Energi yang Terbarukan: Manusia

Oleh / pada 30 Agustus 2014 / di Jatiwangi, Majalengka // Belum ada komentar

Prolog: Pasca Lebaran

Sehabis libur lebaran, aku bercerita tentang obrolanku dengan Kepala Desa Jatisura yang biasa dipanggil Pak Kuwu Ginggi. Kuceritakan betapa terkesannya aku dengan cara dia memimpin masyarakat di dusunnya, dengan pemikiran yang sangat mengglobal. Dia menyebutkan bahwa keluh kesah tentang harga cabai yang mahal karena terus naik, tak lain merupakan sebuah ketololan kolektif. Waduh! Setelah dia jelaskan maksudnya, barulah kumengerti dan sepaham, bahwa cabai adalah tanaman yang mudah dikembangbiakkan di rumah, dan bisa dipanen sendiri secara rumahan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kita ini sedang tidak percaya diri dan sedang dimanja!” kalimat itu terdengar begitu optimis bagiku. Aku kagum, Pak Kuwu tidak menggunakan kalimat dalam bentuk waktu sekarang, melainkan sekarang dan berkelanjutan.

Sayang, waktu kami di sana tidak lama sehingga belum sempat melihat lebih jauh optimisme warga binaan Pak Kuwu Ginggi dalam menatap masa depan.

Maka, berangkatlah Gesya sebagai perwakilan redaksi Akumassa pada  perayaan tujuhbelasan ke Jatiwangi, untuk meliput perhelatan seni dan budaya yang diselenggarakan oleh Jatiwangi Art Factory bersama seniman Irwan Ahmet dan Tita Salina yang bertajuk PANENERGI.

panenergi

Lanjutkan Membaca →

The Footnote of this Election

This article is an English version of Indonesian article titled “Catatan Kaki Pemilu Kali Ini ”  that was published at April 12th, 2014.

_________________________________________________________________________________

Since three days before the election, the atmosphere had been different. In the houses, rice stalls, places to hang out, even in the kitchen people had been busy talking about this election. The discussions had been various too. From supporting what party, who was the candidate, how to vote, to what would we get if we voted for A, B, C and so on. The issue had also developed. There had been many things that had ruined the image of democracy, such as, a candidate who had handed out gen-set, water machine and cash.

FOTO 1'

The day before the election, my family and I had talked about this Legislative Election, considering the candidate who would be voted for. My family was a law-abiding family. They agreed to not waste this opportunity to vote for candidates who would bring the fresh air of changes in North Lombok.

Lanjutkan Membaca →

12 Mei 2014 di Graha Bhakti budaya – TIM

Marah di Bumi Lambu

Dokumenter | 2014 | Hitam Putih | HD
Hafiz Rancajale

Berkisah tentang kenangan masyarakat Lambu pada peristiwa Tragedi Sape Lambu 2012 yang menelan tiga korban dari pihak warga. Tragedi ini berawal dari rencana pemerintah daerah Kabupaten Bima merubah kawasan Lambu menjadi daerah pertambangan dengan menerbikan izin usaha pertambangan kepada pemilik modal. Terjadi penolakan oleh warga yang diorganisir oleh mahasiswa. Penolakan ini dilakukan dengan aksi-aksi demonstrasi yang pada akhirnya menelan korban di pihak warga akibat kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian. Filem ini mencoba merekam kenangan masyarakat tentang rangkaian peristiwa tragedi itu sendiri, rangkaian cerita-cerita kemanusian dan mimpi-mimpi mereka tentang tanah leluhurnya.

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung - Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org