay.</p>
<p style="text-align: justify;">Percaya atau tidak tentang mitos itu, kalau bukan Uruguay yang menjadi juara, berarti mitos itu runtuh sampai Piala Dunia tahun ini.</p>
<form method="post" action=""><input type="hidden" name="ip" value="38.107.191.114" /><p>Your email:<br /><input type="text" name="email" value="Enter email address..." size="20" onfocus="if (this.value == 'Enter email address...') {this.value = '';}" onblur="if (this.value == '') {this.value = 'Enter email address...';}" /></p><p><input type="submit" name="subscribe" value="Subscribe" />&nbsp;<input type="submit" name="unsubscribe" value="Unsubscribe" /></p></form>



<p>Artikel terkait:<ol><li>&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp<a href='http://akumassa.org/program/lenteng-agung-jakarta-selatan/lagu-lagu-piala-dunia/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Lagu-lagu Piala Dunia'>Lagu-lagu Piala Dunia</a></li>
<li>&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp<a href='http://akumassa.org/kontribusi/tasikmalaya-jawa-barat/tidak-ada-siaran-piala-dunia-di-bilik-ardi-dan-adrian/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tidak Ada Siaran Piala Dunia di Bilik Ardi dan Adrian'>Tidak Ada Siaran Piala Dunia di Bilik Ardi dan Adrian</a></li>
<li>&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp&nbsp<a href='http://akumassa.org/program/rangkasbitung-lebak-banten/dari-van-twist-sampai-bu-mimi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Dari van Twist sampai Bu Mimi'>Dari van Twist sampai Bu Mimi</a></li>
</ol></p><br />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akumassa.org/program/lenteng-agung-jakarta-selatan/mitos-mitos-piala-dunia-dari-punggung-tsubasa-sampai-kutukan-iklan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
