
* * *
Segenap Keluarga Besar akumassa Mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa

* * *
Segenap Keluarga Besar akumassa Mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa
Di Bulan April 2010, Forumlenteng melakukan sesi pemotretan khusus untuk memperingati Hari Kartini pada 21 April. Sesi pemotretan ini melakukan hal paling tradisional seperti yang layaknya dilakukan oleh para wanita Indonesia di hari tersebut, yaitu mengenakan kebaya.
Essay foto ini disisipkan dengan sejumlah puisi karya Otty Widasari yang dibuat pada akhir Tahun 2004, dalam kunjungan dokumenternya di dua kota, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT dan Desa Walenreng, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Dokumenter itu dibuat dalam rangka memperingati Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, dan sosialisasi Undang-Undang anti Kekrasan Dalam Rumah Tangga yang baru diresmikan pada tanggal 22 September 2004.
* * *

Sejumlah warga terlihat sedang mendaftarkan diri terlebih dahulu sebelum mengikuti pengobatan gratis yang diselengarakan oleh Jajarin (Jaringan Jadikan Airin) dan Yayasan OBOR Indonesia di Kelurahan Pamulang Barat, Tanggerang Selatan, Banten, pada Kamis 25 Februari 2010.

Sejumlah warga menunggu giliran mendapatkan pengobatan gratis di Kelurahan Pamulang

Seorang warga sedang memeriksakan giginya dalam Acara Pengobatan Gratis
Sedikitnya 1000 warga yang berasal dari Kecamatan Pamulang tersebut, dikumpulkan di halaman Kelurahan Pamulang. Mulai dari anak-anak, wanita, laki-laki, tua maupun muda hadir dan memenuhi ruang kelurahan seakan mereka tidak mau ketinggalan dalam kegiatan ini, terutama dari kalangan menengah ke bawah.
Musim hujan adalah pertanda untuk harus segera mengungsi bagi beberapa warga yang tinggal di wilayah rawan banjir. Sebab, bila hujan terus menerus turun berarti dalam beberapa hari lagi bencana banjir akan melanda. Apalagi, banjir kerapkali merendam pemukiman yang mereka tinggali akibat curah hujan yang cukup tinggi dan banjir kiriman dari Bogor. Seperti yang menimpa warga di kawasan perkampungan Dewi Sartika, Jalan Arus, Jakarta Timur, Kamis (18/2). Luapan Sungai Ciliwung mulai merendam wilayah RW 02 dan 03 permukiman warga yang memang terletak bersebelahan dengan bantaran Kali Ciliwung tersebut, sejak pukul 03.30 WIB.

Dalam beberapa tahun terakhir,banjir seolah menjadi agenda rutin. Berbagai antisipasi disiapkan, salah satunya memindahkan para warga di sepanjang bantaran sungai, cara ini merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengendalikan banjir. Alternatif lainnya adalah dengan menyiapkan perahu-perahu serta tempat pengungsian. Wajar saja, mengingat akses trransportasi sepenuhnya tergenang air saat banjir melanda. Perahu menjadi satu-satunya alat evakuasi warga atau yang dikenal dengan istilah getek (kapal getek, adalah jenis kelotok yang fungsinya khusus untuk mengangkut orang.)
Rinai hujan sempat turun membasahi di tahun baru Imlek ke-2561, hal tersebut dapat terlihat dari sisa genangan air, juga sejumlah sumbu liln-lilin yang terpaksa di matikan dan ditutupi dengan plastik air di Vihara Amurva Bumi, Petak 9, Jakarta, Minggu (14/2).

Seorang warga keturunan Tionghoa sedang sembahyang di Vihara Amurva Bumi
Hal tersebut tidak mengurungkan niat warga keturunan Tionghoa untuk melakukan sembahyang leluhur yang telah menjadi tradisi turun temurun. Ritual tersebut dipercaya sebagai wujud bakti seorang anak terhadap orangtua mereka (baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal). Jelas saja sejak tahun 2003 Imlek resmi disetarakan sebagai hari libur nasional yang berarti sejajar dengan perayaan Hari Natal dan Lebaran.
Biasanya aku selalu bersembunyi jika acara begawe (hajatan berupa pesta perkawinan, sunatan, dsb-red) usai, karena aku takut terkena coret-coretan di wajah pada acara tradisi Rebak Jangkih.




Tradisi Rebak Jangkih (membalik tungku yang digunakan untuk memasak) merupakan kegiatan yang dilakukan setelah acara begawe, seperti mencuci piring ,panci, membersihkan lokasi, pokoknya semua kegiatan membereskan perlengkapan ketika acara begawe selesai. Setelah itu para pekerja di acara begawe itu menyiapkan dulang (kumpulan makanan yang dikumpulkan menjadi satu untuk dimakan bersama) yang disajikan dengan cemper (nampan besar tempat menampung makanan).

Kota Rangkasbitung terlihat dari gedung sekolah
Tanaman-tanaman di halaman rumah kini sudah segar kembali. Musim sudahlah berganti lagi. Banyak hal sudah terlewati. Aku tidak bermaksud menyendiri setiap hari, melainkan sedang asyik membaca katalog kecil. Membaca berulang kali setiap hari dan itulah yang terjadi kini. Di dalamnya isi buku terdapat cerita-cerita lucu. Kusempatkan membacanya setelah pulang sekolah sambil jalan kaki sepanjang Jalan Multatuli menuju rumah.Tulisan-tulisannya sungguh lucu sekali. Gambar-gambar kecil dalam buku kecil (Loket Karcis). Buku aneka warna dengan ragam bentuk itu terbawa dari Jakarta (Forumlenteng dan Ruangrupa) ke Saidjah Forum. Isinya cukuplah membuat aku banyak berpikir tentang ruang-ruang di gedung yang kusinggahi setiap kali. Sejujurnya aku menyukai gedung tidak bertingkat. Aku ingin kotaku ini tidak dibangun gedung bertingkat. Cukuplah tower-tower tinggi saja yang terlanjur berdiri menghiasi pingiran Kota Lebak kini.

Gedung rumah sakit

Sungai Ciujung

Mungkin Kereta Kelinci jarang ditemui di daerah manapun, terutama di desa-desa. Di daerahku hanya ada satu kereta kelinci, dan masih berjalan untuk mengangkut anak-anak. Kereta itu berjalan mengelilingi Kota Randublatung dan sekitarnya.



- Ini yang interiornya beda ama KRDI yang laen ya?
- Yang kursinya berhadap-hadapan kayak gerbong kereta biasa?!
- Cepu itu Kabupaten Blora, makanya dikasih nama Blora Jaya Ekspres…..
lagipula Stasiun Blora-nya sendiri sekarang sudah menjadi stasiun mati.
- Sayang, coba kalau Stasiun Blora masih hidup pasti tujuan akhirnya stasiun Blora.
- Pengen nyobain jadinya……..
- Sebenarnya orang-orang PT KA bisa ngerawat dengan sebaik-baiknya, tapi justru penggunanya yang gak bisa ngerawat, hasilnya ya kaca pecah dan KA jadi kotor.
- Blora jaya ekspress? Bukannya ini Pandanwangi?
- Ini KA Baru mas, jurusan Semarang - Cepu
- Mudah-mudahan awet ya!
- Keren, Mantap!
- Striping nya lebih galak kelihatannya daripada KRDI yg lain
- Relasi SMC-Cepu PP pengganti Cepu odong-odong
- Nih sepur nama baptisnya Blora Jaya. Kabarnya ada toiletnya ya? Yuk, kita coba bareng-bareng…

Itulah beberapa komentar masyarakat mengenai Kereta Rel Diesel Indonesia (KRDI) Blora Jaya Express jurusan Semarang-Cepu-Bojonegoro di berbagai situs. Perjalanan saya menuju Kecamatan Randublatung yang terletak di Kabupaten Blora kali ini menggunakan jasa kereta api. Tidak ada kereta api langsung dari Jakarta, maka saya menggunakan jasa Kereta Sembrani jurusan Surabaya dan turun di stasiun Cepu, kemudian balik arah lagi ke Semarang menuju Randublatung.
[copyleft] akumassa.org januari 2009 - 2010
www.akumassa.org adalah media informasi komunitas yang digagas oleh Forum Lenteng Jakarta
untuk merekam informasi tentang persoalan lokal dalam konteks sejarah dan kekinian yang diproduksi oleh komunitas.
FB | TWEET
RSS | Kontak | Jaringan | Forum Lenteng | Jurnal Footage | DariVisual | Context Creative Media