Worshipping on the Roof of the Market

This article is an English version of  Indonesian article titled Beribadah di Atap Pasar that was published at February 20th, 2010.

_________________________

At 7 PM, I was in front of Ciputat Market’s TPS (Tempat Pembuangan Sampah – Landfill Site) with Iriel, Umam and Imam, my fellow members of Djuanda Community. I’d been bored with the atmosphere of Djuanda office, which was why I decided to join these three friends of mine. The plan was, they wanted to go photo hunting of the traffic jam that usually happened around Ciputat Market. Umam decided to take the angle of the traffic jam from the front of Ciputat Market’s TPS. When we arrived there we didn’t find the traffic jam at all. The traffic flow along the Ir. H. Djuanda Street was smooth. There was no significant accumulation of vehicles.

“You are late, maybe, Mam?” I said to Umam.

“No! Yesterday I saw that the traffic jam was around this time. Maybe it hasn’t started yet. Let’s wait,” answered Umam with confidence.

The entrance of At-Tujar Mosque

The entrance of At-Tujar Mosque

Bangsal Dulu, Kini dan Nanti

Akumassa_Bernas_Sibawaihi_Maret-07-2015_Foto 03_Bangsal

Bangsal.

Beberapa kali sudah pernah saya menulis tentang Bangsal. Tentang Cidomo, Pedagang Asongan, Dermaga dan beberapa kepingan-kepingan yang tercecer dari sekian banyak kepingan cerita tentang Bangsal. Dalam tulisan ini, saya ingin mengumpulkan kepingan-kepingan itu, menjadi suatu kisah yang utuh, meski saya juga yakin tulisan ini tidak bisa mewakili semua semua orang dengan segala aktivitas mereka di Bangsal. Masih ada ganjalan, dari mana harus saya mulai tulisan ini. Saya sesaat berpikir untuk memulai tulisan ini dari kisah masa kecil saya dengan Bangsal. Sebab, Bangsal adalah saksi bisu yang merekam beragam kisah keluarga, kisah asmara, drama pertikaian, kisah-kisah humor dan setumpuk kisah lainnya dari masyarakat Pemenang. Banyak memori yang menderu bersama ombak dan hilang seperti buih. Sesekali mengejutkan kemudian kembali ke dasar laut, mengendap menjadi fosil-fosil cerita dalam ingatan manusia.

Lanjutkan Membaca →

12 Mei 2014 di Graha Bhakti budaya – TIM

Marah di Bumi Lambu

Dokumenter | 2014 | Hitam Putih | HD
Hafiz Rancajale

Berkisah tentang kenangan masyarakat Lambu pada peristiwa Tragedi Sape Lambu 2012 yang menelan tiga korban dari pihak warga. Tragedi ini berawal dari rencana pemerintah daerah Kabupaten Bima merubah kawasan Lambu menjadi daerah pertambangan dengan menerbikan izin usaha pertambangan kepada pemilik modal. Terjadi penolakan oleh warga yang diorganisir oleh mahasiswa. Penolakan ini dilakukan dengan aksi-aksi demonstrasi yang pada akhirnya menelan korban di pihak warga akibat kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian. Filem ini mencoba merekam kenangan masyarakat tentang rangkaian peristiwa tragedi itu sendiri, rangkaian cerita-cerita kemanusian dan mimpi-mimpi mereka tentang tanah leluhurnya.

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung - Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org