Jembatan Dua

Jembatan Dua, dilihat dari perkampungan di bawahnya.

Jembatan Dua, dilihat dari perkampungan di bawahnya.

Jembatan dua adalah sebutan umum warga Rangkasbitung untuk dua jembatan Sungai Ciujung yang menghubungkan daerah pusat Kota Rangkasbitung ke daerah Pandeglang dan Serang. Kedua jembatan ini memiliki fungsi yang berbeda. Satu jembatan diperuntukan bagi pejalan kaki, mobil dan motor, sedangkan jembatan satunya diperuntukan khusus bagi kereta api. Jembatan untuk pejalan kaki dan kendaraan itu dibangun tahun 1996, ketika Kabupaten Lebak masih bagian dari Provinsi Jawa Barat. Dalam keterangan batu peresmiannya, Jembatan Ciujung Lama diresmikan tanggal 20 Maret oleh Gubernur R. Nuriana. Sementara itu, konstruksi jembatan khusus kereta adalah bangunan tua yang dibangun oleh Pemerintah Kolonial Belanda. Dulunya, jembatan ini berfungsi untuk pejalan kaki dan sado. Rel kereta api dibangun di permukaan aspal jembatan dan sisinya diberi ruas ruang sedikit melebar, khusus untuk pejalan kaki dan hilir mudik sado. Ketika jalur kereta Bayah masih aktif, jembatan ini sangat sibuk karena, selain dilintasi kereta, juga dilintasi pejalan kaki dan kendaraan hingga harus ada waktu pengaturan penyeberangan. Jika kita akan menyeberang bersamaan dengan kereta, kita harus menunggu kereta melintasi jembatan terlebih dahulu. Kereta yang datang dari Stasiun Rangkasbitung di daerah Muara Ciujung Timur, menuju Bayah dan Serang, memiliki jalur persimpangan, atau biasa disebut ‘wessel Inggris’, yang letaknya persis setelah jembatan, di wilayah Kampung Lebak Sambel.

Lanjutkan Membaca →

Rumah Komik

Tempat penyewaan buku Lebak Picung. Kini dimiliki penghuni baru.

Tempat penyewaan buku Lebak Picung. Kini dimiliki penghuni baru.

Kisah Ingatan Saya

Suatu hari yang sepi, seorang ibu penjaga penyewaan buku meletakkan kain sulamnya dan berseru, “Siapa itu…?” Kemudian, dengan bergegas mencurahkan perhatiannya pada tumpukan komik-komik yang terserak di meja kayu kecil. Ragam komik terbitan luar negeri. Setiap kali musim libur sekolah tiba, rumah penyewaan komik di tepian sungai akan ramai dikunjungi, baik oleh anak-anak maupun orang dewasa. Mereka menghabiskan waktu untuk membaca dan menikmati udara segar dan kerindangan pepohonan. Di saat itulah, biasanya, Ibu Ayun, selaku pemilik rumah sewa komik, akan sibuk melayani dan merapikan buku sewaan yang acap kali diseleksi penyewa. Pernah sesekali saja saya mampir bersama kakak perempuan. Atau sekedar mengingat saja, saya pernah berkunjung beberapa kali untuk menyewa Majalah Kuncung ketika itu. Di waktu yang bersamaan, sudah menjadi pemandangan umum, bahwa toko-toko alat tulis dan buku di tengah pasar akan ramai dikunjungi anak sekolah yang mulai habis masa liburnya. Menyiapkan segala keperluan menjelang waktu masuk sekolah tiba.

Lanjutkan Membaca →

12 Mei 2014 di Graha Bhakti budaya – TIM

Marah di Bumi Lambu

Dokumenter | 2014 | Hitam Putih | HD
Hafiz Rancajale

Berkisah tentang kenangan masyarakat Lambu pada peristiwa Tragedi Sape Lambu 2012 yang menelan tiga korban dari pihak warga. Tragedi ini berawal dari rencana pemerintah daerah Kabupaten Bima merubah kawasan Lambu menjadi daerah pertambangan dengan menerbikan izin usaha pertambangan kepada pemilik modal. Terjadi penolakan oleh warga yang diorganisir oleh mahasiswa. Penolakan ini dilakukan dengan aksi-aksi demonstrasi yang pada akhirnya menelan korban di pihak warga akibat kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian. Filem ini mencoba merekam kenangan masyarakat tentang rangkaian peristiwa tragedi itu sendiri, rangkaian cerita-cerita kemanusian dan mimpi-mimpi mereka tentang tanah leluhurnya.

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung - Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org