Dalam hidupku ada beberapa hal yang ingin aku lakukan sebelum usiaku menginjak 20 tahun. Dan beberapa kesempatan untuk melakukannya sudah telanjur aku lewatkan di masa SMA. Misalnya, menjadi anggota klub pecinta alam, menjadi penabuh drum di sebuah band, dan lain-lain. Semua itu bisa saja aku kejar di masa kuliah kini, seperti yang aku lakukan kemarin, menonton bola secara langsung di stadion. Kedengarannya memang sangat sederhana, tapi tidak bagiku. Di kepalaku sudah terpola bahwa menonton bola secara langsung itu ‘menakutkan’, mengingat cerita-cerita seputar rusuhnya supporter bola, timpuk-timpukan botol yang di dalamnya diisi air seni dan segala macam tentang supporter bola yang rusuh.

Akhirnya, beberapa hari yang lalu, tepatnya 3 Februari 2010, aku masuk ke Gelora Bung Karno Senayan untuk menonton pertandingan sepak bola antara Persija (Persatuan Sepak Bola Indonesia Jakarta) dengan Persela (Persatuan Sepak Bola Lamongan).
Begini ceritanya…
[Lanjutkan membaca Pengalamanku Menonton Bola]




































