Oleh Dian Komala | Pada Jumat, 27 Januari 2012
* * *

Hari itu tidak seperti hari-hari yang lalu ketika hujan tiada mau berhenti. Matahari memperlihatkan kuasanya dari balik awan. Raga dibanjiri oleh keringat yang mengucur dari atas kepala hingga ujung kaki. Hampir semua penumpang yang memenuhi sebuah angkutan kota (angkot) bernomor 112 jurusan Kp. Rambutan – Depok, yang aku naiki, tak bersemangat karena keringat pun menghinggapi mereka. Hanya ada dua orang pengamen yang terlihat bersemangat. Mereka berpakaian rapi, yang satu membawa ukulele dan lainnya membawa gendang. Dengan energi semangat, mereka menyanyikan lagu Ema dari penyanyi asal Sunda, Doel Sumbang.

Dua pengamen di angkot

[Lanjutkan membaca Sejenak di Pal]

Oleh Manshur Zikri | Pada Selasa, 24 Januari 2012
* * *

Beberapa ingatan terlintas di kepalaku terkait dengan kata ‘membaca’ ketika duduk di dalam sebuah angkot berwarna merah nomor 19, yang berjalan selangkah demi selangkah melintasi kemacetan Jalan Margonda, menuju Terminal Depok, pada Hari Selasa sore, 17 Januari 2012. Dalam keadaan setengah sadar menahan kantuk, samar-samar aku mendengar apa yang dulu pernah diucapkan oleh seorang teman, Ugeng. Kira-kira katanya seperti ini: “Membaca itu tidak melulu diartikan sebagai aktivitas melihat huruf, kata dan kalimat, kemudian melafalkannya. ‘Membaca’ juga bisa dimaknai sebagai suatu sikap atau perilaku untuk lebih peduli terhadap apa-apa yang ada dan terjadi di sekitar kita.” Mencari informasi melalui buku bacaan atau tontonan filem, adalah sedikit contoh dari sikap itu: menyimak apa yang pernah dan/atau sedang ada dan terjadi di tempat kita berpijak sekarang ini, kemudian melakukan aksi untuk menanggapinya.

***

Angkot berhenti di dalam lingkungan terminal, tepat di depan deretan warung-warung, seperti warung kopi (warkop), warung tegal (warteg), warung lapo, dan toko-toko lainnya. Di antara deretan warung itu, menyempil sebuah ruangan kecil berpintu kaca, yang sudah aku kenal lebih kurang sejak sebulan lalu. Rumah Baca Panter, namanya, atau setidaknya begitulah yang tertulis di papan nama yang tergantung di salah satu dinding ruangannya. Kedatanganku, bersama dua orang teman, memang bertujuan untuk mengunjungi rumah baca tersebut.

Deretan warung-warung yang ada di terminal

[Lanjutkan membaca Membaca ‘Membaca’]

Oleh Lulus Gita Samudra | Pada Kamis, 19 Januari 2012
* * *

Perseteruan kepentingan di tubuh PSSI memang cukup mengganggu untuk kelangsungan jadwal pertandingan Liga Super Indonesia (LSI). Tapi ketergangguan itu mungkin tidak terlalu berlaku bagi para supporter tim yang ada. Misalnya, para The Jak Mania (supporter Persija Jakarta) wilayah Lenteng Agung, Jakarta Selatan yang bernaung pada sebuah saung kecil di Gang Anyar. Justru aku melihat ada hal lain yang meredupkan mereka.

Saung tempat para The Jak biasa kumpul

[Lanjutkan membaca Problematika The Jak Gang Anyar]

Oleh Fuad Fauji | Pada Senin, 16 Januari 2012
* * *

Angin musim hujan kadang menguntungkan. Menebarkan udara dingin dan sejuk setiap hari. Tetapi tidak untuk orang pemalas. Ia akan disekap hawa dingin dan akan mudah terlelap tidur. Kemarin Kota Rangkasbitung seharian diguyur hujan. Bulan Januari hujan akan turun di tiap harinya di Lebak, menyegarkan pepohonan, dan meluapkan aliran sungai. Pagi itu matahari bersusah payah melelehkan gulungan awan hitam. Aku menyusuri gang kecil dari rumah menuju Saidjahforum. Jalan gang yang sudah diperbaiki sedemikian rupa menebarkan nostalgia. Dulunya adalah rel kereta api menuju Labuan dan Bayah. Semasa Orde Baru berkuasa jalan kereta sudah tidak berfungsi. Tak lama, jalan baik itu habis berganti dengan jalan tanah basah. Aku harus melompat-lompat kecil mencari pijakan tanah kering. Sebagian potongan rel  terlihat menyembul ke permukaan tanah. Jalur kereta ini sudah tertimbun tanah puluhan tahun lamanya.

Anggota Saidjahforum berpose bersama Misbach

[Lanjutkan membaca Jangan Mau Kalah]

Oleh Otty Widasari | Pada Jumat, 13 Januari 2012
* * *

Komik strip ini merupakan karya seni torehan jari lentik Otty Widasari dengan pena di atas kertas. Komik ini dibuat pada tanggal 4 Januari 2012, yang didedikasikan untuk halaman katalog pemutaran video akumassa Depok pada tanggal 8 Januari 2012.

 

 

[Lanjutkan membaca Eh Ujan Gerimis Aje]

Oleh Lulus Gita Samudra dan Dian Komala | Pada Selasa, 10 Januari 2012
* * *

Waktu sudah menunjuk pukul 19.30, infokus menembak cahayanya ke dinding putih dan lampu pun dimatikan. Semua mata pengunjung menuju ke layar yang memutarkan 7 karya video akumassa Depok. Cukup ramai malam itu, meskipun publikasi kami sebarkan sore kemarin.

Pemutaran video akumassa Depok

[Lanjutkan membaca Acara Pemutaran Video akumassa Depok]

Oleh | Pada Sabtu, 7 Januari 2012
* * *

Pemutaran Video akumassa Depok

08 Januari 2012——— Pukul 19.00 WIB

Teras Perpustakaan Forum Lenteng

Jl. Raya Lenteng Agung, No. 34

Lenteng Agung, Jakarta Selatan

***

 

Pemutaran Video akumassa Depok membingkai beberapa isu lokal tentang Kota Depok dan wilayah-wilayah yang bersinggungan dengannya.

Di antaranya mengenai Masjid Kubah Emas, Terminal Depok, Perbatasan Depok-Tangerang Selatan, Banjir Pondok Labu dan video lainnya.

Oleh Rina Amalia Budiati | Pada Kamis, 5 Januari 2012
* * *

“Perangai tanaman yang menuntut perhatian membentuk mereka menjadi tekun. Kebijakan mereka adalah tak menabur-tak memelihara-tak memanen. Falsafah bertani membuat para petani menjadi pribadi-pribadi yang penuh perencanaan, penyabar, dan gemar  menabung.”

-Andrea Hirata, Cinta Dalam Gelas –

***

Hutan Mandalamekar

[Lanjutkan membaca Dua Petani Mandalamekar, dan Penglihatan Jauh Mereka]

Oleh Septian Triyoga | Pada Senin, 2 Januari 2012
* * *

Berbicara tentang limbah mungkin sebagian orang yang tidak peduli terhadap lingkungan akan menutup telinga dan memejamkan mata. Kemudian mengalihkan suatu pembicaraan yang berhubungan dengan limbah. Lihat saja, limbah-limbah pabrik telah mencemari lingkungan sekitar yang berakibat buruk terhadap kesehatan manusia, pertumbuhan flora dan fauna. Memang, dampak pencemaran tidak langsung terlihat, namun setelah waktu yang relatif panjang dampak pencemaran akan terasa. Kondisi seperti ini bisa menyebabkan tumbuhnya penyakit baru yang sebelumnya tidak ada.

Bapak Ndrik sedang mengajarkan kerajinan tangan

[Lanjutkan membaca Persiapan Pembentukan Pondok Seni di Randublatung
]

( Tajuk )
Oleh | Pada Kamis, 29 Desember 2011
* * *

Kado apa yang paling anyar di akhir tahun 2011 untuk masyarakat Indonesia?: KEKERASAN APARAT.

Selamat Natal dan Tahun Baru

Di penghujung tahun 2011 ini, kita dikejutkan dengan berita tentang kekerasan yang dilakukan oleh Aparat Negara dan Pamswakarsa (yang dibentuk oleh para pemilik modal) di Mesuji, Lampung dan Sumatera Selatan, karena persoalan lahan yang dikuasai oleh perusahan kelapa sawit. Lalu, tindak kekerasan yang sama juga terjadi di Bima, Nusa Tenggara Barat, dengan penyebab yang hampir sama—pemberian izin tambang kepada perusahaan swasta tanpa persetujuan dari masyarakat setempat.

[Lanjutkan membaca Kado Natal dan Tahun Baru]

ACARA

ARSIP

  • 2012 (9)
  • 2011 (94)
  • 2010 (205)
  • 2009 (185)
  • 2008 (30)
  • www.akumassa.org adalah media informasi komunitas yang digagas oleh Forum Lenteng Jakarta
    untuk merekam informasi tentang persoalan lokal dalam konteks sejarah dan kekinian yang diproduksi oleh komunitas.

    FB | TWEET
    RSS | Kontak | Jaringan | Forum Lenteng | Jurnal Footage | DariVisual | Context Creative Media